
Yun Yunyue dan kelompoknya terus bergerak meninggalkan Gunung Senjie.
Hingga tidak lama kemudian, Yun Yunyue menghentikan gerakannya.
"Kalian semua masuklah! Kecuali Long Zhou Yang akan menemaniku."
Long Zhou Yang menganggukkan kepala dengan tersenyum puas melihat ekspresi wajah saudara-saudarinya, sedangkan kelima bawahan Yun Yunyue kembali kesal karena lagi-lagi Long Zhou Yang oleh Tuan mereka untuk menemani perjalanannya.
"Baik Tuan." Meski begitu kelimanya tetap patuh pada perintah Yun Yunyue.
"Yue'er, kakak masuk dulu, kamu berhati-hatilah." Yun Jung kemudian mengecup kening adiknya lalu masuk ke dalam kalung dimensi bersama yang lain.
Setelah memasukkan mereka ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue dan Long Zhou Yang kembali melanjutkan perjalanannya menuju Ibu Kota Kekaisaran.
Tidak lupa juga ia memberikan kabar kepada Lu Wei.
Satu Hari Kemudian.
Yun Yunyue dan Long Zhou Yang terus bergerak tanpa beristirahat dengan kecepatan sedang.
"Sepertinya, kita akan segera tiba di Ibu Kota Tuan. Namun aku merasa cukup aneh karena beberapa kota yang kita lewati terlihat sangat tenang." Ucap Long Zhou Yang.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, ia juga merasakan hal yang sama dengan keadaan kota-kota yang mereka lewati.
Di Dalam Aula Istana Kekaisaran Qin.
Terlihat wajah Kaisar Qin Shan yang terlihat sangat muram. Ia terus berjalan bolak-balik sambil menatap beberapa orang yang ada di tempat itu.
Walaupun sudah coba di tenangkan oleh para menteri dan Jendral, namun Kaisar Qin Shan masih belum juga duduk dengan tenang.
Situasi yang sedang terjadi saat ini, buntut dari masalah yang terjadi di reruntuhan kuno, dimana para sekte aliran hitam terus mendesak Kaisar Qin Shan mengenai kejadian yang terjadi pada murid-murid mereka.
"Jenderal, apakah sudah ada laporan dari mata-mata yang kita kirimkan?"
"Belum Yang Mulia Kaisar.."
"Lalu bagaimana dengan pasukan di perbatasan?"
"Yang Mulia, saat ini keadaan di sana masih cukup tenang. Beberapa komandan juga sudah berjaga serta menambahkan pasukan dari Ibu Kota, dan beberapa kota terdekat."
"Mengapa aku merasa ketenangan di Benua Tengah sebentar lagi akan menghilang. Bukan hanya masalah perbatasan Utara, bahkan penduduk kota sendiri mencoba melakukan pemberontakan."
"Yang Mulia, aku baru teringat dengan perkataan Putra Mahkota, dimana pada saat itu ia di serang oleh kelompok asing saat berada di reruntuhan kuno. Aku rasa mereka memiliki hubungan dengan masalah ini." Ucap Jenderal Tian dengan serius.
"Aku mencurigai jika Benua Utara sudah menyusup dan bekerja sama dengan sekte-sekte aliran hitam." Perdana Menteri Kekaisaran menimpali.
"Kaisar, mengapa kita tidak meminta bantuan kepada Kaisar Benua Timur? Bukankah mereka juga memiliki konflik dengan Kekaisaran Benua Utara?" Ucap penasehat Kekaisaran.
Kaisar Qin Shan menghentikan gerakannya, lalu menatap serius Jenderal Tian.
__ADS_1
"Apa yang di katakan penasehat Kekaisaran benar. Jenderal Tian, aku meminta padamu untuk pergi ke Benua Timur, dan menyampaikan niat kita untuk membentuk aliansi!"
"Baik Yang Mulia!" Jenderal Tian dengan hormat, lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk mengurus segala keperluan sebelum pergi menuju Kekaisaran Benua Timur.
Wilayah perbatasan Kekaisaran Benua Tengah dan Benua Utara.
Dalam barak pasukan Kekaisaran Qin. Beberapa komandan serta satu Jenderal sedang duduk berbincang-bincang kecil sambil menikmati arak dengan santai.
Walaupun mereka terlihat santai dan tenang, tapi sebenarnya mereka merasa tegang dengan situasi yang terjadi saat ini.
"Aku merasa bingung, mengapa Kekaisaran Benua Utara sangat berambisi untuk menghancurkan Kekaisaran kita. Bahkan mereka secara terang-terangan, mengirimkan banyak pasukan menuju perbatasan." Ucap salah satu komandan.
"Jika di lihat dari hubungan masa lalu, sepertinya kedua Kekaisaran ini tidak pernah melakukan perselisihan." Komandan yang lain menimpali.
"Benar, ini yang membuatku sangat penasaran."
Mereka terus berbincang. Sedangkan di luar barak, terlihat banyak pasukan yang sedang berjaga maupun berlatih untuk persiapan menghadapi peperangan besar.
Di Tempat Lain.
"Whuss... Whuss..." Yun Yunyue dan Long Zhou Yang terus bergerak dengan kecepatan sedang, sambil mengawasi kota-kota yang mereka curigai.
"Tuan."
"Long Zhou Yang, aku memiliki tugas untukmu!" Yun Yunyue kemudian menjelaskan apa yang dia lakukan.
Long Zhou Yang dengan serius mendengarkan perkataan Tuannya.
"Baik Tuan.."
"Whuss... Whuss..." Mereka berdua terus melesat mendekati Ibu Kota.
"Tuan, aku akan segera pergi menuju Penginapan Lotus."
"Aku akan menunggumu di penginapan."
Mereka berdua kemudian berpisah, Yun Yunyue sendiri segera turun saat jarak gerbang Ibu Kota kini berjarak tiga ratus meter.
Yun Yunyue dengan tenang berjalan mendekati pintu gerbang yang terlihat cukup tenang. Hal itu sekali lagi membuat dia merasa sangat penasaran.
Apa lagi saat melihat banyak pasukan dengan kelompok-kelompok kecil yang berjalan di tempat itu.
Setelah menunggu giliran pemeriksaan, Yun Yunyue lalu menunjukkan identitas miliknya kepada penjaga gerbang.
Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya Yun Yunyue di persilahkan untuk masuk.
"Prajurit, apa telah terjadi sesuatu di Ibu Kota?"
Prajurit hanya diam, tidak ingin menjawab pertanyaan Yun Yunyue.
__ADS_1
"Hmm..." Yun Yunyue yang tidak mendapatkan jawaban, segera saja masuk ke dalam meninggalkan prajurit tersebut.
Di Dalam Ibu Kota.
Yun Yunyue terus berjalan memasuki pusat kota dengan langkah tenang, dan tentu saja ia menggunakan topeng kulitnya untuk tidak menarik perhatian banyak orang.
Tidak lama kemudian, ia melihat bangunan empat tingkat yang tidak jauh dari tempatnya berada.
Yun Yunyue dengan cepat menghampiri bangunan mewah itu. Setelah tiba di depan bangunan itu, Yun Yunyue segera di sambut oleh seorang pelayan wanita.
"Selamat datang di penginapan kami Nona." Ucap pelayan tersebut dengan hormat.
"Pelayan, apa masih ada meja kosong?"
"Ada Nona. Mari ikuti saya." Pelayan membawa Yun Yunyue masuk ke dalam.
Saat baru saja memasuki bangunan tersebut, Yun Yunyue langsung menjadi pusat perhatian pengunjung yang lain.
Yun Yunyue memang saat ini menggunakan pakaian yang tidak terlalu mewah, hanya saja sudah menggunakan topeng kulit tapi kecantikan yang dimiliki masih cukup menarik perhatian orang-orang di dalam bangunan itu.
"Nona, penginapan kami memiliki empat lantai. Masing-masing lantai memiliki kualitas berbeda. Untuk restoran berada di lantai dasar."
"Aku membutuhkan ruangan khusus." Ucap Yun Yunyue dengan cepat, setelah ia merasakan beberapa aura yang cukup kuat berada di lantai bagian atas.
Pelayan sedikit ragu, namun dengan cepat Yun Yunyue memberikan sekantong koin emas.
"Baik Nona, Mari."
Mereka lalu menaiki tangga dengan perlahan, hingga tidak lama kemudian tiba di lantai empat lantai teratas, yang memiliki ruangan khusus seperti kamar dan restoran mewah.
Yun Yunyue di arahkan menuju ruangan yang berada di tengah, namun ia menolak dan menginginkan ruangan yang berada di pojok.
Pelayan menganggukkan kepala, kemudian membawa Yun Yunyue ke ruangan tersebut.
Yun Yunyue dengan tenang masuk ke dalam ruangan seperti sebuah kamar.
"Nona, aku akan menyiapkan makanan dan minuman terbaik di tempat ini." pelayan kemudian meninggalkan Yun Yunyue di dalam ruangan.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu berjalan menuju tempat duduk.
Ia dengan tenang mencoba menyebarkan persepsinya, untuk memeriksa sosok yang berada di samping ruangannya saat ini.
"Siapa sebenarnya mereka? Aku rasa mereka sedang membahas hal penting." Batin Yun Yunyue, karena ia merasakan aura dan kekuatan darah yang berbeda dari sosok tersebut.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung.....