
Saat sedang mendengar pembicaraan mereka, pelayan datang menghampiri meja Yun Yunyue dengan membawakan pesanan.
"Nona, mohon maaf telah membuat anda menunggu." Pelayan lalu menghidangkan pesanan Yun Yunyue di atas meja.
"Tidak apa-apa." Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum tenang.
Setelah selesai menata semua pesanan di atas meja, pelayan kemudian berpamitan pergi. Yun Yunyue dengan cepat menikmati.
Di sisi lain, tetua yang sedang duduk di sudut ruangan, terus memperhatikan gerak-gerik Yun Yunyue.
Yun Yunyue juga mengetahui hal itu, namun ia mencoba bersikap tenang dengan terus menikmati makanan dan minuman di atas meja.
Setelah pemuda menceritakan semua yang terjadi di Gunakan Hanyang, beberapa dari mereka segera pergi meninggalkan restoran.
Tetua yang berada di sudut ruangan juga ikut meninggalkan tempat itu dengan buru-buru.
"Hmm..." Gumam Yun Yunyue dengan pelan, lalu segera pergi menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran.
Setelah selesai, ia bergegas keluar meninggalkan restoran.
Di sepanjang jalan kota Ming, meski waktu telah memasuki malam hari tidak membuat suasana di tempat itu sepih.
Terlihat di sepanjang jalan, kedai-kedai serta restoran masih di penuhi oleh para pengunjung yang datang.
Di sepanjang jalan, Yun Yunyue juga mendengar beberapa kelompok orang yang sedang membicarakan mengenai kekacauan yang terjadi di Gunung Hanyang.
Di Atas Langit.
Yun Yunyue terus bergerak dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu sekitar dua puluh menit, Yun Yunyue akhirnya tiba di atas langit gunung Hanyang.
Yun Yunyue dengan tenang mengawasi seluruh kawasan rantai pegunungan itu, sambil secara perlahan bergerak mendekati benteng Keluarga yang terlihat di jaga oleh beberapa murid.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di depan gerbang Keluarga yang langsung mendapatkan hadangan para murid yang berjaga.
"Nona, siapa anda? Dan ada keperluan apa anda mendatangi Keluarga kami?" Ucap seorang pemuda yang menghadang Yun Yunyue dengan tatapan dingin.
"Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan dari beberapa orang di kota, jadi aku ingin memastikan situasi di tempat ini!" Jelas Yun Yunyue dengan tenang, lalu memperlihatkan lencana emas Kekaisaran Qin.
Lima murid yang berjaga di tempat itu saling menatap, lalu memberikan hormat pada Yun Yunyue.
"Tuan Putri, anda..." Salah satu pemuda menghentikan kata-katanya, dengan menatap serius ke arah Yun Yunyue.
Tidak lama kemudian, datang seorang tetua dari dalam Keluarga dengan wajah tegas berjalan menghampiri mereka.
"Nona, siapa anda sebenarnya?" Tanya tetua itu dengan cepat.
Yun Yunyue dengan tenang memperkenalkan diri sebagai Putri Kekaisaran Qin.
"Tetua, kedatanganku ke tempat ini karena mendengar telah terjadi kekacauan beberapa saat yang lalu.." Jelas Yun Yunyue dengan serius.
__ADS_1
Tetua itu terdiam selama beberapa saat menatap ke arah Yun Yunyue.
"Nona, sebaiknya anda tidak perlu ikut campur dalam masalah ini!"
"Mengapa bisa demikian? Kalian berada di Benua Tengah, jadi sudah seharusnya aku ikut campur mengenai masalah yang bisa saja membuat ketenangan Benua ini menjadi kacau!" Ucap Yun Yunyue dengan dingin.
Tetua itu kembali terdiam, dia seperti masih ingin menyembunyikan sesuatu dari Yun Yunyue.
"Nona, kami sedang bersiap-siap meninggalkan Gunung Hanyang ini." Jelas tetua itu sambil menatap ke arah lain.
"Jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini?"
Tetua itu menatap Yun Yunyue. "Nona, aku akan menjelaskan di dalam."
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu mengikuti tetua itu masuk ke dalam Keluarga.
Mereka terus berjalan memasuki kawasan Keluarga. Sang tetua dengan tenang mengibaskan tangan, hingga muncul sebuah gerbang teleportasi.
Yun Yunyue menatap itu dengan terkejut, dia tidak menyangka di dalam Keluarga ini masih terdapat dunia kecil.
"Whuss..." Sebuah gerbang dimensi muncul dari kehampaan.
"Nona, mari.." Ucap tetua, dengan cepat masuk ke dalam di ikuti Yun Yunyue di belakangnya.
"Whuss... Whuss..." Mereka berdua tiba di sebuah dunia yang sangat indah, dengan berbagai jenis bangunan Istana yang di bangun di gunung-gunung yang mengambang. Selain itu, kehadiran beberapa hewan tingkat tinggi yang berterbangan di atas membuat suasana itu sangat berbeda dengan dunia luar.
Yun Yunyue membeku di tempat, mencoba menenangkan diri.
Tetua yang melihat perubahan raut wajah Yun Yunyue, merasa sangat penasaran.
"Nona.."
"Baik.."
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan. Terlihat di sepanjang jalan ada beberapa murid yang sedang berlatih, berbeda hal yang terjadi di Keluarga bagian luar.
Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya tiba di sebuah Istana yang cukup megah.
Kedatangan tetua Yun Chuan disambut oleh beberapa pria paruh baya.
Mereka semua menatap ke arah Yun Yunyue dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Tetua Yun Chuan, siapa dia?" Tanya salah satu dari mereka, menatap tetua Yun Chuan dengan serius.
"Tetua Yun Nan, aku juga tidak mengetahui. Aku akan memanggil Patrick terlebih dulu." Tetua Yun Chuan kemudian menatap ke arah Yun Yunyue.
"Nona, aku akan pergi sebentar."
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu berjalan mendekati para tetua dengan memberikan hormat.
__ADS_1
Tetua itu mencoba menenangkan diri menyambut Yun Yunyue dengan ramah.
Tidak lama kemudian, tetua Yun Chuan datang bersama dengan seorang pria yang mengeluarkan aura penuh ketegasan dan kewibawaan.
Mereka berjalan memasuki ruangan, lalu menempati tempat masing-masing.
Patrick menatap ke arah Yun Yunyue dengan tajam.
"Nak! Siapa anda sebenarnya?" Tanya Patrick tanpa berbasa-basi.
Yun Yunyue yang sedang duduk segera berdiri, lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada.
"Patrick, serta para tetua sekalian, perkenalkan aku Yun Yunyue." Ucap Yun Yunyue dengan tenang.
Semua orang membeku dengan wajah tegang, Bahkan wajah Patrick terlihat sangat terkejut.
Tempat itu menjadi hening, semua orang terdiam.
Hingga beberapa saat kemudian, mereka semua turun dari tempat duduk dengan berlutut memberikan hormat.
"Keluarga Yun memberikan hormat pada Tuan Putri." Ucap mereka dengan serempak, membuat Yun Yunyue langsung terdiam dengan ekspresi sulit di artikan.
"Apa yang kalian lakukan?" Ucap Yun Yunyue mencoba menenangkan diri.
"Tuan Putri, hamba awalnya tidak yakin, namun setelah melihat giok yang berada di bawah tempat duduk Tuan Putri menyala, hamba menjadi yakin jika anda adalah Tuan Putri dari Keluarga Utama." Ucap Patrick Keluarga Yun, dengan posisi masih berlutut.
Yun Yunyue kemudian mengalihkan pandangan ke arah tempat duduk. Dia dapat melihat sebuah giok yang berada di bagian bawah.
"Jelaskan padaku!" Yun Yunyue menatap Patrick Keluarga Yun.
"Tuan Putri, giok itu adalah salah satu pusaka Keluarga Yun. Dimana mereka yang memiliki darah Keluarga Yun, akan terdeteksi melalui giok tersebut. Untuk kami, batu itu akan menyala berwarna hitam, namun untuk Tuan Putri sendiri giok itu menyala berwarna hitam, lalu berubah menjadi keemasan. Hal ini menandakan tingkatan dan kemurnian darah Tuan Putri. Kami sangat yakin, jika Tuan Putri berasal dari Keluarga Utama di Alam atas." Jelas Patrick Yun.
Yun Yunyue menganggukkan kepala mengerti. Dia kemudian meminta mereka semua untuk kembali berdiri.
Setelah semua orang berdiri, Yun Yunyue kembali menanyakan sesuatu kepada mereka.
"Tuan Putri, hamba Yun Xian, mohon pengampunan anda. Jika aku boleh tahu, apa Tuan Putri baru saja tiba di dunia ini?" Tanya Patrick Yun Xian.
Semua tetua menatap Yun Yunyue menunggu jawaban.
Yun Yunyue menggelengkan kepala menatap mereka satu persatu.
"Aku sejak kecil sudah berada di dunia ini, tepatnya di Benua Timur..." Ucap Yun Yunyue, membuat mereka semua mengerutkan kening tidak mengerti.
**
**
Bersambung.....
__ADS_1