Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 44 - Menghadapi Binatang Iblis.


__ADS_3

"Dhuarr..." Salah satu pria berpakaian hitam terlempar sejauh belasan meter.


Semua orang yang ada di tempat itu terlihat sangat terkejut, melihat kedatangan seorang pemuda tampan yang tidak memiliki ekspresi sedikit pun.


"Kau!" Ucap salah satu pria berpakaian hitam yang lain, menatap ke arah Han Rou dengan marah.


Han Rou menatap ke arah Shu Lie dan Shu Er, lalu melemparkan pil penyembuhan ke arah mereka.


"Bantu saudara kalian, untuk mereka biar menjadi urusanku."


Shu Lie dan Shu Er dengan cepat menerima pil tersebut, lalu membantu ketiga saudaranya untuk menelan pil emas pemberian Han Rou.


kelima pria berpakaian hitam semakin marah menatap Han Rou dengan niat membunuh yang semakin kuat.


Bukan hanya menggagalkan rencana mereka, bahkan Han Rou telah melukai salah satu dari rekannya.


"Akan aku bunuh kau bajingan!"


"Whuss..." Kelima pria berpakaian hitam melepaskan kekuatan pendekar Raja tingkat dasar, bergerak ke arah Han Rou secara bersamaan.


Han Rou tersenyum, lalu dengan tenang mengeluarkan tapak penghapus bintang.


Dari kehampaan, muncul sebuah tapak berbentuk bintang yang perlahan berubah menjadi hitam keemasan mengarah pada kelima pria berpakaian hitam.


Kelimanya dapat merasakan tekanan yang cukup kuat berasal dari serangan tapak tersebut, dengan cepat salah satu dari mereka memberikan perintah untuk membentuk formasi.


Han Rou tidak tinggal diam, dengan cepat dia melepaskan seberkas sinar cahaya seperti jarum melesat ke arah kelimanya.


Whuss....!


Booms....!


Dua orang di antara mereka terkena sinar cahaya tersebut, hingga tidak mampu bergerak membuat formasi.


"Dhuarr....! Tapak penghapus bintang berhasil menghantam telak tubuh ketiga mereka, membuatnya terlempar belasan meter.


Shu Er dan Shu Lie terlihat sangat terkejut dengan kemampuan Han Rou, yang mampu membuat kelima pria berpakaian hitam terdesak.


Bahkan mereka dapat melihat bagaimana Han Rou saat ini masih terlihat sangat santai.


"Shu Lie, apa hanya aku yang merasa jika pemuda itu belum mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya?"


"Saudari Shu Er, aku juga memikirkan hal itu sejak tadi. Seberapa kuat sebenarnya dia."


Dengan beberapa gerakan, Han Rou akhirnya mampu membunuh keenam pria berpakaian hitam dengan lambung tengkorak itu.


"Sampah seperti kalian tidak pantas untuk menikmati udara segar di dunia ini." Ucap Han Rou dingin.


Shu Er, Shu Lie dan keempat pria yang sudah selesai memulihkan diri menatap dengan bergedik ngeri.

__ADS_1


Han Rou kemudian menatap mereka berenam. "Kami akan kembali melanjutkan perjalanan, berhati-hatilah. Nonaku sangat mengagumi persaudaraan kalian."


"Kami? Saud-..."


"Aku bersama dengan Nonaku dan saudara-saudariku yang lain, Nonaku lah yang menyuruhku untuk membantu kalian."


"Ah!" Mereka berenam terdiam di tempat.


"Sa-Saudara, jika begitu bolehkah kami mengetahui namamu?"


"Han Rou." Kemudian melesat pergi menuju Nonanya yang sedang menunggunya.


"Whuss..." Han Rou muncul di depan mereka dengan membungkuk sedikit di depan sang Nona.


"Cih, lama sekali!" Komentar Xiao Mei dengan sinis.


"Sudah-sudah, ayo kita lanjutkan perjalanan." Yun Yunyue menengahi mereka yang selalu saja ribut.


Yun Yunyue dan rombongannya melesat dengan kecepatan tinggi ke bagian dalam Lembah kuno. Hingga beberapa saat kemudian, mereka melihat sebuah gunung yang memancarkan aura yang cukup menarik perhatian mereka.


"Whuss..." Yun Yunyue dan rombongannya bergerak dengan cepat menuju gunung tersebut.


Setelah berada di gunung itu, Yun Yunyue memindai seluruh tempat di sekitarnya.


"Sangat aneh." Batin Yun Yunyue yang tidak tiba-tiba dapat merasakan aura yang sebelumnya dia rasakan di tempat itu.


Dengan tenang Yun Yunyue duduk, kemudian fokus melepaskan aura keemasannya untuk mengetahui lebih dalam rahasia di tempat tersebut.


Yun Yunyue dan rombongannya mencoba mencari tahu tentang kilatan cahaya tersebut, namun mereka gagal karena cahaya itu tiba-tiba berpindah dengan cepat.


"Ini!" Dengan gerakan cepat Yun Yunyue dan rombongannya Bergerak menghindar saat cahaya tersebut tiba-tiba muncul di dekat mereka.


"Booms..." Ledakan dahsyat menggetarkan gunung, membuat sebagian tempat itu hancur.


Dari dalam tempat yang hancur, secara perlahan muncul bola kristal merah darah memperlihatkan beberapa ekor ular dengan mata merah menyala.


"Binatang Iblis." Batin Yun Yunyue dengan terkejut, melihat tampilan ular tersebut.


"Kalian bersiaplah, dan kakak minum pil ini." Ucap Yun Yunyue memberikan pil penawar segala jenis racun ke arah kakaknya.


"Baik Yue'er." Dengan patuh Yun Jung langsung meminum pil itu, entah itu pil apa ia juga tidak tahu.


"Mari bermain." Ucap Yun Yunyue yang kemudian memanggil Pedang Keabadian


Whuss...!


Slashh...!


Booms...!

__ADS_1


Ledakan dahsyat bergema, menghancurkan bola kristal tersebut menjadi dua bagian.


Makhluk yang menjijikan itu keluar dari bola kristal dengan melepaskan kekuatan tingkat Kaisar rendah, dan langsung menyerang ke arah Yun Yunyue dan rombongannya dengan brutal.


Yun Yunyue bergerak mengayunkan Pedang Keabadian menahan ekor ular tersebut.


"Aku tidak menyangka kekuatan mereka yang berada pada tingkat Kaisar rendah, hampir menyamai tingkat Dewa Langit!" Batin Yun Yunyue dengan terus bergerak menahan serangan ular tersebut.


Yun Yunyue melawan tiga ekor ular yang memiliki kekuatan tingkat Kaisar rendah yang hampir menyamai tingkat Dewa Langit. Sedangkan kakak dan orang-orangnya melawan yang setara dengan mereka.


Pertempuran sengit terjadi di tempat itu, menciptakan ledakan dan getaran yang terus menggema di wilayah gunung tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian kembali muncul belasan bola kristal.


Yun Yunyue dan rombongannya sama sekali tidak takut dengan kedatangan belasan ular tersebut, bahkan mereka dengan semangat menghancurkan kembali bola-bola kristal itu.


"Anggap saja sebagai latihan untuk kita." Ucap Yun Yunyue kepada kakak dan bawahannya dengan senang, karena dia dapat meningkatkan aura keemasannya dengan membunuh.


"Baik Yue'er."


"Baik Nona." Mereka menjawab dengan semangat sambil terus bergerak melepaskan serangan.


Aura keemasannya itu akan berkembang pesat saat Yun Yunyue melakukan latihan keras seperti ini, apalagi setelah ia berhasil membunuh banyak makhluk hidup membuat ia memiliki aura membunuh yang kemudian di ubah menjadi Aura keemasan.


Belasan ular iblis berhasil keluar dan langsung bergerak menyerang Yun Yunyue dan lainnya.


Membuat pertempuran terlihat semakin sengit, saat serangan belasan ular iblis di tahan menggunakan Pedang Keabadian menciptakan ledakan yang cukup kuat.


Dhuarr....!


Dhuarr....!


Ledakan keras terus menggema menarik perhatian orang-orang yang tidak jauh dari tempat lokasi pertempuran itu.


Yun Yunyue terus menerus mengayunkan Pedang Keabadian yang kini mulai di selimuti energi berwarna keemasan.


"Sshhtttt..." Ular itu mendesis marah, setelah tubuh mereka mulai mengeluarkan darah akibat tebasan Pedang Keabadian.


Yun Yunyue tersenyum melihat pertahanan mereka yang terbuka, dengan gerakan secepat kilat ia melancarkan serangan Pedang Keabadian.


"Slash...." Energi emas membentuk pedang melesat memotong beberapa dari mereka menjadi dua bagian.


"Sshhttt...." Ular yang tersisa semakin mendesis marah melihat beberapa dari mereka terbunuh di tempat itu.


"Kalian yang datang menggangguku dan orang-orangku, kenapa kalian juga yang marah." Ucap sinis Yun Yunyue dengan tajam menatap beberapa ular tersebut.


Seperti mengerti apa yang di ucapkan Yun Yunyue, membuat mereka kembali menyerang dengan melepaskan tembakan cairan kental.


"Sshhttt...." Mereka terus mendesis, hingga Yun Yunyue menyadari sesuatu yang aneh.

__ADS_1


******


Bersambung......


__ADS_2