Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 40 - Menuju Kota Bulan.


__ADS_3

Bawahan Yun Yunyue yang sedang fokus menikmati makanan, segera mengalihkan ke arah pintu masuk saat kedatangan beberapa kelompok pemuda bersama tetua yang mendampingi mereka.


"Tetua, mengapa kita tidak langsung menuju kota Bulan?" Ucap salah satu pemuda tersebut kepada tetua yang bersamanya.


"Tuan Muda, kita tidak perlu buru-buru untuk tiba di sana. dan yang penting reruntuhan kuno di kabarkan akan di buka sekitar dua hari lagi." Jawab tetua itu dengan tenang.


"Bukankah beristirahat di sana akan lebih menghemat waktu kita?" Tanya pemuda lain dengan bingung.


"Benar, namun aku sedikit khawatir akan ada kelompok lain yang sewaktu-waktu bisa saja saling melakukan pertarungan."


Yun Yunyue yang duduk di belakang mereka mendengar pembicaraan itu dengan tenang, karena dia sudah mendengar informasi dari Fraksi Naga dan Bunga.


"Aku cukup penasaran dengan kelompok yang tetua itu bicarakan. Sepertinya aku dan bawahanku harus segera tiba di kota Bulan untuk melihat pertunjukan di sana." Ucap pelan Yun Yunyue dengan senyum dingin di balik cadarnya.


Hu Bai kemudian bangkit berdiri menuju ke arah pelayan, lalu melakukan pembayaran atas pesanan dan juga kamar yang telah mereka pesan.


Setelah melakukan pembayaran, pelayan segera mengantarkan Dewa-dewi itu menuju kamar khusus yang berada di lantai atas.


Yun Yunyue dan kelima bawahannya mengikuti pelayan menaiki anak tangga hingga beberapa saat kemudian akhirnya tiba di depan salah satu ruangan di penginapan.


"Nona dan semuanya silahkan beristirahat." Ucap pelayan itu lalu berlalu pergi meninggalkan Yun Yunyue dan kelompoknya.


Yun Yunyue dan kelompoknya masuk ke dalam kamar Masing-masing.


Di Dalam Kamar.


Yun Yunyue segera membersihkan diri, hingga setengah jam kemudian Yun Yunyue telah menyelesaikan ritual mandinya.


"Aku harus segera meningkatkan kekuatan ku di dalam kalung dimensi, aku juga sangat merindukan Kakak." Ucap Yun Yunyue dengan mata berkaca-kaca.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di depan bangunan istana, ia melihat kakaknya sedang berlatih dengan Xiao Mei.


"Kakakkkk....." Teriak Yun Yunyue berlari kecil menuju sang kakak.


Mendengar ada suara indah yang memanggilnya, Yun Jung berbalik.


"Yue'er." Ucap Yun Jung sambil merentangkan tangannya lebar-lebar.


"Hap..." Yun Jung dengan sigap menangkap adilnya yang melompat ke arahnya.


"Kakak Yue'er sangat merindukan Kakak.." Yun Yunyue memeluk kakaknya erat.


"Kakak juga sangat merindukan Yue'er, apa lagi waktu disini lebih cepat. serasa sudah lima tahun kakak tidak melihat Yue'er." Ucap Yun Jung mengusap-usap punggung adiknya yang bergetar karena menangis.


Lima belas menit kemudian, Yun Yunyue sudah tenang dan turun dari gendongan kakaknya.


"Kita sekarang berada di Benua Tengah, bersiaplah kita semua akan memasuki reruntuhan kuno tersebut."


"Baiklah Yue'er."


"Baik Nona." Mereka menjawab dengan semangat.


Yun Yunyue tersenyum puas akan kekuatan mereka yang meningkat pesat. Sekarang ketiga belas bawahannya sudah berada di ranah Raja Langit puncak, untuk Yun Jung sudah menyamainya ranah Kaisar 🌟 ⁴.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan meningkatkan sedikit kekuatanku. Semua sumber daya yang berada disini sudah tidak berguna untukku." Ucap Yun Yunyue dengan lesuh.


"Tenanglah Yue'er, kakak juga tidak mau kamu cepat-cepat meningkatkan kekuatan, kakak takut dengan kekuatan di dalam tubuhmu itu." Yun Jung menimpali dengan raut wajah penuh khawatir.


"Tenanglah Kakak." Ucap Yun Yunyue, lalu mengambil sikap lotus untuk mencoba meningkatkan kekuatannya meskipun hanya satu 🌟.


"Whuss...." Tanda di keningnya berkedip-kedip keemasan menyelimuti seluruh tubuh Yun Yunyue melayang-layang di udara.


"Whuss...." Pedang Keabadian juga keluar dari dalam tubuhnya bergetar hebat berada di samping kanan Yun Yunyue.


"Whuss...." Api Keabadian juga keluar dengan sendirinya dari dalam tubuh Yun Yunyue, dan melayang-layang di samping kiri Yun Yunyue.


Yun Jung dan lainnya sudah tidak sadarkan diri karena tidak kuat menahan kekuatan yang keluar dari tubuh Yun Yunyue.


Seluruh tanaman dan makhluk hidup di dalam kalung dimensi tumbuh dan berkembang dengan cepat, saat ketiga kekuatan dahsyat itu mengelilingi tubuh Yun Yunyue.


"Whuss..." Air Suci juga berubah warna, dari Biru sekarang menjadi keemasan..


Boom


Boom


Boom


Terdengar tiga suara teredam dari dalam tubuh Yun Yunyue. Kaisar 🌟⁹- Dewa Langit 🌟 ². Setengah jam kemudian, Yun Yunyue perlahan-lahan membuka matanya. Tatapan matanya sangat dalam seperti jurang tidak berujung, sangat tenang tapi sangat mendominasi.


Ketiga kekuatan yang yang mengelilingi seluruh tubuh Yun Yunyue perlahan-lahan meredup dan kembali masuk ke dalam tubuh Yun Yunyue.


Matanya terbelalak saat menatap Kakak dan lainnya yang sedang pingsan.


"Ada apa dengan mereka?" gumamnya bingung sambil berjalan mendekati mereka.


Tidak ambil pusing, Yun Yunyue menyelimuti semuanya dengan sinar keemasan lalu membawa mereka ke dalam bangunan istana.


Setengah jam telah berlalu, akhirnya Yun Jung dan lainnya perlahan-lahan membuka mata dengan raut wajah yang masih pucat. Yun Yunyue yang melihat itu segera menghampiri mereka.


"Apa masih ada yang sakit? Kenapa kalian tiba-tiba saja pingsan?" Tanya Yun Yunyue dengan raut wajah polosnya.


Yun Jung dan lainnya melihat Yun Yunyue dengan tubuh bergetar, mereka masih mengingat bagaimana tiga kekuatan yang mengerikan itu keluar dari tubuh Yun Yunyue.


"Yu-Yue'er, apa kamu tidak apa-apa? Tiga kekuatan itu mengelilingi seluruh tubuhmu, apa lagi kekuatan di keningmu itu telah muncul, tidak lama lagi kekuatan misterius itu meledak dari tubuh Yue'er." Ucap Yun Jung dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


"Kakak, aku tidak apa-apa selagi kalian masih berada di sisiku." Yun Yunyue menjawab dengan tenang.


"Yue'er." Yun Jung memeluk adiknya erat.


"Bersiaplah kita akan keluar dari sini." Ucap Yun Yunyue kepada yang lainnya.


"Baik Nona."


Di Tempat Lain.


Istana Kekaisaran.

__ADS_1


Kaisar Qin Shan memberi perintahkan kepada para Jenderal Kekaisaran untuk mulai bergerak menuju kota Bulan.


Jarak antara Ibu Kota Kekaisaran dengan kota Bulan sendiri memerlukan waktu tempuh sekitar satu hari perjalanan.


Di tambah lagi dengan Putra Mahkota Kekaisaran Qin yang juga berniat memasuki reruntuhan kuno, membuat Kaisar Qin Shan sedikit cemas.


"Yang Mulia, lalu bagaimana dengan Tuan Putri Qin Linlin yang memaksa untuk ikut dengan Putra Mahkota Qin?" Tanya salah satu Jenderal.


"Biarkan saja, dia memang gadis kecil yang sangat sulit di atur..." Ucap Kaisar Qin Shan dengan menghela nafas panjang, mengingat bagaimana putrinya yang sangat nakal itu.


Keesokan Pagi.


Yun Yunyue dan lainnya yang sejak tadi sudah keluar dari kalung dimensi, sedang bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan, Sedangkan kelima bawahannya sudah menunggu di lantai dasar.


Dengan langkah tenang, Yun Yunyue dan rombongannya Berjalan menuruni anak tangga. Setelah tiba di depan kasir, mereka berhenti lalu mengembalikan kunci kamar.


"Nona, terima kasih sudah berkunjung di penginapan kami." Ucap pelayan dengan ramah.


Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu memberikan beberapa koin emas kepada pelayan tersebut.


"Ambillah, sudah melayani kami dengan baik."


"Terima kasih Nona." Ucap pelayan itu dengan mata berbinar-binar.


Yun Yunyue dan rombongannya keluar dari penginapan. Mereka melangkahkan kaki menelusuri kota Hanzi yang terlihat sangat ramai.


Merasa sudah tidak ada lagi yang di lakukan di kota Hanzi, Yun Yunyue dan rombongannya segera melesat pergi menuju timur.


Satu hari kemudian, berita tentang terbukanya reruntuhan kuno semakin menyebar ke seluruh Benua.


Hal itu membuat mereka berlomba-lomba melakukan perjalanan jauh menuju kota Bulan agar dapat masuk ke dalam reruntuhan kuno. Dari kabar yang beredar, reruntuhan kuno memiliki banyak tanaman Spiritual langka dan beberapa reruntuhan bangunan pada zaman dahulu yang meninggalkan berbagai macam senjata dan artefak.


Meski reruntuhan kuno itu sendiri sudah sangat lama ada, hanya saja reruntuhan tersebut terbuka seratus tahun sekali.


Di atas langit yang cerah, terlihat beberapa kilatan cahaya keemasan terus melesat dengan kecepatan tinggi ke arah timur.


Saat kilatan cahaya keemasan itu sedang bergerak, tiba-tiba muncul ratusan anak panah mengarah pada beberapa sosok itu.


Beberapa sosok yang tidak lain Yun Yunyue dan rombongannya, dengan tenang mereka meliuk di udara menghindari ratusan anak panah yang melesat dengan kecepatan angin.


"Kalian telah memasuki Kerajaan Weng. Di mohon untuk tidak terbang di atas langit!" Ucap sebuah suara terdengar, yang tidak lain Jenderal yang berjaga di wilayah perbatasan menghentikan Yun Yunyue dan rombongannya yang saat ini masih berdiri di atas langit dengan pandangan mata setenang air.


Kota Bulan termasuk dalam wilayah Kerajaan Weng, dimana Kerajaan tersebut menjadi salah satu dari kelima Kerajaan besar yang ada di Benua Tengah, tepatnya di Kekaisaran Qin.


"Whuss..."


"Whuss..."


Yun Yunyue dan rombongannya mendarat turun di hadapan Jenderal tersebut.


***********


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2