Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 102 - Kota Ming.


__ADS_3

Di Atas Langit.


Yun Yunyue terus bergerak dengan kecepatan tinggi, matanya yang tajam terus mengawasi tempat di sekitarnya.


Meski keadaan di Benua Tengah sudah membaik, tapi Yun Yunyue tetap mengkhawatirkan akan adanya musuh dari luar. Apalagi saat ini dia tidak mengetahui bagaimana situasi orang-orang dari Sekte Iblis Tengkorak.


Setiap melewati kota kecil dan kota besar, Yun Yunyue akan selalu menghentikan gerakannya di atas langit selama beberapa saat.


Hingga beberapa saat kemudian, ia akhirnya mulai memasuki Ibu Kota Kekaisaran Qin.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di depan gerbang Istana Kekaisaran Qin, beberapa prajurit yang melihat kedatangannya segera berjalan mendekat.


"Nona Muda, ada keperluan apa anda datang ke Istana?" Tanya prajurit tersebut dengan ramah.


Yun Yunyue mengerutkan kening, apa prajurit di hadapannya tidak mengenal dia. Pikirnya.


"Prajurit, aku ingin menemui Kaisar!" Ucap Yun Yunyue dengan memperlihatkan lencana emas Kekaisaran.


Tubuh prajurit itu bergetar, dengan cepat ia berlutut di hadapan Yun Yunyue.


"Tuan Putri, mohon maafkan hamba yang rendah ini sehingga tidak dapat mengenali Tuan Putri." Ucap prajurit itu dengan penuh ketakutan.


"Bangunlah, itu bukan salahmu. Apa aku sudah di perbolehkan masuk untuk menemui Kaisar?" Tanya Yun Yunyue sekali lagi.


Prajurit dengan cepat bangkit berdiri, lalu menatap Yun Yunyue dengan penuh hormat.


"Tuan Putri, Kaisar sekeluarga sedang pergi mengunjungi tempat tinggal Nona Muda Yun Yunyue." Jelasnya.


Yun Yunyue cukup terkejut mendengar ucapan sang prajurit.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" Batin Yun Yunyue.


"Lalu apa ini, apa prajurit ini tidak mengenaliku?" Lanjutnya hampir saja tertawa.


Setelah berdiam diri selama beberapa saat, akhirnya Yun Yunyue memutuskan untuk langsung kembali menuju Benua Timur.


"Jika begitu, aku akan menyusul mereka."


Setelah berpamitan pada prajurit, Yun Yunyue segera melesat dengan kecepatan tinggi menuju Benua Timur. Ini akan menjadi kepulangan dia setelah beberapa bulan pergi meninggalkan Benua tersebut.


Setelah bergerak selama hampir seharian, ia akhirnya mulai mendekati perbatasan antar kedua Benua. Yun Yunyue memang sengaja memperlambat pergerakan karena waktu hampir memasuki malam.


Setelah melewati beberapa kota, Yun Yunyue akhirnya dapat melihat sebuah kota yang cukup besar, dengan tembok yang menjulang dua puluh lima meter tingginya.


"Sebaiknya aku beristirahat di kota itu, sebelum kembali melanjutkan perjalanan melewati perbatasan." Kemudian Yun Yunyue segera turun ke bawah, dengan jarak sekitar lima puluh meter dari gerbang kota.


Dengan tenang ia menatap kota di depannya, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

__ADS_1


Dari jauh, Yun Yunyue dapat melihat jika kota tersebut memiliki sebuah formasi pelindung.


"Formasi yang cukup kuat, apa ada sesuatu yang berharga di dalam kota?" Batin Yun Yunyue.


Kota ini memang kota terakhir sebelum dia bergerak melewati perbatasan, sehingga dia merasa cukup penasaran dengan kota yang akan di singgahi.


Sebelum melewati perbatasan, memang ada beberapa kota besar dan kecil di bagian timur. Namun Yun Yunyue tidak pernah menyangka akan ada kota besar yang cukup menarik perhatiannya.


Tidak lama kemudian, Yun Yunyue tiba, lalu segera ikut berbaris bersama beberapa pengunjung yang juga akan memasuki kota Ming.


Setelah menunggu beberapa menit, kini giliran Yun Yunyue.


"Nona, tunjukkan identitas anda." Ucap prajurit yang bertugas menjaga gerbang.


Dengan tenang, Yun Yunyue menunjukkan lencana Penginapan Lotus.


"Nona, apa anda bukan berasal dari Benua Tengah?"


"Benar, aku dari Benua Timur."


Prajurit menganggukkan kepala. "Nona, kota Ming saat ini tengah menghadapi serangan dari pihak luar, mohon Nona untuk tetap berhati-hati dan mematuhi aturan yang ada "


"Baik!"


Setelah melakukan pemeriksaan serta membayar biaya masuk ke dalam kota, Yun Yunyue di persilahkan untuk memasuki kota Ming.


"Apa yang terjadi sebenarnya, mengapa kota ini terlihat begitu ramai." Batin Yun Yunyue.


Karena sebenarnya dia memilih kota ini untuk menghindari keramaian orang-orang yang akan melakukan perjalanan jauh. Kebanyakan para kultivaltor akan lebih memilih kota kecil untuk singgah saat ingin melewati perbatasan.


Saat sedang melihat-lihat kota, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak dirinya.


"Maaf Nona.." Ucap orang tersebut, kemudian segera pergi.


Yun Yunyue hanya menggelengkan kepala, dia sudah mengetahui apa yang di lakukan oleh orang itu hanya tersenyum kecut. Lalu mengambil barang yang sengaja di selipkan di pakaiannya.


"Tempat yang begitu ramai pasti memiliki orang-orang sepertinya.." Lalu melanjutkan perjalanannya untuk mencari penginapan.


Setelah berjalan selama beberapa menit, Yun Yunyue melihat sebuah penginapan yang cukup mewah berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Selamat datang di penginapan bulan Nona.." Ucap seorang pelayan wanita dengan ramah.


"Pelayan, aku ingin memesan satu kamar, dan makanan terbaik yang ada."


"Apa Nona ingin di antarkan ke kamar?"


"Aku ingin makan lebih dulu."

__ADS_1


"Baik Nona, mari.." Pelayan penginapan segera membawa Yun Yunyue menuju lantai dua.


Setibanya di lantai dua, terlihat beberapa meja yang berbaris dengan rapih dan hanya menyisakan satu meja saja yang masih kosong.


"Sepertinya aku bisa mendapatkan beberapa informasi di tempat ini." Yun Yunyue membatin, lalu mengikuti pelayan yang berjalan ke arah meja yang masih kosong.


"Nona, mohon menunggu sebentar, saya akan menyiapkan pesanan Nona..." Ucap pelayan, lalu segera pergi untuk mempersiapkan hidangan.


"Saudara, apa kalian sudah mengetahui peristiwa yang baru saja terjadi?"


Beberapa pengunjung terlihat mulai memasang pendengaran mereka, saat salah satu dari mereka berkata dengan suara cukup keras.


"Saudara, apa kalian benar-benar tidak mengetahui hal ini? Baru saja di Utara kota, tepatnya di gunung Hanyang, telah terjadi kekacauan yang sangat luar biasa di tempat itu."


Yun Yunyue yang dari jauh mendengar percakapan itu sedikit tertarik. Walaupun demikian, dia mencoba untuk tetap tenang menatap ke arah jendela berpura-pura tidak mendengarkan.


"Saudara, itu pasti Keluarga tersembunyi yang ada di Benua Tengah ini." Ucap salah satu dari mereka dengan serius, setelah mendengar cerita dari pemuda yang pertama kali membuat kehebohan.


Tidak hanya itu, para pengunjung yang ada di dalam ruangan juga mulai mendekati sang pemuda, untuk terus mendengarkan cerita beberapa pemuda di meja tersebut.


"Saudara, apa kalian tidak mendengar jika salah satu anggota mereka ada yang memiliki hubungan erat dengan salah satu Keluarga besar di kota Ming? Hal ini membuat beberapa Keluarga besar di kota Ming sangat marah, karena Keluarga itu selalu bertindak semena-mena saat menginginkan sesuatu."


"Apa!?"


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu sangat terkejut, mereka tidak menyangka jika Keluarga tersembunyi itu tiba-tiba menjalin hubungan dengan salah satu Keluarga besar di kota Ming.


"Aku rasa hanya sebuah alasan atau konspirasi tersembunyi. Seharusnya kalian mengetahui jika Keluarga tersembunyi sama sekali tidak pernah berbaur dan memperlihatkan keangkuhan mereka pada dunia luar. Dan untuk yang kau katakan sebelumnya, aku rasa Keluarga tersembunyi tidak pernah memperlihatkan tindakan semena-mena mereka." Ucap sebuah suara dari meja lain.


Semua orang segera mengalihkan perhatian pada sosok pria paruh baya yang sedang meminum arak seorang diri. Mereka juga sejak tadi tidak menyadari adanya tetua tersebut.


"Tetua, maksud anda?"


Tetua itu tersenyum. "Apa kalian pernah melihat secara langsung anggota Keluarga tersembunyi di kota Ming ini?" Ucapnya dengan suara tenang.


Mereka semua terdiam. Mereka memang tidak pernah bertemu dengan salah satu anggota Keluarga tersembunyi itu.


Yun Yunyue yang sedang duduk sama sekali belum memahami situasi yang terjadi. Hal ini membuat dia merasa sangat penasaran dengan Keluarga tersembunyi yang mereka semua bicarakan.


"Keluarga tersembunyi..." Gumam Yun Yunyue dengan pelan.


"Sepertinya aku sedikit tertarik dengan mereka..." Batin Yun Yunyue dengan tersenyum penuh arti.


**


**


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2