
"Nama asli Istriku adalah, Wei Yi Yuen..." Kaisar Qin Shan menatap Yun Yunyue dengan tatapan serius, lalu ia melanjutkan.
"Kejadian ini bermula dari puluhan tahun yang lalu, di mana saat pertama kali bertemu secara tidak sengaja. Istriku adalah putri dari salah satu klan terkuat di Benua Barat. Pada saat itu, seorang tetua bersama dua orang, baru saja tiba dari Benua Barat. Satu orang wanita dan satu pemuda, wanita itu adalah Istriku dan tetua Xian Feng manager Penginapan Lotus saat ini.
"Mereka bertiga menuju klan Yin untuk meminta pertolongan. Dari yang aku dengar, klan mereka sedang mengalami konflik besar, sehingga Patrick mereka memutuskan untuk membawa pergi kedua anaknya dengan bantuan tetua tersebut. Tetua itu sendiri adalah salah satu Leluhur Klan Yin, sahabat dari Leluhur klan Wei, dan istriku akhirnya menggunakan nama marga mereka untuk menyembunyikan identitas sebenarnya.
"Jika kamu memperhatikan wajah Istriku, pasti Yue'er dapat mengerti bagaimana dia yang sedikit berbeda akhir-akhir ini setelah tahu jika Yue'er dan Jung'er akan pergi menuju Benua Barat." Kaisar Qin Shan terus bercerita mengenai masa lalunya, dan menjelaskan identitas Permaisuri Yin Yiaran.
Yun Yunyue dengan serius mendengarkan semua ucapan Kaisar Qin Shan. Kini dia akhirnya memahami, mengapa Qin Zhui Ying memiliki kekuatan inti Es yang cukup langka untuk orang-orang di luar Benua Barat.
"Istriku selalu memiliki harapan serta keinginan untuk kembali ke klan. Ia sangat ingin mengetahui situasi yang terjadi di sana, dan bagaimana keadaan orang tuanya." Kaisar Qin Shan mengakhiri cerita dengan perasaan campur aduk.
Yun Yunyue terdiam selama beberapa saat, lalu menatap Kaisar Qin Shan dengan serius.
"Ayah tidak perlu khawatir, aku akan mencoba mencari tahu hal ini saat tiba di Benua Barat."
"Itu yang sebenarnya ayah ingin Yue'er. Aku harap Yue'er dan lainnya dapat bertemu dengan kakek dan nenek kalian..."
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu bangkit berdiri. "Hari sudah malam, sebaiknya ayah beristirahat." Ia kemudian berjalan keluar dari dalam ruangan pribadi itu.
Kaisar Qin Shan menatap kepergian Yun Yunyue dengan harapan besar. Dia sangat ingin melihat sang istri bahagia. Orang lain mungkin tidak akan mengerti, tapi dia sangat memahami bagaimana kesedihan yang terpendam selama ini.
Setelah keluar dari ruangan pribadi Kaisar Qin Shan, Yun Yunyue Berjalan menuju kamar sang kakak.
Yun Yunyue tersenyum lembut, saat melihat kedua orang tersayangnya itu sudah terlelap ke dalam dunia mimpi.
Dengan tenang, ia berjalan mencari tempat, lalu mengambil sikap lotus untuk berkultivasi menunggu pagi tiba.
Keesokan Paginya.
Waktu berjalan dengan cepat, tidak terasa pagi telah tiba. Yun Yunyue, Yun Jung, dan Yun Yin telah bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Untuk saat ini, semua orang tengah berkumpul di halaman Istana Kekaisaran. Kaisar Qin Zhuyao bersama Permaisuri Yin Yiaran serta kedua anaknya berdiri di depan pintu, menatap para petinggi, Jenderal, komandan, serta beberapa prajurit yang berbaris.
Tidak lama kemudian, Yun Yunyue bersama Yun Jung dan Yun Yin berjalan keluar dari dalam Istana.
"Kakek, Nenek..." Yun Yin berlari ke arah Kaisar Qin Shan dan Permaisuri Yin Yiaran.
"Yin'er..." Permaisuri Yin Yiaran berjongkok untuk memeluk tubuh gadis kecil itu.
"Hormat pada Tuan Putri Yun Yunyue, Pangeran Yun Jung dan Tuan Putri kecil Yun Yin..." Ucap para Jenderal, komandan, dan prajurit membungkukkan badan.
Yun Yunyue dan Yun Jung membalas hormat mereka dengan tersenyum, lalu mengibaskan tangan meminta mereka untuk bangkit berdiri.
"Ayah, Ibu, kami akan pergi sekarang." Ucap Yun Yunyue menatap kedua orang tua angkatnya.
Kaisar Qin Shan menganggukkan kepala, lalu menatap ke arah Yun Yunyue. "Jaga diri kalian baik-baik, terutama cucuku!"
__ADS_1
Yun Yunyue tersenyum. "Aku akan menjaga mereka dengan nyawaku sendiri."
"Nenek, aku akan segera pergi ikut dengan Ibu dan paman. Kita akan bermain lagi saat aku kembali nanti."
"Baik, Nenek akan menunggu Yin'er di sini." Permaisuri Yin Yiaran membelai wajah gadis kecil itu dengan penuh kelembutan.
"Berikan kami kabar jika kalian telah tiba di sana." Permaisuri Yin Yiaran menatap Yun Yunyue dan Yun Jung secara bergantian.
"Baik, Ibu..." Jawab mereka berdua.
Setelah berpamitan pada semua orang, Yun Yunyue lalu membawa Yun Jung, Yun Yin dan Xiao Mei keluar dari Istana Kekaisaran.
Kaisar Qin Shan dan Permaisuri Yin Yiaran dan kedua anaknya menatap kepergian mereka dengan sedih. Di satu sisi, mereka sangat senang melihat sang anak pergi meraih puncak.
Setelah tiba di luar Istana, tidak lama kemudian Long Zhou Yang dan lima Saudaranya muncul.
"Whuss..."
"Tuan, Tuan Muda, Tuan Putri kecil..." Mereka memberikan hormat.
Yun Yunyue lalu membawa mereka semua bergerak meninggalkan Ibu Kota Kekaisaran dengan kecepatan rendah.
Yun Yin terlihat sangat senang, tatapan matanya terus memperhatikan tempat di sekitarnya.
"Ibu, Yin'er juga ingin terbang seperti kalian.." Ucap Yun Yin dengan suara lucunya.
"Benarkah?" Yun Yin semakin bersemangat.
"Benar, apa Yin'er tidak percaya dengan Ibu?"
"Bukan... Bukan... Yin'er hanya mencoba memastikan saja." Yun Yin menjawab cepat mencoba membantah pikiran sang Ibu.
Di sisi lain, Yun Jung dan lainnya hanya diam mendengar obrolan mereka. Sesekali mereka akan tersenyum melihat bagaimana tingkah lucu Yun Yin.
Long Zhou Yang lalu menatap ke arah Yun Yunyue.
"Tuan, sepertinya Nona kecil sangat senang."
"Benar."
Long Zhou Yang tersenyum. "Tuan, bagaimana jika kalian semua naik ke atas punggungku?" Sarannya, lalu bergerak lebih cepat meninggalkan mereka.
Setelah di rasa cukup, Long Zhou Yang langsung mengubah wujudnya menjadi seekor Naga besar.
"Wow..." Yun Yin yang melihat dari kejauhan berteriak dengan kagum.
"Ibu, apa dia benar-benar paman Yang?"
__ADS_1
Yun Yunyue menganggukkan kepala dengan tersenyum lembut.
"Whuss..." Mereka menghentikan gerakan di hadapan Long Zhou Yang.
"Tuan, Nona kecil, Tuan Muda, dan lainnya silahkan naik..."
Yun Yunyue dan Yun Jung saling berpandangan, lalu melesat terbang ke atas punggung Long Zhou Yang di ikuti yang lain, setelah itu mereka menundukkan tubuh di atas punggung tersebut.
"Paman Yang! Ini sangat luar biasa! Yin'er sangat menyukainya..." Yun Yin tidak henti-hentinya untuk terus berceloteh merasakan kebahagiaan dan kesenangan itu.
Setelah semua orang naik, Long Zhou Yang lalu mulai bergerak.
"Whuss..." Energi transparan membentuk sebuah perisai melindungi mereka semua.
Di atas langit, Long Zhou Yang yang telah membuat perisai untuk melindungi sang tuan dan lainnya, bergerak membawa mereka dengan kecepatan tinggi menuju arah barat.
Di perjalanan, Yun Yin terus mengobrol bersama Yun Yunyue.
"Long Zhou Yang, selama berada di Ibu Kota informasi apa saja yang telah kamu dapat?"
"Tuan, menurutku keadaan di Ibu Kota sangat tenang, kami juga tidak menemukan sesuatu hal yang mencurigakan."
Yun Yunyue menganggukkan kepalanya.
"Berarti mereka benar-benar telah menutup diri dari dunia luar, ini semua adalah kemenangan sebelum badai. Aku harap pada saat itu tiba, kita semua telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi segala sesuatu yang bisa saja terjadi."
"Baik, Tuan."
Dalam perjalanan itu, mereka berbincang-bincang dengan santai. Di sisi lain, Yun Yin terlihat mulai mengantuk, hingga tidak lama kemudian ia tertidur di pangkuan Yun Yunyue.
"Kakak, kalian semua kembalilah ke dalam kalung dimensi" Ucap Yun Yunyue lembut.
Yun Jung menganggukkan kepala mengerti maksud sang adik.
"Baik, Yue'er."
Yun Yunyue lalu membuka gerbang kalung dimensi, Yun Jung dan lainnya masuk bersama Yun Yin yang telah tertidur.
"Long Zhou Yang, tambahkan kecepatan!"
"Baik, Tuan."
"Whuss..." Long Zhou Yang langsung menambahkan kecepatan.
****
Bersambung....
__ADS_1