Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 113 - Kebangkitan Lima Putri Ras Binatang Suci.


__ADS_3

Di Tempat Lain.


Beberapa kilatan hitam bergerak dengan kecepatan tinggi menyelinap di langit Ibu Kota Kekaisaran.


"Habisi mereka dengan sekali serangan, atau nyawa kalian yang akan menjadi taruhan!" Ucap sosok dengan lambang bintang satu pada bagian lambang Naga.


Tanpa menjawab ucapan itu, beberapa sosok segera melemparkan senjata rahasia ke arah pemuda yang selama beberapa hari ini telah di awasi.


"Whuss... Syut..."


Dalam sekali serangan, empat orang pemuda langsung terjatuh. Beberapa sosok kemudian kembali bergerak mengambil keempat tubuh itu.


"Bawa ke markas! Jangan sampai meninggalkan jejak." Ucap salah satu dari mereka yang bertindak sebagai pemimpin. Lalu mengirimkan pesan pada Jenderal Zhiang.


Setelah memberikan informasi mengenai situasi yang terjadi, mereka semua kembali menghilang dalam kegelapan.


Di Tempat Lain.


Jenderal Zhiang tersenyum, saat informasi yang mereka tunggu akhirnya datang juga.


"Assassin bintang satu sudah membereskan sampah-sampah kecil, sekarang saatnya kita membereskan sampah besar!" Jenderal Zhiang menatap Xi Qiameng dengan serius.


Xi Qiameng menganggukkan kepala, dalam hitungan detik mereka berdua segera melesat pergi.


Di dalam keramaian Ibu Kota, terlihat beberapa tetua yang sedang berjalan. Untuk orang-orang di sekitarnya tidak ada yang menyadari raut wajah kecemasan yang mereka coba untuk sembunyikan.


"Tetua Zhi, apa mereka sudah berada di pinggiran Ibu Kota?" Tanya tetua Neu dengan pelan.


"Tenanglah, aku yakin mereka sudah berada di sana. Kita harus segera bergabung bersama mereka, jangan sampai pihak keamanan Ibu Kota menyadari kehadiran kita semua." Ucap tetua Zhi berbicara dengan cepat.


Sedangkan di samping mereka berdua, tetua Mun merasakan perasaan tidak enak.


Di pinggiran Ibu Kota, di dalam hutan terlihat empat sosok pemuda yang sedang di gantung di atas pohon dengan bagian kepala di bawah.


Wajah mereka semua memiliki luka senjata rahasia, hingga meninggalkan garis lurus membentuk huruf X.


Hingga tidak lama kemudian, terlihat beberapa sosok yang datang ke tempat itu.


Kedua sosok hitam itu menatap tempat di sekitarnya dengan tertawa.


"Ini benar-benar seperti sebuah pesta. Lihatlah, bahkan ada tiga daging bakar yang telah mereka siapkan."


"Whuss..." Sosok hitam muncul, lalu mengucapkan beberapa kata sebelum kembali menghilang pergi meninggalkan tempat itu.


"Mereka akan segera tiba."


Baru Jenderal Zhiang selesai berbicara, tiba-tiba tiga kekuatan bergerak ke arah mereka.


"Whuss..." Tiga sosok itu muncul mengeluarkan aura pembunuh. Mereka harus menatap ke keempat pemuda yang saat ini dalam keadaan cukup mengenaskan.


"Bajingan! Siapa yang melakukan semua ini!?" Teriak tetua Mun dengan marah.


"Whuss... Whuss..." Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng muncul tidak jauh dari mereka.


"Kalian semua sangat lambat!" Ucap Xi Qiameng dengan merentangkan kedua tangannya ke depan.


Tetua Zhi, tetua Neu, dan tetua Mun, menatap kesal ke arah Xi Qiameng.


"Aku kira kehadiran kami di Ibu Kota tidak di ketahui oleh siapapun, tapi ternyata dugaan kami salah." Ucap tetua Mun dengan tersenyum, lalu menatap tajam ke arah keduanya.


"Sudahlah, tidak perlu berbasa-basi lagi, sekarang kalian katakan ingin menggorok leher sendiri, atau menerima seratus kali tamparan dari kami!?" Ucap Jenderal Zhiang, sambil melepaskan aura yang cukup kuat diikuti oleh Xi Qiameng.


Wajah mereka bertiga berubah pucat pasi, saat mengetahui kekuatan lawan.

__ADS_1


"Mereka para pendekar tingkat tinggi, kita harus berhati-hati." Ucap tetua Neu melalui telepati.


Setelah mengatakan hal tersebut, ketiga tetua Sekte aliran hitam segera melesat melepaskan serangan.


Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng mendengus, lalu ikut melesat ke arah mereka.


"Whuss..."


"Whuss..."


"Dhuarr..."


"Dhuarr..."


"Dhuarr..."


Ledakan keras memecahkan keheningan, di dalam hutan sepi itu.


"Whuss..." Tubuh Tetua Zhi, tetua Neu, dan tetua Mun terlempar hingga menghantam pepohonan yang ada di sekitarnya, dan menghancurkan pohon dan membuat kubangan tanah.


"Bagaimana mungkin, mereka melakukan ini semua!?" Batin ketiga tetua sekte aliran hitam dengan tangan bergetar hebat.


"Argh..." Tetua Mun tiba-tiba berteriak kesakitan, sesaat setelah Jenderal Zhiang berdiri di hadapan dia dengan melepaskan tamparan keras ke arah wajah.


Tetua Zhi dan tetua Neu segera mengalihkan pandangan ke menatap ke arah tetua Mun, dan Xi Qiameng kembali muncul di hadapan mereka.


"Kalian yang meminta kami untuk melakukan kesenangan ini terlebih dulu, sebelum kalian benar-benar tidak akan bisa lagi menikmati udara di dunia ini!" Teriak Xi Qiameng dengan melepaskan kepalan tangan ke bagian dada tetua Neu.


"Dhuarr..." Tetua Neu kembali terlempar, dengan gerakan cepat Xi Qiameng sudah berada di belakang, lalu melepaskan tendangan keras ke bagian punggung.


"Boom..." Tetua Neu terlempar dengan memuntahkan darah.


"Argh..." Tetua Zhi ikut berteriak kesakitan, saat Jenderal Zhiang menamparnya berulang-ulang kali.


"Ingin lari?" Jenderal Zhiang melesat menyusulnya.


Melihat lawannya tidak akan melepaskan dirinya, tetua Zhi mempersiapkan pukulan untuk menghadapi Jenderal Zhiang.


"Whuss..." Mereka berdua kembali bergerak mendekat sambil sama-sama melepaskan serangan.


"Dhuarr..." Pukulan keras bertemu, melemparkan tubuh tetua Zhi dengan tangan kanan yang juga ikut hancur saat beradu pukulan.


"Whuss..." Mereka berdua segera berkumpul dengan ketiga tetua yang sudah bergetar ketakutan. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng, yang memiliki kemampuan lebih kuat.


"Kita hancurkan tingkat kultivasi mereka, lalu biarkan menjadi tugas hewan buas di hutan ini yang mengakhiri hidup orang-orang seperti mereka ini." Ucap Jenderal Zhiang yang langsung mendapatkan anggukkan kepala dari Xi Qiameng.


Keduanya dengan cepat menghancurkan tingkat kultivasi ketiga tetua tersebut. Setelah menghilangkan kekuatan mereka, Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng menggantung tubuh orang-orang aliran hitam di pohon sekitarnya.


"Plak..." Jenderal Zhiang menatap wajah mereka yang terus menatap ke arahnya dengan tatapan penuh kebencian.


"Aku sudah berbaik hati pada kalian dengan membiarkan kalian tetap hidup!" Jenderal Zhiang tersenyum, lalu pergi meninggalkan tempat itu bersama Xi Qiameng.


Melihat kepergian mereka, membuat wajah orang-orang aliran hitam itu berubah menjadi masam. Kini mereka hanya dapat bergantung dengan nasib mereka masing-masing, apa akan tetap hidup atau mati di mangsa kawasan hewan buas.


Di tempat persembunyian, di salah satu pohon berdiri satu sosok Assassin dengan bintang satu di bagian lambang Naga.


"Aku mengetahui isi kepala kalian." Ucap Assassin itu lalu melepaskan enam senjata rahasia yang telah di selimuti racun.


"Whuss... Whuss..."


"Syut... Syut..."


Senjata rahasia itu melesat dengan menyatu dengan angin, hingga kemudian menancap di bagian punggung orang-orang aliran hitam.

__ADS_1


"Meski kalian berhasil selamat, tapi nyawa kalian akan tetap lenyap setelah beberapa hari terkena racun..." Kemudian sosok Assassin segera pergi meninggalkan tempat itu.


Untuk visi dan misi seorang Assassin, tidak memperbolehkan target mereka selamat. Jika hal itu terjadi, maka misa dan tugas mereka di nyatakan gagal. Dan anggota Assassin Fraksi Naga Langit akan mendapatkan hukuman dari sang Nona Muda mereka, karena melepaskan musuh yang memang pantas untuk mendapatkan apa itu kematian.


Di Tempat Lain.


Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng kini sudah tiba di hutan JungYue. Mereka semua tidak kembali ke Goa JungYue, melainkan melakukan penjagaan di beberapa sudut hutan JungYue bersama Assassin Naga yang bergerak di kegelapan.


Di Dalam Goa JungYue.


Yun Yunyue yang sedang beristirahat, tiba-tiba di kagetkan dengan pesan dari sang kakak. Dari pesan yang di sampaikan, menjelaskan tentang informasi kelima Putri Ras Binatang Suci.


"Apa mereka akan segera menyelesaikan prosesnya?" Batin Yun Yunyue dengan semangat. Tidak ingin menunda waktu lagi, ia segera memasuki kalung dimensi.


Di Dalam Kalung Dimensi.


"Whuss..." Tubuh Yun Yunyue muncul di depan Istana Bintang, dengan cepat dia berjalan memasuki Istana menuju tempat kelima Kristal para putri Binatang Suci.


Di tempat itu terlihat Yun Jung yang sedang berdiri menatap cahaya yang terus berputar di sekeliling Kristal.


"Yue'er, kemarilah..." Ucap Yun Jung sambil meraih tangan sang adik.


Yun Yunyue menganggukkan kepala menatap sang kakak yang sangat antusias, kemudian berterima kasih yang telah memberitahukan dia mengenai perkembangan kelima Putri Binatang Suci itu.


"Baiklah, sepertinya memang sudah waktunya mereka terbangun." Ucap Yun Yunyue, lalu menggerakkan tangan membuat formasi.


"Whuss... Whuss..." Ribuan bintang emas muncul mengambang di udara.


Yun Yunyue kemudian menembakkan darah Suci Keabadian ke arah formasi. Formasi itu kemudian bergetar, lalu bergerak menyelimuti kelima Kristal.


Cahaya-cahaya yang sebelumnya berputar di sekitar Kristal, secara perlahan menyatu pada formasi.


Yun Yunyue kemudian menutup mata, menggerakkan tangan untuk membuat formasi kelima inti yang telah berhasil dia kuasai.


Yun Jung sendiri terus diam memperhatikan apa yang di lakukan sang adik dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Whuss..." Muncul formasi kekuatan Ini Petir.


"Whuss..." Muncul formasi kekuatan Inti Api.


"Whuss..." Muncul formasi kekuatan Inti Air.


"Whuss..." Muncul formasi kekuatan Inti Angin.


"Whuss..." Muncul formasi kekuatan Inti Es.


Kelima formasi itu mengambang di udara, melepaskan aura kuno membuat Istana Bintang bergetar dengan hebat.


"Menyatu!" Yun Yunyue menggerakkan kelima formasi, ke arah masing-masing Kristal sesuai dengan kekuatan inti jiwa mereka.


Angin di sekitarnya berhembus, fenomena alam terjadi di dalam kalung dimensi memperlihatkan gelombang Petir dengan angin kencang.


"Krak..." Kelima Kristal Putri Ras Binatang Suci mulai mengalami retakan kecil, yang secara bertahap terbuka seperti cangkang telur.


"Sekarang!" Yun Yunyue dengan menembakkan tiga tetes darah Suci Keabadian pada masing-masing formasi.


"Whuss..." Kristal-kristal itu hancur, yang kemudian mengakibatkan ledakan keras menggetarkan seluruh kawasan dunia kalung dimensi.


"Ini!?" Yun Jung sangat terkejut melihat apa yang terjadi di depan matanya, di sisi lain Yun Yunyue tersenyum dengan senang.


***


Bersambung.....

__ADS_1


~Tingkatkan Like, komen dan Votenya, agar membuat Author semangat Up~🤍😘


__ADS_2