
Setelah beristirahat serta menaikkan tingkat kultivasi di dalam kalung dimensi, Yun Yunyue dan Yun Jung lalu keluar.
"Whuss..." Mereka berdua muncul di dalam Istana Penginapan Lotus.
Di Dalam Istana.
Tetua Xian Feng dan lainnya yang berada di tempat itu menatap kehadiran mereka berdua dengan hormat.
"Nona Muda, Tuan Muda." Mereka semua memberikan hormat.
Yun Yunyue dan Yun Jung menganggukkan kepala dengan tersenyum hangat.
"Nona Muda, apa Nona Muda akan segera pergi?" Tanya tetua Xian Feng dengan tidak rela.
"Benar, tetua. aku dan Kakakku akan segera pergi hari ini juga."
Tetua Xian Feng dan lainnya terdiam menatap hormat kakak beradik itu.
"Baiklah. Karena kami mengetahui masih banyak hal yang akan Nona Muda kerjakan. Berhati-hatilah Nona Muda, dan berikan kabar pada Penginapan Lotus atau kepada markas utama jika Nona Muda dan Tuan Muda membutuhkan bantuan."
"Baik, aku mengerti..." Jawab Yun Yunyue sambil menganggukkan kepala.
"Aku harap Penginapan Lotus akan semakin kuat dan berkembang, menjadi salah satu kekuatan yang di segani di seluruh Benua. Tetua Xian Feng dan lainnya, jaga Penginapan Lotus dengan baik-baik. Yuan Shou dan Ling Ling!"
"Kami mengerti Nona Muda!" Ucap keduanya dengan tatapan sedih melihat kepergian sang Nona.
Yun Yunyue menganggukkan kepala. "Mei, kemarilah, ikutlah bersama kami. Dan Lu Zhan, Han Rou dan Zhe Lan tetap di sini bantu yang lainnya" Yun Yunyue menatap Xiao Mei yang terlihat ingin menangis.
"Baik Nona Muda."
"Baik, kami bertiga pergi." Yun Yunyue dan Yun Jung beserta Xiao Mei memberikan hormat pada semua orang.
Setelah kepergian Yun Yunyue.
"Tetua Xian Feng, aku sedikit khawatir mengenai tujuan Matrick Muda.." Ucap salah satu tetua.
"Tetua maksud anda?"
"Hmm... Mungkin ini hanya perasaanku saja. Bagaimana pun sudah sekian lama tidak ada orang yang pergi menuju Benua Barat."
"Tetua, aku mengerti." Semua orang terdiam memikirkan hal ini.
Memang sudah lebih dari puluhan tahun tidak ada lagi yang pergi menuju Benua Barat. Dan kali ini, Matrick Muda mereka adalah orang pertama yang akan mencoba untuk pergi ke Benua Barat itu.
Di Tempat Lain.
Yun Yunyue dan lainnya muncul di atas Penginapan Lotus.
"Whuss..." Enam bawahannya muncul di sampingnya, lalu memberikan hormat.
"Long Zhou Yang dan lainnya, aku akan pergi ke Istana Kekaisaran Qin terlebih dulu. Bagaimana pun aku harus memperkenalkan Yun Yin pada mereka." Ucap Yun Yunyue.
Yun Jung yang mendengar itu merasa sangat senang.
"Baik, Tuan." Kesembilan orang itu lalu bergerak terbang menuju Kekaisaran Qin.
"Whuss..." Sembilan kilatan cahaya terus melesat dengan kecepatan tinggi.
Menjelang siang, setelah menempuh perjalanan sekitar enam jam tanpa beristirahat, Yun Yunyue dan lainnya mulai memasuki kawasan Ibu Kota.
Hubungan Kekaisaran Qin dan Penginapan Lotus memang sangat baik, apa lagi setelah Yun Yunyue menjadi anak angkat mereka, juga dengan ketiga fraksi milik Yun Yunyue.
Setelah tiba di Ibu kota, mereka langsung bergerak menuju Istana Kekaisaran.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Yun Yunyue menghentikan gerakan di atas langit Istana Kekaisaran.
"Tuan, apa kita akan masuk melalui gerbang?" Tanya Yun Jinling.
Yun Yunyue terdiam, ia mencoba menyebarkan persepsinya.
"Awasi tempat ini. Aku dan kakakku beserta Mei Mei akan langsung masuk ke dalam Istana." Ucap Yun Yunyue memberikan perintah.
"Baik, Tuan." Enam bawahannya kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga.
Setelah kepergian mereka, Yun Jung menatap sang adik dengan bingung.
Yun Yunyue tersenyum. "Aku merasakan Ibu Permaisuri sedang berada di taman Kakak."
Yun Jung menganggukkan kepala, lalu mereka bertiga langsung melesat menuju taman Istana.
"Whuss..."
Matra formasi di sekitar Istana bergetar, membuat wajah beberapa pasukan tersembunyi terkejut.
"Komandan.."
"Kalian segera pergi melindungi Permaisuri dan Kaisar. Aku akan melaporkan hal ini pada Jenderal besar."
"Baik." Pasukan yang sedang bersembunyi itu langsung bersiaga.
Sang komandan terlihat sangat cemas. "Bagaimana bisa ada penyusup di dalam Istana." Batinnya terus bergerak.
Di Taman.
Permaisuri Yin Yuan bersama Qin Zhui Ying yang sedang melihat beberapa tanaman bunga, merasa aneh saat pasukan khusus Kekaisaran tiba-tiba muncul di sekitarnya.
Beberapa saat kemudian, tiga sosok muncul tidak jauh darinya.
"Kakak Yue, kakak Jung...."
"Yue'er, Jung'er, apakah itu benar kalian?" Permaisuri Yin Yiaran berjalan dengan cepat menghampiri mereka.
"Hormat pada Nenek Yin Yiaran, dan Bibi Qin Zhui Ying. Aku Yun Yin, Putri Ibu Yun Yunyue..."
Belum sempat tiba di dekat mereka, tiba-tiba seorang gadis kecil berlutut dan memberikan hormat, membuat Permaisuri Yin Yiaran dan Qin Zhui Ying menghentikan langkah dengan keadaan linglung.
Tempat itu menjadi hening, bahkan pasukan khusus Kekaisaran juga ikut terdiam, seakan mulut mereka semua membeku.
"Ibu, Yin'er akan terus berlutut jika Ibu tidak membalas hormatnya." Ucap Yun Yunyue terkekeh geli.
"Ah... Maafkan Ibu." Permaisuri Yin Yiaran tersadar, lalu melanjutkan langkah kakinya mendekati mereka.
Saat tiba di hadapannya, Permaisuri Yin Yiaran langsung membantu Yun Yin untuk bangun.
"Nak, bangunlah. Aku menerima penghormatanmu." Meski masih dalam keadaan bingung, Permaisuri Yin Yiaran mencoba untuk bersikap tenang.
Yun Yin bangkit berdiri, lalu menatap ke arah Yun Yunyue dengan sedih.
"Ibu, apa Nenek tidak menyukaiku?"
Deg! Jantung Permaisuri Yin Yiaran berdetak dengan kencang mendengar ucapan Yun Yin.
"Yue'er, Jung'er, Ibu butuh penjelasan dari kalian." Permaisuri Yin Yiaran semakin di buat gugup dan serba salah.
Yun Yin sendiri mulai meneteskan air mata. Yun Yunyue yang tidak tega, langsung menggendong Yun Yin ke dalam pelukan.
"Ibu, aku akan menjelaskan pada kalian mengenai Yun Yin." Ucap Yun Jung yang membuka suara.
__ADS_1
Permaisuri Yin Yiaran menganggukkan kepala, lalu membawa mereka semua masuk ke dalam Istana.
Melihat kepergian mereka, wajah pasukan khusus Istana Kekaisaran Qin masih terpaku. Mereka semua masih mencoba mencerna semua adegan yang baru saja mereka saksikan.
Di Perjalanan.
Permaisuri Yin Yiaran masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia merasa penasaran akan identitas Yun Yin, bagaimana juga ini semua sangat cepat. Dia merasa benar-benar seperti orang bodoh.
Setelah berjalan menelusuri bangunan-bangunan Istana, mereka akhirnya tiba di depan aula khusus Keluarga.
Di Tempat Lain.
Kaisar Qin Shan dan Qin Zhuyao yang sedang duduk mendengarkan laporan dari para petinggi, merasa sedikit terganggu dengan kedatangan seorang komandan.
"Komandan Zhian!" Jenderal besar mengucapkan dengan marah.
Komandan Zhian merasa sangat gugup, mendapatkan tatapan mematikan dari Jenderal Tian.
"Hormat pada Kaisar, Putra Mahkota, Jenderal besar, serta para petinggi." Sang komandan memberikan hormat, lalu menjelaskan tentang apa yang baru saja terjadi.
Semua orang di dalam ruangan itu langsung berdiri.
Pintu ruangan kembali terbuka, memperlihatkan seorang prajurit yang berjalan masuk dengan tergesa-gesa.
"Kaisar, aku mendapatkan perintah dari Permaisuri untuk memanggil Kaisar dan Putra Mahkota menuju aula Keluarga. Di tempat itu juga, ada ada Nona Muda Yun Yunyue, Tuan Muda Yun Jung." Ucap sang prajurit setelah memberikan hormat.
Baru saja prajurit itu menyelesaikan ucapannya, lagi-lagi tempat itu di datangin oleh salah satu pasukan khusus.
"Hmm..." Semua orang terlihat sangat bingung dengan situasi ini.
Prajurit khusus itu juga merasa canggung saat mendapatkan tatapan dari semua orang.
Setelah menarik napasnya dalam-dalam dan memberikan hormat, prajurit khusus itu langsung menjelaskan tentang situasi yang sebenarnya. Dia juga menjelaskan tentang kehadiran seorang gadis kecil pada mereka semua.
Kaisar Qin Shan rasanya ingin berteriak mendengar laporan dari mereka ketiga. Bahkan laporan dari para petinggi sebelumnya tiba-tiba saja menghilang dari dalam ingatan, setelah mendengar laporan yang sangat untuk di cerna dan di pahami.
"Hmm, baiklah. Kita akan melanjutkan kembali pertemuan besok pagi." Kaisar Qin Shan lalu berjalan keluar meninggalkan tempat itu dengan langkah cepat, di ikuti Putra Mahkota.
Semua orang masih terdiam, mereka saling menatap satu sama lain memperlihatkan wajah kebingungan tidak mengerti dengan situasi ini.
Di Dalam Aula Keluarga.
Yun Yunyue dan Yun Jung telah selesai menjelaskan pada Permaisuri Yin Yiaran mengenai Yun Yin.
Setelah mendengar itu semua, Permaisuri Yin Yiaran terlihat sangat sedih, begitu juga dengan Qin Zhui Ying, saat mengetahui bagaimana kehidupan yang di jalani gadis kecil itu.
"Yin'er, kemarilah. Panggil aku Nenek..."
Yun Yin menatap Yun Yunyue, setelah mendapatkan anggukan kepala, Yun Yin berjalan mendekati Permaisuri Yin Yiaran.
Permaisuri Yin Yiaran lalu memangku Yun Yin dengan penuh kehangatan. Sementara Qin Zhui Ying sangat senang karena sudah menjadi Bibi.
"Yin'er adalah cucu pertama Nenek yang sangat cantik, Nenek sangat menyayangi Yin'er.." Permaisuri meneteskan air mata penuh kebahagiaan.
Yun Yin ikut menangis, dia lalu mengangkat tangan kecilnya untuk menghapus air mata Permaisuri Yin Yiaran.
"Nenek, jangan nangis. Yin'er juga sangat menyayangi Nenek..."
Yun Yunyue dan Yun Jung menatap mereka dengan tersenyum.
****
Bersambung.....
__ADS_1