
Setelah tim Xiao Jung dan tim Ye Yan naik ke atas arena, wasit siap untuk memberikan aba-aba kepada kedua tim untuk memulai pertandingan.
"Apa kalian siap?" Ucap Lou Lingzhan lantang
"Siap!"
"Pertandingan di mulai." Teriak Lou Lingzhan.
"Xiao Jung, aku dan timku memberi kalian tiga kali serangan kepada kami, jika tiga serangan itu tidak membuat kami mundur satu langkah pun, kalian di nyatakan kalah bagaimana?" Ucap Ye Yan.
'menarik ini yang aku tunggu-tunggu untuk tidak membuang-buang waktu'. Gumam Xiao Jung dalam hati sambil memperlihatkan senyum iblisnya.
"Baik, persiapkan diri kalian biar aku sendiri yang akan melepaskan serangannya."
"Hahaha Xiao Jung jangan bercanda denganku, tapi baiklah jangan menyesal kamu nantinya." Balas Ye Yan tertawa sinis. Lalu ia melanjutkan, "Teman-teman buatkan formasi Kura-kura."
"Baik." Ucap mereka serempak lalu segera membuat formasi yang di perintahkan.
"Xiao Jung ayo mulai hahaha."
"Baik bersiaplah untuk menahan seranganku." Ucapnya dingin sambil melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Ye Yan dan timnya
Di luar arena, Xiao Yunyue tersenyum tipis saat melihat ada orang yang berani menantang Kakaknya. Ia tidak khawatir karena perbedaan kekuatan sang kakak dengan lawannya sangat berbeda jauh.
Krek!
Krek!
Boom!
Boom!
Boom!
Dhuarr!
Dhuarr!
Dhuarr!
Terdengar beberapa ledakan dari atas arena membuat arena bergetar hebat seakan ada gempa bumi, setelah Xiao Jung melepaskan serangannya.
Whuss!
Whuss!
Whuss!
whuss!
Satu persatu anggota Ye Yan di kirim terbang keluar dari arena karena tidak mampu menahan serangan dari Xiao Jung, sementara Ye Yan mengutuk dirinya sendiri karena kebodohannya yang meremehkan kekuatan lawan.
"Uhuk-uhuk." Ye Yan terbatuk-batuk sambil mengeluarkan darah segar dari mulutnya dengan menatap Xiao Jung dengan tajam.
Ye Yan sangat cemburu dengan kebersamaan Xiao Jung dan Xiao Yunyue, karena dia berpikir Xiao Jung adalah kekasih dari wanita yang di sukainya Xiao Yunyue.
Kalian masih ingatkan kejadian yang terjadi di gerbang Ibu Kota? Tuan Muda dari Sekte Pedang Hitam saat melihat Xiao Yunyue, Ye Yan sudah tertarik padanya.
"Haha bagaimana apakah aku berlebihan?" Tanya Xiao Jung tertawa saat melihat tatapan tajam dari Ye Yan.
"Tunggu pembalasan ku, ayo teman-teman." Ucap Ye Yan sambil berjalan kembali ke tempatnya.
__ADS_1
"Baik pemenangnya adalah Tim Xiao Jung. Untuk tim Xiao Jung, tetap di atas arena sambil menunggu tim dari Lin Yue untuk menentukan siapa juara pertama dari pertandingan kelompok ini." Teriak Lou Lingzhan lantang
"Baik." Jawab Xiao Jun dan timnya tersenyum lembut, sambil melihat kearah sang adik dan timnya sedang menuju ke arena.
Setelah melihat tim Xiao Yunyue berada di atas arena, Lou Lingzhan berkata, " Baik apa kalian siap?"
"Siap!" Jawab tim Xiao Jung.
"Pertandingan di mulai." Teriaknya lantang.
"Kakak jangan sungkan, asahlah kemampuan kakak dengan melawan kami." Ucap Xiao Yunyue kepada sang kakak sambil membalas senyum dari kakaknya di balik cadarnya.
"Baik Yue'er." Balas Xiao Jung menganggukkan kepalanya setuju, lalu melanjutkan. " Ayo teman-teman mari tunj-......"
Dhuarr!
Dhuarr!
Dhuarr!
Belum selesai dengan kata-katanya, terdengar Ledakan yang sangat keras di gerbang Ibu Kota, membuat semua penonton, para tamu undangan dan lainnya tersentak kaget.
"Jendral Wang ada apa?" Tanya Kaisar Lou Qing Rou saat melihat Jenderalnya berjalan terburu-buru menuju kearahnya.
"Yang Mulia, ada serangan dari aliansi aliran hitam kam-......"
Boom!
Boom!
Boom!
"Jendral Wang, bawah semua warga dan para peserta ke tempat yang aman, dan untuk yang lainnya mohon bantuannya." Ucap Kaisar Lou Qing Rou kepada seluruh ketiga Kaisar dan Ketua Sekte/Akademi yang ada di sekelilingnya.
"Baik Yang Mulia." Balas Jenderal Wang langsung keluar untuk mengatur semua warga dan para peserta ke tempat yang aman.
"Kami pasti membantu Kaisar Lou Qing Rou." Ucap ketiga Kaisar itu serempak
"Kami juga pasti membantu Yang Mulia." Balas Ketua Sekte/Akademi serempak menangkupkan tangan mereka hormat.
"Baik terima kasih. Sekarang ayo segera menuju ke gerbang kota." Ucap Kaisar Lou Qing Rou sambil melesat duluan ke arah gerbang di ikuti yang lainnya.
Sedangkan Xiao Yunyue bersama sang kakak dan ketujuh bawahannya, masih berkumpul di atas arena dengan santai sambil melihat Jendral Wang membawa semua warga dan para peserta ke tempat aman.
"Kakak dan semuanya ayo kita menuju ke gerbang kota untuk membantu mereka!" Ucap Xiao Yunyue langsung melesat pergi di ikuti oleh yang lainnya.
Di gerbang Ibu Kota.
"Ayo hancurkan semuanya hahaha." Ucap Ketua Aliansi aliran hitam Du Bai.
Baik Ketua." Jawab semuanya semangat.
Dhuarr!
Dhuarr!
"Hahaha ini sangat menyenangkan." Ucap salah satu murid sambil tertawa, melepaskan serangan kepada satu persatu prajurit yang ada di depannya.
Whuss!
Whuss!
__ADS_1
Whuss!
Muncul Kaisar Lou Qing Rou dengan beberapa orang lainnya di gerbang kota, mereka bisa melihat para prajurit menjadi bulan-bulanan oleh Aliansi aliran hitam.
"Du Bai, ternyata kamu yang memimpin penyerangan ini keparat!" Teriak Kaisar Lou Qing Rou sambil melesat menuju ke arah Di Bai.
"Hahaha Lou Qing Rou kita bertemu lagi, bagaimana dengan kejutanku seruh bukan? Hahaha." Balas Du Bai dengan tertawa keras menunggu serangan menuju kearahnya.
Boom!
Boom!
Dhuarr!
Saat kedua serangan bertemu keduanya terdorong mundur beberapa langkah ke belakang dengan darah keluar dari sudut mulut mereka.
'Sangat kuat' Batin Kaisar Lou Qing Rou.
"Hahaha Lou Qing Rou bagaimana?" Tanya Du Bai dengan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Lou Qing Rou.
Whuss!
Whuss!
Whuss!
Xiao Yunyue dan kelompoknya sampai di tempat pertempuran dengan angin berhembus kencang ke segala arah.
"Bantu prajurit Kekaisaran dan yang lainnya!" Tegas Xiao Yunyue kepada ketujuh bawahannya.
"Baik Tuan."
Baik Nona." Jawab mereka serempak sambil menghilang dari tempat mereka berdiri.
Semua orang yang ada di pertempuran sangat terkejut, melihat beberapa orang bertopeng yang muncul di depan mereka. Ya, Xiao Yunyue dan kelompoknya menggunakan topeng agar semua orang tidak mengenali mereka.
Dhuarr!
Dhuarr!
Dhuarr!
Boom!
Boom!
Boom!
Setelah semua bawahan Xiao Yunyue turun tangan, serangan mereka membuat murid aliansi aliran hitam menjadi kabut darah. Semua orang kembali terkejut melihat kekuatan dan keganasan dari kelompok tersebut, sehingga membuat mereka bertanya-tanya siapa kelompok itu?
Sedangkan Xiao Yunyue dan Kakaknya tidak peduli dengan keterkejutan semua orang, kakak beradik itu hanya berdiri di tempat dengan wajah datar mereka sambil melihat bawahannya membantai musuh.
Di tempat lain, wajah Du Bai memerah karena marah melihat semua anggotanya satu persatu menjadi kabut darah. Dia melesat sambil melepaskan serangan ke salah satu dari mereka, sementara Long Jiang merasakan bahaya dari belakangnya hanya tersenyum tipis sambil membantai anggotanya, seakan yang menyerangnya itu hanya anak kecil.
**********
Bersambung......
Hy guys kita ketemu lagi..🙋🤗🥰
Jangan lupa memberi Author dukungan ya!🤍
__ADS_1