
Yun Yunyue menganggukkan kepala mendengar semua penjelasan dari mereka bertiga.
"Sebelumnya kalian belum memperkenalkan diri, begitu juga denganku. Perkenalkan, aku Yun Yunyue, dan di sebelahku adalah Jenderal Zhiang dari Kekaisaran Xe yang kini telah menjadi orangku." Ucap Yun Yunyue dengan tenang menatap mereka bertiga.
"Yang Mulia, mohon maaf karena kami belum sempat memperkenalkan diri. Aku Ye Long, dan mereka berdua Ye Hu dan Ye Bao.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menatap mereka dengan serius.
"Aku akan segera pergi menuju Kekaisaran Xe. Aku yakin kalian telah mengetahui masalah yang sedang terjadi di perbatasan. Apa kalian akan tetap berada di tempat ini atau ikut bersamaku?"
Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao saling menatap. Lalu menganggukkan kepala.
"Yang Mulia Dewi, kami akan berada di tempat ini untuk sementara waktu. Namun izinkan kami untuk menjadi pelayan Yang Mulia. Kami berjanji setelah semua urusan di tempat ini selesai, kami bertiga akan mencari Yang Mulia Dewi." Ucap Ye Long dengan hormat.
"Baiklah. Jika begitu, aku ingin segera pergi menuju Kekaisaran Xe melalui gerbang teleportasi."
"Baik, Yang Mulia."
Mereka semua Kemudian Berjalan memasuki formasi.
"Whuss..." Mereka tiba di ruangan berbeda dengan energi spiritual yang lebih tebal dibandingkan dunia luar.
"Energi spiritual di tempat ini cukup murni." Batin Yun Yunyue, memperhatikan isi ruangan itu dengan saksama.
Jenderal Zhiang sendiri hanya terus diam. Dia semakin segan dan hormat pada sosok Yun Yunyue, setelah mengetahui siapa sebenarnya sang Nona.
Yun Yunyue sendiri mengetahui hal itu, namun ia hanya diam dan membiarkan Jenderal Zhiang untuk membiasakan diri akan posisi dia saat ini.
Setelah berjalan selama beberapa meter, mereka akhirnya tiba di depan gerbang dimensi yang mengeluarkan energi cukup besar.
"Yang Mulia Dewi." Ye Hu menatap serius Yun Yunyue.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, kemudian Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao, segera membuat segel tangan untuk mengaktifkan gerbang teleportasi tersebut.
Yun Yunyue dengan tenang memperhatikan mereka bertiga.
"Hmm..." Yun Yunyue bergumam, saat melihat gerbang teleportasi itu terlihat tidak stabil. Bahkan Ye Long dan kedua Saudaranya terlihat mulai kewalahan.
"Gerbang teleportasi ini sudah sangat lama tidak digunakan." Batin Yun Yunyue, lalu segera membuat segel tangan menciptakan ribuan bintang emas dengan aura kuno bergerak membentuk sebuah lingkaran.
Secara perlahan ribuan bintang emas itu mulai mengikat kedua sisi gerbang teleportasi.
Melihat hal itu, Yun Yunyue segera melepaskan kekuatan darahnya untuk menguatkan kedua sisi pilar yang perlahan muncul dengan getaran cukup hebat.
Semakin lama pilar tersebut semakin mengecil, hingga beberapa saat kemudian pilar itu benar-benar menyatu menjadi satu dengan gerbang teleportasi.
"Tambahkan tiga tetes darah kalian menuju gerbang teleportasi, hal itu akan membuat kalian dengan mudah menggunakannya nanti." Perintah Yun Yunyue pada Ye Long bersaudara.
"Baik Yang Mulia." Mereka bertiga segera mengigit ujung jari, lalu menembakkan darah mereka sesuai dengan perintah Yun Yunyue.
Sekali lagi Yun Yunyue melepaskan ribuan bintang emas, membentuk tiga mantra formasi yang kemudian menyatu dengan gerbang.
"Whung..." Gerbang teleportasi itu bergetar selama beberapa saat, sebelum akhirnya tenang.
__ADS_1
"Mulai sekarang kalian akan lebih mudah menggunakan gerbang ini. Jika begitu, aku akan segera pergi. Setelah semua urusan selesai, aku akan kembali menemui kalian."
Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao, langsung mengambil sikap berlutut.
"Yang Mulia Dewi, terima kasih. Kami bersumpah akan selalu setia kepada Yang Mulia Dewi Keabadian Yang Agung, Yun Yunyue!"
"Whuss..." Yun Yunyue menembakkan darah Suci Keabadian ke arah mereka bertiga.
"Seraplah! Aku akan pergi, sampai jumpa..." Yun Yunyue kemudian masuk ke dalam gerbang teleportasi diikuti Jenderal Zhiang.
"Whuss..." Mereka berdua lenyap memasuki gerbang teleportasi.
Setelah kepergian Yun Yunyue, Ye bersaudara segera menyerap kekuatan darah Yun Yunyue.
"Ini!" Batin mereka saat merasakan kekuatan darah Yun Yunyue memurnikan dan menguatkan darah singa mereka menjadi lebih mengerikan.
Lima menit kemudian, mereka bertiga membuka mata dengan saling berpandangan.
"Darah Suci Keabadian!" Ucap mereka bertiga dengan kaget.
Pada umumnya, seekor singa juga mampu berubah menjadi Emas. Namun hal itu terjadi hanya lima puluh dan delapan puluh persen saja.
Di dalam lorong dimensi ruang dan waktu. Yun Yunyue dengan tenang menyelimuti tubuhnya agar tidak terluka terkena sapuan badai angin di sekitarnya.
"Nona Muda, berapa lama kita akan tiba di Benua Utara?"
"Mungkin lima belas menit, atau dua puluh menit." Jawab Yun Yunyue, lalu meminta Jenderal Zhiang untuk mulai bergerak.
"Jangan gunakan kekuatan saat berada di dalam lorong dimensi. Hal itu akan membuat timbal balik dan terjadi kekacauan di dalam lorong akibat pertemuan dua kekuatan." Perintah Yun Yunyue saat melihat Jendral Zhiang ingin melepaskan kekuatan untuk bergerak lebih cepat.
"Nona, tap-..."
"Jenderal, kita hanya di perbolehkan menggunakan kekuatan kita untuk melindungi tubuh. Tidak untuk menekan kekuatan misterius yang ada di dalam lorong ini. Jika Jenderal menggunakan kekuatan energi untuk bergerak, sama saja kita menggunakan kekuatan kita untuk menekan kekuatan misterius itu sendiri." Jelas Yun Yunyue.
Jenderal Zhiang menganggukkan kepala mengerti.
Setelah berada di dalam lorong dimensi ruang dan waktu selama hampir lima belas menit, mereka berdua akhirnya melihat cahaya yang semakin besar.
"Whuss..." Tubuh mereka berdua terlempar keluar dari dalam gerbang teleportasi.
"Nona.." Jenderal Zhiang terlihat sangat terkejut, saat tubuhnya tiba-tiba melesat dengan cepat terjatuh ke bawah.
Yun Yunyue terkekeh pelan, lalu menggunakan energinya untuk membantu Jenderal Zhiang agar tidak terjatuh ke tanah.
"Maafkan aku yang tidak sempat memberitahumu."
Jenderal Zhiang terlihat salah tingkah, dia memang benar-benar tidak dapat merasakan kekuatan apapun saat baru saja keluar dari dalam gerbang teleportasi tersebut.
"Whuss..." Mereka berdua akhirnya turun ke bawah.
"Jenderal, dimana kita?"
Jenderal Zhiang memperhatikan tempat di sekitarnya.
__ADS_1
"Nona, kita berada di hutan perbatasan yang ada di Benua Utara." Jelas Jenderal Zhiang.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu mengubah tampilan menjadi Tetua Agung Xi Qiameng.
"Baiklah, saatnya memulai rencana." Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum tipis.
Jenderal Zhiang menganggukkan kepala, lalu membawa Yun Yunyue menuju Tempat Istana Kekaisaran Xe.
"Whuss..." Mereka berdua melesat dengan kecepatan tinggi menuju Ibu Kota.
Hingga lima jam kemudian, mereka mulai melihat kota besar dengan desain kota yang sangat indah.
"Jenderal, bukankah Ibu Kota Kekaisaran Xe begitu dekat dengan perbatasan?" Ucap Yun Yunyue yang merasa sangat aneh.
Biasanya Ibu Kota Kekaisaran akan lebih di fokuskan pada titik tengah sebuah Benua, namun berbeda dengan Kekaisaran Xe.
"Nona, bagian selatan Kekaisaran saat ini di kuasai oleh Sekat Iblis Tengkorak. Hal itu yang membuat Kekaisaran Xe membangun Istana dan menjadikan kota ini menjadi Ibu Kota Benua Kekaisaran." Jelas Jenderal Zhiang tersenyum kecut.
Yun Yunyue yang mendengar penjelasan itu akhirnya mengerti, jika di Benua Utara Kekaisaran Xe dan Sekte Iblis Tengkorak memiliki otoritas dan kekuasaan yang setara.
"Nona, mari.." Jenderal Zhiang mengajak Yun Yunyue untuk turun menuju gerbang.
"Baik!"
"Whuss..." Kehadiran mereka berdua di depan gerbang mendapatkan hadangan dari beberapa prajurit.
"Tuan, and-..." Prajurit menghentikan ucapannya, saat Jenderal Zhiang memperlihatkan Lencana Jenderal.
"Jenderal, mohon maafkan kami.." Ucap semua prajurit dengan berlutut.
"Bangunlah! Dan segera buka gerbangnya!"
Salah satu prajurit dengan cepat bangkit, lalu membukakan gerbang.
"Nona.." Ucap Jenderal Zhiang melalui telepati.
Yun Yunyue yang menggunakan tampilan wajah Tetua Agung Xi Qiameng menganggukkan kepala.
Mereka berdua kemudian segera melangkahkan kaki memasuki Ibu Kota.
Setelah mereka berdua masuk, para prajurit terlihat saling berpandangan. Lalu tersenyum dengan penuh makna.
Di Dalam Ibu Kota.
Yun Yunyue tersenyum tipis saat melihat bagaimana reaksi prajurit di depan gerbang. Dia merasa curiga dengan mereka.
"Jenderal, tetap berhati-hati." Yun Yunyue memperingati melalui telepati.
Meski merasa bingung, namun Jenderal Zhiang dengan patuh mempercayai semua ucapan Yun Yunyue.
*
*
__ADS_1
Bersambung.....