
Yun Yunyue bergerak dengan cepat mengejar tetua Yun Nong, sedangkan Patrick Mo Kang kini telah di tahan oleh Jenderal Zhiang.
Para murid serta tetua anggota Keluarga Mo yang juga sudah berhasil di kalahkan.
Dari jauh, terlihat Yun Yunyue telah berhasil mengejar tetua Yun Nong dan langsung melepaskan tamparan keras.
"Plak..."
"Plak..."
Suara tamparan terus bergema membuat suasana di tempat itu menjadi merinding dan sangat tegang.
"Dia benar-benar sangat mengerikan. Bagaimana bisa Keluarga Mo menyinggung orang sepertinya." Ucap para murid yang telah memisahkan diri.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul kembali di hadapan mereka semua, sambil membawa tetua Yun Nong yang berada di cengkeramannya.
"Kalian semua beruntung, dan aku akan memberikan kesempatan kedua pada kalian semua untuk memperbaiki diri." Yun Yunyue menatap murid yang telah memisahkan diri, yang tidak ingin terlibat dalam masalah ini.
Mereka semua terdiam dengan merasakan kengerian mulai menyelimuti hati dan pikiran mereka. Mereka benar-benar tidak menyangka, orang yang telah di singgung oleh Keluarga Mo merupakan seorang yang sangat kuat.
"Aku Yun Yunyue, adalah orang yang bertindak berdasarkan alasan. Aku akan menghukum mereka yang melakukan kesalahan, dan membunuh mereka yang pantas untuk di bunuh!" Ucapnya dengan dingin.
"Jenderal Zhiang, berikan siksaan pada mereka, lalu bunuh! Aku akan mencoba masuk ke dalam Keluarga Mo!" Yun Yunyue kemudian segera melesat masuk ke dalam Keluarga Mo.
Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng sangat bersemangat, mereka segera mematahkan satu persatu bagian tubuh Patrick Mo Kang, tetua Yun Nong, serta para tetua yang masih selamat.
Mo Tian kini telah berkumpul bersama dengan para murid yang lain. Mereka semua menyaksikan apa yang di lakukan Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng dengan keringat yang terus mengucur, beberapa dari mereka tidak mampu lagi untuk berdiri menatap kekejaman di depan mata mereka.
Di Tempat Lain.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di dalam Keluarga Mo. Dengan tenang dia mencoba memindai tempat di sekitarnya.
"Tidak ada yang aneh." Yun Yunyue sambil terbang secara perlahan mengitari tempat di sekitarnya.
Dia berniat mencari keberadaan orang tua Mo Tian. Namun Yun Yunyue merasa bingung, karena sampai saat ini dia tidak dapat merasakan kehadiran siapapun selain orang-orang yang berada di bagian gerbang Keluarga Mo.
Lima belas menit kemudian, Yun Yunyue menemukan tempat yang cukup menarik perhatiannya. Di tempat itu terlihat kosong karena tidak ada aura Kehidupan sama sekali, bahkan tempat itu sangat sunyi.
"Kenapa aku merasakan sesuatu yang menarik perhatian saat berada di tempat ini." Yun Yunyue membatin, dia terdiam selama beberapa saat di tempat itu.
Saat baru saja ingin meninggalkan tempat itu, Yun Yunyue tiba-tiba menemukan sebuah sumur yang di lindungi oleh formasi. Dia merasa sangat terkejut melihat hal itu.
"Whuss..." Yun Yunyue bergerak mendekati sumur itu, dengan tenang dia menggerakkan tangan membuat segel.
"Krak..." Ribuan bintang emas menghancurkan formasi, hingga beberapa saat Yun Yunyue merasakan jejak aura yang di tinggalkan.
Yun Yunyue memperhatikan situasi di dalam sumur, dia dapat merasakan aura kekacauan di dalamnya.
"Whuss..." Energi transparan muncul menyelimuti tubuhnya. Dengan tenang ia segera melesat masuk ke dalam sumur.
Saat baru saja memasuki sumur tersebut, tiba-tiba puluhan kilatan cahaya mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Slash... Slash... Boom..." Ledakan dahsyat mengguncang kedalaman sumur, membuat kilatan cahaya seperti pisau terbang mencoba menghancurkan perisai transparan.
Setelah melewati sumur selama lima menit, Yun Yunyue akhirnya terlempar ke sebuah tempat dengan aura yang sangat stabil.
"Lancang! Siapa dirimu yang telah berani memasuki sumur suci kami!" Teriak sebuah suara menggema.
Yun Yunyue mengerutkan kening dengan bingung. Dia berpikir apa dia terlempar ke dunia lain atau masih berada di wilayah Keluarga Mo.
"Tuan, siapa kalian?" Tanya Yun Yunyue setelah terdiam selama beberapa saat.
"Pergi dari sini sekarang juga! Atau aku akan membunuhmu!" Teriak suara itu kembali terdengar.
"Aku tidak bisa pergi dari tempat ini sebelum aku mengetahui apa yang sebenarnya terjadi!" Yun Yunyue menjawab dengan tenang, tanpa rasa takut sedikitpun.
"Lancang! Tangkap dan bunuh dia!"
"Whuss... Whuss..." Beberapa sosok muncul di hadapan Yun Yunyue dengan membawa pedang maupun tombak.
Yun Yunyue cukup terkejut saat merasakan kekuatan orang-orang yang baru saja muncul di hadapannya adalah Pendekar Dewa Langit tingkat menengah.
mereka semua bergerak ke arah Yun Yunyue.
Melihat hal itu, Yun Yunyue juga tidak tinggal diam, ia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.
"Whuss..." Yun Yunyue melesat dengan cepat, menggenggam pedang usang di tangan kanannya.
"Pedang Phoenix Abadi!"
"Menghindar!" Teriak salah satu dari mereka, meminta rekannya untuk menghindari serangan yang di lancarkan oleh Yun Yunyue.
"Mati!"
"Dhuarr..." Dua sosok yang terlambat menghindari serangan itu terlempar.
Melihat rakannya terlempar, membuat mereka begitu marah.
"Whuss..." Dengan gerakan cepat, mereka semua melepaskan serangan ke arah Yun Yunyue.
"Tubuh Dewi Keabadian!"
"Langkah Dewi Keabadian!"
Yun Yunyue segera menggunakan dua tekniknya, untuk menghindari serangan beruntun mereka.
Dengan gerakan cepat, semua serangan berhasil di hindari. Kelompok itu terus melepaskan serangan tanpa memberikan Yun Yunyue waktu.
Yun Yunyue juga tidak tinggal diam, saat mendapatkan kesempatan, dia akan mulai melepaskan teknik pedangnya.
Di tempat lain, sosok yang sebelumnya berbicara dengan Yun Yunyue terlihat sangat serius memperhatikan pertarungan tersebut.
"Masih sangat muda sudah memiliki kemampuan tinggi. Apa yang sebenarnya mereka lakukan, dengan memancing orang sepertinya." Ucapnya mendesah pelan.
__ADS_1
"Kalian, bantu mereka untuk membunuh gadis tengik itu!" Ucapnya pada puluhan sosok yang tersisa.
Mendapatkan perintah dari sang pemimpin, puluhan sosok itu lalu menyerang ke arah Yun Yunyue.
Dengan tenang Yun Yunyue terus menghindari serangan itu, dengan sesekali membalas melepaskan serangan telak.
Sang pemimpin terlihat sangat marah, setelah melihat semua orang-orangnya tidak ada yang mampu mengalahkan Yun Yunyue, bahkan sekedar untuk menyentuh pakaian yang &i gunakan.
Sang pemimpin kemudian langsung keluar dari tempat persembunyiannya, lalu mengarahkan kekuatan penuh dan melancarkan serangan menggunakan tombak ke arah Yun Yunyue.
"Boom..."
"Boom..."
Serangan tingkat Pendekar Dewa Langit itu terus mengenai udara kosong. Yun Yunyue dapat bergerak sangat cepat menggunakan teknik Dewi Keabadian.
"Serang terus! Buat dia kelelahan!"
Setelah saling bertukar serangan dengan puluhan jurus dan pukulan, kelompok tersebut mulai kelelahan sehingga membuat Yun Yunyue ingin tertawa. Dia tidak menyangka tingkat kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan fisiknya.
"Argh..." Teriak pemimpin dengan marah, lalu melemparkan tombak dengan kecepatan tinggi ke arah Yun Yunyue.
Hal yang sama juga di lakukan oleh pasukan bersamanya, mereka sama-sama melepaskan serangan dengan melemparkan senjata.
Yun Yunyue menutup mata selama beberapa saat, kemudian kembali membuka dengan menggerakkan tangan menciptakan perisai pertahanan berwarna emas, dengan di selimuti petir yang berderak menghancurkan semua senjata itu.
"Apa!?" Mereka semua sangat kaget, terdiam dengan tubuh bergetar menatap itu semua.
Tindakan Yun Yunyue menyadarkan mereka semua, jika kekuatan gadis di hadapannya jauh lebih kuat dibandingkan mereka semua.
Yun Yunyue memang hanya bermain-main sebentar dengan mereka.
"Dia adalah kultivaltor tingkat tinggi, bahkan serangan gabungan kita semua mampu di patahkan dengan sangat mudah." Batin semua orang dengan lutut lemas.
"Jika aku mau, aku cukup mudah untuk membunuh kalian semua!" Kata-kata itu di lontrakan Yun Yunyue tanpa ekspresi, membuat mereka semua sudah tidak mampu menahan beban tubuh mereka masing-masing.
"Sudahlah, pulihkan diri kalian. Kemudian jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi, aku dapat merasakan kalian tidak memiliki niat jahat, dan kalian melakukan ini semua karena melindungi sesuatu..." Ucap Yun Yunyue dengan tenang.
"Nona Muda kami-..."
"Pulihkan diri kalian, kita memiliki banyak waktu untuk berbincang!"
Yun Yunyue Kemudian mencari tempat yang nyaman, lalu menutup mata.
Kelompok itu terdiam, lalu sang pemimpin kelompok segera meminta semuanya untuk memulihkan diri.
****
Bersambung....
~Baiklah, aku menyanggupi permintaan kalian~
__ADS_1