
Yun Yunyue dengan tenang terus menikmati hidangan di atas meja, sesekali ia akan menatap ke arah meja dimana tetua dan ketiga pemuda itu berada.
Lima menit kemudian, Yun Yunyue menghentikan gerakan tangannya, lalu menatap ke arah mereka.
"Tetua, saudara, apa ada yang salah denganku?" Tanya Yun Yunyue berpura-pura tidak mengetahui rencana mereka.
Tetua itu pun tersenyum menatap ke arah Yun Yunyue, " Tidak ada Nak, kami hanya penasaran denganmu." Ucap tetua sambil berjalan mendekati Yun Yunyue.
Ketiga pemuda itu ikut bangkit, lalu berjalan menghampiri meja Yun Yunyue.
"Penasaran?" Yun Yunyue mengerutkan kening.
"Cih..." Dengus salah satu dari ketiga pemuda, menatap jijik Yun Yunyue yang mukanya terbakar sebelah.
"Jaga sikap kalian, jangan sampai dia mencurigai rencana kita!" Ucap sang tetua melalui telepati.
"Baik tetua." Jawab mereka, mencoba untuk tetap bersikap tenang.
"Nak, bolehkah kami bergabung denganmu?"
"Silahkan tetua, masih ada bangku kosong di mejaku." Yun Yunyue kemudian memanggil pelayan.
Pelayan menghampiri Yun Yunyue dengan raut wajah cemas.
"Nona."
"Pelayan, aku ingin memesan makanan dan minuman seperti yang aku pesan sebelumnya. Dan tambahkan arak terbaik yang kalian miliki."
"Baik Nona." Pelayan kemudian segera mempersiapkan pesanan Yun Yunyue.
"Nak, maaf telah merepotkan."
Yun Yunyue hanya membalas dengan tersenyum tipis.
"Nak, darimana kamu berasal?"
"Maaf tetua, aku tidak bisa menjelaskan darimana aku berasal."
"Baiklah, aku mengerti. Bagaimana juga kita baru saja saling bertemu."
"Bajingan kecil ini!" Batin sang tetua, mencoba menahan kekesalannya.
Awalnya, ia sudah mencoba bersikap ramah kepada Yun Yunyue, namun sekarang dirinya merasa terhina, saat melihat bagaimana respon yang di tunjukkan oleh Yun Yunyue saat berbicara dengannya.
Yun Yunyue sendiri hanya bersikap cuek, dia sudah mengetahui kemana arah pembicaraan tetua tersebut.
"Lancang! Kau harusnya sadar diri!" Teriak pemuda yang bersama tetua tersebut, dengan marah.
Semua pengunjung yang ada di lantai dasar penginapan terdiam. Mereka semua fokus menatap ke arah meja Yun Yunyue.
"Hais.. Nasib gadis kecil itu begitu buruk, karena harus bertemu dan membuat masalah dengan mereka." Ucap seseorang yang berada di meja lain.
"Kau benar, semoga dia baik-baik saja." Ucap rekanya menimpali.
"Jika dia tidak mati, maka dia akan terluka cukup parah karena telah memancing amarah anggota Sekte racun Neraka." Ucap yang lain menimpali.
"Kau benar."
Meski mereka berbicara dengan suara pelan, namun Yun Yunyue masih dapat mendengar obrolan dari para pengunjung.
"Sekte racun Neraka, bukankah ini sangat kebetulan?" Batin Yun Yunyue dengan terkekeh pelan.
Yun Yunyue akhirnya mengetahui latar belakang tetua dan ketiga pemuda tersebut.
Melihat reaksi Yun Yunyue yang masih dapat tersenyum, membuat pemuda yang lain merasa heran.
__ADS_1
"Kenapa dia masih bisa bersikap tenang, apa dia tidak mendengar obrolan orang-orang di tempat ini."
"Entahlah, sebaiknya kita tetap berhati-hati." Ucap sang tetua, dia merasa jika Yun Yunyue tidak sesederhana yang terlihat.
Meski memiliki tingkat kultivasi di ranah pendekar Pertapa Suci, namun dia masih tetap tenang saat berhadapan dengan pendekar Raja Langit puncak.
Yun Yunyue sendiri selalu memiliki kebiasaan untuk menekan, atau menyembunyikan tingkat kultivasi yang sebenarnya.
Salah satu pemuda yang memang sejak awal sudah tidak menyukai Yun Yunyue karena wajahnya yang buruk rupa, dengan cepat bergerak melepaskan tinju.
Yun Yunyue menggelengkan kepala, menatap malas pemuda tersebut.
"Whuss..."
Yun Yunyue yang melihat serangan tinju itu hampir mengenainya, dengan tenang mengangkat tangan kanannya.
"Krak..." Pukulan pemuda tersebut di tahan dengan mudah oleh Yun Yunyue, bahkan terdengar suara retakan tulang.
"Apa!" Batin semua orang yang ada di lantai dasar, menatap dengan tidak percaya.
Yun Yunyue menatap tajam pemuda tersebut, dengan gerakan santai memutar pergelangan tangannya.
"Krak..."
Suara tulang retak yang lebih keras terdengar, hingga beberapa saat kemudian sang pemuda terjatuh berguling di atas lantai.
"Argh..."
"Saudara..." Ucap pemuda yang lain, lalu menatap ke arah Yun Yunyue.
"Bajingan kecil!" Teriaknya, lalu mencabut pedang dari sarungnya, dengan gerakan lebih cepat dari pemuda yang sebelumnya, dia melesat ke arah Yun Yunyue.
"Whuss..."
"Whuss..."
"Dhuarr..."
Serangan pedang mengenai udara kosong, membuat lantai penginapan mengalami keretakan.
"Formasi tingkat tinggi!" Batin sang tetua dengan kaget, saat merasakan energi yang sangat kuat menyelimuti tempat tersebut.
Yun Yunyue muncul di hadapan pemuda itu, lalu melepaskan tamparan keras ke bagian wajahnya.
"Booms..." Pemuda itu terlempar, hingga menghancurkan meja.
Melihat Yun Yunyue yang akan kembali melepaskan serangan, membuat sang tetua sangat marah.
"Whuss..." Dengan gerakan cepat, tetua itu segera melesat menahan pukulan Yun Yunyue.
"Dhuarr..." Tetua yang mencoba menahan pukulan Yun Yunyue terlempar dengan keras menghantam dinding penginapan.
"Sangat kuat." Batin tetua tersebut dengan menahan rasa sakit.
Sementara itu, semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap dengan tidak percaya.
Bagaimana bisa seorang yang berada pada tingkat Pendekar Pertapa Suci mampu melakukan itu semua.
"Apa aku tidak salah lihat?" Ucap salah satu dari mereka.
"Sepertinya tidak, bisa saja gadis kecil itu sengaja menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya."
"Jika apa yang kau katakan benar, maka aku sangat yakin, jika gadis kecil itu memiliki latar belakang yang sangat kuat."
"Kau benar, dengan usia yang masih sangat muda, namun memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, maka tidak salah lagi jika dia memiliki latar belakang yang menakutkan."
__ADS_1
"Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur dalam masalah ini." Ucap salah satu dari mereka memberi saran.
Semua orang menganggukkan kepala setuju. Jika mereka ikut campur, maka nyawa mereka yang akan terancam.
Bukan hanya menyinggung satu kekuatan saja, bahkan dua kekuatan sekaligus.
Yun Yunyue berjalan ke arah tetua itu, dengan gerakan cepat, dia menginjak tangan sebelah kanan, lalu menekannya ke lantai.
"Argh..." Teriaknya kesakitan.
"Apa hanya ini saja kekuatan dari tetua sekte racun Neraka?" Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum tipis.
Sedangkan orang yang sebelumnya membicarakan hal itu pun merasa kaget.
"Dia bahkan dapat mendengar percakapan kami." Batin mereka semua dengan bergedik ngeri, takut menjadi sasaran selanjutnya.
"Nak! Jika kau sudah mengetahui dari mana kami berasal, lebih baik kau segera pergi dari sini, sebelum Sekte racun Neraka menjadikanmu sebagai buronan Sekte!" Ucap tetua itu, mencoba menakuti Yun Yunyue menggunakan nama Sekte racun Neraka.
"Oh, Apakah Sekte racun Neraka begitu menakutkan?"
"Hahaha.... Tentu saja, bahkan Patrick kami sudah berada pada pendekar Dewa Langit puncak!" Ucap tetua itu dengan bangga mengatakan hal tersebut.
"Whuss..." Tiba-tiba muncul tetua dari sekte racun Neraka, yang sebelumnya telah di tangkap oleh Yun Yunyue.
"Tetua Agung."
Sang tetua yang di panggil tetua Agung, menatap sedih mereka berempat.
"Hais... Mereka juga mengalami nasib sial sama sepertiku." Batinnya.
Semua pengunjung yang ada di tempat itu, semakin di buat terkejut akan kedatangan tetua Agung sekte racun Neraka yang secara tiba-tiba.
Dengan segera, tetua Agung itu berlutut di hadapan Yun Yunyue dengan sangat hormat.
"Nona Muda, hamba Xi Qiameng memberikan hormat."
"Apa!" Semua orang yang ada di dalam ruangan itu ternganga, menatap apa yang terjadi dengan tidak percaya. Wajah tetua dan tiga pemuda dari sekte racun Neraka kini berubah pucat pasi, melihat bagaimana sikap Tetua Agung mereka yang sangat menghormati Yun Yunyue.
"Jelaskan padaku, apa mereka bagian dari sekte racun Neraka?"
"Benar, Nona Muda. Mereka adalah tetua kelima dan ketiga muridnya, yang sedang menjalankan misi dari sekte untuk membuat masalah di Ibu Kota dengan menculik dan meracuni tuan muda kaya raya."
Yun Yunyue menganggukkan kepala dengan tenang. "Duduklah!"
"Terima kasih Nona." Xi Qiameng lalu duduk di bawah kaki kursi Yun Yunyue, dan menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan tatapan tajam.
"Dimana sikap hormat kalian pada Nona Muda!" Teriak Xi Qiameng, pada keempat anggota sektenya.
Dengan segera, tetua kelima dan ketiga muridnya berlutut di hadapan Yun Yunyue.
Yun Yunyue yang melihat gerakan mencurigakan dari tetua kelima Sekte racun Neraka hanya tersenyum tipis, membiarkan sesuatu melewati formasi yang telah ia buat.
"Kalian juga!" Xi Qiameng menunjuk ke arah para pengunjung di tempat itu.
"Xi Qiameng! Mereka tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini! Jika kau sedang mencari muka, tidak perlu melibatkan orang lain!" Ucap Yun Yunyue dengan tenang.
Namun kata-kata Yun Yunyue seakan menjadi tamparan keras bagi Xi Qiameng.
"Ba-baik Nona."
*
*
Bersambung....
__ADS_1