Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 78 - Sisi Lain Yun Yunyue.


__ADS_3

Semua orang terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak menyangka, jika memang benar alasan Kaisar Xe Luan melakukan ini semua karena dendam pribadi, maka ini sudah tidak benar. Apalagi dalam hal ini menyangkut kedamaian dan keamanan di kedua Benua.


Kaisar Qin Shan dan Permaisuri Yin Yiaran saling menatap, mereka menjadi malu jika memang hal itu benar-benar terjadi karena mereka berdua.


"Aku rasa saat ini bukan waktunya kita untuk memikirkan alasan Kaisar Xe Luan melakukan semua ini!" Ucap Yun Yunyue membuka suara.


"Nona benar." Jenderal Zhiang menimpali.


Jenderal Tian dan Jendral Zhu setuju dengan ucapan Yun Yunyue.


"Nak, apa kamu memiliki rencana mengenai hal ini?"


Yun Yunyue menganggukkan kepala. "Aku memang memiliki rencana, namun aku tidak terlalu yakin apa rencanaku akan berhasil atau tidak."


"Nak, katakan apa rencanamu...?" Ucap Kaisar Qin Shan dengan serius.


Baru saja Yun Yunyue ingin menjelaskan tentang rencananya, tiba-tiba ia mendapatkan sebuah pesan.


Karena merasa penasaran, Yun Yunyue kemudian meminta izin untuk memeriksa pesan yang baru saja masuk.


Mereka menganggukkan kepala, mempersilahkan.


Yun Yunyue kemudian berjalan keluar. Setelah berada di ruangan yang berbeda, Yun Yunyue dengan tenang mengeluarkan batu komunikasi, lalu mendengarkan pesan yang baru saja di kirim oleh tetua Lu Wei.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan sabar menunggu Yun Yunyue.


"Cucuku, aku baru saja mendapatkan kabar mengenai informasi beberapa Keluarga besar yang akan berkhianat pada Kekaisaran Qin-..." Isi pesan tetua Lu Wei, menjelaskan Keluarga mana saja yang telah bergabung dengan Kekaisaran Xe untuk melakukan pemberontakan.


Setelah mendengarkan semua informasi yang di berikan tetua Lu Wei, Yun Yunyue kemudian kembali ke dalam ruangan.


Semua orang menatap dengan penuh tanda tanya ke arah Yun Yunyue.


"Kaisar, bolehkah aku meminta pihak Kekaisaran untuk melakukan pertemuan Keluarga besar serta kelompok organisasi kekuatan yang ada di Benua Tengah ini?"


"Tentu saja Nak, kami memang akan segera melakukan pertemuan besok pagi untuk membahas situasi yang sedang terjadi di Benua Tengah ini." Ucap Kaisar Qin Shan dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


"Jika begitu, aku dan Jendral Zhiang akan pamit undur diri dan kembali ke Istana besok pagi."


"Yue'er, sebaiknya kalian berdua tetap di Istana. Dan bukankah Yue'er sudah menjadi bagian dari Keluarga kami?" Ucap Permaisuri Yin Yiaran yang mendapatkan anggukkan kepala dari Kaisar dan kedua anaknya.


Yun Yunyue terdiam beberapa saat, lalu menganggukkan kepala.


"Jika begitu, biar Jenderal Zhu yang mengantarkan Yue'er dan Jendral Zhiang untuk beristirahat." Ucap Kaisar Qin Shan.


Namun berbeda dengan Qin Zhui Ying yang terlihat tidak rela, ia masih ingin bersama Yun Yunyue.


Yun Yunyue yang mengetahui hal itu tersenyum, lalu berjalan mendekati Qin Zhui Ying.


"Aku tidak ingin melihat adikku selalu mengandalkan orang lain untuk keselamatan dirinya sendiri, meski Ying'er sendiri adalah Putri Kekaisaran." Yun Yunyue kemudian mengeluarkan sebuah armor emas dari cincin penyimpanannya.


"Aku tidak akan selalu bisa menjaga Ying'er, tapi dengan armor emas bintang ini setidaknya mampu melindungi Ying'er dari serangan pendekar tingkat tinggi yang berniat jahat." Lanjut Yun Yunyue, kemudian mengeluarkan buku teknik, pedang, serta sumber daya.


"Berlatihlah, tunjukkan pada mereka jika Putri Kekaisaran Qin bukanlah Putri yang lemah."


Kaisar Qin Shan, Permaisuri Yin Yiaran, Putra Mahkota Qin Zhuyao, Jenderal Tian, Jenderal Zhu dan Jendral Zhiang, bahkan hampir saja menjatuhkan rahangnya melihat senjata tingkat tinggi yang di keluarkan Yun Yunyue.


Yun Yunyue kemudian kembali mengeluarkan sebuah pedang dengan ukiran Bintang dan Naga. Kemudian ia memberikan pedang tersebut pada Putra Mahkota.


"Kakak Zhuyao, ini untukmu."


"Yue'er, terima kasih banyak..." Balas Qin Zhuyao dengan tulus.


Yun Yunyue kembali mengeluarkan buah-buahan Abadi, pil tingkat tinggi dan beberapa botol Air Suci.


"Kaisar Qin Shan, Permaisuri Yin Yiaran, aku Yun Yunyue sangat berterima kasih atas kesediaan kalian menerimaku menjadi keluarga kalian.." Ucap Yun Yunyue dengan wajah sendu, tersenyum hangat pada sepasang suami istri itu.


Permaisuri yang melihat wajah Yun Yunyue menjadi sedih segera berjalan menghampiri, lalu memeluknya.


Yun Yunyue yang mendapatkan pelukan itu membeku di tempatnya.


"Apa seperti ini rasanya di peluk oleh seorang Ibu?" Batin Yun Yunyue, mengingat pelukan ini sedikit berbeda di bandingkan saat jiwa Yun Xuexia memeluknya.

__ADS_1


Meski begitu Yun Yunyue dapat merasakan cinta dan kasih sayang tulus dari Sang Ibu yang begitu merindukannya.


Mengingat hal itu, membuat Yun Yunyue perlahan meneteskan air mata. Sekuat dan setinggi apapun seseorang, dia akan terlihat lemah, dia akan terlihat cengeng jika itu semua sudah menyangkut orang tua, terutama Sang Ibu.


Ibu adalah sosok yang sangat penting di mata anak-anaknya. Peran Ibu dalam merawat, membesarkan dan menjaga anaknya tidak akan pernah bisa di bandingkan dengan apapun. Cinta seorang Ibu kepada anak pun melebihi segala sesuatu yang ada di dunia.


Seorang Ibu tidak akan pernah ragu membela anaknya dalam segala situasi. Ibu juga akan maju paling depan saat anaknya disakiti dan akan merangkul saat anaknya bersedih. Untuk itu, kebanyakan anak merasa tidak dapat membalas kasih sayang Ibu sebanding dengan yang mereka terima dari seorang Ibu.


Yun Yunyue sangat mengetahui, Yun Yunyue sangat sadar bagaimana rasa sakit Yun Xuexia yang tidak dapat melakukan itu semua. Ia tidak ingin egois mengingat masa lalu yang tidak pernah mendapatkan itu semua apalagi pelukan seorang Ayah, ia sadar, bukan hanya dia yang terluka dan tersakiti, namun ada seorang wanita yang lebih menderita bergelut rasa rindu yang tak pernah berujung saat jauh dari Buah Hati.


Permaisuri Yin Yiaran semakin memeluk erat tubuh mungil Yun Yunyue. Ia dapat merasakan perasaan rindu, perasaan sedih, dan perasaan marah yang muncul secara bersamaan.


Semua orang terdiam menyaksikan mereka berdua, bahkan mereka tidak menyangka dapat melihat sosok Yun Yunyue yang berbeda dari sebelumnya. Dimana saat ini Yun Yunyue bukanlah gadis yang kuat dan tegas seperti biasa mereka lihat. Bisa juga di katakan kondisi seperti ini adalah kelemahan untuk Yun Yunyue.


Yun Yunyue perlahan melepaskan pelukan itu, lalu menatap wajah Permaisuri Yin Yiaran dengan tatapan hangat. "Terima kasih..."


"Yue'er dapat memanggiku dengan sebutan Ibu." Balas Permaisuri Yin Yiaran dengan mengelus wajah kasar topeng kulit tersebut.


Yun Yunyue menyentuh tangan Yin Yiaran yang ada di wajahnya. "Sekali lagi, terima kasih Ibu.." Lanjut Yun Yunyue dengan tersenyum.


"Whuss..." Armor emas bintang kembali muncul mengambang di udara, Yun Yunyue perlahan menggores ujung jarinya.


"Whuss..." Darah Emas yang sudah di samarkan oleh Yun Yunyue mengambang, lalu melesat menuju armor emas bintang, membuat armor tersebut mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.


Beberapa saat kemudian, Armor tersebut terbang ke tubuh Permaisuri Yin Yiaran, lalu menghilang.


Permaisuri Yin Yiaran menutup mulutnya, saat merasakan kekuatan yang sangat besar tiba-tiba menyelimuti tubuhnya.


Semua orang sekali lagi di buat terkejut, dengan apa yang terjadi di hadapan mereka.


Yun Yunyue tersenyum. "Karena Permaisuri Yin Yiaran sudah menjadi Ibu angkatku, sudah sewajarnya aku juga melindunginya. Suatu saat nanti kalian akan mengetahui siapa sebenarnya aku, namun untuk saat ini aku belum bisa menjelaskan kepada kalian."


******


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2