
"Baiklah, perlihatkan keseriusanmu terhadapku. Aku ingin kau mengurus mereka!" Ucap Yun Yunyue, kemudian duduk kembali di tempat duduknya.
Xi Qiameng menelan ludahnya dengan kasar, apa ini adalah kesempatan dia untuk bisa tetap hidup.
Dengan wajah penuh tekad, Xi Qiameng bangkit.
"Dhuarr..." Tetua kelima dengan seketika tewas.
"Tapak racun Neraka!" Batin semua orang dengan bergedik ngeri, melihat teknik yang di gunakan Tetua Agung Xi Qiameng.
Yun Yunyue tertawa kecil. "Aku memintamu untuk mengurusnya, bukan membunuhnya!"
Tubuh Xi Qiameng bergetar hebat, menatap Yun Yunyue dengan ketakutan.
"No-Nona Muda..." Xi Qiameng langsung berlutut.
"Whuss..." Tubuh ketiga pemuda anggota Sekte racun Neraka lenyap dari pandangan semua orang.
Yun Yunyue kemudian menatap semua pengunjung di tempat itu. "Mohon maaf telah membuat kalian merasa tidak nyaman. Aku meminta kalian untuk menyembunyikan kejadian ini, atau kalian semua akan mengalami nasib yang sama seperti mereka!" Yun Yunyue memberikan peringatan pada semua pengunjung.
"Pelayan." Panggil Yun Yunyue, menatap pelayan yang terus menatap ke arahnya.
"Nona.." Pelayan itu berjalan menghampiri.
Yun Yunyue memberikan lagi sekantong koin emas ke arahnya. "Anggap saja sebagai kompensasi atas kejadian ini, aku akan segera pergi.." Yun Yunyue kemudian menatap ke arah Xi Qiameng.
Xi Qiameng bangkit berdiri, kemudian mengikuti Yun Yunyue yang berjalan keluar.
Semua orang terlihat menundukkan kepala, tidak berani untuk menata ke arah Yun Yunyue.
Di Luar Penginapan.
Yun Yunyue yang baru saja keluar, langsung melesat menuju ke arah timur dengan kecepatan tinggi.
Xi Qiameng yang berada di belakangnya terlihat sangat bingung.
Setelah bergerak selama beberapa menit, mereka berdua tiba di pinggiran hutan perbatasan Ibu Kota.
Xi Qiameng menatap tempat di sekitarnya dengan penasaran.
"Apa semua anggota Sekte racun Neraka akan melewati jalur ini jika menuju Ibu Kota?" Tanya Yun Yunyue menatap ke arah dalam hutan.
"Benar, Nona Muda." Jawab Xi Qiameng yang masih terlihat bingung.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua mulai merasakan kehadiran beberapa sosok yang bergerak ke arah mereka.
Yun Yunyue dengan tenang membuat segel tangan.
"Whuss..." Formasi Sangkar Keabadian muncul menyelimuti kawasan tempat itu.
Tidak lama berselang, keempat tetua dengan kecepatan tinggi melewati tempat tersebut.
__ADS_1
"Whuss... Whuss... Whuss... Whuss..." Mereka bergerak memasuki formasi Sangkar Keabadian.
"Bunuh mereka semua!" Ucap Yun Yunyue, memberikan perintah pada Xi Qiameng.
Tubuh Xi Qiameng menegang, dia tidak menyangka Yun Yunyue akan mengetahui jika ada tetua Sekte racun Neraka yang sedang bergerak menuju Ibu Kota.
"Bunuh mereka, atau kau yang akan tewas di tempat ini!" Ucap Yun Yunyue sekali lagi, dengan melepaskan aura Dewi Keabadian ke arah Xi Qiameng.
Xi Qiameng menganggukkan kepala dengan patuh, lalu melesat menyerang keempat tetua Sekte racun Neraka.
"Whuss..."
"Dhuarr..." Serangan Xi Qiameng berhasil di hadang oleh tetua tersebut.
"Tetua Agung." Ucap keempat tetua Sekte racun Neraka dengan kaget.
Tetua Agung Xi Qiameng hanya diam, lalu kembali melesat menyerang ke arah mereka.
"Tetua Agung! Apa yang sedang Tetua Agung lakukan?" Teriak mereka dengan tidak mengerti dengan tindakan Xi Qiameng.
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
Ledakan keras terus terdengar mengguncang tempat itu.
"Dhuarr..." Salah satu tetua terlempar terkena serangan tapak racun Neraka.
"Ini!" Ketiga tetua menatap dengan tidak percaya, saat melihat rakan mereka menabrak sebuah penghalang.
"Tetua Agung, jangan katakan jika ini semua adalah rencana anda!" Salah satu tetua mengucapkan dengan tatapan tajam, terlihat niat pembunuh di kedua matanya.
"Benar!" Jawab tetua agung Xi Qiameng tanpa mengubah raut wajahnya.
Yun Yunyue yang sedang bersembunyi di balik perisai bayangan, hanya tersenyum menunggu apa yang akan di lakukan oleh Xi Qiameng selanjutnya.
Ketiga tetua menatap tetua agung Xi Qiameng dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Pantas saja anda tidak memberikan kabar pada Sekte, mengenai pertemuan dengan Jenderal Zhiang. Kami tidak menyangka, seorang tetua agung akan mengkhianati sektenya sendiri."
"Sungguh memalukan sekte memiliki seorang tetua agung sepertimu." Tetua yang lain menimpali.
"Sangat mengecewakan." Tetua yang lain juga menambahkan.
"Majulah! Aku sudah malas mendengar omong kosong kalian semua!" Ucap tetua agung Xi Qiameng dingin.
"Cih, menjijikan!" ketiga tetua mendengus dengan kesal, lalu melesat dengan gerakan zig-zag ke arah tetua agung Xi Qiameng.
"Whuss..."
__ADS_1
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
Pertarungan kembali terjadi, kini ketiga tetua Sekte racun Neraka tidak ada yang menahan diri lagi.
Dalam waktu singkat, ketiga tetua Sekte racun Neraka mulai kewalahan menghadapi serangan tapak racun Neraka milik tetua agung Xi Qiameng.
"Andai saja penghianat ini tidak menggunakan teknik tapak racun Neraka, aku yakin tubuhnya sudah hancur sejak tadi!" Ucap salah satu tetua itu melalui telepati.
"Kita harus mengirimkan pesan pada Patrick, atau penghianat ini akan berulah di sekte!" Tetua yang lain menimpali.
"Benar." Salah satu dari mereka kemudian mengeluarkan batu komunikasi.
Tetua Agung Xi Qiameng hanya diam, dia sudah mengetahui jika saat ini mereka berada di dalam formasi Sangkar Keabadian yang di buat oleh Nonanya.
Dari jauh, Yun Yunyue dengan santai mengamati mereka semua.
"Aku hanya memberimu satu kesempatan, jadi jangan harap kau akan mendapatkan pengampunan dariku jika masih bersikap lembek seperti ini!" Suara lembut Yun Yunyue menggema di dalam pikiran tetua agung Xi Qiameng.
Xi Qiameng yang mendengar suara itu hanya menarik napasnya dalam-dalam, lalu kembali bergerak menyerang ke arah salah satu tetua yang masih memberikan informasi kepada Patrick Sekte.
"Whuss..."
"Dhuarr..."
Tetua tersebut terlempar dengan keras menghantam dinding formasi, terlihat batu komunikasi juga retak kemudian hancur lebur.
"Aku tidak peduli apa yang akan terjadi setelah ini!" Batin tetua agung Xi Qiameng dengan terus melepaskan serangan ke arah kedua tetua tersebut.
Dia hanya memikirkan nyawanya sendiri, jadi dia tidak akan segan membunuh orang-orangnya sendiri yang berasal dari sekte racun Neraka.
"Lebih baik mati memberikan perlawanan dari pada terbunuh sia-sia oleh penghianat sepertimu!" Teriak salah satu tetua, kemudian menatap ke arah ketiga tetua yang lain.
Mereka berempat saling berpandangan, lalu mengangguk kepala secara serempak.
"Whuss..." Mereka berempat melakukan gerakan yang sama, di mulai menggigit ujung jari, lalu mengeluarkan setetes darah.
"Formasi Racun Neraka!" Teriak keempat tetua yang saling menyatukan darah mereka masing-masing.
Empat tetes darah menyatu saling melengkapi satu sama lain, perlahan membentuk benang tipis yang menutupi kawasan tersebut.
Yun Yunyue cukup terkejut, namun ia terlihat masih cukup tenang tanpa berniat membantu tetua agung Xi Qiameng.
"Terlalu gegabah! Bagaimana bisa kalian menggunakan teknik seperti ini pada orang-orangmu sendiri!" Ucap tetua agung Xi Qiameng menatap dengan tidak percaya.
*
*
Bersambung.....
__ADS_1