Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 55 - Terluka Parah, Lin Yue.


__ADS_3

Di altar kuno, terlihat cahaya kegelapan mulai menyelimuti tempat tersebut. Bahkan kedua puluh jenius Benua Tengah mulai di sekelilingi energi merah darah.


Leluhur kota Bulan mulai menggoreskan jari, dan terlihat darah hitam muncul.


Dengan tenang dia membuat pola rumit menggunakan darah hitam tersebut.


"Bangkitlah.....!


"Bangkitlah.....!


"Bangkitlah.....!


"Aku Qing Jie, memanggil Leluhur dari segala Iblis yang ada di Alam Semesta. Aku menginginkan kekuatan dengan jaminan nyawa, aku bersumpah akan setia Kepada Kaisar Iblis dan menjalankan tugas yang diberikan." Leluhur kota Bulan mengucapkan dengan terus membuat pola rumit yang aneh, kemudian dia bersujud.


"Jedar.....!


"Jedar.....!


"Jedar.....!


Langit di tempat itu di penuhi suara petir dengan kemunculan mata merah darah dari balik awan hitam.


"Hahaha....." Suara tawa yang sangat menyeramkan menggema keseluruhan lembah kuno.


"Roarrgrr....." Tiba-tiba muncul seekor Naga dengan ukuran yang sangat besar, dengan cepat melepaskan serangan ke altar kuno sebelum ritual benar-benar selesai.


Leluhur kota Bulan yang melihat hal itu menggeram marah,


"Whuss....." Sebuah Siluet keemasan melesat dengan kecepatan tinggi mencoba menyerang Leluhur kota Bulan yang berada di pusat inti altar.


"Dhuarr....." Booms....." Ledakan keras itu melemparkan Yun Yunyue setelah terkena serangan balik.


"Krak....." Altar kuno mulai retak, kedua puluh jenius Benua Tengah terlempar ke segala arah dengan luka yang sangat parah.


Mata merah di atas langit menatap tajam ke bawah. Dengan sekali gerakan dia melepaskan ratusan jiwa liar dengan aura kematian yang sangat mengerikan.


"Whuss....." Aura Kaisar Dewa Puncak merembas keluar dari tempat Yun Yunyue terlempar.


Long Zhou Yang yang sebelumnya menyerang altar kuno juga terluka cukup parah, setelah mencoba menggagalkan ritual pengorbanan darah.


Meski Yun Yunyue dan Long Zhou Yang terlambat, tapi mereka masih mampu menggagalkan proses ritual pengorbanan darah, meski mereka harus terluka.


Yun Yunyue perlahan bangkit dengan darah segar yang merembas keluar dari tubuh. Keadaan Yun Yunyue saat ini bahkan lebih buruk dari Long Zhou Yang, yang masih mampu untuk bergerak terbang.


"Tuan." Long Zhou Yang kini telah mengubah tampilan menjadi manusia.


Yun Yunyue hanya diam lalu kembali terjatuh.


"Hahaha..... Kalian telah mengganggu rencanaku! Hari ini juga aku akan membunuh kalian berdua." Leluhur kota Bulan terluka cukup parah tapi ia masih mampu bergerak seperti Long Zhou Yang.


Basis kultivasi Leluhur kota Bulan lebih tinggi satu ranah dari Yun Yunyue, tapi Yun Yunyue masih membuatnya terluka cukup parah.

__ADS_1


Leluhur kota Bulan bergerak ke arah Long Zhou Yang, yang kini sedang menjaga Yun Yunyue dari serangan jiwa liar.


"Gawat! Jika seperti ini, nyawa Tuan akan sangat terancam." Long Zhou Yang mulai cemas.


"Whuss...."


"Dhuarr....."


"Dhuarr....."


"Dhuarr....."


Api Keabadian menahan serangan Leluhur kota Bulan membuatnya terlempar puluhan meter menghantam latar kuno.


"Whuss....."


"Booms...." Api Keabadian langsung melahap habis altar kuno tersebut.


"Tidakkkkk...." Teriak Leluhur kota Bulan yang melihat altar kuno perlahan-lahan menjadi abu.


"A-Api Ke-Keabadian ba-bagaimana bisa?" Ucap bola mata merah itu dengan kaget melihat api di depannya.


"Aku harus pergi dari sini, api itu sangat mengerikan." Lanjutnya dengan menghilang di tempat.


Long Zhou Yang sendiri tidak dapat melakukan pergerakan saat Leluhur kota Bulan menyerangnya, hingga ia melihat Api Keabadian keluar dari tubuh Yun Yunyue.


Long Zhou Yang berusaha untuk terus melindungi Yun Yunyue dari jiwa-jiwa liar yang terus merebut tubuhnya.


"Dhuarr...."


"Tuan, Sadarlah!" Long Zhou Yang menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


"Menyerahlah, bahkan seorang pendekar Penguasa saja akan langsung terbunuh jika mengganggu proses ritual Kaisar Iblis." Ucap Leluhur kota Bulan dengan arogan meski seluruh tubuhnya sudah terluka parah.


Long Zhou Yang mengepalkan tangannya, menahan rasa marah dan rasa sakit yang muncul secara bersamaan.


"Aku harus tetap tenang, tidak mungkin Tuan akan tewas di tempat ini. Bagaimana juga dia adalah penerus Dewi Keabadian Yang Agung." Long Zhou Yang terus meyakinkan dirinya sendiri.


Di Bawah Alam Kesadaran.


Tubuh Yun Yunyue yang sedang terbaring, terus mengeluarkan cahaya keemasan.


Tidak jauh dari tempat Yun Yunyue, terlihat seorang wanita yang sangat cantik dengan pakaian emas bergambar Api Keabadian.


Dengan tatapan tenang, kewibawaan dan keagungan memancar sangat kuat bersama dengan aura emas, yang terus berputar-putar di sekitarnya.


"Apa kau akan terus tidur?" Wanita dewasa itu berkata dengan nada remeh.


"Sungguh lemah! Bahkan ini semua tidak dapat di katakan sebagai pencapaian. Kau akan mengingkari janji kepada banyak orang, terutama kepada Ibumu yang saat ini membutuhkan bantuan. Mungkin aku terlalu berharap padamu, hingga kau tidak akan mampu menjadi penerusku selanjutnya." Wanita dewasa itu terus mengeluarkan kata-kata remeh kepada Yun Yunyue.


"Menjadi penerusmu? Apa kau pikir pencapaianmu itu yang terbaik, sehingga kau memiliki kepercayaan yang sangat tinggi mengatakan itu semua kepadaku!" Yun Yunyue perlahan membuka kedua matanya.

__ADS_1


"Hahaha..... Apa kau pikir tanpa bantuanku, kau mampu mencapai titik ini?"


Yun Yunyue bangkit berdiri, menatap wanita dewasa itu di depannya. " Kau harus tahu, semua orang memiliki kesempatan untuk memilih jalannya masing-masing. Menjadi seorang penerus bukanlah sesuatu yang mudah untuk di lakukan.


.... Adanya sebuah pilihan membuat mereka akan mengalami perkembangan lebih baik, karena tidak adanya sebuah keharusan serta tanggung jawab yang membebani. Hidup merupakan pilihan. Pilihan pada berbagai hal yang kita jalani, meskipun terdapat rintangan serta konsekuensi yang harus di terima.


.... Hidup tanpa ujian, dan hidup tanpa pilihan, adalah sebuah hidup yang kosong dan hampa. Ada tiga hal yang harus dimiliki dalam hidup, Perubahan, Pilihan dan Prinsip. Hidup menawarkan Begitu banyak pilihan. Pilih serta jalani yang terbaik, dan menjadi seorang pemenang!" Yun Yunyue menghentikan ucapannya. Menatap dengan serius wanita dewasa di depannya.


"Menjadi seorang penerus, artinya kehidupanku sudah di tentukan olehmu. Dan mulai sekarang, aku akan menentukan pilihan hidupku sendiri. Kau tenang saja, tanpa atau tidak, aku akan tetap menjadi seseorang yang mampu melindungi keadilan untuk semua orang di seluruh Alam. Dan kau harus ingat wanita tua, pencapaianmu dan pencapaianku akan berbeda. Aku akan mencapai pada titik dimana tidak ada lagi orang lain yang mampu mencapainya." Ucap Yun Yunyue, membuat wanita dewasa di depannya yang tidak lain pecahan jiwa Dewi Keabadian sebelumnya tersenyum.


"Aku tidak salah memilihmu. Aku juga tidak berharap kau akan menjadi diriku. Aku harap semua kata-katamu itu bukan hanya omong kosong. Aku sangat menantikan saat-saat kau berada di puncak tertinggi melebihi siapapun itu, termasuk aku sendiri."


....Aku Lin Yue, menghargai dan sangat menyukai pemikiranmu." Lanjut Dewi Keabadian Lin Yue, kemudian menyentuh kening Yun Yunyue.


"Jangan mengecewakan orang-orang yang telah menaruh banyak harapan padamu. Jadilah diri sendiri, dan berjalanlah sesuai dengan takdirmu sendiri." Lanjutnya lagi.


Yun Yunyue tersenyum menatap Lin Yue.


"Aku Yun Yunyue, mengucapkan terima kasih. Aku tidak berjanji tapi membuktikan akan melampaui Dewi Keabadian Lin Yue."


"Whuss..." Perlahan pecahan jiwa Lin Yue menghilang, bersamaan dengan ledakan aura yang keluar dari dalam tubuh Yun Yunyue.


"Arghhhh...." Tiba-tiba Yun Yunyue merasa sangat kesakitan.


Tulang-tulang di tubuhnya terus di hancurkan, bersamaan dengan darah segar terus keluar, bahkan kulitnya juga mengelupas memperlihatkan tulang-tulang emas yang kini memancarkan energi yang sangat kuat.


Di Lembah Kuno.


Pandangan Long Zhou Yang mulai menghilang, dengan luka yang semakin parah.


"Whuss...." Cahaya keemasan memancar keluar dari tubuh Yun Yunyue yang perlahan menyembuhkan luka di tubuh Yun Yunyue dan Long Zhou Yang.


Long Zhou Yang merasa sangat terkejut.


"Ini!" Long Zhou Yang menatap tidak percaya dengan perubahan tubuh Yun Yunyue.


Terlihat Tanda Suci Keabadian di keningnya memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang dan kuat, dengan rambut emas dan sebuah armor bergambar Api Keabadian.


Leluhur kota Bulan dan jiwa liar yang ingin menyerang mereka berdua, tiba-tiba terlempar dengan keras.


Bahkan jiwa-jiwa liar langsung hancur menghilang.


"Whuss..." Yun Yunyue membuka mata, membuat angin di sekitarnya berhembus. Pepohonan bergoyang dan tanah di sekitarnya terangkat.


"Whuss..." Muncul seekor Naga Emas di samping Yun Yunyue, menatap tajam ke arah Leluhur kota Bulan.


Awan hitam di lembah kuno tersapu, tergantikan dengan awan biru terang.


Long Zhou Yang membeku dengan bola mata hampir keluar, menatap fenomena yang terjadi di tempat itu.


"Apakah ini Naga Emas Qing Long?"Ucap Long Zhou Yang dengan bibir bergetar.

__ADS_1


*******


Bersambung.....


__ADS_2