
Yun Yunyue dan rombongan yang sedang menuju Keluarga Mo, akhirnya tiba di depan gerbang. Kedatangan mereka langsung di sambut tatapan tajam oleh para murid yang sedang berjaga di depan gerbang.
"Tetua! Apa yang terjadi?" Tanya salah satu murid, menatap ketiga tetua mereka yang terluka parah.
"Whuss..." Puluhan murid Keluarga Mo tiba-tiba muncul di depan gerbang, setelah merasakan kehadiran Yun Yunyue dan rombongannya.
Wajah mereka menampakkan keterkejutan, menatap ketiga tetua yang kini telah kehilangan tingkat kultivasi.
Mereka semua Kemudian menatap ke arah Mo Tian dengan niat membunuh.
"Mo Tian! Jelaskan pada kami, apa yang sebenarnya terjadi?" Teriak marah salah satu murid.
Mo Tian sendiri hanya diam, Yun Yunyue yang berada di sampingnya menatap mereka semua dengan senyum iblisnya.
"Ternyata Keluarga Mo benar-benar dalam keadaan yang sangat kacau!" Ucap pelan Yun Yunyue dengan menggelengkan kepala.
Yun Yunyue mengalihkan pandangan menatap Mo Tian.
"Tidak perlu khawatir, seharusnya kamu sudah mengetahui bagaimana situasi di Keluarga Mo saat ini." Ucap Yun Yunyue menenangkan Mo Tian yang sangat ketakutan.
Setelah mengucapkan hal itu, Yun Yunyue langsung bergerak mendekati murid Keluarga Mo yang terus menatap tajam ke arahnya. Setelah berada sekitar lima meter jaraknya, Yun Yunyue lalu berhenti.
"Aku tidak menyangka akan mendapatkan sambutan seperti ini dari kalian. Apa memang seperti ini perilaku Keluarga Mo pada tamunya?" Yun Yunyue menatap mereka dengan tenang.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu murid Keluarga Mo dengan berbisik menatap murid yang bertindak sebagai ketua.
"Segera laporkan hal ini pada tetua, aku akan mencoba menahan mereka bersama dengan yang lain."
"Apa ini tidak berlebihan?"
"Aku rasa tidak."
Kemudian murid tersebut segera pergi masuk ke dalam untuk melaporkan hal ini pada tetua mereka.
Yun Yunyue sendiri masih berdiam diri di tempatnya.
Hingga beberapa saat kemudian, murid yang sebelumnya pergi kembali bersama dua orang tetua.
"Kalian! Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap tetua tersebut menatap Mo Tian dengan sangat marah.
Namun Mo Tian lagi-lagi hanya terdiam, tanpa berniat menjawab pertanyaan tersebut.
Yun Yunyue tertawa pelan, lalu menatap kedua tetua tersebut dengan tatapan tajam.
"Apakah ada yang bisa menjelaskan padaku tentang tindakan kalian ini?" Ucap Yun Yunyue kini mulai meninggikan suaranya.
Kedua tetua yang baru saja datang, mengalihkan pandangan ke arah Yun Yunyue.
"Benar-benar arogan! Siapa yang memintamu untuk berbicara?" Ucap tetua tersebut dengan nada angkuh.
"Whuss..." Bola api sebesar kelereng muncul di kelima jari tangan kanan Yun Yunyue.
"Jika aku tidak memiliki hak untuk berbicara, lalu bagaimana jika aku menghancurkan beberapa bangunan di tempat ini?" Yun Yunyue dengan tersenyum tipis, lalu menggerakkan jarinya membuat kelima bola Api Keabadian di ujung jari tersebut bergerak berputar.
__ADS_1
"Lancang!" Teriak kedua tetua tersebut dengan marah.
Setelah kedua tetua Keluarga Mo berteriak dengan suara keras, dalam waktu singkat tempat itu sudah di penuhi ratusan hingga ribuan murid Keluarga Mo serta para tetua tingkat tinggi.
Yun Yunyue tersenyum tipis melihat kedatangan mereka semua, lalu menghilang dari tempatnya.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di samping kedua tetua tersebut.
Dengan gerakan cepat, Yun Yunyue melepaskan pukulan ke arah wajah keduanya secara bergantian.
"Booms..."
"Booms..."
Kedua tetua itu terlempar menghantam gerbang dengan keras, membuat semua orang menatap dengan tidak percaya.
"Sangat cepat." Batin semua orang menatap Yun Yunyue dengan takjub.
"Kalian semua bukan lawanku. Jadi, sebaiknya kalian panggil Patrick kalian untuk datang menemuiku sekarang juga!" Yun Yunyue mendengus pelan.
"Jenderal Zhiang, Tetua Agung Xi Qiameng, lempar ketiga sampah itu!"
"Baik, Nona Muda!"
Keduanya lalu melemparkan tubuh ketiga tetua yang sudah tidak berdaya ke arah murid Keluarga Mo.
"Kami menemukan sampah yang sangat mengganggu kenyamanan mataku, jadi aku datang kesini untuk membuangnya, setelah itu aku akan membakar sampah itu di tempat pembuangan sampah ini!" Ucap Yun Yunyue dengan ekspresi dingin.
"Apa dia sudah bosan hidup?" Batin semua orang menatap Yun Yunyue.
Salah satu tetua menatap ke arah Mo Tian dengan kemarahan yang menyala, setelah itu melesat dengan cepat melepaskan serangan.
Tubuh Mo Tian bergetar dengan hebat, sedangkan Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng mendengus menatap kesal tetua itu.
"Serahkan padaku!" Jenderal Zhiang langsung menghilang dari tempatnya.
"Bunuh mereka yang pantas untuk di bunuh!" Ucap Yun Yunyue menatap beberapa murid yang terlihat sangat ketakutan.
Yun Yunyue mengetahui jika mereka semua terpaksa tunduk di bawah perintah Patrick Keluarga Mo saat ini. Apalagi dia telah mengetahui jika Patrick Keluarga Mo sebenarnya adalah ayah dari Mo Tian yang kini tidak di ketahui Keberadaannya.
"Whuss..."
"Dhuarr..."
Ledakan keras sekali lagi mengejutkan semua orang, bersamaan dengan raungan kesakitan tetua tingkat tinggi Keluarga Mo yang terlempar dengan keras menghancurkan bangunan-bangunan di sekitarnya.
"Kalian yang tidak ingin mati di tempat ini, silahkan memisahkan diri sekarang juga!" Ucap Jenderal Zhiang yang terus bergerak mendekati tetua itu, lalu menamparnya dengan keras.
Mendengar ucapan Jenderal Zhiang, membuat sebagian murid bergerak menjauh.
"Apa yang kalian lakukan!" Teriak anggota Keluarga Mo dengan marah.
"Dhuarr..." Ledakan keras menggema, saat sosok tetua tiba-tiba muncul menahan tamparan Jenderal Zhiang, menggunakan tangannya.
__ADS_1
Sosok yang menahan tamparan Jenderal Zhiang, terpukul mundur hingga beberapa langkah dengan raut wajah terkejut.
"Sangat kuat!" Batin sosok tersebut dengan tangan bergetar dan terasa sangat kebas.
"Bajingan! Siapa kalian yang datang ke Keluarga Mo dan membuat kerusuhan di tempat ini?" Tanya sosok tetua tersebut dengan wajah memerah.
"Kau tidak layak untuk berbicara denganku!" Jawab Jenderal Zhiang dengan tatapan tajam.
"Bajingan! Kalian benar-benar sombong, orang seperti kalian tidak layak untuk hidup di dunia ini!" Teriak marah tetua tersebut, lalu meminta pasukan yang tersembunyi untuk menangkap Yun Yunyue dan rombongannya.
"Aku malas mendengar ocehanmu itu! Kemarilah, aku akan menghancurkan kalian semua!" Ucap Jenderal Zhiang, yang kemudian mengangkat tangannya ke atas.
"Trakk..." Gelombang petir berwarna biru muncul di telapak tangan Jenderal Zhiang.
Pasukan yang sebelumnya bersembunyi segera melesat ke arah Jenderal Zhiang. Tetua Agung Xi Qiameng tersenyum menatap mereka semua dengan tatapan penuh semangat.
Yun Yunyue menggelengkan kepala, menatap kedua orangnya yang sangat bersemangat.
"Hahaha... Kalian semua akan menjadi tempat latihanku mencoba kekuatan ini!" Teriak Tetua Agung Xi Qiameng dengan terus bergerak melepaskan serangan.
Yun Yunyue menatap ke arah Mo Tian, lalu membuat formasi untuk melindunginya.
"Tenang saja, aku hanya mencabut duri di Keluarga Mo.." Yun Yunyue menatap Mo Tian, lalu segera melesat dengan kecepatan tinggi sambil melepaskan serangan Siluet keemasan dari keningnya.
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
Mo Tian menatap Yun Yunyue, Jendral Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng dengan tatapan kagum.
Satu persatu pasukan yang keluar dari persembunyiannya berubah menjadi kabut darah. Sedangkan di tempat lain, terlihat beberapa tetua tingkat tinggi Keluarga Mo mencoba menjaga jarak dari Yun Yunyue sambil menunggu kesempatan.
Yun Yunyue mengetahui kehadiran mereka, ia yang memahami para tetua tingkat tinggi itu hanya menggelengkan kepala, dia memang sengaja sedikit bermain dengan pasukan yang baru saja datang, agar mereka segera menyerang ke arahnya.
Hingga beberapa menit kemudian, terlihat potongan tubuh dengan bercak darah yang memenuhi tempat itu.
"Kalian terlalu banyak berfikir!" Yun Yunyue menggelengkan kepala, menatap para tetua tingkat tinggi yang masih bersembunyi. Dia langsung melesat dengan cepat ke arah mereka sambil melepaskan serangan Pedang Bintang.
"Whuss..."
"Dhuarr..." Tiga orang tetua tingkat tinggi yang sedang bersembunyi tidak dapat menghindari serangan Yun Yunyue, membuat mereka terlempar puluhan meter membuat pasukan khusus Keluarga Mo dan para murid bergedik ngeri.
Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba muncul ledakan aura yang sangat ganas dari dalam Keluarga Mo.
Yun Yunyue yang merasakan aura itu tersenyum, menatap ke arah dimana dia merasakan kehadiran beberapa sosok.
"Akhirnya mereka datang untuk menyambut kedatanganku..." Yun Yunyue terkekeh pelan, membuat para murid yang sudah memisahkan diri menatapnya dengan pandangan aneh.
*
*
Bersambung......
__ADS_1