Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 92 - Perang ²


__ADS_3

Sesaat baru saja batu giok berwarna hitam itu di pecahkan, tiba-tiba muncul asap hitam yang memenuhi seluruh medan pertempuran.


"Boom... Boom..."


"Dhuarr... Dhuarr..."


Suara Ledakan keras bersahutan menggema di sepanjang medan, memperlihatkan kekuatan prajurit Kekaisaran yang seakan menggila tidak takut akan kematian.


Yun Yunyue segera melepaskan aura Dewi Keabadian, untuk menghalau asap hitam yang mulai mengganggu prajurit Kekaisaran Qin.


"Asap apa ini?" Batin Kaisar Qin Shan dan para petinggi yang lain.


Di sisi lain, Qin Zhuyao dengan gerakan cepat terus bertarung melumpuhkan prajurit yang mulai menggila. Di sampingnya, Xiao Mei dan Lu Zhan menjaga dari titik buta.


"Keparat! Siapa sebenarnya dia?" Tanya Kaisar Xe Luan menatap tajam Yun Yunyue yang mengganggu teknik yang baru saja dia keluarkan.


"Terus serang dan bunuh mereka semua!" Teriak Leluhur Han memberi perintah pada Pasukan Assassin Naga Langit.


Pasukan Assassin terus melepaskan senjata rahasia, melumpuhkan pasukan Sekte Iblis Tengkorak yang bahkan lebih menggila dari prajurit Kekaisaran Xe.


Yun Yunyue mulai bergerak meninggalkan benteng pertahanan menuju pasukan utama dari masing-masing Kekaisaran.


"Whuss..." Sebagian pasukan Kekaisaran Xe dengan cepat bergerak ke arah Yun Yunyue, setelah mendapatkan perintah dari Kaisar Xe Luan.


"Kita harus membunuh Jenderal Penghianat ini!" Ucap seorang Jenderal pemimpin pasukan tersebut, dengan terus menatap tajam Yun Yunyue.


Yun Yunyue terkekeh pelan mendengar ucapan itu.


Apalagi setelah melihat pasukan musuh yang telah terbagi menjadi dua, membuat pasukan utama Kekaisaran Qin kini lebih mendominasi, karena secara tidak langsung target utama pihak Kekaisaran Xe kini dirinya.


"Baiklah, buat aku terhibur!" Ucap Yun Yunyue dengan senyum dinginnya, lalu menutup mata selama beberapa saat sebelum akhirnya menghilang dari tempatnya.


"Whuss..."


"Dhuarr..."


"Boom..."


Yun Yunyue terlihat menyerang dengan begitu ganas serta brutal. Di dalam jiwanya semakin membara saat aura asap hitam seakan bertolak belakang dengan kekuatan darah Suci Keabadian miliknya.


"Whuss..." Pedang usang muncul di tangannya, dengan kecepatan tinggi Yun Yunyue menggoreskan pedang tersebut ke bagian tubuh musuh.


Satu persatu prajurit Kekaisaran Xe mulai berjatuhan dan roboh, mengeluarkan tanda kebiruan di sekujur tubuh.


Kekuatan emas mulai menyelimuti tangan kanan Yun Yunyue.


"Pedang Bintang!"


"Whuss... Dhuarr..." Sang Jenderal yang bergerak ke arah Yun Yunyue dengan telak di hancurkan menjadi kabut darah.


Darah sang Jenderal menyebar dan masih di selimuti sinar keemasan yang bergerak menggila.


Melihat bagaimana kekuatan yang di tunjukkan Yun Yunyue, membuat kedua prajurit dari kedua belah pihak menegang menatap tidak percaya.


Dari jauh, kedua Kaisar beserta para petinggi yang berada tidak jauh darinya menyaksikan itu semua dengan mulut terbuka.

__ADS_1


Tubuh Kaisar Xe Luan bergetar dengan lutut yang mulai melemah hampir terjatuh.


"Siapa dia? Ini mustahil!" Ucapnya dengan menelan ludah dengan kasar.


"Bunuh mereka semua! Sebelum musuh yang lebih kuat tiba di tempat ini!" Teriak Yun Yunyue menyadarkan semua pasukan Kekaisaran Qin.


Kaisar Xe Luan bergerak menghindar, lalu menatap beberapa sosok yang semakin mendekat ke arahnya.


"Apa kau hanya akan menjadi penonton?" Ucap Kaisar Qin Shan yang datang bersama para Patrick beserta Jenderal Benua Tengah.


"Cih! Bunuh mereka!" Perintah Kaisar Xe Luan pada para Jenderal dan Patrick Benua Utara.


"Whuss... Slash... Boom..." Suara Ledakan kembali menggema menggetarkan tempat itu.


Setelah kedua pasukan utama saling bertarung, kini para petinggi kekuatan utama dari kedua belah pihak juga melakukan hal yang sama.


Dari jauh, Yun Yunyue yang melihat hal itu juga semakin menggila untuk menghancurkan pasukan utama milik Kekaisaran Xe.


Perang besar itu semakin pecah, dengan potongan tubuh dan cipratan darah yang menghiasi setiap sudut tempat perbatasan kedua Benua.


Bau darah semakin pekat membuat semua orang semakin menggila, melihat rekannya harus terbunuh.


Pasukan Kekaisaran Qin semakin mendominasi, dengan bantuan pasukan Assassin Naga Langit yang mengganggu konsentrasi pasukan Kekaisaran Xe menggunakan senjata rahasia.


Leluhur Han dengan sigap terus memberikan arahan pada pasukan Assassin, Long Zhou Yang, Long Jiang dan lainnya juga tidak kalah dari Yun Yunyue yang bergerak menggila menghabisi semua prajurit musuh.


Qin Zhuyao sendiri mulai bekerja sama dengan Xiao Mei dan Lu Zhan, untuk melumpuhkan para komandan Kekaisaran Xe.


Sebelumnya, pihak Kekaisaran Xe begitu bangga dan sombong mampu menghancurkan dan menerobos benteng pertahanan musuh, kini mulai kehilangan semangat. Apalagi melihat Yun Yunyue dan semua bawahannya yang dengan mudah membunuh prajurit-prajurit Kekaisaran.


"Dhuarr... Dhuarr..."


Waktu kini sudah memasuki siang, terik matahari mulai menyinari tempat itu yang kini telah berubah menjadi merah akibat cipratan darah di mana-mana.


"Whuss... Whuss..." Tiba-tiba muncul pasukan besar dengan beberapa sosok berpakaian hitam yang langsung masuk ke dalam medan pertempuran.


Yun Yunyue dari jauh tersenyum melihat kehadiran pasukan itu.


Beberapa saat kemudian, di tengah-tengah pertempuran muncul lingkaran hitam bersama dengan tengkorak merah menghisap pasukan Kekaisaran Qin.


"Long Zhou Yang, Hu Bai! Sekarang!" Teriak Yun Yunyue dengan serius.


Keenam bawahan Yun Yunyue mengubah tampilan menjadi Naga, Phoenix, Kura-kura, dan Harimau. Seluruh bola mata mereka berubah menjadi keemasan sesuai dengan kekuatan sang Tuan.


"Mundur! Dan jaga jarak!" Teriak Yun Yunyue memberikan perintah pada pasukan Kekaisaran Qin.


"Hahaha... Kalian tidak akan bisa kembali!" Ucap sosok berpakaian hitam.


Yun Yunyue menggerakkan tangannya dengan kecepatan tinggi.


"Whuss..." Ribuan bintang emas muncul di atas langit dengan aura kuno.


Pasukan Kekaisaran Qin dengan patuh bergerak mundur. Setiap kali pasukan yang datang bersama sosok berpakaian hitam yang ingin menghadang, langsung terpental beberapa meter ke belakang.


"Ini!" Sosok berpakaian hitam itu sangat terkejut.

__ADS_1


"Formasi tingkat tinggi!" Teriak rekannya yang berada tidak jauh dari sosok tersebut.


Setelah semua pasukan keluar, kini tersisa pasukan berpakaian hitam bersama tengkorak-tengkorak yang mengambang di udara.


Semua bawahan Yun Yunyue tersenyum senang.


"Roarghh..." Lengkingan suara naga dan lainnya menggetarkan formasi.


Semua orang di luar formasi tidak mengetahui apa yang terjadi di dalamnya. Mereka hanya merasakan ledakan aura yang sangat kuat.


Yun Yunyue dan semua bawahannya mulai bergerak menyerang pasukan tersebut dengan membabi buta.


"Bajingan! Siapa sebenarnya mereka?" Ucap sosok berpakaian hitam dengan wajah pucat pasi.


Tanpa disadari sosok berpakaian hitam yang bertindak sebagai pemimpin itu, kini pasukan yang datang bersamanya mulai berkurang dengan sangat cepat.


"Whuss..." Asap tebal memenuhi formasi, membuat pandangan semua pasukan berpakaian hitam mulai terganggu.


Yun Yunyue dan keenam bawahannya dengan cepat menghabisi mereka satu persatu.


Yun Jung, Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng, melihat dari dalam kalung dimensi dengan tubuh bergetar hebat. Mereka tidak menyangka, kekuatan Yun Yunyue dan keenam Binatang Suci itu akan semengerikan ini.


"Pergilah!" Yun Yunyue menyegel tengkorak-tengkorak itu, lalu memasukkan ke dalam kalung dimensi.


Sosok berpakaian hitam merasa terkejut saat tidak dapat merasakan kehadiran tengkorak-tengkorak miliknya.


Keempat berpakaian hitam itu mulai membuat segel tangan untuk menghalau asap yang menutupi pandangan.


Saat asap itu berhasil dihalau, keempat sosok berpakaian hitam begitu terkejut dan terheran-heran.


"Dimana semua pasukan kita? Bahkan tengkorak merah menghilang?" Teriak salah satu dari mereka, menatap dengan mata memerah.


Di dalam formasi kini hanya tersisa mereka berempat. Ribuan pasukan dan ratusan tengkorak menghilang secara misterius, tanpa meninggalkan jejak apapun.


"Tetua, lihat!" Ucap salah satu dari mereka menunjuk Yun Yunyue yang sedang berdiri bersama beberapa Binatang Suci.


"Ini mustahil! Sejak kapan?" Ucapnya dengan pelan, dan terus menggelengkan kepala tidak percaya.


"Kita harus pergi, mereka bukan lawan kita!" Ucapnya dengan panik.


Saat mereka mencoba menghancurkan formasi, tiba-tiba Yun Yunyue muncul di sampingnya.


"Dhuarr..." Satu persatu dari mereka mendapatkan serangan terdorong menghantam dinding formasi.


"Bagaimana bisa kalian datang dan pergi seenaknya!" Ucap Yun Yunyue dengan tenang.


Mereka berempat mencoba bangkit berdiri, menatap Yun Yunyue dengan penuh permohonan.


"Nona, kami tidak ada urusannya dengan perang ini. Kami hanya datang karena mendapat pesan bantuan dari Kaisar Xe Luan." Ucap salah satu dari mereka dengan berlutut.


Yun Yunyue mengerutkan kening. "Darimana kalian berasal?"


"Kami dari Sekte Iblis Tengkorak Nona..."


*

__ADS_1


*


Bersambung.....


__ADS_2