Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 128 - Gadis Kecil.


__ADS_3

Setelah berhasil membunuh enam tetua Sekte Kegelapan, Yun Yunyue dan Yun Jung segera berjalan keluar.


Penyerangan yang di lakukan oleh Yun Yunyue dan rombongan, membuat kota Wadan kini menjadi ladang pembantaian.


Teriak kesakitan dan suara ledakan terus terdengar di setiap sudut kota. Setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, Jenderal Zhiang dan yang lain menemukan jika hampir setengah penduduk adalah murid Sekte Kegelapan, dan sebagian lagi penduduk asli dan orang-orang aliran hitam dari berbagai sekte yang sedang beristirahat di kota Wadan.


Hingga empat jam kemudian, Jenderal Zhiang dan yang lain benar-benar telah menghancurkan serta membunuh semua orang-orang aliran hitam.


Di atas langit, Yun Yunyue dan Yun Jung berdiri dengan tenang mengawasi Jenderal Zhiang dan yang lainnya serta pasukan Phoenix Emas yang sedang mengumpulkan mayat.


"Bakar mereka menjadi satu. Jangan sampai mayat mereka menjadi wabah penyakit!" Teriak Yun Yunyue memberikan perintah.


"Baik, Nona Muda." Teriak mereka, kemudian mengumpulkan mayat menjadi satu membentuk gunung mayat di tengah-tengah kota.


"Whuss..." Kobaran api muncul membakar tumpukan mayat tersebut.


Setelah semua selesai, Yun Yunyue kemudian meminta semuanya untuk segera menuju hutan kegelapan.


"Nona Muda, ini harta dan sumber daya yang telah kami peroleh." Ucap salah satu pasukan Phoenix Emas memberikan saku penyimpanan.


Yun Yunyue menerima, lalu memeriksa isi di dalam saku penyimpanan itu.


"Ck... Mereka lumayan kaya."


Meski isi di dalam saku penyimpanan hampir menyamai kekayaan sekte tingkat menengah, tapi bagi Yun Yunyue itu semua tidak ada seperempat kekayaan miliknya.


"Kumpulkan semua penduduk kota! Aku ingin kota ini kembali hidup dengan tenang dan aman. Aku juga mengirimkan pesan pada Kaisar Lou Qing Rou untuk mengirimkan utusan ke kota ini." Yun Yunyue memberikan perintah menatap pasukan Phoenix Emas.


"Baik, Nona Muda." Pasukan Phoenix Emas yang di pimpin Jia Li langsung pergi untuk mengumpulkan semua orang.


Saat sedang menunggu kehadiran para penduduk, Yun Yunyue menatap ke arah salah satu bangunan yang hancur.


"Yue'er, ada apa?" Tanya Yun Jung mengikuti arah pandangan sang adik.


"Hmm..." Yun Yunyue kemudian bergerak ke arah bangunan tersebut di ikuti yang lain.


"Whuss..."


Hingga beberapa saat kemudian, Yun Yunyue tiba di reruntuhan bangunan. Dengan sapuan tangan, tumpukan reruntuhan bangunan terhempas jauh.


Setelah menyingkirkan reruntuhan itu, terlihat seorang gadis kecil berusia sekitar empat sampai lima tahun. Gadis itu terlihat kumuh dan kotor, dengan pakaian lusuh dan wajahnya yang tertutupi debu.


"Adik kecil, apa yang terjadi?" Tanya Yun Yunyue berjongkok di hadapan gadis kecil itu.


Gadis kecil itu terlihat sangat ketakutan saat melihat kedatangan Yun Yunyue.


Yun Yunyue menatap dengan sedih keadaan anak kecil itu. Berbagai luka terlihat di sekujur tubuh.

__ADS_1


"Ampuni saya." Ucap gadis cilik itu dengan memancarkan kesedihan dan ketakutan.


Yun Yunyue tersenyum dengan hati yang sangat sakit melihat keadaan gadis malang di depannya.


Bayangan tentang masa lalu mulai memenuhi pikiran, membuat tubuh Yun Yunyue bergetar.


"Adik kecil, tidak perlu takut, kami bukan orang jahat." Ucap Yun Yunyue mengulurkan tangan mengelus puncak kepala gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang.


"Apa benar kalian bukan orang jahat seperti mereka?" Gadis kecil itu menatap Yun Yunyue dengan ragu.


"Benar. Kami semua bukan orang jahat." Yun Jung berjalan mendekat.


Gadis kecil itu menatap Yun Yunyue dan Yun Jung secara bergantian.


"Apa aku boleh meminta sesuatu pada kalian? Jika kalian bukan orang jahat, kalian pasti akan membantuku kan?" Ucap gadis cilik itu dengan penuh harap.


"Tentu saja, katakan apa yang kamu inginkan?" Tanya Yun Yunyue kemudian memeluk gadis kecil itu.


Gadis kecil itu melepaskan pelukan Yun Yunyue, lalu berjalan di reruntuhan bangunan.


Yun Yunyue dan yang lain terus mengikuti dari belakang.


Beberapa menit kemudian, gadis kecil itu berhenti dengan menatap mayat kedua orang dewasa. "Aku ingin menguburkan mayat kedua orang tuaku, apa kalian mau membantuku?"


Yun Yunyue tersenyum, lagi-lagi perasaan aneh yang begitu menyakitkan merasuk ke dalam hati.


Yun Yunyue berjalan mendekati gadis itu dengan meneteskan air mata.


"Siapa mereka? Apa mereka orang tuamu?"


Gadis kecil itu menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu siapa orang tuaku, tapi mereka yang merawatku selama ini." Ucapnya dengan suara pelan.


"Kita semua akan membantumu. Mari kita lakukan sekarang." Ucap Yun Yunyue dengan menggerakkan tangannya.


"Whuss..." Kedua tubuh sepasang suami istri yang sudah tidak bernyawa itu melayang di udara.


"Dimana kita akan menguburnya gadis kecil?" Tanya Yun Yunyue.


Gadis itu menunjukkan ke arah rumah yang kini hancur menjadi reruntuhan.


Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menggerakkan tangannya kembali membuat dua lubang.


"Whuss..." Secara perlahan kedua mayat itu masuk ke dalam lubang yang telah di buat.


Gadis kecil itu segera mencari patahan balok kayu, kemudian menancapkan pada gundukan tanah dengan menuliskan nama kedua orang tua angkatnya.


Setelah selesai, gadis kecil itu sekali lagi menangis dengan menyentuh gundukan tanah di depannya, di mana itu adalah kuburan sepasang suami istri yang selama ini merawatnya.

__ADS_1


"Paman, Bibi, Yin'er tidak akan menangis lagi, ini terakhir kali Yin'er menangis. Setelah itu, Yin'er akan menjadi anak yang penurut. Yin'er sangat sayang dengan kalian. Yin'er akan hidup baik dan tumbuh besar, dan mencari kedua orang tua Yin'er. Paman dan Bibi tidak perlu khawatir." Gadis kecil itu terus berbicara banyak hal di depan makam kedua orang tua angkatnya.


Dimana dia berjanji akan menjaga dirinya sendiri, akan mengunjungi jika ada waktu, dan aku menjadi gadis yang kuat.


Yun Yunyue, Yun Jung dan rombongan berdiri satu meter di belakang gadis kecil itu. Yun Yunyue terus menyeka air mata yang tiba-tiba saja merembas keluar.


"Paman dan Bibi tidak perlu khawatir, aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri. Semoga Paman dan Bibi tenang di sana." Ucap Yun Yunyue di dalam hati.


Yun Yunyue telah bertekad akan menjaga dan merawat gadis kecil itu. Hal yang sama juga di pikirkan oleh Yun Jung.


Sepuluh menit kemudian, gadis itu mulai bangkit berdiri, lalu menatap ke arah Yun Yunyue dan lainnya.


"Kakak, terima kasih..." Ucap gadis kecil itu membungkukkan badannya.


Yun Yunyue bergegas berjalan mendekat, lalu memeluknya dengan sangat erat.


Gadis itu pun membalas pelukan Yun Yunyue dengan kembali menangis. Yun Yunyue mengelus punggung kecil yang bergetar itu dengan lembut mencoba menenangkan.


Yun Yunyue mengetahui bagaimana perasaannya, bahkan ia sangat kagum akan ketegaran hati gadis kecil malang ini. Bagaimana dia mencoba kuat dan tidak terlihat cengeng, tetapi bagaimana juga gadis kecil itu masih berumur lima tahun, dimana dia masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua.


Gadis yang sangat malang, kehidupan sebatang kara tanpa siapapun di sisinya. Yun Yunyue mengepalkan tangannya dengan penuh kemarahan. Dia berjanji, meski tidak mampu untuk menghilangkan kejahatan, tapi dia akan berjuang sekuat tenaga untuk memberikan kehidupan lebih baik untuk orang-orang di luar sana.


Yun Yunyue yang merasakan gadis kecil itu sudah tenang, lalu melepaskan pelukannya dengan perlahan. Ia tersenyum mengusap wajah gadis kecil itu.


"Sepertinya dia sangat lelah." Yun Yunyue lalu menggendong gadis kecil itu yang kini tertidur dengan pulas.


"Yue'er."


Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.


Sebelum pergi, Yun Yunyue membuat tanda dan formasi di sekitar makam.


"Whuss..." Mereka bergerak dengan perlahan agar tidak mengganggu gadis kecil yang berada di gendongannya.


Hingga beberapa saat kemudian, mereka tiba di tempat semula. Jia Li kemudian datang ke arahnya bersama beberapa orang.


"Nona Muda." Jia Li dengan pelan, menatap bingung ke arah gadis kecil di pelukan sang Nona Muda.


"Bagaimana?"


"Para penduduk sedang menuju ke tempat ini, Nona Muda." Jawab Jia Li.


"Baik, kita akan menunggu mereka tiba."


****


Bersambung....

__ADS_1


~Ibu Yun Yunyue sudah memiliki anak, padahal belum menikah, bahkan kekasih pun belum ada.~ Wkwkwk


__ADS_2