Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 49 - Mutiara Keabadian.


__ADS_3

Saat mereka semua sedang asik mengumpulkan Kristal Roh, tiba-tiba bukit tersebut bergetar.


"Saudari Yue, apa yang terjadi?" Tanya Mu Ang dengan cemas.


"Mungkin karena kita telah mengambil Kristal Roh yang ada di tempat ini." Jawab Yun Yunyue, lalu meminta mereka semua untuk segera pergi keluar meninggalkan tempat tersebut.


Namun baru saja mereka berniat pergi, tiba-tiba lubang yang sebelumnya membawa mereka tiba di tempat itu tertutup oleh reruntuhan.


Yan Lan yang berniat melepaskan serangan untuk membuka jalan, segera di hentikan oleh Yun Yunyue.


"Hentikan! Atau kita semua akan terkubur di dalam sini."


Yan Lan dengan cepat menarik kembali tekniknya, dia hampir saja bertindak ceroboh dengan tidak memikirkan hal itu.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Putri Qin Zhui Ying menatap semua orang.


"Kita ikuti lorong ini." Ucap Yun Yunyue yang langsung bergerak ke arah lorong.


Di dalam perut bukit sendiri, seperti halnya berada di sebuah gua.


Mereka semua bergeraklah dengan cepat di celah gua yang sempit, Yun Yunyue yang berada di barisan depan mengeluarkan Api Keabadian yang mengambang di udara sebagai penerangan.


Sedangkan tempat yang sebelumnya, kini telah tertumpuk tanah dan bebatuan.


Setelah cukup lama mereka semua bergerak dengan kecepatan tinggi, tidak lama kemudian terlihat setitik cahaya.


"Itu jalannya!" Teriak Mu Yen dengan senang.


"Tetap waspada!" Yun Yunyue memperingati, dengan melepaskan formasi untuk melindungi mereka.


Mereka yang kini sudah mempercayai Yun Yunyue sepenuhnya, hanya dapat menuruti. Bahkan Putra Mahkota Qin Zhuyao juga melakukan hal yang sama.


Whuss....!


Whuss....!


Mereka semua akhirnya berhasil keluar dari dalam lorong.


"Hahaha.... Ini sangat menyenangkan." Ucap anggota Keluarga Mu dengan tertawa. Mereka tidak menyangka kedatangannya ke lembah kuno sangat menyenangkan.


Berbeda dengan Yun Yunyue dan rombongannya, Putra Mahkota Qin Zhuyao, Putri Qin Zhui Ying dan Yan Lan. Mereka semua hanya diam dengan menatap ke arah depan.


Terlihat danau besar dengan air jernih berwarna biru Langit. Di tengah-tengah danau tersebut berdiri dengan megah sebuah istana.


Mu Ang, Mu Yen, Mu Ning dan Mu Xing melihat mereka diam, segera mengikuti arah pandang mereka.

__ADS_1


"Ini!" Mereka berempat kaget serta takjub bersamaan, menatap Istana megah yang berada di tengah-tengah danau berada di depannya.


"Kalian tunggu disini, aku akan mencoba memeriksanya." Yun Yunyue kemudian berjalan mendekati tepi danau.


"Yue'er..." Teriak Yun Jung dengan wajah penuh khawatir.


"Tenanglah Kakak."


Setelah berada di tepi danau, Yun Yunyue mencoba menyebarkan persepsinya memasuki dasar danau.


Yun Yunyue terus fokus mencoba mencari tahu sesuatu yang ada di tempat tersebut. Hingga beberapa saat kemudian,Yun Yunyue yang mencoba untuk masuk lebih dalam ke dasar sungai, merasakan adanya tekanan jiwa dan beberapa formasi tingkat tinggi.


"Aku yakin! Ada rahasia besar di danau ini." Batin Yun Yunyue, perlahan ia membuka matanya.


Yun Yunyue membalikkan badan menatap Sang kakak dan lainnya. " Aku akan mencoba memasuki danau. Kalian tetap berada disini." Ucap Yun Yunyue yang segera masuk ke dalam danau.


Mereka semua sebenarnya ingin ikut bersama Yun Yunyue memasuki danau, namun mereka tidak memiliki keberanian dan khawatir hanya akan menjadi beban jika terjadi sesuatu nantinya.


"Tetap waspada, kita akan berjaga di tempat ini." Ucap Putra Mahkota Qin Zhuyao menatap semua orang, lalu meminta Keluarga Mu untuk membuat formasi.


"Baik."


Di Dasar Danau.


Dengan tenang dan berhati-hati, Yun Yunyue terus bergerak lebih dalam. Di dalam danau sendiri terdapat beberapa rintangan, seperti pusaran ombak yang mencoba membawa Yun Yunyue, dan beberapa formasi ilusi yang mencoba memecahkan konsentrasi.


Setelah bersusah payah, Yun Yunyue akhirnya tiba di dasar danau tersebut.


"Ini!" Yun Yunyue menatap istana yang sama seperti yang ada di tengah-tengah danau sebelumnya.


Yun Yunyue mengerjakan matanya, mencoba untuk menyadarkan diri dari ilusi.


"Ini nyata." Ucap pelan Yun Yunyue yang sebelumnya mengira jika ini semua hanya ilusi.


Yun Yunyue kemudian mulai bergerak mendekati istana di depannya dengan waspada.


Baru saja Yun Yunyue tiba di halaman istana, tiba-tiba air di sekitarnya membentuk pusaran yang dapat menghisap apa saja.


Yun Yunyue sekuat mungkin menahan tubuhnya agar tidak masuk ke dalam pusaran air itu.


Dari Dalam Istana.


"Groarrrr..." Raungan keras menggema menggetarkan istana, membuat gelombang air di dasar danau.


Hingga beberapa saat kemudian, muncul seekor Naga Hitam dari dalam istana, yang langsung bergerak melesat menyerang ke arah Yun Yunyue.

__ADS_1


Yun Yunyue yang melihat serangan menuju ke arahnya, dengan cepat melepaskan sinar keemasan dari keningnya.


"Dhuarr..." Ledakan kertas terjadi di dasar danau, membuat dinding istana bergetar.


Yun Yunyue dan Naga Hitam tersebut sama-sama terlempar dengan keras sejauh puluhan meter yang langsung di sambut oleh pusaran air.


Sedangkan sang Naga Hitam tubuhnya menghantam sebagian istana hingga roboh.


"Ugh, siapa sebenarnya gadis itu! Aku dapat merasakan tubuhku hampir saja hancur." Batin Naga Hitam itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


"Jangan-jangan!" Wajah naga itu memucat, setelah menyadari jika sinar keemasan yang di keluarkan Yun Yunyue terasa tidak asing untuknya.


"Whuss..." Sang Naga melesat ke arah Yun Yunyue, lalu mengibaskan ekornya untuk menghancurkan pusaran air yang terus saja memporak-porandakan tubuh indah Yun Yunyue.


"Ugh.." darah segar keluar dari dalam mulut Yun Yunyue, tubuhnya menjadi merah seakan aliran darahnya terjadi penyumbatan, dengan wajah pucat pasi.


Sang Naga tiba-tiba merasakan tekanan yang sangat kuat, setelah darah Yun Yunyue keluar dan tercampur dengan air.


"Darah Abadi!" Sekali lagi Naga tersebut di buat terkejut, bahkan tubuhnya kini bergetar dengan hebat.


"Whuss... Whuss..." Api Keabadian dan Pedang Keabadian muncul dan langsung memberikan tekanan yang sangat kuat ke arah Naga tersebut.


"Ugh... A-ampun De-Dewi.." Naga itu berkata dengan suara yang tidak jelas karena seluruh organ dalamnya perlahan-lahan mencair.


Sekuat mungkin, Yun Yunyue mencoba untuk tetap sadar kalau tidak Naga tersebut akan hancur. "He-hentikan."


Mendengar suara sang Tuan, Api Keabadian dan Pedang Keabadian segera menghentikan perbuatan mereka, membuat Naga itu bernapas dengan lega.


Api Keabadian yang merasakan aura Mutiara Keabadian ada di dalam Istana, segera ia melesat pergi memasuki Istana mengambil Mutiara tersebut untuk diberikan kepada sang tuan.


Di Dalam Istana.


Terlihat Mutiara yang sangat indah dengan warna biru bercampur emas yang merasakan darah Keabadian di sekitar Istana, meronta-ronta di tempatnya ingin keluar, tapi karena di lindungi formasi yang hanya bisa di hancurkan dari luar membuatnya tertekan.


"Whuss..." Api Keabadian muncul di depannya yang langsung membuat formasi tersebut hancur berkeping-keping.


Kedua kekuatan dahsyat itu lalu kembali keluar dari dalam istana melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah sang Tuan berada.


Tidak sampai beberapa detik keduanya telah sampai di depan Yun Yunyue.


"Whuss..." Mutiara Keabadian langsung masuk ke dalam tubuh Yun Yunyue.


Boom..!


Boom..!

__ADS_1


***********


Bersambung......


__ADS_2