
"Tolong siapkan makanan dan minuman terbaik di Restoran ini, dan siapkan kamar khusus untuk kami." Ucap Hu Bai ingin memesan kamar khusus karena ia tahu Tuannya saat ini membutuhkan privasi.
"Baik mari tuan-tuan dan Nona-nona." Ucap pelayan tersebut sambil membawa Xiao Yunyue dan rombongannya menuju salah satu kamar khusus.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di kamar khusus yang Hu Bai pesan.
"Silahkan duduk." Ucapnya kepada Xiao Yunyue dan rombongannya.
"Terima kasih sudah mengantarkan kami kesini, dan ambilah aku tahu kau membutuhkan koin emas untuk mengobati ibumu." Ucap Xiao Yunyue sambil memberikan sekantong koin emas kepada pelayan tersebut.
"No-No-Nona ba-bagaim-....."
"Ambillah dan cepat ambilkan pesanan kami." Ucap Xiao Yunyue malas melihat orang terkejut seperti itu.
"Ba-baik, terima kasih No-Nona terima kasih." Ucap pelayan itu sambil mengambil uang dari tangan Xiao Yunyue dengan tangan gemetar. Matanya berkaca-kaca mungkin sebentar lagi akan turun hujan.
Setelah pelayan itu pergi, Xiao Jung meminta adiknya untuk segera menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, karena selama ini dia tidak tahu soal perbuatan keji Keluarga Xiao kepada sang adik.
"Yue'er jelaskan!" Tegas Xiao Jung tidak sabaran.
"Baik Kakak." Jawab Xiao Yunyue.
Setelah itu dia menjelaskan bagaimana Keluarga Xiao memperlakukannya selama ini. Mulai dari dia tinggal di gudang, makan makanan basi, apa lagi ayahnya dan kedua Saudari Tirinya yang sedikit-sedikit memukulnya, sampai mereka mengusirnya dari Keluarga Xiao.
"Hiks hiks itulah yang mereka lakukan padaku setelah kakak masuk ke Akademi Wanyan." Jelas Xiao Yunyue sambil menangis tersedu-sedu di pelukan sang kakak.
Sementara Xiao Jung, setelah mendengar penjelasan dari adiknya dia sangat marah sehingga dia mengeluarkan aura pembunuhnya. Dia tidak menyangka ayahnya akan melakukan itu kepada adiknya, anak kandungnya sendiri. Matanya memerah, emosinya tidak terkendali ia marah kepada dirinya sendiri karena setelah masuk ke Akademi Wanyan, dia tidak pernah mengunjungi adiknya sekali pun. Sementara Long Jiang, Hu Bai, Long Qian meneteskan air mata saat mendengar penjelasan dari Tuan mereka, ketiganya tidak menyangka masa lalu Tuan mereka akan semenyedihkan ini.
"Tenanglah, sebentar lagi kita akan mengunjungi Keluarga Xiao." Ucap Xiao Yunyue menenangkan sang kakak dari emosinya yang meluap-luap.
"Ma-maafkan Kakak hiks hiks maafkan ka-kakak yang tidak memperhatikanmu setelah kepergian ibu, ka-kakak hanya berpikir Yue'er akan ba-baik-baik saja bersama Keluarga Xiao keparat itu hiks maafkan ka-kakak Yue'er." Ucap Xiao Jung menangis sambil memeluk sang adik erat.
"Tidak apa itu hanya masa lalu, lagian sebentar lagi kita akan bertamu ke Keluarga Xiao." Imbuh Xiao Yunyue
"Ia, kita juga mulai sekarang jangan menggunakan marga Xiao lagi, kita akan menggunakan marga ibu kita Yun Jung, Yun Yunyue. Kita juga akan keluar dari Keluarga Xiao untuk mencari ibu." Ucap Yun Jung.
"Baik aku akan ikut kakak saja." Ucap Yun Yunyue.
"Nona saya juga akan menghilangkan marga itu." Tambah Xiao Mei.
"Ia itu terserah Mei saja. Ayo mari kita makan. Ucap Yun Yunyue saat melihat beberapa pelayan sudah mengantarkan pesanan mereka.
Setengah jam kemudian mereka semua sudah menyelesaikan makanan mereka di atas meja, sehingga bersiap untuk keluar dari Restoran Lili. Setelah keluar dari Restoran, Yun Yunyue dan rombongannya melihat kedua gadis dari Keluarga Xiao itu berjalan menuju Restoran sambil menggandeng tangan Putra Mahkota. Xiao Zhi dan Xiao Lin tidak mengenali Yun Yunyue dan rombongannya karena dengan adanya topeng di wajah mereka.
Melihat mereka Yun Yunyue tersenyum di balik topengnya sambil bergumam dalam hati. 'Mari kita bermain.'
"Mei dan Long Qian ikuti mereka, dan bawalah ini untuk taruh di makanan mereka kecuali Putra Mahkota, kami akan tunggu kalian di hutan belakang Keluarga Xiao."
"Baik Tuan."
"Baik Nona."
__ADS_1
Bubuk itu adalah bubuk perusak wajah dan tidak ada penawarnya, sehingga Yun Yunyue memberikan bubuk itu kepada Mei dan Long Qian untuk taruh di makanan mereka. Yun Yunyue ingin keduanya tersiksa seumur hidup mereka, karena dia berpikir menyiksa lebih baik dari pada langsung membunuhnya.
Setelah melihat kedua bawahannya telah pergi, mereka pun melesat menuju hutan dekat Keluarga Xiao.
Di Tempat Lain.
Mei dan Long Qian menuju ke arah dapur restoran, setelah sampai di sana mereka menanyakan pesanan mana yang akan di antarkan ke Putra Mahkota dan calon istrinya Xiao Zhi.
"Ini Nona pesanan yang akan di antarkan ke mereka." Jawab salah satu pelayan yang sementara menyiapkan pesanan mereka.
Setelah melihat itu, Mei dan Long Qian langsung membayar pelayan tersebut untuk memberikan bubuk perusak wajah itu ke dalam makanan mereka selain Putra Mahkota.
"Baik Nona." Ucap pelayan itu senang sambil mencampuri bubuk itu pada makanan Xiao Zhi dan Xiao Lin karena akan menerima sekantong koin emas.
"Baik ingat jangan salah kasih makanan." Ucap Long Qian sambil keluar dari dapur restoran, mereka tidak langsung pergi tapi duduk di kursi dekat dengan ketiga orang itu untuk menunggu hasilnya.
Tidak lama kemudian pelayan yang keduanya bayar itu mengantarkan pesanan mereka, sementara Long Qian dan Xiao Mei hanya tersenyum sinis di balik topeng mereka.
"Silahkan Yang Mulia." Ucap pelayan tersebut setelah menata makanan mereka di atas meja.
"Zhi'er mari kita makan." Ucap Putra Mahkota Lou Feng
"Baik Gege." Balas Xiao Zhi tersenyum di wajah tebalnya.
Ketiganya makan sambil berbincang-bincang santai, lima belas menit kemudian mata Putra Mahkota seakan-akan akan keluar dari rongganya melihat wajah calon istrinya dengan Xiao Lin.
"Wa-wajah kalian kenapa seperti itu." Ucap Lou Feng tergagap karena terkejut
"I-itu-I-tu wajah ka-kalian coba bercermin."
"Baik Gege." Ujar Xiao Zhi sambil mengeluarkan cerminannya begitupun Xiao Lin.
"Aakchhh muka ku kenapa dengan muka ku aaakchhh." Teriak kedua Saudari Xiao itu bersamaan seperti orang kesurupan.
sementara Long Qian dan Xiao Mei serta semua pengunjung sudah tertawa terbahak-bahak melihat wajah buruk rupa dari kedua gadis itu, sedangkan untuk Putra Mahkota dia berdiri dari kursinya sambil berkata.
"Pertunangan kita batal, aku tidak mau bertunangan dengan gadis buruk rupa seperti kamu." Ucapnya sambil berjalan keluar dari restoran.
"Gege, Gege tunggu Gege, aaakchhh Gegeeee." Teriak Xiao Zhi seperti orang gila
"Hahaha Saudari Qian ayo." Ucap Xiao Mei.
"Haha baik, aduh perutku sangat keram haha."
Keduanya keluar dari restoran dengan tertawa terbahak-bahak membuat orang yang ada di jalanan menatap mereka dengan heran.
Di Tempat Lain.
Yun Yunyue, Yun Jung dan lainnyanya berbincang-bincang santai sambil menunggu kedua bawahannya yang melakukan tugas. Tidak lama kemudian mereka mendengar suara tawa yang menuju ke arah mereka.
"Kenapa dengan kalian?" Tanya Yun Yunyue mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Nona haha bubuk pemberian Nona sangat luar biasa wajah kedua gadis Keluarga Xiao itu sangat jelek Haha.." Jawab Xiao Mei yang masih dengan tawanya.
"Setelah itu Putra Mahkota langsung membatalkan pertunangan mereka Tuan." Lanjut Long Qian.
Mendengar itu Yun Yunyue hanya tersenyum tipis di balik cadarnya setelah itu dia berkata. " Sudahi tawa kalian. Pergi dan taburkan bubuk itu ke dalam air minum mereka, setelah selesai dengan tugas kalian kembalilah ke hutan ini kita akan bertemu disini, sementara aku dan Kakakku akan menemui Xiao Lan."
"Baik Tuan."
"Baik Nona."
Mereka pun berpencar untuk melakukan tugas mereka, Yun Yunyue dan kakaknya menuju ke kediaman Xiao Lan untuk berpamitan.
"Berhenti, siapa kalian?" tanya salah satu penjaga gerbang menghentikan langkah mereka.
Di tanya seperti itu, Yun Jung membuka topengnya.
Buuk
"Tuan muda maafkan kami yang tidak mengenali Tuan Muda." Ucap penjaga itu serempak sambil berlutut.
"Berdirilah kalian melakukan tugas dengan baik, ini ambillah kami akan masuk ke dalam." Ucap Yun Jung.
"Terima kasih Tuan Muda." Ujar mereka senang karena mendapatkan beberapa koin emas dari Tuan Muda mereka.
Setelah memberikan beberapa koin emas kepada para penjaga tersebut mereka langsung masuk ke dalam menuju kediaman Xiao Lan.
Di Tempat Lain
Di aula Keluarga Xiao, Xiao Lan sangat marah melihat wajah kedua putri kesayangannya seperti itu. Tidak lama kemudian salah satu penjaga masuk untuk melaporkan kedatangan Tuan Muda Jung.
"Tuan besar, Tuan Muda Jung telah kembali dan ingin bertemu dengan Tuan besar, Tuan Muda menunggu di depan kediaman." Ucap penjaga tersebut.
"Baik aku akan kesana." Balas Xiao Lan sambil keluar dari aula.
Beberapa menit kemudian.
"Jung"er kenapa tidak memberitahu ayah saat mau pulang ke rumah?" Tanya Xiao Lan setelah sampai di depan Yun Jung dan Yun Yunyue.
Yun Jung tidak menjawab dia malah berbalik bertanya , "Langsung saja, apa kamu mengenali gadis ini?"
"Hmmm ayah tidak mengenalinya memang siapa dia Jung'er? Apa dia calon menantu ayah!" Goda Xiao Lan.
"Ternyata begitu, ayah macam apa kau ini hah, aku sudah tahu semuanya aku sudah tahu semua perlakuan buruk kalian terhadap adikku Yun Yunyue?" Bentak Yun Jung kepada Xiao Lan yang terdiam mamatung.
.....Mulai sekarang kami akan pergi dari Keluarga Xiao ini, dan mulai sekarang marga Xiao di hapus dari nama kami, aku dan adikku akan menggunakan marga ibu kami Yun Xuexia. Dan mulai hari ini hubungan antara ayah dan anak putus." Lanjut Yun Jung sambil pergi bersama sang adik, dia tidak memberikan kesempatan kepada Xiao Lan untuk mengatakan apapun.
Yun Jung dan adiknya pergi ke gudang sang adik tinggal saat masih di Keluarga Xiao, mereka ingin mengambil semua pakaian sang Ibu yang selama ini Yun Yunyue simpan. Setelah sampai mereka mengambil semua pakaian sang Ibu dan memasukkan ke dalam kalung dimensi, Saat akan mengambil baju terakhir Yun Jung dan Yun Yunyue melihat ada sebuah surat yang terselip di sela-sela baju terakhir sang Ibu.
*************
Bersambung.......
__ADS_1
Hallo sampai ketemu besok ya by by🙋🤗🥰