
Benua Utara.
Di sebuah ruangan yang cukup besar, terlihat beberapa orang dengan aura yang cukup kuat sedang duduk santai dengan meminum arak.
Wajah mereka terlihat sangat senang setelah mendengar kabar beberapa hari yang lalu.
"Target kita kali ini menghancurkan ketiga Sekte besar aliran putih di Benua Timur. Dalam perang besar yang akan terjadi antara Kekaisaran Xe dan dan Kekaisaran Qin, kita dapat memanfaatkan momen ini untuk terus mengirimkan pasukan secara berkelompok. Bangun markas di sana, dan mulai bergerak saat perang besar antara kedua Kekaisaran itu akan selesai." Ucap salah satu sosok yang memiliki aura paling kuat di bandingkan dengan yang lain.
"Patrick tidak perlu khawatir, kami akan melakukan tugas dengan sebaik mungkin." Ucap sosok yang memiliki tiga garis di bawah lambang tengkorak hitam pada bagian dada.
"Hahaha.... Aku sudah tidak sabar untuk membunuh mereka semua!" Sosok yang memiliki dua garis di bawah lambang tengkorak ikut menimpali.
"Bagus! Aku harap rencana kita untuk menguasai ketiga Benua dalam waktu berdekatan bisa terwujud!" Ucap Patrick Sekte Iblis Tengkorak, lalu menghilang dari tempatnya.
Setelah kepergian Patrick, empat sosok yang masih berada di tempat itu saling menatap satu sama lain.
"Apa kita membutuhkan strategi dalam penghancuran ini?"
"Tidak perlu, hanya membunuh manusia-manusia sampah, kita akan dengan mudah melakukan itu semua!" Ucap sosok lain menimpali dengan nada sombong.
Mereka berempat tertawa dengan keras, lalu kembali menikmati acara minum araknya.
Di Dalam Hutan.
Ratusan cahaya melesat dengan kecepatan sedang melewati pepohonan di sekitarnya.
"Percepat gerakan kalian!" Ucap pemimpin pasukan itu bergerak di barisan depan.
"Whuss..." Mereka semua menambahkan kecepatan.
Setelah bergerak selama setengah jam, mereka melihat kelompok yang juga sedang bergerak ke arah yang sama.
Pemimpin pasukan itu tersenyum saat melihat kelompok tersebut. Lalu meminta pasukan yang bersamanya untuk bergabung dengan kelompok yang kini berjarak sekitar lima ratusan meter.
"Bergerak ke arah selatan, kita akan bergabung bersama mereka!"
"Baik!"
"Whuss..."
"Whuss..."
"Whuss..."
Ratusan pasukan dari dua kelompok itu bergabung. Hingga beberapa saat kemudian, terlihat kembali satu kelompok dengan jumlah seratus orang dari arah belakang.
Mereka semua adalah anggota Assassin milik Fraksi Naga Langit, yang di tugaskan untuk bergerak menuju benteng perbatasan.
Setelah ketiga pasukan itu bergabung menjadi satu, kini jumlah mereka mencapai tiga ratus orang.
"Di depan ada sebuah kota, kita akan memutar ke arah timur menghindari kota tersebut!" Teriak salah satu pemimpin, meminta semua pasukan untuk bergerak ke arah timur.
Hal itu sendiri di lakukan agar tidak menarik perhatian orang-orang di dalam kota.
"Whuss..."
__ADS_1
"Whuss..."
Di Tempat Lain.
Yun Yunyue yang sedang bergerak menuju Benua Utara menghentikan gerakannya.
"Whuss..." Jenderal Zhiang muncul di hadapan Yun Yunyue.
"Nona Muda.." Ucapnya memberi hormat.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menjelaskan tentang rencana yang akan dia lakukan.
"Jenderal, aku berniat menyusup ke dalam pasukan Kekaisaran Xe-..." Yun Yunyue kemudian menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh Jenderal Zhiang.
Jenderal Zhiang akan di minta untuk berpura-pura telah berhasil mengajak kerja sama dengan aliran hitam dan beberapa Keluarga besar di Benua Tengah. Dan kini ia kembali dengan salah satu tetua agung dari Sekte Racun Neraka.
"Nona Muda, apa mereka akan percaya?" Jenderal Zhiang menatap serius Yun Yunyue.
Menurut Jenderal Zhiang akan cukup sulit untuk melakukan apa yang di rencanakan Yun Yunyue. Apalagi saat melihat tampilan Nonanya yang masih sangat muda.
Yun Yunyue tersenyum, lalu mengubah tampilan menjadi tetua agung Xi Qiameng.
Jenderal Zhiang mundur beberapa langkah, menatap Yun Yunyue dengan kaget.
"Nona Muda, ini-..."
"Aku menggunakan salah satu teknik yang telah aku kuasai. Bagaimana? Apa dengan cara ini akan terlihat jauh lebih mudah?"
Jenderal Zhiang menganggukkan kepala, meski dia masih memiliki banyak pertanyaan. Dia dapat merasakan tampilan dan aura Yun Yunyue benar-benar seperti tetua agung Sekte racun Neraka.
"Baiklah, kita akan menggunakan kecepatan penuh agar dapat segera tiba di Benua Utara sebelum malam."
"Whuss..." Mereka berdua segera melesat ke atas awan dengan kecepatan tinggi.
Di atas awan, Jenderal Zhiang yang mulai terbiasa dengan sikap Yun Yunyue merasa ini semua adalah pilihan tepat untuknya.
"Bukan hanya masih sangat muda, bahkan Nona Muda Yun Yunyue benar-benar memiliki banyak rahasia. Semoga saja pilihanku untuk menjadi salah satu pelayannya adalah pilihan yang paling tepat." Batin Jenderal Zhiang.
Mereka berdua terus bergerak sambil fokus memeriksa setiap tempat yang di lewati.
"Jenderal, apa Kaisar Xe tidak mengirimkan pesan pada anda?"
"Tidak, Nona Muda. Setelah sebelumnya aku memberikan kabar mengenai hasil pertemuan dengan tetua agung Xi Qiameng, hingga saat ini Kaisar Xe Luan belum mengirimkan pesan."
"Jika begitu, katakan padanya jika kita sedang kembali menuju Benua Utara."
"Baik." Jenderal Zhiang kemudian mengeluarkan batu komunikasi untuk mengirimkan pesan sesuai dengan perintah Yun Yunyue.
Setelah mengirimkan pesan kepada Kaisar Xe Luan, mereka kembali melanjutkan perjalanan tanpa berbicara.
Setelah hampir malam, mereka berdua akhirnya tiba di kota terakhir sebelum tiba di perbatasan antar kedua Benua.
Terlihat tidak jauh dari mereka benteng raksasa yang di jaga oleh beberapa prajurit bersenjata lengkap.
"Apa mereka membangun markas pasukan di kota ini?" Batin Yun Yunyue yang melihat beberapa kelompok pasukan dengan jumlah ribuan berada di luar kota.
__ADS_1
"Nona, apa kita akan beristirahat di tempat ini?"
"Kita akan bergerak kembali saat tengah malam." Jawab Yun Yunyue, kemudian membawa Jenderal Zhiang turun.
Jenderal Zhiang menatap beberapa prajurit yang sedang berpatroli dengan bingung.
"Apa mereka mengenaliku?" Batinnya dengan bingung.
Yun Yunyue menatap Jenderal Zhiang dengan tersenyum tipis. "Tidak perlu cemas, mereka hanya sedang menjalankan tugas. Bagaimana juga kita orang asing yang baru saja memasuki kota.
Jenderal Zhiang menganggukkan kepala mengerti, setelah ia mendengar penjelasan dari Nonanya.
Mereka berdua terus berjalan, hingga beberapa saat kemudian tiba di restoran sederhana.
"Nona Muda, mengapa kita ke restoran ini?"
"Aku tidak ingin terlihat terlalu mencolok." Yun Yunyue lalu masuk ke dalam mencari tempat duduk diikuti Jenderal Zhiang.
Kedatangan mereka berdua mendapatkan tatapan dari semua pengunjung restoran. Apalagi dengan pakaian mereka yang terlihat cukup mewah.
"Nona, tuan." Ucap seorang pelayan mendatangi meja mereka.
"Pelayan, aku ingin memesan makanan dan minuman terbaik di tempat ini." Ucap Jenderal Zhiang.
"Baik Tuan, apa tuan juga membutuhkan arak?"
Jenderal Zhiang melihat ke arah Yun Yunyue.
"Pesankan untukmu."
Jenderal Zhiang menganggukkan kepala. "Bawakan juga arak terbaik di tempat ini."
"Baik, mohon tuan dan Nona untuk menunggu." Pelayan kemudian pergi meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan.
Di meja lain, terlihat beberapa pria yang terus memperhatikan gerak-gerik Yun Yunyue dan Jendral Zhiang.
"Apa kita akan melaporkan mereka pada komandan?"
"Kita awasi terlebih dahulu mereka berdua,"
Yun Yunyue tersenyum, meski mereka berbicara dengan suara pelan, namun ia masih dapat mendengar dengan jelas.
Setelah menunggu selama beberapa saat, pelayan kembali datang dengan membawakan pesanan Jenderal Zhiang.
Pelayan kemudian menata semua makanan dan minuman di atas meja, lalu kembali pamit undur diri.
"Jenderal."
"Iya, Nona Muda." Jenderal Zhiang yang merasa segan makan bersama Nonanya.
"Makanan terlalu banyak untuk aku habisi seorang diri. Dan yang terpenting, jangan perlihatkan gerak-gerik aneh, saat ini kita sedang di awasi.." Ucap Yun Yunyue melalui telepati.
Jenderal Zhiang dengan cepat menganggukkan kepala, lalu mereka berdua mulai menikmati makanan dan minuman tersebut.
*
__ADS_1
*
Bersambung....