Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 81 - Pertemuan Di Kekaisaran Qin ll


__ADS_3

"Apa maksud semua ini? Apa pihak Kekaisaran mengundang kami hanya ingin mempermalukan Sekte Singa Putih dengan tuduhan yang belum terbukti benar adanya. Bahkan mereka yang sejak dulu tidak mau terlibat dalam urusan Kekaisaran tiba-tiba melakukan penyerangan pada anggota sekteku!" Ucap Patrick Sekte Singa Putih dengan marah.


Sebagian orang yang ada di dalam ruangan itu setuju dengan ucapan Patrick Sekte Singa Putih. Bahkan mereka sangat terkejut dengan reaksi yang di tunjukkan perwakilan dari Penginapan Lotus.


"Kalian yang memaksaku untuk melakukan ini semua!" Ucap Leluhur Han dengan suara tenang, lalu ia berjalan mendekati dua kepala yang tergeletak di lantai.


"Aku harap kau tidak berpura-pura hilang ingatan. Beberapa hari yang lalu kalian telah melakukan pertemuan dengan mereka." Lanjut Leluhur Han, lalu menatap Xiao Mei dan Lu Zhan.


"Ambil saku penyimpanan mereka, dan perlihatkan isinya pada semua orang."


"Baik tetua." keduanya dengan cepat bergerak merebut saku penyimpanan anggota Sekte Singa Putih dan Keluarga Xu.


"Whuss..." Masing-masing dari Patrick melesat menghalangi Xiao Mei dan Lu Zhan.


"Dhuarr..." Tiba-tiba kedua Patrick terlempar keras menghantam dinding ruangan.


Leluhur Han muncul menatap tajam mereka berdua. "Diam! Atau aku akan menghancurkan Sekte dan Keluarga kalian saat ini juga!"


Semua orang menatap kejadian itu dengan mulut terbuka lebar. Mereka tidak menyangka akan kekuatan Leluhur Han yang sangat mudah melemparkan kedua Patrick yang berada pada tingkat pendekar Dewa Langit menengah, yang hampir ke tingkat puncak.


Tuan Putri dari Sekte Singa Putih yang berada di tempat itu menatap tajam Leluhur Han, lalu mengarahkan pandangan ke arah Yun Yunyue.


"Aku akan membunuhnya!" Batin Tuan Putri Sekte Singa Putih, lalu melesat ke arah Yun Yunyue dengan melepaskan salah satu teknik milik Sekte Singa Putih.


Leluhur Han dan para Jenderal yang melihat hal itu ingin bergerak membantu Yun Yunyue, Namun Yun Yunyue dengan cepat mengangkat tangan kanannya.


"Sampah!" Ucap Yun Yunyue tanpa mengubah ekspresi wajahnya.


"Booms..." Serangan Tuan Putri Sekte Singa Putih dengan mudah di tahan hanya menggunakan kekuatan fisik oleh Yun Yunyue.


"Krak..." Tangan kanan Tuan Putri Sekte Singa Putih hancur.


"Apa!" Semua orang sekali lagi di buat tidak percaya dengan kejadian yang terjadi di dalam ruang pertemuan.


Leluhur Han tersenyum melihat keterkejutan semua orang. Lalu segera mengambil saku penyimpanan milik semua anggota Sekte Singa Putih dan Keluarga Xu.


Semua orang terus fokus memperhatikan apa yang akan di lakukan oleh Leluhur Han.

__ADS_1


Leluhur Han berjalan ke arah Yun Yunyue. "Nona Muda.."


Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menerima saku penyimpanan itu.


"Whuss..." Terlihat sumber daya tingkat tinggi maupun rendah. Tumpukan itu juga ada lencana dari Kekaisaran Xe.


Semua orang mengalihkan perhatian ke arah Patrick Sekte Singa Putih dan Patrick Keluarga Xu, meminta penjelasan.


Xiao Mei dan Lu Zhan kemudian mengeluarkan lencana yang sama.


"Ini adalah identitas mereka!" Ucap Xiao Mei menunjuk dua kepala tanpa badan itu.


"Mungkin kalian penasaran dari mana kami mengetahui hal ini. Aku hanya dapat mengingatkan kalian tentang Keluarga Lu saat berada di puncak, di tambah dengan beberapa orang yang ada di belakang kami saat ini. Dan untuk saat ini, kami telah melewati puncak kejayaan di masa lalu." Ucap Leluhur Han dengan tenang.


Mereka semua dapat mengingat jelas bagaimana kekuatan Keluarga Lu di masa lalu, dimana mereka memiliki banyak pendekar tingkat tinggi dan sangat ahli dalam urusan informasi.


Bahkan untuk menghancurkan Keluarga Lu saja, Sekte aliran hitam yang ada di Benua Tengah harus saling berkerja sama. Hingga kini mereka mengetahui, bahwa Keluarga Lu belum sepenuhnya hancur, dan malah menjadi semakin mengerikan dengan adanya orang-orang yang berada di belakang mereka.


"Karena semua tugasku di sini telah selesai, aku dan kedua anggota Penginapan Lotus pamit undur diri untuk kembali." Leluhur menangkupkan kedua tangan, diikuti oleh Xiao Mei dan Lu Zhan.


"Nona Muda, kami akan menunggu di luar." Ucap Leluhur Han melalui telepati.


Leluhur Han menganggukkan kepala dengan hormat, lalu mereka meninggalkan ruang pertemuan.


Semua orang hanya diam memperhatikan perwakilan Penginapan Lotus pergi meninggalkan ruangan, begitu juga dengan pihak Kekaisaran.


Setelah kepergian Leluhur Han, Kaisar Qin Shan kemudian bangkit berdiri.


"Baik! Karena kita sudah mengetahui Penghianat di dalam ruangan ini, kita akan kembali melanjutkan pertemuan untuk membahas strategi yang akan kita gunakan dalam perang besar ini." Kaisar Qin Shan kemudian meminta Jenderal Zhu dan beberapa komandan, untuk membawa kedua Patrick beserta anggota Sekte Singa Putih dan Keluarga Xu menuju penjara.


Mereka semua sempat memberontak, namun beberapa tetua yang berada di dalam ruangan dengan cepat membantu Jenderal Zhu yang sedang kesulitan.


"Yang Mulia Kaisar, dan semua perwakilan serta Jendral, bolehkah aku memberikan sedikit pendapat?" Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum.


Mereka semua saling berpandangan, hingga Kaisar Qin Shan kemudian mempersilahkan Yun Yunyue untuk menyampaikan pendapat miliknya.


Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menatap semua orang dengan serius.

__ADS_1


"Seperti yang sebelumnya aku katakan. Dimana dalam pertempuran, kalian semua memiliki keinginan untuk melihat pasukan kalian selamat dalam perang besar. Dalam sebuah pertempuran, apalagi melibatkan kedua kekuatan terbesar di Benua Tengah dan Benua Utara, hanya akan ada dua yang terjadi.


"Yang pertama, kita memenangkan perang, atau kita akan kalah. Aku yakin kalian semua menginginkan pihak kita menang dalam perang ini. Untuk meminimalisir kerugian di pihak kita, aku akan mengusulkan bagaimana jika membagi dua kelompok. Dimana masing-masing Keluarga besar dan sekte akan membagi dua kelompok, satu berangkat menuju medan pertempuran, dan satu kelompok lagi berada di Ibu Kota. Hal ini akan menghindari kita dari kecemburuan, dimana kalian semua sama-sama mengirimkan pasukan yang akan maju ke medan pertempuran.


"Aku setuju.." Ucap Patrick Keluarga Rou.


"Aku juga setuju.."


Satu persatu dari mereka menyetujui usulan Yun Yunyue, yang menurut mereka cukup adil. Kesempatan mereka sama, dimana keberuntungan yang akan menentukan pasukan mana yang akan kembali atau tewas dalam medan pertempuran.


Kaisar Qin Shan, Permaisuri Yin Yiaran, Putra Mahkota Qin Zhuyao, Putri Qin Zhui Ying, Jenderal Tian, menatap Yun Yunyue dengan kagum.


Yun Yunyue terkekeh pelan melihat bagaimana reaksi wajah mereka.


"Nona, apa ada yang salah?" Tanya Patrick Keluarga Mu.


"Tidak ada. Aku hanya sedikit bingung dengan jalan pikiran kalian semua."


"Maksud Nona Muda?" Ucap salah satu Patrick Sekte Aliran Putih.


"Tidak perlu di jelaskan. Kini aku mengerti seberapa besar kecintaan kalian terhadap tanah Leluhur kalian sendiri. Di luar sana aku melihat pasukan yang sangat mencintai tanah kelahiran mereka, bahkan mereka saling berebut untuk maju ke medan pertempuran membela tanah kelahiran mereka.


"Aku hanya sedikit memberikan pendapatku. Jika kalian tidak mengubah pola pikir kalian, percaya atau tidak generasi-generasi kalian akan menjadi lemah dan sangat mudah untuk di hancurkan. Kepercayaan serta tekad yang kuat menjadi pondasi utama sebuah kelompok atau organisasi. Jika kalian masih memikirkan hal seperti ini, aku yakin generasi kalian akan menjadi lembek karena sudah terbiasa hidup dengan nyaman."


Mereka semua terdiam mencoba mencerna semua ucapan Yun Yunyue.


Hingga beberapa saat kemudian, Patrick Keluarga Rou menatap Yun Yunyue dengan kagum.


"Nona, aku sudah memahami sedikit maksud dari Nona Muda. Mohon penjelasan agar pikiranku semakin terbuka." Ucap Patrick Keluarga Rou dengan nada memohon.


"Kalian terlalu memiliki banyak ketakutan serta kekhawatiran. Kematian adalah ujung dari perjuangan, akhir dari kemenangan, pintu dari kehidupan. Kematian bukanlah bencana terbesar dalam hidup ini. Bencana terbesar dalam hidup adalah ketika ketakutan kita terhadap sesuatu, membuat kita akan menjadi lemah.


"Kalian bisa belajar dari Keluarga Lu, dimana mereka yang hampir hancur perlahan bangkit. Itu semua karena tekad mereka, itu semua karena kerja keras mereka untuk dapat kembali menuju puncak kejayaannya. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin.


"Saat aku melihat bagaimana ekspresi kalian tentang pembagian tugas pasukan, aku melihat kalian tidak bersungguh-sungguh dalam pertempuran ini. Jika kalian memang mengkhawatirkan pasukan kalian, aku mempersilahkan kalian untuk kembali. Tapi jangan salahkan aku jika di kemudian hari apa yang akan kalian jaga akan hancur karena rasa ketakutan yang kalian miliki." Lanjut Yun Yunyue, kemudian kembali duduk.


*

__ADS_1


*


Bersambung....


__ADS_2