
Di Tempat Lain.
Setelah kabar mengenai kebohongan salah satu kekuatan yang tiba-tiba mengaku sebagai sekte cabang Penginapan Lotus, semua orang terlihat sangat tidak percaya. Bahkan tempat yang akan di bangun menjadi sekte itu sendiri, telah rata menjadi tumpukan pasir dan bebatuan.
Berita ini menyebar dengan sangat cepat, membuat sekte-sekte aliran hitam yang sedang menutup diri semakin waspada.
Di Gunung Batu.
"Argh..." Raungan kemarahan seorang pria paruh baya menggetarkan tempat itu.
Di hadapannya saat ini, hanya ada tumpukan bebatuan dan mayat-mayat yang telah hancur. Bahkan warna kawasan itu di mendominasi oleh warna merah darah.
Di tengah-tengah tumpukan itu, berdiri sebuah bendera berwarna biru bergambar bintang dan bertuliskan Penginapan Lotus, serta tulisan yang menyatakan jika ada yang berani menggunakan nama Penginapan Lotus itu secara sembarangan, maka Penginapan Lotus akan mencari dan menghancurkannya.
Sungguh kemalangan yang tidak mereka duga-duga. Tidak jauh dari pria paruh baya itu, berdiri puluhan orang yang menatap tempat itu dengan sedih.
Saat tempat itu hening, tiba-tiba hembusan angin kencang muncul bersamaan dengan kemunculan sepuluh sosok berpakaian hitam.
"Kami sudah menunggu kalian cukup lama, akhirnya kalian semua datang juga. Dengan ini, maka Sekte Kegelapan telah sepenuhnya hancur!" Ucap salah satu sosok berpakaian hitam, yang langsung bergerak menyerang mereka di ikuti kesembilan sosok lain.
Sekali lagi pertempuran di tempat itu kembali pecah. Suara ledakan dan dentuman akibat kedua serangan yang saling bertemu membuat pemandangan yang mengerikan.
Dengan kemampuan Dewa Bumi tingkat puncak, kesepuluh sosok itu terus membunuh orang-orang Sekte Kegelapan yang tersisa menjadi bongkahan daging.
Cipratan darah dan teriak keputusasaan mengiringi pertempuran itu. Hingga lima belas menit kemudian, tempat itu kembali hening. Kesepuluh sosok pria berpakaian hitam langsung bergerak meninggalkan tempat itu.
Suara pertempuran itu sendiri terdengar hingga kota terdekat, membuat pihak keamanan kota memperketat penjagaan. Dan beberapa kelompok secara langsung pergi untuk melihat situasi di gunung batu.
Saat mereka tiba di tempat itu, sekali lagi mereka di buat merinding melihat mayat-mayat dengan bagian tubuh terpisah, masih mengeluarkan darah segar tergeletak di bebatuan dan pasir-pasir merah darah.
"Ini benar-benar sangat mengerikan. Nama Penginapan Lotus akan semakin kokoh dan di takuti oleh orang-orang aliran hitam." Ucap salah satu dari mereka yang mendapatkan anggukkan kepala dari semua orang.
Mereka sangat senang dengan hal itu, meski begitu mereka juga merasa takut jika secara tidak sengaja mengusik anggota Penginapan Lotus.
Dengan kejadian ini, mereka semua mengingatkan pada generasi muda untuk tidak menyingung murid Penginapan Lotus, sekali pun dia adalah murid luar.
Kekejaman dan kekuatan Penginapan Lotus, membekas di dalam ingatan mereka. Semua orang berharap Penginapan Lotus akan selalu berada di pihak yang benar. Mereka tidak dapat membayangkan jika Penginapan Lotus adalah Sekte aliran hitam, maka saat ini mungkin telah terjadi kekacauan di seluruh Benua Timur.
Di Penginapan Lotus.
Setelah melakukan pertemuan, Yun Yunyue saat ini telah berada di ruang khusus yang di sediakan oleh orang-orangnya.
Yun Yunyue juga memberikan tugas pada enam bawahan Binatang Sucinya, untuk membantu pasukan elit Phoenix Emas berlatih.
Dengan adanya teknik serta jurus tingkat tinggi yang di berikan Yun Yunyue, akan sedikit sulit untuk mereka dapat memahami secara singkat, maka dari itu Yun Yunyue meminta enam bawahannya untuk membantu mereka.
Di dalam ruangan, Yun Yunyue langsung memasuki kalung dimensi untuk menemui Yun Jung dan Yun Yin.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di depan Istana Bintang.
Jendral Zhiang dan Xi Qiameng yang sedang berbincang-bincang di tempat itu langsung bangkit berdiri.
__ADS_1
"Nona Muda." Ucap mereka menyambut kedatangan Yun Yunyue dengan hormat.
"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Yun Yunyue, dengan maksud menanyakan orang-orang yang telah menjadi tahanan.
"Nona Muda tidak perlu khawatir, kami telah meminta mereka untuk melakukan pekerjaan di kebun buah-buahan Abadi serta kebun tanaman obat. Mereka juga telah menurunkan tingkat kultivasi ke ranah Petapa." Jelas Xi Qiameng.
"Jenderal Zhiang, Xi Qiameng, awasi perkembangan kelima Putri yang sedang berkultivasi. Segera berikan kabar padaku jika mereka telah selesai."
"Baik, Nona Muda."
Yun Yunyue dan orang-orangnya terus berbincang mengenai perjalanan mereka selanjutnya.
Menjelang malam, Yun Yunyue membubarkan semua orang.
"Kalian kembali dan beristirahatlah. Dua hari lagi kita akan pergi melanjutkan perjalanan menuju Benua Barat."
"Baik, Nona Muda."
Yun Yunyue kemudian berjalan memasuki Istana. Dengan langkah tenang, dia berjalan ke arah kamar.
Saat tiba di depan pintu, Yun Yunyue membuka dengan pelan.
Terlihat di dalam kamar, sang kakak sedang tertidur dengan Yun Yin yang berada di sampingnya.
Tidak ingin mengganggu waktu istirahat mereka, Yun Yunyue lalu berjalan menuju aula kultivasi.
"Masih ada waktu sebelum berangkat menuju Benua Barat. Aku tidak mengetahui dengan pasti keadaan di sana. Sebaiknya aku berusaha untuk naik tingkat, setidaknya menjadi Pendekar Mortal 🌟 ⁵." Batin Yun Yunyue lalu mengambil sikap lotus.
"Pil ini adalah pil terakhir yang di tinggalkan Ibu di kalung dimensi. Aku tidak mengetahui mengapa Ibu memintaku untuk menyimpannya dan tidak menggunakan pil ini, hingga aku berada pada tingkat Dewa Surga Puncak." Yun Yunyue menghela nafas panjang, lalu menelan dua pil itu secara bersamaan.
Secara perlahan, Yun Yunyue mengedarkan teknik kultivasi Dewi Keabadian.
"Semoga saja ini berhasil." Batin Yun Yunyue.
Secara perlahan udara di sekitarnya berubah, dari dalam tubuhnya terpancar kekuatan aura emas dengan pekikan Phoenix Emas.
Satu hari berlalu, namun tidak terlihat tanda-tanda Yun Yunyue akan naik tingkat. Dengan berjalannya waktu, pekikan Phoenix semakin keras menggetarkan tempat itu.
"Tuan Putri, Tuan Muda." Ucap Xi Qiameng dan yang lain memberikan hormat.
Yun Jung menganggukkan kepala, lalu berjalan masuk ke dalam Istana menuju aula kultivasi.
Saat tiba di tempat itu, mereka semua berdiri dengan tatapan penuh kekaguman.
"Aura Pendekar Mortal." Ucap Jenderal Zhiang dengan tatapan mata tidak percaya.
Semua orang terlihat sangat senang melihat hal itu.
Lima menit kemudian, tiba-tiba muncul Siluet Phoenix Emas dari dalam tubuh Yun Yunyue yang langsung bergerak mengelilingi tubuhnya.
"Ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" Xi Qiameng dengan kaget.
__ADS_1
Yun Jung dan Yun Yin terlihat sangat cemas, saat melihat hal itu.
Di sisi lain, Yun Yunyue mengerutkan kening saat jiwanya seakan di hancurkan, membuat darah keluar dari mulut, hidung, dan telinga.
Phoenix Emas yang mengelilinginya semakin mengeluarkan aura yang sangat besar menimbulkan suara retakan tulang.
"Yue'er."
"Ibu, hiks hiks...."
"Tuan Putri, Tuan Muda, jangan mendekati Nona Muda..." Jenderal Zhiang menghentikan gerakan mereka berdua.
"Tapi-..."
Baru saja ingin mengucapkan sesuatu, tiba-tiba Siluet Phoenix Emas itu hancur menjadi kepingan bersamaan dengan energi emas murni yang memasuki tubuh Yun Yunyue.
"Boom..." Dari dalam tubuh Yun Yunyue terdengar ledakan, membuat wajah semua orang menatapnya dengan mulut terbuka lebar.
"Ini! Ini adalah aura Pendekar Mortal 🌟 ⁵." Teriak Jenderal Zhiang dengan tubuh bergetar, ia awalnya mengira sang Nona hanya berada di Mortal awal tapi ini.
Semua orang akhirnya dapat bernapas lega melihat kejadian itu. Mereka semua dengan sabar menunggu Yun Yunyue menyelesaikan kultivasinya tanpa bergerak sedikitpun dari tempat masing-masing.
Sepuluh menit kemudian, Yun Yunyue mulai membuka kedua matanya.
"Yue'er.."
"Ibu.."
"Nona Muda.."
Mereka semua dengan sangat senang. Yun Yunyue menganggukkan kepala dengan tersenyum, lalu bangkit berdiri menghampiri mereka semua.
"Yue'er, selamat..."
"Nona Muda, selamat..."
"Terima kasih." Yun Yunyue lalu mengangkat tubuh Yun Yin dan menggendongnya.
"Ibu, Yin'er melihat burung ingin memakan Ibu." Ucap Yun Yin dengan suara gadis kecilnya yang lucu.
"Hahaha..." Semua orang tertawa mendengar celotehan gadis kecil itu.
Melihat dirinya menjadi tertawaan, membuat Yun Yin mengerucut bibir dengan wajah di buat kesal.
"Ibu, lihatlah..."
****
Bersambung....
Meski kekuatan Yun Yunyue melebihi Alam Rendah, tapi dia hanya dapat menggunakan kekuatan tidak lebih dari Pendekar Dewa Surga. Hanya saja kekuatan tempurnya, akan semakin meningkat dari sebelumnya.
__ADS_1