Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 111. Tiba Di Benua Timur.


__ADS_3

Yun Yunyue menatap kejadian itu dengan tersenyum. Ia kemudian menatap ke arah Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng dengan anggukan kepala ringan.


"Patrick, karena urusanku telah selesai, maka aku memutuskan untuk undur diri dan melanjutkan perjalananku kembali." Yun Yunyue kemudian mengeluarkan lencana khusus sebagai identitas orang-orangnya.


"Nanti akan ada orang lain yang datang ke tempat ini, aku harap Patrick tidak mengecewakanku!" Ucap Yun Yunyue dengan tenang.


Patrick Mo Bai menerima lencana itu, kemudian kembali mengucapkan terima kasih atas bantuan Yun Yunyue.


Semua orang mengikuti apa yang di lakukan Patrick Mo Bai, bahkan para murid menatapnya dengan hormat.


Meski Yun Yunyue sangat kejam, mereka juga mengetahui jika Yun Yunyue bertindak sesuai dengan apa yang terjadi. Terutama kejahatan dari Patrick Mo Kang dan Penghianatan Yun Nong.


Setelah berbincang selama beberapa saat, dan juga memberikan sedikit sumber daya pada Mo Tian, Yun Yunyue bersama kedua orangnya segera bergerak pergi meninggalkan Keluarga Mo.


"Whuss..." Tubuh mereka semua lenyap dari pandangan orang-orang Keluarga Mo.


Di Tempat Lain.


Penginapan Lotus.


Tetua Lu Wei yang sedang duduk bersama Leluhur Han, tiba-tiba menghentikan ucapannya untuk memeriksa cincin penyimpanan yang bergetar.


Leluhur Han menatap tetua Lu Wei dengan tenang, hingga beberapa saat kemudian, tetua Lu Wei menatap ke arahnya dengan tersenyum.


"Leluhur, ada tugas baru untukmu."


"Tetua, katakan saja, aku akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengecewakan Fraksi Naga Langit dan Fraksi Bunga, serta Fraksi Assassin Naga Langit milik Nona Muda." Ucap Leluhur Han dengan tenang.


Tetua Lu Wei menganggukkan kepalanya, kemudian menjelaskan tentang pesan yang baru saja di kirimkan oleh Cucunya Yun Yunyue. Bagaimana cucuknya meminta Leluhur Han untuk pergi menuju kota Min.


Leluhur Han yang mendengar ucapan tetua Lu Wei menganggukkan kepala, kemudian segera pergi meninggalkan ruangan untuk segera menyelesaikan tugas dari sang Nona Muda.


Setelah kepergian Leluhur Han, tetua Lu Wei menatap ke arah jendela dengan tersenyum.


"Hanya tinggal menunggu waktu saja, hingga Fraksi Naga, Fraksi Bunga, dan Fraksi Assassin Naga Langit milik Cucuku akan benar-benar menguasai dunia." Batinnya, lalu segera keluar dari dalam ruangan.


Di Benua Timur.


Kini sedang berlangsung perjamuan besar menyambut kedatangan Kaisar Qin Shan beserta Keluarga.

__ADS_1


Kedatangan Kaisar Qin Shan, Permaisuri Yin Yiaran, Putra Mahkota Qin Zhuyao, Putri Qin Zhui Ying, di sambut hangat oleh Yuan Shou, Ling Ling dan seluruh anggota Fraksi Naga dan Bunga yang tidak melakukan misi.


Setelah mendengar pasukan Sekte Iblis Tengkorak bergerak mundur, mereka sebenarnya ingin pergi untuk menghancurkan sekte-sekte aliran hitam di Benua Timur, namun kabar mengenai kedatangan Kaisar Qin Shan beserta Keluarga akan berkunjung melihat-lihat tempat tinggal sang Nona Muda mereka, membuat mereka mengurungkan niat untuk meninggalkan Goa JungYue.


Semua orang terlihat sangat menikmati jamuan tersebut.


"Kaisar Qin Shan, apa Nona Muda mengatakan pada anda kapan dia kembali?" Tanya Yuan Shou dengan penuh harap.


Kaisar Qin Shan menggelengkan kepala dengan tersenyum kecut. Bahkan dia sendiri saja belum bertemu dengan anaknya itu, dan hanya mengetahui keadaan sang anak dari Leluhur Han.


Melihat reaksi Kaisar Qin Shan, Yuan Shou bersama anggota kedua Fraksi menganggukkan kepala mengerti.


Tetua Lu Wei tidak mengabari anggota Fraksi Naga dan Bunga yang berada di Benua Timur mengenai Yun Yunyue. Tetua Lu Wei ingin membuatkan kejutan untuk mereka.


Di Tempat Lain.


Yun Yunyue dan kedua orangnya terus bergerak dengan kecepatan tinggi menuju perbatasan. Hari kini sudah menjelang siang, jadi Yun Yunyue memutuskan untuk segera tiba di Benua Timur.


Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng terlihat sangat senang, dapat berpetualang bersama Nona Muda mereka.


Yun Yunyue yang melihat wajah mereka juga merasa sangat senang, jadi dia memutuskan untuk tidak memasukkan mereka berdua ke dalam kalung dimensi.


Setelah melewati hutan perbatasan selama kurang lebih lima jam, mereka akhirnya memasuki kawasan Benua Timur.


Terlihat beberapa prajurit yang sedang berjaga di sekitar tempat itu.


"Whuss..." Yun Yunyue melesat turun ke bawah, diikuti Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng.


Prajurit yang sedang berjaga segera bersiap siaga, saat mereka melihat salah satu orang yang datang adalah Yun Yunyue, mereka semua segera memberikan hormat.


"Nona Muda." Ucap mereka semua, menatap Yun Yunyue, lalu menatap ke arah Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng.


"Mereka adalah orang-orangku, kalian sudah berkerja dengan keras, aku memiliki sedikit hadiah untuk kalian. Bagikan dengan rata..." Yun Yunyue memberikan dua puluh buah Abadi, saat merasakan ada sekitar dua puluh orang prajurit yang berjaga di tempat itu.


"Nona Muda-..."


"Ambillah, aku akan merasa kecewa jika kalian menolaknya." Ucap Yun Yunyue dengan cepat, saat prajurit itu ingin menolak pemberiannya.


"Baik Nona Muda, terima kasih.." Mereka kembali memberikan hormat.

__ADS_1


Yun Yunyue tersenyum, lalu menatap ke arah Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng dengan menganggukkan kepala. Mereka bertiga kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian Yun Yunyue, mereka semua saling menatap dengan bahagia.


"Keberuntungan kita semua berjaga saat Nona Muda Yun Yunyue kembali." Ucap prajurit tersebut, lalu membagikan buah-buahan Abadi tersebut pada yang lain.


"Betul. Keluarga Xiao benar-benar telah membuang berlian seperti Nona Muda Yun Yunyue yang mereka anggap sampah." Prajurit yang lain menganggapi.


"Hahaha... Betul, bahkan sekarang mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena bisnis mereka telah bangkrut.." Ucap yang lain dengan tertawa keras.


"Hahaha..." Mereka semua tertawa melihat kebodohan orang-orang Keluarga Xiao.


Mereka semua sangat menyukai sifat Yun Yunyue. Meski ekspresi wajahnya terlihat dingin, Yun Yunyue sangat ramah, baik, dan tidak pernah memandang rendah orang lain.


Di Tempat Lain.


Di sebuah meja mewah, duduk lima orang yang sedang berbincang-bincang dengan sangat serius.


"Tetua Zhi, apa tindakan kita menyikapi situasi yang sedang terjadi di Benua Timur ini?"


"Tetua Neu, tentu saja tindakan kita harus berhati-hati. Aku tidak ingin mereka mengetahui keberadaan kita, dan aku juga tidak dapat membayangkan nasib kita jika bertemu dengan mereka."


"Tetua Zhi, apakah telah terjadi sesuatu? Karena Kaisar Qin Shan tiba-tiba saja ke Benua Timur. Bahkan mereka semakin memperketat penjagaan di beberapa wilayah, dengan menggerakkan prajurit dalam jumlah yang sangat besar." Ucap tetua yang terlihat paling gelisah.


"Tetua Mun, kita tunggu saja laporan dari murid kita. Saat ini kita harus menunggu beberapa hari lagi, hingga situasi tenang kembali."


"Tetua Zhi benar, adanya pergerakan ini membuat ruang gerak kita menjadi sangat terbatas. Aku harap kita dapat melewati penjagaan ketat di berbagai kota, sehingga kita bisa kembali ke Sekte tanpa mendapatkan halangan."


Mereka semua lalu kembali menikmati arak dengan suasana hati yang sangat gelisah. Apa lagi penjagaan di sekitar Ibu Kota sangat ketat, dengan berbagai prajurit yang tersebar di setiap sudut.


Mereka yang awalnya sangat bersemangat untuk melakukan misi ini, tiba-tiba di buat terkejut dengan berita kemunduran pasukan Sekte Iblis Tengkorak. Hal itu membuat mereka kini dalam situasi sulit.


Di Tempat Lain.


Tiga kilatan cahaya terus bergerak dengan kecepatan tinggi menuju Hutan JungYue. Hal itu membuat beberapa anggota Fraksi Naga yang melihat langsung meningkatkan kewaspadaan mereka.


"Siapa mereka sebenarnya?" Batin semua anggota Fraksi Naga yang sedang bersantai-santai di sekitar kawasan hutan JungYue.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2