
Pedang usang memancarkan cahaya selama beberapa saat, sebelum akhirnya kembali meredup.
Kini tampilan pedang usang sedikit berbeda dari sebelumnya, dimana warna hitam kini berdampingan dengan putih dan merah melambangkan tiga kekuatan berbeda dalam satu wadah.
"Berhasil!" Ucap Yun Yunyue dengan senang.
Matanya yang tenang berubah menjadi tajam, dengan gerakan secepat angin Yun Yunyue muncul di dekat Iblis tikus.
"Booms..." Iblis tikus terlempar dengan luka yang sama seperti yang di alami iblis monyet sebelumnya.
Yun Yunyue terus bergerak dengan menambahkan kecepatan, mengkombinasikan langkah angin dengan aura keemasan secara bersamaan.
"Whuss.... Whuss...." Setiap gerakan Yun Yunyue, ia akan melepaskan serangan pedang usang pada bagian tubuh binatang iblis.
Para binatang Iblis berteriak dengan marah, melihat bagaimana sebagian dari mereka memiliki luka yang sama.
Hal itu sendiri terjadi setelah pedang usang dengan tidak sengaja menyerap kekuatan racun dari iblis ular. Dengan kombinasi hawa panas dan dingin yang memancar dari pedang usang, membuat racun tersebut semakin kuat dan mengerikan.
Yun Yunyue yang sedang bertarung, tiba-tiba merasakan aura dari jauh yang mendekati pusat pertempuran.
"Aku dan orangku harus segera mungkin menyelesaikan pertarungan ini!" Batin Yun Yunyue lalu melesat ke arah langit.
"Selesaikan dengan cepat!" Perintah Yun Yunyue kepada kakak dan orang-orangnya.
"Baik Yue'er."
"Baik Nona." Lalu mereka menambahkan kecepatan serangan ke arah binatang Iblis yang menjijikan itu.
"Whuss..." Pedang Keabadian sejak awal membantai para binatang iblis ular dan kucing, terus bergerak melesatkan serangan ke arah binatang iblis tersebut.
Sementara pedang usang bergerak terbang menuju Yun Yunyue setelah berhasil membantai sebagian dari iblis kelinci.
"Meski harus menggunakan energi yang besar, ini sebanding dengan identitas yang kumiliki agar tidak di ketahui banyak orang." Yun Yunyue kemudian menggenggam erat pedang usang, dan memasukkan pedang usang ke dalam cincin penyimpanan.
"Kemarilah."
"Whusss...." Pedang Keabadian terbang menuju ke arah sang Tuan.
"Whuss...." Energi yang sangat besar Yun Yunyue aliran ke dalam Pedang Keabadian.
"Krak..Krak..." beberapa sinar keemasan bergerak dengan liar di sekujur bilah pedang, yang secara perlahan menyelimutinya dengan tenang.
"Pedang Kesunyian."
Dengan mengayunkan Pedang Keabadian, siluet sinar keemasan melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah para binatang Iblis tersebut.
Melihat serangan itu, para binatang Iblis berusaha untuk bergerak menjauhi pusat serangan, tapi mereka gagal karena beberapa Siluet keemasan bergerak lebih cepat di bandingkan perkiraan mereka semua.
__ADS_1
Para binatang Iblis tersebut berteriak dengan marah, mengeluarkan teknik tingkat tinggi mereka masing-masing, untuk mencoba menahan serangan siluet keemasan itu.
"Trak... Trak...Trak..." Siluet keemasan itu menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya, iblis kucing bersayap telah jatuh dari atas langit terkena sapuan Siluet keemasan tersebut.
"Booms... Booms..." Ledakan terus menggema.
Setelah beberapa saat kemudian, Siluet keemasan menghilang bersamaan dengan debu yang berterbangan.
Suasana di tempat itu kembali tenang, hanya tercium bau hangus, dan darah yang berceceran di tanah, membuat tempat di sekitarnya menjadi berwarna merah.
Yun Yunyue dan rombongannya masih dengan tenang menatap tempat tersebut, namun keadaan mereka kini cukup kelelahan setelah menggunakan teknik tingkat tinggi mereka yang menguras hampir semua energi spiritual milik mereka.
Dengan cepat Yun Yunyue mengeluarkan Api Keabadian untuk membakar tumpukan mayat yang tersisa, tidak lupa juga dia menghilangkan jejak pertempuran di tempat tersebut.
"Whuss... Whuss..." Yun Yunyue dan rombongannya bergerak masuk ke dalam Sangkar Keabadian, lalu kembali membuat formasi bayangan agar orang lain tidak dapat mengetahui keberadaan mereka semua.
Dengan tenang, Yun Yunyue dan rombongannya menutup mata untuk berkultivasi memulihkan diri.
Di Tempat Lain.
Di suatu tempat yang ada di lembah kuno bagian dalam, terlihat sosok pria yang berkultivasi perlahan membuka matanya.
Tatapan mata yang tajam menyiratkan kemarahan. Bersamaan dengan ledakan aura hitam yang mengitari seluruh tubuhnya.
"Bajingan! Siapa yang telah lancang membunuh pasukanku!" Ucap sosok itu dengan menggeram marah, memukul kehampaan membuat dinding ruangan bergetar.
"Aku ingin melihat seberapa jauh kemampuan dia, lalu menjadikannya sebagai pemimpin pasukanku kelak nanti!" Ucap sosok itu dengan tertawa.
Di Tempat Lain.
Beberapa saat kemudian, Putra Mahkota Qin Zhuyao, Putri Qin Zhui Ying, Yan Lan dan semua orang yang sebelumnya bertarung melawan para binatang Iblis mulai membuka mata.
Terlihat keadaan mereka semua kini sudah kembali ke puncaknya. Dimana luka-luka di tubuh mereka telah sembuh bersamaan dengan energi spiritual yang telah terisi penuh.
Mereka semua tersenyum dengan wajah cerah, saat melihat tempat di sekitarnya telah kembali tenang.
"Saudara.." Ucap salah satu pria yang merasakan beberapa aura mendekat.
"Mereka semua lalu mengalihkan perhatian ke arah dimana keenam pria yang baru saja tiba.
"Sial! Aku tidak dapat merasakan jejak aura sedikitpun di tempat ini!" Ucap salah satu dari mereka.
"Apa dia telah terbunuh?" Pria lain menimpali.
"Entahlah, jika memang dia telah terbunuh, artinya kita gagal dalam misi ini!" Ucap pria yang bertindak sebagai pemimpin.
"Benar. Meski dia telah tewas, tapi jika kita tidak dapat menemukan mayatnya sama saja bohong!" Ucap yang lain menghela napas berat.
__ADS_1
Putra Mahkota Qin Zhuyao dan orang-orang yang berada di dalam sangkar Keabadian dapat dengan jelas mendengar obrolan keenam pria itu.
"Apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Mereka selalu mengucapkan dia, dia dan dia.." Ucap Putra Mahkota Qin Zhuyao dengan raut wajah penuh kebingungan.
"Sejak awal kalian menghadapi binatang Iblis, mereka telah berada di sekitar tempat ini menunggu kesempatan. Sepertinya mereka menargetkan salah satu dari kalian!" Ucap Yun Yunyue dengan suara dinginnya perlahan membuka mata diikuti oleh orang-orangnya.
Mereka semua segera membalikkan badan menghadap ke arah belakang.
"Saudari Yue." Ucap Yan Lan dengan senang.
Putra Mahkota Qin Zhuyao yang melihat Yun Yunyue, bangkit berdiri, lalu berjalan menghampirinya.
"Saudari, saya Putra Mahkota Kekaisaran Qin, Qin Zhuyao mengucapkan terima kasih atas pertolongan saudari dan rombongannya kepada kami semua. Di masa depan, jika Saudari dalam masa kesulitan aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membalas apa yang sudah saudari dan rombongannya lakukan saat ini." Ucap Putra Mahkota Qin Zhuyao menangkupkan kedua tangannya hormat.
Yun Yunyue tersenyum tipis di balik topengnya, dia cukup kagum dengan kerendahan hati yang di miliki oleh Putra Mahkota Kekaisaran Qin di hadapannya ini.
"Putra Mahkota, sudah menjadi kewajiban bagiku dan rombonganku untuk membantu mereka yang sedang dalam kesulitan." Balas Yun Yunyue dengan suara lembutnya, membuat Putra Mahkota Kekaisaran Qin itu seakan terhipnotis, dengan pandangan matanya tidak teralihkan sedikitpun dari pandangan Yun Yunyue.
Yun Yunyue yang di tatap seperti itu hanya acuh tak acuh karena dia merasa pandangan tersebut bukan pandangan mesum atau lainnya. Tapi beda halnya dengan Xiao Mei yang menatap tajam ke arah Putra Mahkota Kekaisaran Qin yang tidak tahu diri itu.
"Hey, kenapa kau melihat Nonaku seperti itu, ha!" Bentak Xiao Mei yang membuat semua orang tersentak kaget.
"Mei..!" Ucap Yun Yunyue penuh penekanan.
"Baik Nona." Patuh Xiao Mei, tapi tatapan matanya tidak terlepas dari Putra Mahkota Qin Zhuyao.
Yun Yunyue lalu mengalihkan pandangan ke arah keenam pria yang saat ini masih saling berdiskusi.
"Saudari Yue, apa kamu mengetahui mereka?" Tanya Yan Lan yang mengikuti arah pandangan Yun Yunyue.
Yun Yunyue menggelengkan kepala. " Aku tidak mengetahui dengan pasti identitas mereka. Tapi aku sangat yakin, jika target mereka adalah salah satu dari Putra Mahkota atau Tuan Putri." Jelas Yun Yunyue dengan serius, membuat beberapa orang tidak menyukainya.
Mereka berpikir jika Yun Yunyue dan rombongannya sedang memanfaatkan situasi yang sedang terjadi untuk mengambil perhatian dari kedua anak Kekaisaran itu.
Yun Yunyue mengetahui akan tatapan beberapa dari mereka yang mulai tidak menyukainya, namun dia hanya bersikap cuek tidak memperdulikan hal itu. Beda halnya dengan orang-orang di belakang Yun Yunyue, mereka sudah mengeluarkan aura membunuh menuju ke arah orang yang tidak menyukai perkataan sang Nona
"Tenanglah." Suara lembut itu berhasil menenangkan mereka, sehingga menarik kembali aura membunuhnya.
"Saudari, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yan Lan.
"Membunuhnya!"Ucap Yun Yunyue dengan dingin, membuat semua orang terdiam dengan mulut terbuka lebar.
"Tap-..."
*********
Bersambung.......
__ADS_1