Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 27 - Hutan Tanpa Nama.


__ADS_3

Setelah semua bawahannya pergi Yun Yunyue mengajak kakaknya dan ketiga bawahannya untuk pergi menjelajahi seluruh Benua Timur Sebelum pergi ke Benua Tengah.


"Kakak ayo keluar dari sini kita juga akan ikut mereka tapi beda tujuan."


"Yue'er terus yang lainnya bagaimana, Yue'er belum mengeluarkan mereka dari kalung dimensi." Ucap Yun Jung


"Biarkan mereka tetap berada disana untuk meningkatkan kekuatan, apa lagi Xiao Mei dia masih berada di Pertapa Suci." Balas Yun Yunyue.


"Baiklah adikku yang cantik." Ucap Yun Jung sambil menusuk-nusuk pipi adiknya membuat Yun Yunyue menatapnya tajam karena ada tiga bawahannya disini.


"Hahaha ayo keluar aku sudah tidak sabar untuk berpetualang bersama adikku ini." Lanjut Yun Jung sambil menghentikan perbuatannya dari sang adik.


Setelah itu kelimanya keluar dari Gua JungYue dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah selatan, mereka ingin pergi menjelajahi Hutan Tanpa Nama yang katanya tidak ada orang yang berani mengusik hutan tersebut.


Kilatan cahaya terus bergerak membelah langit dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian cahaya itu mulai memperlambat pergerakan.


"Yue'er kita akan istirahat dulu di kota sebelum memasuki hutan tanpa nama atau kita melanjutkan perjalanan?." Tanya Yun Jung kepada adiknya.


"Apa kalian masih kuat?" Tanya Yun Yunyue kepada keempatnya yang ada di samping kiri kanan.


"Tentu Tuan, kami masih kuat, ini semua belum seberapa kami masih dapat terbang hingga beberapa hari jika Tuan menginginkan." Balas Long Jiang mewakili yang lainnya.


Yun Yunyue menganggukkan kepala.


"Jika begitu, kita akan memasuki hutan tanpa nama. Kita bisa beristirahat di sana untuk memulihkan diri sebelum menjelajahi hutan itu.


"Baik Tuan."


"Baiklah Yue'er."


Mereka terus melesat melewati langit kota, dari atas langit Yun Yunyue dengan tenang memperhatikan tempat di sekitar.


Sambil berbincang-bincang santai bersama keempatnya, tiga jam kemudian mereka mulai menjauh dari kota. Lima puluh kilometer di depan mereka mulai terlihat hutan gelap dengan berbagai tumbuhan liar membentang luas.


Ketiga bawahannya terlihat semakin bersemangat, mereka sudah tidak sabar untuk menjelajahi hutan tersebut.


Tidak lama kemudian mereka mulai turun dari langit dan memasuki hutan tanpa nama.


"Tetap waspada." Yun Yunyue memperingati saat merasakan aura dingin dan sangat mengerikan tiba-tiba muncul saat mereka baru saja memasuki kawasan hutan.


"Baik Tuan."


"Baik Yue'er." Ucap mereka sambil meningkatkan kewaspadaan.

__ADS_1


"Ingat jangan berpencar tetap bersama." Ucap Yun Yunyue saat melihat bagian dalam hutan tanpa nama seperti memiliki rahasia tersembunyi.


Hal itu terlihat di berbagai pohon yang menjulang tinggi dan beberapa akar liar di sekitar pohon tersebut.


"Baik Tuan."


"Yue'er ada apa dengan hutan ini, kok banyak akar liar di hutan aneh ini?" Tanya Yun Jung merasa aneh.


Whuss...!


Xiao Mei muncul di samping Yun Jung.


"Nona, dimana kita?" Tanya Xiao Mei merasa asing dengan tempat mereka berada saat ini.


"Kita sudah berada di bagian dalam hutan tanpa nama."


Sambil berjalan, mereka berenam selalu menyebarkan kesadaran masing-masing untuk memeriksa tempat disekitar.


Dua jam telah terlewati, sepanjang jalan Yun Yunyue dan rombongannya tidak mendapatkan halangan apapun. Bahkan untuk sekedar hewan dan berbagai serangga saja mereka tidak menemukan.


Semakin dalam mereka memasuki hutan tersebut, maka semakin kuat aura di sekitar. Udara di tempat itu sangat dingin dan mengandung racun tingkat rendah.


Yun Yunyue juga dapat merasakan aura yang begitu kacau berada di atas langit hutan tanpa nama itu.


"Tempat ini juga memiliki udara beracun, namun tumbuhan di sekitar tidak mengeluarkan aroma bau sama sekali." Hu Bai menimpali.


Xiao Mei dan Yun Jung sendiri hanya diam, keduanya merasa sedikit aneh dengan situasi di tempat ini.


"Nona, kami berdua tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan-...."


Belum sempat Xiao Mei selesai berbicara, Hu Bai, Long Jiang dan Long Qian tiba-tiba tertawa dengan keras. Sedangkan Yun Yunyue hanya menggelengkan kepala tidak berdaya.


"Kakak dan Mei, udara di dalam hutan ini memang sedikit beracun, dan itu semua tidak menjadi ancaman jika kita bertindak hati-hati. Hanya saja, kebanyakan dari orang di luar sana akan mengabaikan hal kecil seperti ini yang kemudian akan mengakibatkan diri kita terjebak dalam permainan sesungguhnya. Aku mengeluarkanmu dan mengajak Kakak datang kemari bukan tanpa alasan." Ucap Yun Yunyue dengan tenang.


Xiao Mei dan Yun Jung tiba-tiba menghentikan langkah mereka mencoba mencerna kata-kata dari Yun Yunyue.


Beberapa saat kemudian keduanya menutup mata lalu membuka kembali sambil menggelengkan kepala


"Kami benar-benar ceroboh!" Ucap Yun Jung dengan sedikit kesal telah mengabaikan hal kecil seperti ini.


Yun Yunyue dan ketiga bawahannya hanya menggelengkan kepala menatap keduanya.


"Lain kali kalian harus memahami setiap hal yang kalian lakukan, mengabaikan hal kecil juga dapat berimbas besar untuk keselamatan diri kita sendiri." Yun Yunyue memperingati keduanya.

__ADS_1


"Aku mengerti Nona."


"Yue'er kakak mengerti, lain kali kakak akan berhati-hati." Ucap keduanya yang kini sudah terbebas dari teknik ilusi yang di hasilkan dari racun di dalam hutan tanpa nama itu.


Di sepanjang jalan Yun Yunyue akan menggerakkan tangan untuk membuat segel pelindung.


Sepanjang jalan itu juga Yun Jung dan Xiao Mei banyak belajar hal baru.


Mereka terus berjalan menelusuri hutan tanpa nama, bahkan sekarang sudah memasuki dua hari setelah mereka tiba di hutan tanpa nama pertama kali.


"Tuan." Hu Bai sedikit merasakan beberapa pergerakan.


Tiba-tiba tanah di sekitar mereka bergetar, Beberapa pepohonan mengeluarkan akar liar dengan hembusan angin yang menggetarkan tempat itu.


"Whuss... Whuss..." Dari beberapa tempat muncul sosok hitam dengan bola mata merah.


"Ini?" Yun Jung dan Xiao Mei sangat terkejut melihat tampilan sosok itu.


Whusss...! Yun Yunyue dan ketiga bawahannya bergerak dengan cepat membawa Xiao Mei dan Yun Jung melayang di udara.


Dari tempat mereka berdiri, muncul sulur-sulur akar hitam membentuk cakar.


Yun Yunyue dengan cepat mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan, dengan gerakan cepat melepaskan tebasan ke arah sulur-sulur itu.


Dhuarr...!


Ledakan keras terdengar bersamaan asap Hitam kembali membentuk sosok hitam dengan bola mata merah.


"Nona, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xiao Mei sedikit cemas.


Yun Yunyue tidak menjawab pertanyaan Xiao Mei, dia dengan tenang kembali mengeluarkan kedua belas bawahannya dari kalung dimensinya. Apa yang dilakukan Nonanya membuat wajah Xiao Mei pucat.


'Apa Nona ingin mengorbankan kami semua?' Batin Xiao Mei dengan tidak percaya.


Namun Xiao Mei dengan cepat menggelengkan kepala menyingkirkan pikiran itu.


Yun Yunyue tersenyum santai. " Ada apa? Apa kalian semua tidak ingin berlatih? Anggap saja mereka semua bahan latihan kalian agar lebih terbiasa menghadapi pertarungan."


**********


Bersambung........


"Hallllo Guys Selamat membaca dannn,,, jangan lupa like komen dan Vote ya 🤗😘🥰🤍

__ADS_1


__ADS_2