Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 35 - Menolong Tahanan Wanita.


__ADS_3

Sekali lagi pertempuran kembali kacau, dengan suara Ledakan yang terus terdengar membuat suasana malam gelap menjadi terang akibat cahaya dari teknik-teknik yang mereka gunakan.


Yun Yunyue yang merasa selain orang-orangnya, mereka bertiga mampu menghadapi lawan masing-masing, sehingga ia segera bergerak menuju pendekar yang di sewa oleh Lu Dan.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di tempat pasukan sewaan Lu Dan.


"Pulihkan diri kalian." Ucap Yun Yunyue melemparkan beberapa botol berisi pil emas yang mampu memulihkan tenaga serta menyembuhkan luka mereka.


"Nona ini.." Ucap pasukan itu dengan terkejut, mereka tidak menyangka akan melihat pil tingkat tinggi yang jumlahnya begitu banyak.


"Anggap saja sebagai bayaran untuk kalian." Ucap Yun Yunyue dingin tapi lembut di setiap kata-katanya.


"Nona, ini terlalu banyak. Kami sendiri sebelumnya telah mendapatkan bayaran dari tuan Lu Dan." Ucap salah satu dari mereka, menolak secara halus karena merasa tidak enak.


Yun Yunyue menggelengkan kepalanya. "Aku sangat menghargai apa yang kalian lakukan. Pendekar bayaran yang berani mati untuk menghidupi keluarganya, serta mempertahankan diri dari kerasnya dunia. Apa yang kalian lakukan lebih layak untuk di hargai, di bandingkan mereka yang memiliki jabatan serta kekuatan yang tinggi namun semua itu di peroleh dari merugikan orang lain, menggunakan cara kotor dan licik!" Ucap Yun Yunyue dengan menatap ke arah penghianat Keluarga Zhou, kemudian kembali menatap mereka semua.


Mereka semua menatap Yun Yunyue dengan hormat. Dengan identitas dan kekuatan yang dimiliki, Yun Yunyue yang masih berumur belasan tahun itu terlihat sangat luar biasa.


Kebaikan dan sikap yang di tunjukkan, Juga membuat mereka semua sangat menghormati Yun Yunyue.


"Nona, izinkan hamba untuk menjadi bawahan Nona Muda." Ucap salah satu dari mereka dengan bersujud.


Yun Yunyue yang melihat hal itu segera mendekat, lalu membantu pendekar yang sedang bersujud untuk bangkit berdiri kembali.


"Jangan pernah bersujud di hadapan ku lagi, aku sama sekali tidak menyukai hal semacam itu. Hanya kedua orang tua dan para leluhur kalian yang berhak menerima sujud dari kalian." Ucap Yun Yunyue dengan tegas.


Pendekar yang sebelumnya ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh salah satu rekannya, segera mengurungkan niatnya, dengan berdiri tegak kembali.


Pendekar yang sebelumnya bersujud segera meminta maaf kepada Yun Yunyue, dan berjanji akan mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh Yun Yunyue.


Yun Yunyue kemudian meminta mereka untuk segera memulihkan diri.


Mendengar perintah Yun Yunyue, tanpa menunggu lama para pendekar itu segera mencari tempat untuk memulihkan diri.


Yun Yunyue sendiri masih berdiri dengan tenang menatap mereka semua, lalu beralih pandangan menatap pertempuran yang sedang terjadi di atas langit Keluarga Zhou.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, dengan kemampuan yang mereka miliki. Seharusnya Patrick Zhou Gang, Leluhur Zhou dan Lu Dan mampu menghadapi mereka."


"Whuss..." Yun Yunyue bergerak dengan cepat, dari bangunan satu ke bangunan yang lainnya.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian dia tiba di penjara bawah tanah Keluarga Zhou. Dengan tenang Yun Yunyue menghilangkan formasi yang terpasang di tempat tersebut.


Lalu masuk ke dalam, hingga pandangan matanya menatap tahanan wanita yang terdiam dengan pandangan kosong.


"Apa kalian semua masih memiliki keinginan untuk tetap hidup?" Ujar Yun Yunyue dengan suara lembutnya membuyarkan mereka semua.


Para tahanan wanita segera mengalihkan pandangan mereka ke arah Yun Yunyue. Mereka baru menyadari jika ada orang lain, selain tahanan yang berada di tempat tersebut.


"Nona, tolong kami.." Ucap salah satu dari mereka dengan berusaha bangkit dari duduknya.


"Aku akan membebaskan kalian semua, tapi sebelum itu, aku ingin bertanya kepada semua tahanan yang ada di tempat ini. Yang pertama, apa alasan kalian untuk tetap hidup dan yang kedua apa kalian memiliki tempat tinggal?"


Semua orang terdiam, mereka saling menatap satu sama lain.


"Nona, setahu kami semua orang memiliki keinginan untuk tetap terus hidup serta menjalankan kehidupannya yang baik. Mengenai pertanyaan Nona, kami semua masih bingung dengan maksud Nona menanyakan hal itu." Ucap salah satu dari mereka yang terlihat paling dewasa.


"Memang benar. Hanya saja aku tidak yakin dengan kalian semua. Kalian memang memiliki keinginan untuk tetap terus hidup, tapi tidak untuk menjalankan kehidupan yang lebih baik." Ucap Yun Yunyue dengan senyum dingin di balik topengnya. Dengan tenang mengeluarkan energi sebesar kelereng di ujung jari telunjuknya.


"Jangan pernah membohongi aku dengan hal seperti ini..." Lanjut Yun Yunyue yang melepaskan energi sebesar kelereng ke arah mereka.


"Whuss...." Energi itu melesat dengan kecepatan penuh.


Dhuarr..!


Dhuarr..!


"Whuss..."


"Whuss..."


Tahanan yang mendapatkan serangan segera bergerak menghindar.


"Kalian pikir aku bodoh dan tidak mengetahui hal ini? Sedari awal aku sudah tahu ini semua setelah di beritahu oleh orangku hingga aku melarang orang-orang ku untuk membebaskan kalian."


"Nona, kami sungguh tidak mengerti dengan ucapanmu itu." Ucap salah satu tahanan dengan wajah kebingungan.


"Teknik sampah ingin mengelabui diriku? Kalian terlalu percaya diri. Sejak kapan seorang tahanan yang di anggap membahayakan hanya di tahan dengan penjagaan lemah, bahkan hanya formasi yang bersifat sebagai alarm untuk mengetahui adanya penyusup." Ucap Yun Yunyue yang memang sudah mengetahui sejak pertama kali ketiga bawahannya masuk ke dalam untuk membebaskan Patrick Zhou Gang.


Ketiga bawahannya jugalah yang memberitahukan hal ini, sehingga Yun Yunyue memberitahu mereka untuk memasang formasi transparan tingkat tinggi di tempat itu, hingga akhirnya kabar Patrick Zhou Gang yang telah melarikan diri dari penjara bawah tanah tidak di ketahui oleh siapapun selain mereka yang berpura-pura menjadi tahanan wanita itu.

__ADS_1


"Ouh Benarkah? Pantas saja kami tidak bisa mengirimkan pesan kepada yang lainnya. Ternyata ini semua ulahmu." Ucap salah satu dari mereka yang bertindak sebagai ketua, dengan mengubah tampilan wajah.


Yun Yunyue awalnya memang terkejut karena adanya tahanan wanita muda di tempat itu, namun setelah ia mencari tahu, ternyata memang tahanan wanita muda hanya ada sebagian saja. Dan sisanya orang-orang dari pria bertopeng yang menyamar menggunakan artefak pengubah wajah.


Yun Yunyue mengibaskan tangan ke arah lima puluh orang wanita muda yang dia yakini memang benar-benar seorang tahanan.


"Whuss..." Formasi transparan menyelimuti tubuh kelima puluh wanita itu.


Yun Yunyue dengan cepat bergerak menggunakan Langkah angin, dengan menggenggam pedang di tangan kanannya.


Whuss!


Dhuarr!


Pertarungan sekali lagi terjadi di tempat itu. Yun Yunyue yang menghadapi sekitar tiga puluh pendekar melesat dengan gerakan zig-zag menghindari serangan lawan. Sesekali Yun Yunyue akan mengayunkan Pedang Keabadian ke arah mereka.


"Formasi!" Perintah salah satu dari mereka yang bertindak sebagai ketua.


Tiga puluh pendekar segera bergerak membuat formasi, namun gerakan Yun Yunyue terlihat lebih cepat di bandingkan beberapa pendekar yang ingin bergerak membentuk formasi. Yun Yunyue dengan cepat melemparkan mereka satu persatu menghantam dinding bangunan.


Dhuarr...!


Dhuarr...!


Dhuarr...!


Lima pendekar terpukul mundur terkena ayunan pedang Yun Yunyue. Tidak berhenti disitu saja, Yun Yunyue kembali bergerak ke arah mereka berlima dengan menambahkan energi pada Pedang Keabadian.


"Whuss..." Pedang Keabadian memancarkan cahaya keemasan selama beberapa saat, kemudian kembali tenang namun aura yang ada pada pedang terlihat berbeda dari sebelumnya.


Pertarungan di antara mereka membuat dinding penjara bawah tanah bergetar dengan hebat, hingga terlihat kini perlahan mulai hancur.


Yun Yunyue yang melihat hal itu dengan cepat melepaskan formasi sangkar Abadi.


"Whuss.."


**********


Bersambung......

__ADS_1


Hy Author pamit ya, besok kita ketemu lagi di NT.🙏😘


__ADS_2