
"Dewi, setelah kepergian anda, klan-klan terkuat dan para penguasa yang ada di Alam Surga berebut dan saling membunuh untuk masuk ke dalam Istana Sembilan Warna.
"Membuat Dewa Takdir sangat kewalahan menghadapi mereka semua, sehingga ia memutuskan untuk menyegel Istana Dewi, yang hanya bisa di buka oleh pemilik sahnya atau Dewi Keabadian itu sendiri." Ucap Ming An mengakhiri penjelasannya.
Yun Yunyue dengan tenang mendengar penjelasan Ming An dari awal hingga akhir. Ia juga cukup terkejut dengan Dewa Takdir yang membantunya menyegel Istana miliknya. Biasanya Dewa Takdir tidak mau ikut campur dengan dunia luar, ia hanya keluar saat ada masalah mendesak yang terjadi di Alam Surga atau Alam lainnya.
Sebagai Dewa Takdir, ia memiliki tugas yang sangat banyak untuk menentukan takdir semua orang yang ada di seluruh Alam Semesta. Orangnya sangat dingin dan kejam, juga tidak mudah untuk di sentuh atau menyinggungnya, atau takdir hidupmu akan berakhir dengan tragis.
Memikirkan hal itu membuat Yun Yunyue bergedik ngeri. Meski ia juga memiliki status sebagai Dewi Keabadian, tapi itu semua masih di bawah Dewa Takdir.
Di seluruh Alam Semesta kecuali Sang Pencipta, Yun Yunyue dan Dewa Takdir lah yang di takuti dan berkuasa di seluruh Alam Semesta untuk menjaga ketenangan dan melindungi seluruh Alam.
Sehingga setelah Lin Yue memilih untuk berinkarnasi, Dewa Takdir sangat kewalahan untuk menghadapi kekacauan di seluruh Alam dan menghadapi orang-orang serakah yang mau mengambil alih Istana Sembilan Warna milik Dewi Keabadian.
"Aku harus cepat-cepat menyelesaikan urusanku di Alam Rendah ini, untuk naik ke Alam atas. Aku juga tidak menyangka, dengan memilih berinkarnasi, malah membuat Alam Surga berada di dalam kehancuran." Batin Yun Yunyue dengan sedih.
Melihat sang Dewi bersedih, Ming An memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.
"Yang Mulia Dewi, sekarang anda sudah berada di pendekar Mortal 🌟 ⁵, jadi sudah seharusnya anda mengamankan Kristal Sembilan Warna yang ada di ruang bawah tanah." Ming An menatap Yun Yunyue dengan serius dan penuh hormat.
Yun Yunyue menganggukkan kepala setuju dengan ucapan Ming An, ia tidak seharusnya begini, tujuan awalnya datang ke sini untuk mengambil dan mengamankan Kristal Sembilan Warna miliknya.
Mereka berempat akhirnya berjalan menuju ruang bawah tanah, di mana Kristal Sembilan Warna bersemayam.
Setelah berjalan selama beberapa saat, akhirnya mereka berempat sampai di ruang bawah tanah, yang mana mereka bisa melihat sebuah Kristal dengan ukuran sebesar kepalan tangan anak kecil melayang-layang di udara.
"Whuss... Whuss..." Pedang Keabadian, Mutiara Keabadian, Api Keabadian, langsung keluar dari dalam tubuh Yun Yunyue melesat ke arah Kristal Sembilan Warna dan mengelilinginya. Tanda Dewi di keningnya mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat terang saat berada di dekat Kristal Sembilan Warna.
Ming An, Long Zhou Yang dan Xiao Mei bergerak menjauh dari ruangan tersebut karena tidak mampu menahan kekuatan yang keluar dari kelima benda tersebut.
"Whuss... Booms..." Setengah ruangan bawah tanah hancur berantakan akibat tidak mampu menahan lima kekuatan yang keluar dari tubuh Yun Yunyue.
Ming An dan Long Zhou Yang serta Xiao Mei di kirim terbang keluar dari perut gunung Aniun, dalam keadaan yang cukup mengenaskan.
"Kekuatan Dewi Keabadian memang sangat luar biasa, hanya Dewa Takdir yang mampu menandinginya, jika sudah kembali ke puncak kultivasinya." Ucap Ming An dengan nafas tersengal-sengal, yang mendapatkan anggukkan kepala dari Long Zhou Yang.
__ADS_1
Sementara Xiao Mei yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa meringis kesakitan di atas tanah.
Di dalam perut gunung Aniun.
Yun Yunyue dengan hati-hati berjalan mendekati Kristal Sembilan Warna, yang kini sudah mengeluarkan cahaya dengan warna berbeda menerangi tempat itu.
Kristal tersebut seakan mengerti akan kehadiran sang Tuan, dengan perlahan melesat menghampiri Yun Yunyue. Yun Yunyue yang melihat itu hanya tersenyum memilih untuk berhenti bergerak.
"Lama tidak bertemu." Ucap Yun Yunyue setelah Kristal Sembilan Warna telah berada di hadapannya dengan jarak satu meter.
Seakan mengerti ucapan sang Tuan, Kristal tersebut membalas dengan bergerak ke kira dan kanan, membuat Yun Yunyue tertawa kecil.
"Whuss..." Dengan gerakan cepat, Yun Yunyue membuat formasi Sangkar Keabadian untuk mengurangi dan melindungi tempat itu dari kehancuran.
Setelah selesai membuat formasi, Yun Yunyue mengambil sikap lotus untuk membiarkan Kristal Sembilan Warna memasuki tubuhnya.
Dengan perlahan dan penuh perasaan, Kristal Sembilan Warna bergerak mendekati sang Tuan, yang telah mempersiapkan dirinya.
Setelah berada di depan Yun Yunyue dengan jarak sejengkal.
"Whuss..." Tanda Dewi Keabadian dengan cepat menyelimuti seluruh tubuh Yun Yunyue, untuk mengurangi kesakitan saat Kristal Sembilan Warna memasuki tubuhnya.
"Argh..." Saat itu juga teriakan keluar dari mulut Yun Yunyue.
"Argh..." Yun Yunyue terus berteriak saat merasakan seluruh organ dalamnya di hancurkan secara perlahan-lahan.
Mutiara Keabadian kembali mengeluarkan cahaya putih keemasan menyelimuti seluruh tubuh Yun Yunyue, untuk mengurangi kesakitan yang di alami sang Tuan.
"Argh.. I-ini sangat sakit melebihi apa pun." Yun Yunyue berguling-guling di atas lantai dengan terus menahan rasa sakit yang sangat luar biasa itu.
"Whuss..." Aura yang sangat kuat keluar dari dalam tubuh Yun Yunyue, menghancurkan formasi Sangkar Keabadian dan tempat di sekitarnya.
Tubuh Yun Yunyue yang berguling di tanah, secara perlahan-lahan mengambang di udara dengan aura emas serta cahaya sembilan Warna menyelimuti seluruh tubuhnya.
Sungguh pemandangan yang sangat indah bagi mereka yang tidak mengetahui keadaan Yun Yunyue, tapi tidak dengan Yun Yunyue yang terus menahan rasa sakit itu dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
Satu jam kemudian, suara Yun Yunyue perlahan-lahan meredah dengan aura yang sangat tenang keluar dari tubuhnya.
"Whuss..." Yun Yunyue saat ini telah bertransformasi menjadi Dewi Keabadian, yang mana membuat cuaca di seluruh Alam Semesta terganggu.
Suara gemuruh petir terjadi di seluruh alam semesta, hari yang semula pagi mendadak gelap, dengan bintang-bintang berkumpul di sekitar Gunung Aniun dan menerangi tempat itu, sungguh pemandangan yang sangat luar biasa indah.
Ming An, Long Zhou Yang, dan Xiao Mei yang melihat kejadian itu langsung bersujud di tanah tanpa melihat ke depan dengan tubuh bergetar hebat.
"Yang Mulia Dewi Keabadian Yang Agung telah kembali." Ucap Ming An dengan mengeluarkan air mata kebahagiaan.
Di Alam Surga.
Di suatu ruangan bawah tanah, Dewa Takdir yang sedang berkultivasi perlahan-lahan membuka kedua matanya dengan tersenyum tipis.
"Dia telah kembali." Ucapnya dengan menghilang dari tempatnya.
Di perut gunung Aniun, Yun Yunyue perlahan membuka mata, kemudian melesat terbang menuju atas gunung Aniun di mana semua bintang-bintang berkumpul mengelilingi seluruh tempat itu.
"Whuss..." Sosok Yun Yunyue keluar dari perut gunung Aniun menggunakan wujud aslinya Dewi Keabadian.
Semua bintang-bintang yang berada di tempat itu bergegas mengelilinginya, membuat Yun Yunyue tersenyum tipis.
"Kembalilah ke tempat yang sudah seharusnya kalian berada." Yun Yunyue menatap bintang-bintang itu dengan perasaan hangat menyelimuti hatinya.
Seakan mengerti, bintang-bintang itu membubarkan diri meninggalkan tempat itu. Yun Yunyue melihat kepergian mereka dengan raut wajah yang tak bisa di baca.
Setelah kepergian bintang-bintang itu, Yun Yunyue kembali mengubah tampilannya ke wujud semula. Cuaca yang sebelumnya gelap kembali menjadi pagi hari yang sangat cerah dari sebelumnya.
"Bangunlah, jangan menyiksa diri kalian sendiri!" Yun Yunyue berkata dengan dingin.
"Baik, Yang Mulia Dewi!"
Tidak jauh dari tempat mereka berdiri, terlihat seorang pria yang sangat tampan dan berwibawa melihat itu semua dengan tersenyum tipis, sebelum akhirnya kembali menghilang dari tempatnya berdiri.
"Sifatnya tidak berubah." Batinnya sebelum benar-benar menghilang.
__ADS_1
****
Bersambung....