Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 43. Memasuki Lembah Kuno.


__ADS_3

Saat sedang berbincang-bincang santai, tiba-tiba seluruh kota Bulan bergetar dengan hebat membuat orang-orang yang sedang beraktivitas berjatuhan ke tanah.


"Boom...Boom..." Suara ledakan terdengar menggetarkan seluruh kota Bulan.


Pihak Kekaisaran, para tetua, dan semua orang yang sedang menunggu gerbang terbuka bersorak kegirangan.


Hingga tidak lama kemudian, angin berhembus kencang, bersamaan dengan kemunculan tiga orang pria paruh baya.


Melihat kedatangan ketiga pria paruh baya itu, membuat beberapa orang di tempat itu sangat terkejut.


Jenderal yang menjadi pengawal pribadi Qin Zhuyao segera bergerak ke arah pria paruh baya tersebut.


"Leluhur kota Bulan, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Jenderal Tian, reruntuhan kuno akan segera terbuka. Kami juga tidak mengetahui dengan pasti mengapa reruntuhan kuno tiba-tiba terbuka sehari sebelum waktu yang sudah seharusnya." Jelas salah satu pria paruh baya, yang di panggil dengan sebutan Leluhur kota Bulan itu.


Jenderal Tian dan semua orang dapat mendengar dengan jelas ucapan Leluhur kota Bulan.


"Sebaiknya kalian yang telah memiliki lencana sebagai kunci untuk masuk ke dalam Lembah kuno segera mempersiapkan diri." Ucap Leluhur kota Bulan yang satunya.


Mereka semua menganggukkan kepala dengan semangat, meski beberapa dari mereka terlihat khawatir karena reruntuhan kuno tiba-tiba terbuka satu hari sebelum genap seratus tahun.


Setelah semua orang bersiap, ketiga Leluhur kota Bulan Kemudian membawa mereka menuju altar kuno yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi.


"Whuss..."


"Whuss..."


Yun Yunyue dan rombongannya sendiri masih berdiri di tempat, dia begitu bingung kenapa semua orang tiba-tiba dapat terbang. Bukankah peraturan yang ada tidak memperbolehkan siapa saja untuk terbang di Kota Bulan.


Salah satu orang yang juga masih berada di dekat mereka kemudian menjelaskan.


"Saudari Yue, ayo! Jika reruntuhan kuno terbuka, kita bebas untuk terbang di langit kota." Ucap orang itu yang bernama Yan Lan.


Kelompok Yun Yunyue dan Yan Lan ini baru saja tiba, berbeda dengan yang lainnya yang sudah menunggu beberapa hari di gerbang reruntuhan tersebut.


Penduduk kota Bulan dan anggota dari kelompok kekuatan yang ada di Benua Tengah juga bergerak ke altar kuno, tempat dimana pintu masuk Lembah kuno berada.


"Whuss..."


Tidak lama kemudian semua orang telah sampai di depan menara setinggi dua puluh meter dengan lebar sepuluh meter. Di tengah-tengah menara terlihat altar kuno yang memancarkan aura yang cukup kuat.


Ketiga Leluhur kota Bulan kemudian bergerak mendekati altar, dengan cepat mereka membuat segel tangan secara bersamaan.


"Whuss....." Cahaya yang sangat menyilaukan muncul dengan lingkaran biru gelap.


"Bersiap..." Teriak ketiga Leluhur kota Bulan itu menggema.


Mereka yang akan masuk ke dalam Lembah Kuno segera bersiap membentuk kelompok mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Putra Mahkota Qin Zhuyao, dan Tuan Putri Qin Zhui Ying yang membentuk kelompok dengan Keluarga Mu.


Keluarga Qin dan Keluarga Mu memang memiliki hubungan baik yang sangat erat, dimana kedua Leluhur mereka yang telah tiada adalah sepasang suami istri, yang artinya Keluarga Mu masih menjadi bagian Keluarga Kekaisaran itu sendiri.

__ADS_1


Keluarga Go, Keluarga Li dan sekte dari kedua aliran berbeda juga telah berkumpul dengan anggota mereka masing-masing.


Di kerumunan tersebut, terlihat sekelompok pria yang terus menatap Putra Mahkota Qin Zhuyao.


"Ingat! Tugas kita untuk membunuhnya!" Ucap salah satu dari mereka berbicara pada kelima pria lainnya.


"Baik."


Di tempat lain, Yun Yunyue dan kelompoknya melihat gerak-gerik mereka dengan tenang.


"Sekarang...!" Teriak ketiga Leluhur kota Bulan sekali lagi memberi perintah.


Mereka semua segera melesat memasuki pusaran angin.


Whuss....!


Whuss....!


Whuss....!


Satu persatu dari mereka menghilang masuk ke dalam pusaran ruang dimensi pintu masuk Lembah kuno.


Putra Mahkota Qin Zhuyao dan kelompoknya masih diam menunggu kelompok lain untuk masuk terlebih dulu, hingga saat semuanya sudah masuk, ia segera memimpin masuk ke dalam.


Whuss....!


Kini hanya tersisa Yun Yunyue dan kelompoknya, mereka dengan tenang berjalan mendekati pintu masuk Lembah kuno, lalu menghilang.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di sebuah tempat yang luas, segera memakai topeng untuk memanggil semua bawahannya.


"Aku memanggilmu, kembalilah."


Whuss...!


Whuss..,-


Satu persatu, bawahannya muncul tepat di hadapannya dengan ekspresi wajah mereka masing-masing.


"Ah, akhirnya Nona memanggil kami, aku tadi muncul tepat di sarang iblis." Ucap Xiao Mei dengan nafas ngos-ngosan.


"Benar Nona, aku juga tadi muncul tepat di salah satu hewan Buas yang setinggi rumah." Lu Zhan menimpali.


Yun Yunyue tersenyum tipis melihat ekspresi wajah mereka. Dengan tenang ia mengitari pandangannya ke sekeliling tempat itu.


"Energi Spiritual yang ada di tempat ini sangat tebal tiga kali lipat di bandingkan dunia luar."


"Benar Nona, tapi energi spiritual yang ada di kalung dimensi lebih tebal dari tempat ini." Ucap Xiao Mei sambil ikut melihat sekitar.


Yun Yunyue dan rombongannya kemudian melesat terbang menuju bagian dalam Lembah kuno dengan kecepatan tinggi.


Di perjalanan Yun Yunyue dan rombongannya mulai merasakan kehadiran hewan buas tingkat rendah.


Hingga tiga jam kemudian, tiba-tiba Yun Yunyue dan rombongannya menghentikan pergerakan mereka dengan berdiri di salah satu batang pohon.

__ADS_1


"Sepertinya ada pertarungan di arah barat." Batin Yun Yunyue, setelah berfikir beberapa saat, Yun Yunyue dan rombongannya akhirnya memutuskan untuk bergerak menuju arah yang ia rasakan tadi terdapat aura kehidupan manusia.


Di Tempat Lain.


Terlihat beberapa pria dan wanita yang sedang di kepung oleh beberapa pria dengan lambang tengkorak.


"Kalian benar-benar bajingan!" Teriak salah satu pemuda dengan marah.


"Hahaha..... Serahkan wanita-wanita cantik itu kepada kami! Atau kalian semua tidak akan bisa keluar dari lembah kuno!" Ucap salah satu pria dengan pakaian bergambar tengkorak.


"Cih! Apa kalian pikir kami takut! Aku tidak akan pernah memberikan Saudari ku sendiri kepada manusia seperti kalian!"


"Jika begitu, aku hanya ingin menghabiskan beberapa ronde saja bersama saudarimu itu, setelahnya kalian dapat pergi. Bagaimana?"


Sedangkan dua wanita yang bersama kelompok itu terdiam dengan ketakutan, apalagi saat pemuda yang menghadangnya itu memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi di bandingkan kelompok mereka.


"Whuss..." Salah satu dari mereka segera melesat melepaskan serangan ke arah pria berpakaian hitam.


"Tidak akan! Lebih baik kami mati daripada harus memberikan Shu Er dan Shu Lie kepada bajingan seperti kalian!"


Dhuarr...


Serangan dari pemuda itu dapat di tahan dengan mudah oleh pria berpakaian hitam.


"Keluarga Shu? Kalian benar-benar tidak dapat menghargai arti kehidupan!" Ucap pria berpakaian hitam dengan tertawa keras.


Pertarungan tidak seimbang itupun terjadi, dengan kelompok pria berpakaian hitam yang terlihat sangat mudah melempar murid Keluarga Shu hingga mengalami luka cukup para.


"Aku akan sedikit bermain dengan kalian, sebelum nantinya aku bermain dengan wanita-wanita itu."


"Arghhhh...!" Tiga pemuda dari Keluarga Shu itu semakin marah, mereka marah pada diri mereka sendiri yang tidak memiliki kemampuan untuk menjaga anggotanya sendiri.


"Kakak Wang!" Teriak Shu Lie dengan menangis, saat melihat tangan Shu Wang di potong satu persatu.


Yun Yunyue dan kelompoknya yang sejak tadi mengawasi kejadian itu masih berdiam diri di tempat mereka.


"Aku sangat menyukai tekadnya." Ucap Yun Yunyue yang memang sengaja ingin melihat sejauh mana rasa persaudaraan dan kepedulian dari anggota Keluarga Shu.


"Han Rou, selesaikan dengan cepat!"


"Baik Nona." Ucapnya dengan semangat empat lima.


"Whuss.." Han Rou menghilang dari tempatnya.


Dhuarr..."


********


Bersambung......


Up setiap harinya 3 bab kalau Author sibuk ya, tapi kalau tidak sibuk seperti kemarin dan ini hari 4 Bab. 🥰🤗


Nah, tapi kalau banyak tanda jempolnya dan coret-coretannya Author akan gas lagi hehe....

__ADS_1


__ADS_2