Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 22 - Pertempuran Di Gerbang Ibu Kota.


__ADS_3

Dhuarr!


Dhuarr!


Ledakan keras terdengar saat kedua serangan itu bertemu sehingga melemparkan Du Bai dengan belasan meter menghantam tanah.


Boom!


"Uhuk-uhuk, Sial! Siapa kelompok orang bertopeng itu?" Ucap Du Bai terbatuk-batuk menggertakkan giginya melihat anggotanya satu persatu berubah menjadi kabut darah. Lalu ia kembali berteriak, " Mundurrrrr.....!"


Mendengar kata mundur seluruh aliansi aliran hitam bergerak mundur menuju hutan terdekat, sedangkan bawahan Xiao Yunyue tidak menghentikan mereka saat melihat mereka bergerak mundur, karena tidak ada perintah dari sang Tuan/Nona mereka untuk mengejar kecoak tersebut.


"Ayo pergi!" Ucap Xiao Yunyue singkat.


"Baik Tuan."


"Baik Nona."


Saat mereka akan meninggalkan tempat pertempuran, terdengar sebuah suara dari belakang sehingga Xiao Yunyue dan kelompoknya menghentikan pergerakan mereka.


"Tunggu!"


Mereka melihat Kaisar Lou Qing Rou dan yang lainnya menghampiri mereka dengan tergesa-gesa seperti ada seseorang yang mengejar mereka dari belakang.


"Terima kasih atas bantuannya tuan-tuan dan Nona-nona." Ucap Kaisar Lou Qing Rou setelah sampai di depan Xiao Yunyue dan kelompoknya sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


Meskipun mereka tidak melihat wajah Xiao Yunyue dan kelompoknya karena tertutup topeng, tapi mereka yakin ada beberapa wanita di antara kelompok tersebut.


"Yang Mulia tidak perlu sungkan, kami melakukan ini semua atas kemauan kami sendiri." Ucap Xiao Yunyue sambil membalas menangkupkan tangannya dengan hormat di ikuti oleh sang kakak dan semua bawahannya.


Kaisar Lou Qing Rou dan semua orang yang melihat sikap sopan mereka tersenyum senang, karena tidak seperti orang-orang di luar sana yang bersikap sombong dan angkuh.


"Nak, sebagai tanda terima kasih ku, bagaimana kal-....."


"Terima kasih atas penawarannya Yang Mulia, tapi kami sedang terburu-buru sehingga biarkan kami melanjutkan perjalanan." Tolak Xiao Yunyue dengan lembut.


"Baiklah tidak apa-apa, tapi setidaknya ambillah lencana ini untuk mempermudah perjalanan kalian." Ucap Lou Qing Rou tidak marah atas penolakan mereka, malah dia mengeluarkan lencana emas untuk diberikan kepada Xiao Yunyue di ikuti oleh ketiga Kaisar tersebut. Ketiga Kaisar itu ingin menjalin hubungan baik dengan Xiao Yunyue dan kelompoknya.


"Terima kasih banyak Yang Mulia." Ucap Xiao Yunyue sambil mengambil keempat lencana emas tersebut. Lalu ia melanjutkan, " Kami pamit Yang Mulia."


"Tidak perlu berterima kasih seperti yang kamu katakan nak. Ia, pergilah tapi tetap berhati-hati." Ucap keempat Kaisar itu serempak.


"Baik Yang Mulia." Balas Xiao Yunyue, setelah itu mereka menghilang dari hadapan semua orang.


"Sangat cepat." Ucap Kaisar Benua Tengah Qin Shan kepada yang lainnya.


"Betul, aku berharap semoga suatu saat mereka mampir ke Benua Utara." Balas Kaisar Xe Luan menanggapi, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk setuju atas Ucapan kedua Kaisar itu.

__ADS_1


Di Tempat Lain.


Xiao Yunyue dan kelompoknya melesat menuju Keluarga Xiao dengan kecepatan tinggi. Saat di perjalanan mereka tiba-tiba mendengar suara pertempuran tidak jauh dari tempat mereka, sehingga mereka memutuskan untuk melihatnya.


"Menyerahlah dan ikutlah bersama kami, tidak usah melawan kami dengan kekuatan kecil seperti ini hahaha." Ucap salah satu bandit sambil tertawa sinis.


"Cih, lebih baik kami mati saja dari pada harus ikut bersama laki-laki brengsek seperti kalian!" Teriak salah satu gadis itu sambil terus melepaskan serangan.


Bom!


"Baiklah kalau begitu, jangan salahkan kami jika kalian mati hari ini." Ucapnya sambil mempercepat serangannya kepada ketiga gadis tersebut.


Sementara di tempat lain tepatnya di atas pohon, Xiao Yunyue dan kelompoknya melihat pertempuran itu dalam diam. Mereka belum turun tangan karena ketiga gadis tersebut masih mampu untuk melawan para bandit itu.


Boom!


Boom!


Dhuarr!


Dhuarr!


Terdengar Ledakan yang cukup keras di tempat pertempuran, yang mana melemparkan ketiga gadis itu menghantam beberapa pohon dengan keras.


"Xiao Mei, Long Qian selesaikan dengan cepat!"


"Baik Tuan."


Whuss!


Whuss!


Keduanya melesat menuju kelompok bandit itu sambil melepaskan serangan.


Boom!


"Dhuarr...." Serangan mereka berhasil melemparkan beberapa bandit menghantam pohon.


"Bajingan, siapa kalian yang mencampuri urusan kami?" Teriak pemimpin bandit itu saat melihat beberapa anggotanya terkenah serangan dari kedua gadis tersebut.


"Siapa kami? Kami Dewi Kematian yang akan mengambil nyawa kalian" Ucap Xiao Mei menunjuk kearah wajah mereka bergantian.


"Kurang ajar cepat serang mereka." Perintah pemimpin itu kepada bawahannya.


"Baik Ketua." Jawab mereka melesat ke arah Xiao Mei dan Long Qian.


"Kekeke kemarilah." Xiao Mei terkekeh kecil melihat beberapa kecoak melesat ke arah mereka, setelah itu..

__ADS_1


Dhuarr!


Dhuarr!


Dhuarr!


Beberapa bandit yang menyerang mereka tadi di ubah menjadi kabut darah, sementara pemimpin bandit yang melihat beberapa bawahannya menjadi kabut darah, segera memerintah kepada bawahannya yang tersisa untuk Kabur.


"Lari!" Teriaknya sambil berlari duluan dengan kecepatan tinggi, sedangkan bawahannya mengikutinya dari belakang.


Melihat mereka berlari kocar-kacir Xiao Mei tertawa terbahak-bahak sambil berjalan menuju ke-tiga gadis tersebut diikuti Long Qian di sampingnya.


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Long Qian.


"Kami tidak apa-apa Nona, dan terima kasih telah menolong kami." Jawab salah satu di antara ketiga gadis tersebut.


"Jangan sungkan, sebenarnya kami juga tidak mau membantu kalian, tapi melihat kalian di terbangkan begitu muda oleh para bajingan itu sehingga membuat kami berniat untuk menolong kalian hehehe." Ucap Xiao Mei sambil tertawa kecil, lalu melanjutkan, "Oke sampai jumpa, kalian berhati-hatilah dalam perjalanan." Lanjutnya menghilang dari pandangan mereka diikuti Long Qian.


Kless!


Kless!


"Baik Nona, sekali lagi terima kasih." Ucap ketiga gadis itu menangkupkan tangan mereka hormat.


"Sangat cepat dan sangat kuat." Ucap salah satu gadis itu dengan kaget.


"Betul, dan mereka juga memiliki wajah yang sangat cantik." Tambah yang satunya.


"Baik ayo kita lanjutkan perjalanan, jangan sampai para bajingan itu datang lagi." Ucap salah satu gadis itu yang sedari tadi hanya diam.


"Baik ayo."


Di Tempat Lain.


Xiao Yunyue dan kelompoknya sudah semakin dekat dengan kota Anshan, kota dimana Keluarga Xiao tinggal. Tidak lama kemudian mereka mendarat dua puluh meter dari gerbang kota, setelah semuanya mendarat mereka berjalan menuju gerbang yang di jaga oleh lima prajurit itu.


Setelah di periksa dan membayar pajak, Xiao Yunyue dan kelompoknya masuk ke dalam kota Anshan. Beberapa menit kemudian mereka melihat Restoran yang cukup mewah sehingga mereka memutuskan untuk masuk ke dalam dan mengisi perut, sekaligus menjelaskan semua perbuatan keji Keluarga Xiao kepadanya kepada sang kakak.


"Selamat datang di restoran Lili tuan-tuan dan Nona-nona, apa yang bisa saya bantu?" Ucap salah satu pelayan menyambut mereka dengan ramah, tapi mukanya memerah saat melihat ketampanan para bawahan Xiao Yunyue.


*************


Bersambung.....


Hy Guys, terima kasih banyak ya, karena sudah mau mengunjungi Novel Author.🤍🥰😘🤗


God Always Bless... 😇🙏

__ADS_1


__ADS_2