Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 41 - Kota Bulan.


__ADS_3

"Maaf Jenderal, kami tidak mengetahui akan peraturan di wilayah ini." Ucap Yun Yunyue lembut dengan wajah datarnya.


"Nona, anda saat ini berada di wilayah Kerajaan Weng. Mohon tunjukkan identitas anda jika ingin melanjutkan perjalanan!"


Dengan tenang Yun Yunyue kembali mengeluarkan Lencana emas yang di berikan oleh Kaisar Qin Shan.


Sang Jenderal menerima lalu memeriksa selama beberapa saat, matanya terbelalak dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat.


Buuk..!


"Selamat datang Tuan Putri, maafkan atas kesalahan hamba yang rendahan ini yang tidak mengenali Tuan Putri." Ucap Jenderal dan seluruh prajuritnya berlutut dengan tubuh yang masih bergetar.


Yun Yunyue hanya memutar mata indahnya malas melihat drama yang ada di depannya. " Bangunlah!" Ucap Yun Yunyue dingin karena tidak suka ada orang yang berlutut di depannya.


"Baik Tuan Putri."


"Bagaimana apa kami bisa masuk?"


"Silahkan Tuan Putri."


Yun Yunyue mengangguk lalu melemparkan sebotol Air Suci kepada sang Jenderal.


Jenderal terlihat sangat terkejut menerima botol Air keemasan itu, namun Yun Yunyue dan rombongannya sudah berlalu pergi meninggalkan sang Jenderal yang kini hanya diam terpaku di tempatnya.


Setelah bergerak selama beberapa saat, Yun Yunyue dan rombongannya akhirnya tiba di Ibu Kota Kerajaan, kota Bulan.


Di depan gerbang kota.


"Nona, tunjukkan identitas anda. Biaya masuk lima keping emas."


Yun Yunyue tidak ingin menarik perhatian, dengan cepat mengeluarkan Lencana emas Fraksi Bunga dan memberikan lima keping emas.


"Silahkan Nona, mohon untuk tidak terbang di atas langit kota." Ucap prajurit mengingatkan peraturan adanya larangan terbang di atas kota Bulan.


Yun Yunyue mengangguk kepala mengerti, lalu memberikan mereka beberapa koin emas tambahan.


"Nona ini..."

__ADS_1


"Untuk kalian. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih atas bantuan kalian yang telah mengingatkanku dan rombonganku akan peraturan kota." Ucap Yun Yunyue dengan senyum tipis di balik cadarnya. Lalu melanjutkan langkah mereka memasuki kota.


"Murid Sekte Aliran Putih selalu melakukan tindakan yang terpuji. Berbanding terbalik dengan mereka yang berasal dari Aliran Hitam." Ucap Prajurit tersebut kepada rakannya.


Kota Bulan.


Kota Bulan adalah kota besar yang ada di Benua Tengah, hal itu membuat kota ini memiliki banyak aturan dan penjagaan yang ketat. Alasan itu sendiri menyangkut tentang kota Bulan yang menjadi kota Kuno satu-satunya di Benua Tengah.


Setiap hari kota Bulan selalu ramai di kunjungi oleh para kultivaltor untuk mencari sumber daya, senjata dan teknik.


Terlihat beberapa kelompok pendekar tingkat tinggi terus berdatangan memasuki kota. Mulai dari murid Sekte Aliran Putih hingga Sekte Aliran Hitam, anggota Kerajaan dan beberapa kelompok lain.


Pihak Kerajaan Weng yang di bantu oleh pihak Kekaisaran sendiri tidak membatasi siapa saja yang datang ke kota itu, bagaimana juga semua orang memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kota Bulan, asal mereka menjaga sikap serta mematuhi peraturan yang berlaku.


Meski biasanya kota itu memang ramai, tapi kali ini kedatangan pendekar tersebut tidak lain untuk ikut berpartisipasi dalam reruntuhan kuno yang beberapa hari lagi akan terbuka.


Penginapan dan restoran di kota Bulan mulai di penuhi para pengunjung, bahkan jalan kota sudah sangat ramai.


"Tidak heran kota ini memiliki banyak aturan dan penjagaan ketat." Batin Yun Yunyue dengan terus melangkahkan kaki bersama rombongannya.


Hingga tidak lama kemudian Yun Yunyue dan rombongannya tiba di depan salah satu bangunan bertingkat empat.


"Apa mereka juga mendirikan penginapan disini?" Batin Yun Yunyue yang mana kedua Fraksi itu selalu membuatnya terkejut.


Saat tiba di depan gerbang bangunan, Yun Yunyue dan rombongannya di sambut langsung oleh anggotanya.


"Selamat datang di Penginapan Lotus Nona, silahkan masuk." Ucap mereka dengan hormat diikuti oleh beberapa prajurit penjaga gerbang.


Yun Yunyue menganggukkan kepala, dia tidak menyangka hanya seorang prajurit saja memiliki tingkat kultivasi ranah Raja tingkat biasa.


Saat baru saja masuk, Yun Yunyue dan rombongannya di sambut oleh Lu Dan yang menatap ke arahnya dengan tersenyum lebar.


"Cucuku akhirnya kamu sampai dengan selamat di Benua Tengah ini." Ucapnya langsung memeluk Yun Yunyue erat, sementara orang yang di peluknya hanya terdiam membeku di tempat.


"Kakek?" Ucap Yun Yunyue sambil membalas pelukan hangat dari Kakek angkatnya itu setelah kembali ke alam sadarnya.


"Cucuku, aku akan menjelaskannya nanti. Sebaiknya kita menuju ruangan kakek terlebih dahulu.

__ADS_1


Yun Yunyue yang memang sangat penasaran mengapa kakeknya bisa ada di tempat ini pun menyetujuinya.


Sambil membawa Kakaknya, mereka bertiga lalu berjalan menuju ruangan manager yang berada di lantai atas.


Setelah berjalan selama beberapa saat, mereka akhirnya tiba di ruangan mewah di penuhi barang-barang kuno yang terlihat masih sangat indah.


Yun Yunyue dan kakaknya cukup terpanah dengan desain yang ada di dalam ruangan itu.


"Cucuku, silahkan duduk." Lu Dan mempersilahkan Yun Yunyue dan kakaknya duduk.


Mereka bertiga duduk saling berhadapan satu sama lain.


"Cucuku, mohon maaf karena tidak memberitahukan kamu sebelumnya. Aku akan menceritakan bagaimana aku bisa ada di tempat ini." Ucap Lu Dan sambil menatap Yun Jung sesaat.


"Dia kakakku Yun Jung." Yun Yunyue memberitahu saat ekor matanya melihat pemandangan Lu Dan ke arah sang kakak.


"Ah, ternyata Cucuku ada satu lagi haha.." Raut wajah Lu Dan terlihat sangat senang.


"Cucuku, nama asliku adalah Lu Wei. Dan rumah penginapan ini di bangun oleh Keluarga Lu yang kini di teruskan olehku. Pertemuanku dengan Cucuku di Benua Timur sebelumnya, telah banyak memberikan bantuan kepadaku dan Keluarga Lu hingga dapat mencapai pada titik ini dengan waktu yang terbilang sangat singkat. Aku yang sedang bersembunyi di Benua Timur, bertemu dengan Cucuku yang cantik ini. Berkat pertemuan itu juga, aku dapat kembali membangun kembali Keluarga Lu yang pada saat itu sedang dalam masa kehancuran setelah Aliran Hitam melakukan penyerangan..." Lu Wei terus menjelaskan kepada Yun Yunyue dengan detail.


Di mulai dari Keluarga Lu yang sejak dulu memang sudah menjalankan bisnis ini, lalu penyerangan sekte aliran hitam setelah mereka membocorkan rahasia sekte-sekte aliran hitam di Benua Tengah. Pertempuran yang terjadi mengakibatkan Keluarga Lu harus hancur, bahkan Patrick dan Leluhur juga ikut terbunuh dalam peristiwa kelam tersebut.


Kepergian Lu Wei, yang berusaha menyelamatkan diri hingga ia sampai di Benua Timur lalu membangunkan sebuah restoran. Pertemuan dengan Yun Yunyue hingga kedatangan tetua yang saat ini berada di ruangan yang mengetahui informasi kepergian Lu Wei, setelah beberapa restoran dan penginapan di Benua Timur mengalami perkembangan dengan cepat.


Keluarga Lu yang memang saat dulu memiliki keahlian dalam mencari informasi, membuat sang tetua menemukan Lu Wei, lalu mereka kembali ke Benua Tengah, dan membangun kembali rumah penginapan yang sekarang di beri nama dengan Penginapan Lotus. Nama yang sama dengan penginapan anggota Fraksi Naga dan Bunga bangunkan.


Yun Yunyue menganggukkan kepala mengerti.


"Cucuku, dengan bantuan sumber daya dan harta yang di berikan oleh cucuku, membuat penginapan Lotus dapat berkembang dengan cepat. Cucuku juga tidak perlu khawatir, aku akan tetap menjadi bagian kedua Fraksi Naga dan Bunga begitu juga dengan penginapan Lotus.


"Kakek, aku sangat berterima kasih dengan hal ini. Aku tidak menyangka perkembangan ini cukup membuatku terkejut, apalagi sebagian kedua Fraksiku bergabung disini." Yun Yunyue kemudian menatap ke arah tetua yang masih berdiri.


"Tetua.."


"Nona hamba Lu Han." Ucap tentu tersebut memperkenalkan diri.


*********

__ADS_1


Bersambung......


Tinggalkan jari jempolnya ya guys setelah membaca.🥰🤗🤍


__ADS_2