Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 93 - Perang ³.


__ADS_3

Yun Yunyue tersenyum menatap mereka semua. Dengan pedang usang di tangannya, Yun Yunyue segera menebas kepala mereka satu persatu.


"Argh... Lihat saja, Sekte Iblis Tengkorak akan membunuhmu!"


"Crasshh..." Empat kepala terlepas dari tubuhnya.


Dengan cepat Yun Yunyue mengeluarkan Api Keabadian dari ujung jarinya, lalu melemparkan ke arah tubuh dan kepala yang tergeletak di tanah.


"Whuss..." Api berwarna putih keemasan dengan cepat melahap tanpa sisa.


"Bukan Sekte Iblis Tengkorak yang akan membunuhku, tapi aku sendiri yang akan mendatangi mereka untuk menghancurkannya tanpa sisa!" Ucap Yun Yunyue, lalu menatap ke arah keenam bawahannya.


Mereka yang telah mengubah tampilan menjadi manusia, berjalan mendekati Tuannya.


"Tuan, apa kita akan membunuh mereka semua?" Tanya Yun Xia Lin.


"Tidak perlu. Target utama kita para petinggi serta Kaisar Xe Luan." Ucap Yun Yunyue, kemudian menghilangkan formasi di tempat itu.


"Baik Tuan." Mereka kemudian segera bergerak membantu para petinggi Benua Tengah.


"Whuss..." Yun Yunyue melesat ke atas langit untuk mengawasi jalannya pertempuran.


Di tempat para petinggi dari kedua Kekaisaran serta para prajurit dari kedua Benua, terus saling bertukar serangan.


Pertempuran hebat terjadi di antara mereka semua. Pasukan Assassin secara bergantian melepaskan senjata rahasia untuk mengganggu konsentrasi pasukan Kekaisaran Xe.


Dentuman suara Ledakan akibat kedua serangan yang saling bertabrakan terus menggema, di serta cipratan darah dan potongan tubuh yang terus berjatuhan mengotori tempat itu.


Walaupun jumlah pasukan Kekaisaran Xe lebih mendominasi, namun kerja sama serta strategi yang di gunakan pihak Kekaisaran Qin benar-benar memporak-porandakan mereka semua.


"Bunuh mereka!" Teriak Qin Zhuyao memberikan perintah. Dia terus bergerak dengan menggila, pakaian yang di gunakan bahkan telah bermandikan darah.


Mendengar perintah dari Putra Mahkota, membuat para prajurit terus mendorong pasukan Kekaisaran Xe yang kini mulai bergerak mundur.


"Mundur ke dalam benteng pertahanan!" Perintah salah satu Jenderal Kekaisaran Xe.


"Mundur? Apa kalian pikir itu mudah!"

__ADS_1


"Whuss..." Long Zhou Yang dan saudara/rinya muncul di tempat itu, dengan gerakan secepat angin, Yun Jinling melepaskan pukulan ke arah Jenderal Kekaisaran Xe.


"Dhuarr..." Sang Jenderal terlempar hingga puluhan meter.


Di Atas Langit.


Yun Yunyue menggelengkan kepala, menatap enam bawahannya yang sangat menikmati perang ini.


"Mereka bahkan tidak menahan diri, saat melepaskan serangan ke arah Jenderal yang lebih lemah." Ucap pelan Yun Yunyue.


Dalam waktu singkat, ribuan pasukan Kekaisaran Xe mulai tewas dengan bagian tubuh hancur.


Hal itu sendiri sengaja di lakukan oleh Long Zhou Yang dan lainnya, yang meminta pasukan Kekaisaran Qin untuk membunuh dengan kejam.


Melihat bagaimana rekannya tewas dengan keadaan sangat tragis, membuat prajurit mulai kehilangan semangat untuk melanjutkan pertempuran.


Mereka semua dengan cepat bergerak mundur menuju benteng pertahanan.


"Tahan!" Perintah Long Zhou Yang yang langsung membuat semua orang kebingungan.


"Kita tidak perlu membunuh mereka semua. Bagaimana juga mereka adalah prajurit yang melakukan segala sesuatu atas dasar perintah sang tuan atau pemimpinnya." Ucap Long Zhou Yang dengan serius, menatap semua pasukan.


"Tuan, ampuni kami!" Tiba-tiba prajurit Kekaisaran Xe membalikkan badan, lalu membuang senjata mereka dengan berlutut di tanah.


Setelah mendengar ucapan Long Zhou Yang, mereka merasa lebih tenang. Sehingga mereka memutuskan untuk menyerah.


"Dhuarr..." Kaisar Xe Luan terlempar dengan keras setelah kehilangan fokus.


"Ugh.." Kaisar Xe Luan memuntahkan darah, menatap semua prajurit dengan wajah memerah.


"Apa yang kalian semua lakukan! Apa kalian ingin menghianati Kekaisaran Xe!" Teriaknya dengan nafas tersengal-sengal.


Semua prajurit hanya diam dengan terus berlutut. Sedangkan Kaisar Qin Shan, para Jenderal, tetua, Patrick Sekte maupun Keluarga besar menatap itu semua dengan pandangan aneh.


Pertempuran itu tiba-tiba terhenti, semua orang terdiam menyaksikan medan pertempuran yang kini telah memerah akibat darah. Potongan tubuh dari pasukan kedua belah pihak memenuhi tempat itu, membuat pemandangan yang sangat menyedihkan.


Yun Yunyue menatap medan pertempuran dengan menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Seorang pemimpin bukan soal pintar, kuat dan mencitrakan diri agar di sukai dan di hormati oleh semua orang. Kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya. Seorang pemimpin adalah orang yang mengetahui jalan, melewati jalan tersebut, dan menunjukkan jalan itu untuk orang lain terutama rakyatnya sendiri.


"Pemimpin adalah orang yang mengemban tanggung jawab. Ia mengatakan, saya kalah. Ia tidak mengatakan, anak buahku kalah. Pemimpin sejati tidak butuh memimpin, ia lebih senang menunjukkan arah ke hal yang benar untuk mengembangkan, dan memberikan ketentraman serta keamanan bagi tempat dimana ia menjadi seorang pemimpin.


"Kalian harus tahu, jika tidak harus memiliki sebuah jabatan agar bisa menjadi seorang pemimpin. Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan kenyataan. Tanggung jawab terakhir seorang pemimpin adalah mengucapkan terima kasih. Di antara keduanya, pemimpin adalah budak.


"Ujian terakhir seorang pemimpin adalah ketika dia bisa berada di belakang orang lain untuk menjalankan keyakinan dan kemauannya. Pemimpin sejati bukan orang yang mempunyai banyak pengikut, tapi yang menciptakan paling banyak pemimpin. Apa kalian masih ingin menjadi pemimpin yang mengejar nafsu semata demi kekuasaan, atau menjadi pemimpin yang mensejahterakan rakyatnya. Kalian berdua sama-sama seorang kaisar, dan mengemban tugas besar..."


Sebuah suara tiba-tiba menggema di tempat itu, membuat semua orang terdiam menatap ke arah langit.


"Lihatlah apa yang telah kalian lakukan. Menjadikan mereka yang tidak bersalah menjadi korban keegoisan kalian masing-masing. Aku tidak mengatakan jika aku jauh lebih baik dari kalian. Namun yang aku sayangkan, akibat keegoisan kalian mereka harus kehilangan nyawa dalam sebuah pertempuran besar yang mereka sendiri tidak mengetahui apa yang mereka kejar..."


"Whuss..." Yun Yunyue turun ke bawah, lalu mengibaskan tangannya untuk mengumpulkan semua mayat dan potongan tubuh. Setelah semua tertumpuk menjadi satu, Yun Yunyue kemudian membakar potongan-potongan tubuh itu.


"Memang benar, di dunia ini yang kuatlah yang berkuasa. Mereka semua berlomba-lomba untuk mengejar kekuatan demi kepuasan serta ambisi yang ada di dalam diri kalian masing-masing. Aku harap kalian lebih dapat menghargai arti kehidupan dengan membunuh mereka yang pantas untuk di bunuh. Membunuh karena terancam. Membunuh karena alasan yang kuat. Bahkan membunuh karena merebutkan sebuah kekuasaan yang akan kalian tinggalkan.


"Memiliki banyak kekuasaan akan memberikan beban lebih besar, kalian harus siap kehilangan apapun yang ada pada diri kalian jika itu semua telah kalian miliki. Termasuk nyawa kalian sendiri!"


Semua orang terdiam setelah mendengar ucapan Yun Yunyue. Wajah Kaisar Qin Shan seperti tertampar mendengar setiap kata yang di ucapkan Yun Yunyue.


Berbeda halnya dengan Kaisar Xe Luan, ia menatap jijik ke arah Yun Yunyue.


"Cih! Kau berkata-kata seakan sudah hidup lama di dunia ini. Apa kau pikir semua orang memiliki pemikiran sepertimu? Apa kau pikir semua orang akan senang jika hidup seperti yang kau katakan?" Ucap Kaisar Xe Luan dengan berusaha bangkit berdiri.


"Berbicara omong kosong, padahal kau sendiri sangat buruk karena telah menghianati Kekaisaran mu sendiri." Lanjut Kaisar Xe Luan menatap tajam Yun Yunyue yang masih menggunakan tampilan Jenderal Bo.


"Oh... Aku hampir saja melupakan sesuatu." Yun Yunyue kemudian mengubah tampilan menjadi wujud aslinya.


"Apa!" Semua yang tidak mengetahui identitas Jenderal Bo yang sebenarnya terlihat sangat terkejut.


"Bagaimana bisa?" Kaisar Xe Luan mundur beberapa langkah dengan mata membulat sempurna.


"Aku sebenarnya ingin memberikanmu kesempatan agar bisa kembali berkumpul bersama keluargamu. Namun sangat di sayangkan, kesempatan itu sepertinya tidak layak aku berikan kepada orang sepertimu!"


*


*

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2