Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 143 - Hutan Kematian, Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao


__ADS_3

Kilatan cahaya terus melesat membelah langit dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian cahaya itu mulai memperlambat pergerakan.


"Tuan, kita akan tiba di kota terakhir sebelum memasuki hutan kematian."


"Jika begitu, apa kamu masih kuat?"


"Tentu Tuan, ini semua belum seberapa. Aku masih dapat terbang hingga beberapa hari jika Tuan menginginkan."


"Jika begitu, kita akan mulai memasuki hutan kematian. Kita bisa beristirahat untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum memasuki pulau kabut es."


"Baik, Tuan."


Long Zhou Yang terus melesat bergerak melewati langit kota. Di atas Punggung, Yun Yunyue dengan tenang memperhatikan tempat di sekitarnya.


Sambil berbincang-bincang santai bersama Long Zhou Yang, tiga jam kemudian mereka mulai menjauh dari kota. Lima puluh kilometer dari depan, mereka mulai terlihat hutan gelap dengan berbagai tumbuhan liar membentang luas.


Long Zhou Yang terlihat semakin bersemangat. Dia sudah tidak sabar ingin berpetualang menjelajahi Benua Utara.


Tidak lama kemudian, Long Zhou Yang mulai turun dari langit dan memasuki Hutan Kematian.


"Tetap waspada.." Yun Yunyue memperingati saat merasakan aura kematian yang sangat mengerikan tiba-tiba muncul saat mereka baru saja memasuki kawasan hutan.


"Baik, Tuan." Ucap Long Zhou Yang sambil meningkatkan kewaspadaan.


Yun Yunyue memperhatikan tempat di sekitar dengan saksama.


"Long Zhou Yang, sebaiknya kita melanjutkan dengan jalur darat."Ucap Yun Yunyue saat melihat bagian atas hutan kematian seperti memiliki rahasia tersembunyi.


Hal itu terlihat dari berbagai pohon yang menjulang tinggi dan beberapa akar liar.


Tiba-tiba udara di sekitarnya berhembus kencang bersamaan dengan robekan celah dari udara menampilkan tiga sosok muncul dengan tatapan penuh kebencian, di ikuti ratusan pasukan di belakang.


"Keparat! Siapa yang dengan sembarangan memasuki wilayah kami, hukumnya adalah kematian!" Suara itu bergema dengan keras ke seluruh kawasan hutan kematian.


Kedua sosok lain mendengus dingin melihat rekan mereka yang tidak dapat mengontrol emosi.


"Baiklah, karena kalian sudah berani memasuki wilayah kami, kita akan bermain-main sebentar!" Ucap sosok yang memegang tombak, lalu melemparkan tombak itu ke atas menciptakan sebuah angin tornado dengan kekuatan mengerikan.


Yun Yunyue tersenyum menatap kehadiran mereka. "Aku sudah sering menjumpai orang-orang seperti kalian. Berbicara omong kosong mengenai kematian, namun pada akhirnya mereka sendiri yang akan tewas di tangan kecilku ini!"


"Cih! Gadis tengik, ternyata kamu sangat menarik." Ucap sosok yang sejak awal selalu terlihat tenang, berdiri dari tempat menatap Yun Yunyue dengan penuh minat.

__ADS_1


Yun Yunyue dan Long Zhou Yang sama-sama terdiam, mencoba memeriksa kekuatan mereka bertiga.


"Nak, siapa pun kamu dan orang mu itu kuat, tapi saat ini kamu tidak ubahnya seperti semut yang menunggu kematian setelah memasuki kandang harimau."


Yun Yunyue terdiam tanpa menghiraukan tiga sosok bertopeng yang tertawa mendengar celotehan pemimpin mereka.


Di sampingnya, Long Zhou Yang sudah sangat marah mendengar ada yang menghina sosok Dewi Keabadian seperti itu.


"Sepertinya kalian memang sangat percaya diri mampu membunuh kita berdua. Jika begitu, mengapa kalian tidak menyerang langsung?" Ucap Yun Yunyue dengan tenang, tatapan matanya sekilas berubah menjadi tatapan penuh niat membunuh.


"Hahaha.... Baiklah, karena kalian yang meminta, maka jangan salahkan kami!" Ucap sosok yang memiliki senjata tombak.


"Whuss..." Tornado itu mulai melesat ke arah Yun Yunyue dan Long Zhou Yang membuat setiap tempat yang di lewati hancur.


"Whuss... Whuss... Whuss..." Tiba-tiba tiga kilatan cahaya dengan kecepatan tinggi turun di hadapan Yun Yunyue, lalu dengan santai menahan serangan tornado itu hingga menghilang tanpa sisa.


"Apa!" Ketiga sosok bertopeng itu terlihat sangat terkejut.


"Sepertinya kami datang di waktu yang tepat." Ucap salah satu pria yang baru saja tiba menahan serangan itu.


Yun Yunyue tersenyum melihat kedatangan ketiga pria itu.


"Tuan." Ketiga pria itu lalu memberikan hormat pada Yun Yunyue.


"Terima kasih, Tuan."


"Aku pikir kalian membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan urusan di hutan perbatasan." Ucap Yun Yunyue tanpa memperdulikan wajah tiga sosok tersebut.


"Ini semua berkat bantuan Tuan, hingga kami dapat menyelesaikan masalah di sana dalam waktu singkat." Ucap Ye Long menjawab dengan hormat.


"Tuan, biarkan kami yang menyingkirkan mereka semua." Ucap Ye Hu dengan mengepalkan kedua tangannya.


Ye Long dan Ye Bao menganggukkan kepala setuju. Saat ini mereka bertiga merasa sangat bersemangat, dan ingin mencoba kekuatan mereka yang sesungguhnya, setelah sekian lama berdiam diri tidak melakukan apapun.


Long Zhou Yang menatap Yun Yunyue dengan serius.


"Biarkan mereka yang melakukan. Aku harap kalian dapat menjelaskan padaku setelah ini!" Yun Yunyue merasa ada sesuatu dengan kedatangan Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao.


Di lihat dari mata dan setiap kata yang terucap dari mereka, menunjukkan emosi sendiri,


seperti sebuah dendam di masa lalu.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan. Kami tidak akan mengecewakan." Ye Long lalu langsung bergerak di ikuti Ye Hu dan Ye Bao di belakangnya.


Yun Yunyue dan Long Zhou Yang bergerak menjaga jarak, untuk menyaksikan pertarungan mereka semua.


"Whuss... Whuss... Whuss..." Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao bergerak dengan kecepatan tinggi.


Meski gerakan mereka terlihat asal-asalan, tapi jika di perhatikan dengan saksama, gerakan mereka sangat cepat dan ganas.


Setelah melakukan pergerakan selama beberapa saat, ketiganya membuat segel tangan, dengan kecepatan tinggi.


"Binatang seperti kalian benar-benar menganggap diri terlalu tinggi! Apa kalian tidak belajar dari kekalahan?" Ucap salah satu sosok bertopeng geram sambil bersiap untuk melepaskan serangan.


Kedua sosok lain juga melakukan hal yang sama, wajah sosok yang memegang tombak menunjukkan reaksi berbeda. Dia dapat merasakan dengan jelas saat serangan tornado angin yang di lepaskan, berhasil di hancurkan dengan mudah oleh Ye Long.


"Whuss..." Perisai transparan muncul menyelimuti tempat itu.


Perisai tersebut adalah Lingkaran Serangan Dewa yang mereka pelajari dari buku teknik yang di berikan Yun Yunyue. Salah satu teknik pengunci target.


Dengan menggunakan Lingkaran Serangan Dewa, Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao mulai membantai semua pasukan bertopeng. Dalam waktu singkat, kini hanya tersisa ketiga pemimpin bertopeng saja.


"Teknik ini!" Ucap ketiga sosok itu dengan tubuh bergetar hebat.


"Ketua, apa yang harus kita lakukan, aku tidak menyangka mereka akan memiliki teknik legendaris itu?" Ucap salah satu dari mereka melalui telepati dengan raut wajah cemas.


"Tidak ada pilihan lain, kita akan menyerang sekuat mungkin untuk membuatnya lengah, lalu kita akan pergi meninggalkan tempat terkutuk ini!"


Saat sedang mencoba mencari jalan keluar, Ye Long, Ye Hu dan Ye Bao bergerak dengan kecepatan tinggi sambil melepaskan serangan.


"Whuss..." Ketiga pemimpin bertopeng langsung bereaksi dengan cepat mencoba menghindari serangan itu.


Di sisi lain, Ye Long langsung berubah tampilan menjadi seekor singa putih besar yang telah bertransformasi.


Yunyue dan Long Zhou Yang di kejauhan menatap dengan serius.


"Tuan, apa mereka berhasil menyempurnakan darah Suci Keabadian milik Tuan?"


"Sepertinya demikian. Di lihat dari kekuatan mereka yang meningkat pesat, artinya mereka sudah berhasil menembus penghalang. Dan saat ini, mereka adalah singa yang setengah tahap menuju singa emas, meski garis darah akan sangat sulit untuk di murni kan sepenuhnya." Jelas Yun Yunyue.


Yun Yunyue menganggukkan kepala mengerti, kini dia sudah memahami mengapa ketiganya dapat naik tingkat dalam waktu singkat. Itu semua karena darah Suci Keabadian milik sang Tuan.


****

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2