Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 96 - Akhir Perang.


__ADS_3

Houe Song tersenyum tipis menanggapi ucapan Yun Yunyue. Dia kembali menggerakkan tangan membuat pola rumit. Bersamaan dengan itu, terlihat tengkorak raksasa yang sedang bertarung dengan Phoenix Emas tiba-tiba menghilang.


Beberapa saat kemudian, muncul sebuah tombak dengan bagian ujungnya terdapat sebuah tengkorak yang memiliki mata merah menyala mengambang di depan Houe Song.


Yun Yunyue dengan santai menggerakkan tangan ke arah Phoenix Emas.


"Whuss..." Phoenix Emas itu melesat dengan mengubah wujud menjadi tombak muncul di samping sang Tuan, berdengung dengan tenang membuat angin di sekitarnya berputar membentuk sebuah tornado kecil.


Setelah sama-sama menggunakan senjata tombak, Yun Yunyue dan Houe Song langsung memfokuskan kekuatan mereka ke dalam tombak tersebut.


"Whuss..." Keduanya kembali melesat dengan kecepatan tinggi.


"Dhuarr... Dhuarr..." Serangan mereka berdua kembali beradu dengan suara dentingan tombak yang memunculkan percikan api.


Dalam waktu singkat, pertempuran itu menjadi semakin sengit dengan suara Ledakan yang terus menggema membuat formasi mengalami keretakan.


Namun dengan cepat enam bawahannya bergerak memperbaiki.


Semakin lama, pertempuran tersebut semakin mengerikan. Dalam pertempuran itu sendiri, tampak Houe Song mulai terpojok dengan terus bergerak mundur.


"Mengapa serangannya semakin lama semakin kuat!" Batin Houe Song dengan panik.


"Dhuarr..." Dalam kepanikannya, Houe Song tiba-tiba mendapatkan serangan tombak yang mengarah pada bagian dada. Tubuhnya terlempar puluhan meter menabrak tumpukan tanah yang menggunung.


"Argh..." Houe Song tersungkur meringis kesakitan, darah segar berwarna hitam keluar dari dadanya.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di sampingnya, kemudian melepaskan serangan pedang Bintang.


"Dhuarr..." Serangan bintang keemasan itu menghantam telak tubuh Houe Song, membuatnya semakin masuk ke dalam tanah.


"Argh..." Houe Song berteriak dengan keras, saat merasakan beberapa tulangnya hancur.


"Tombak Phoenix Abadi!"


"Whung..." Tombak Phoenix melesat ke atas langit, dengan aura emas yang terus masuk ke dalamnya.


Awan gelap mulai muncul bersamaan dengan ledakan Petir kehitaman. Hingga tidak lama kemudian, tombak Phoenix mulai membentuk siluet Phoenix dengan bagian kepala menggunakan mahkota.


"Shuittt..." Phoenix tersebut memekik dengan keras menatap ke arah Houe Song dengan tatapan tajam.


Yun Yunyue segera membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi, tidak lama kemudian dari tubuh Houe Song muncul benang berwarna emas yang membentuk pola rumit.


"Segel!"


"Whuss..." Energi berwarna emas itu mulai menyelimuti tubuh Houe Song. Ia terlihat sangat ketakutan, saat tidak mampu menggerakkan tubuhnya.


"Kau tenang saja. Aku hanya ingin menggunakan jiwamu untuk mencari apa masih ada keturunan Leluhurmu atau tidak!" Ucap Yun Yunyue kemudian mengangkat kedua tangannya.

__ADS_1


"Shuittt..." Sang Phoenix Emas kembali memekik dengan mulut terbuka lebar.


"Whuss..." Phoenix Emas melesat dengan kecepatan tinggi menuju tubuh Houe Song yang terlihat seperti makanan baginya.


"Tidak!" Teriak Houe Song dengan putus asa, saat tubuhnya kini mulai di lahap habis oleh Phoenix Emas.


Yun Yunyue menatap itu semua dengan pandangan mulai menggelap.


Tempat di sekitarnya kembali tenang, bahkan penampilan Yun Yunyue perlahan mulai kembali seperti semula dengan rambut hitamnya, tidak lupa juga dengan topeng kulitnya kembali menutupi wajah cantiknya.


Formasi di sekitarnya perlahan hancur bersamaan dengan semua orang yang kembali sadar.


Keenam bawahannya dengan cepat bergerak ke arah Yun Yunyue yang mulai tidak sadarkan diri.


Semua orang berdiri dengan pandangan kosong. Mereka menatap tempat di sekitarnya dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Apa semua sudah berakhir?" Ucap Qin Zhuyao menatap tempat di sekitarnya.


Hingga pandangan mereka semua teralihkan pada sosok Yun Yunyue yang berada di gendongan Long Zhou Yang.


"Tuan Long Zhou Yang, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kaisar Qin Shan berjalan mendekati.


Long Zhou Yang dan lainnya menghentikan langkahnya, lalu menatap semua orang dengan serius.


"Kaisar Xe Luan telah terbunuh. Kemenangan sudah kita dapatkan, tapi kalian harus tetap ingat! Jangan mencampuri urusan Benua Utara. Biarkan mereka menyelesaikan kekacauan internal Kekaisaran mereka sendiri. Tugas kita hanya menjaga Benua Tengah, dan mengawasi Benua Utara untuk kembali ke jalur yang benar!" Ucap Long Zhou Yang dengan serius.


"Kaisar Qin Shan, hamba sebagai salah satu Jenderal mewakili Kekaisaran Xe dan semua penduduk Benua Utara meminta pengampunan.." Ucap sang Jenderal dengan membungkukkan badan, diikuti oleh Jenderal dan komandan yang lain.


"Kami akan membawa Tuan menuju Istana. Kalian bisa menyelesaikan urusan di tempat ini!" Ucap Hu Bai kemudian berjalan meninggalkan mereka.


Namun baru saja berjarak lima meter, Long Zhou Yang kembali menghentikan langkahnya.


"Kali ini Tuan kami memberikan kalian pengampunan. Di masa depan kalian melakukan kesalahan kembali, kami tidak akan segan untuk menghapuskan Benua Utara dari peta Alam Rendah ini!" Long Zhou Yang dan lainnya kemudian melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan perbatasan.


Semua orang terdiam setelah mendengar kata-kata Long Zhou Yang. Mereka semua dapat merasakan kemarahan dari setiap kata yang terucap darinya.


Di Tempat Lain.


Long Zhou Yang dan lainnya terus melesat di atas langit. Sesekali mereka akan menatap wajah Yun Yunyue yang terlihat semakin pucat.


"Whuss..." Tiba-tiba Leluhur Han muncul di samping mereka berenam.


"Tuan Long Zhou Yang, bagaimana keadaan Nona Muda?"


Long Zhou Yang dan lainnya menghela napas panjang, lalu menggelengkan kepala. "Kami tidak dapat mengetahui dengan pasti bagaimana keadaan Tuan saat ini. Namun yang dapat kami pastikan, Tuan membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan untuk kembali ke puncaknya." Jelas Long Zhou Yang.


Leluhur Han terlihat terkejut, mendengar penjelasan dari Long Zhou Yang.

__ADS_1


Sementara Xiao Mei sudah menangis dalam diam melihat keadaan sang Nona, begitu juga dengan Lu Zhan.


"Apa yang sebenarnya terjadi, hingga menyebabkan Nona Muda mengalami hal seperti ini?" Batin Leluhur Han.


Leluhur Han merasa ada sesuatu yang di sembunyikan.


Namun seberapa keras dia mencoba memahami hal itu, dia tidak mampu untuk mengetahui.


Mereka terus melesat dengan kecepatan tinggi bergerak menuju Istana Ibu Kota Kekaisaran Qin.


Di Perbatasan.


Kaisar Qin Shan bersama para petinggi dari kedua Kekaisaran mulai memberikan arahan untuk membereskan kekacauan di tempat itu.


Mereka semua juga berencana melakukan pertemuan untuk membahas kerja sama kedua Benua. Meski ingatan mereka tentang jalannya pertarungan Yun Yunyue dan Houe Song telah menghilang, namun mereka masih dapat mengingat bagaimana Kaisar Xe Luan yang sebenarnya telah tewas.


Sehingga hal itu membuat mereka melakukan kerja sama untuk kembali membangun Kekaisaran Xe, sebagai bentuk persiapan merebut kembali kekuasaan mereka dari Sekte Iblis Tengkorak.


"Zhuyao'er, sebaiknya kamu kembali ke Istana." Ucap Kaisar Qin Shan dengan serius menatap putranya.


Di sisi lain, Qin Zhuyao, Han Rou dan Zhe Lan yang menggantikan Xiao Mei dan Lu Zhan dengan setia selalu berada di sampingnya sesuai dengan perintah dan tugas dari Long Zhou Yang.


"Putra Mahkota, apa yang di katakan Kaisar benar, ada baiknya Putra Mahkota kembali ke Istana." Jenderal Tian menimpali.


"Apa Ibu Kota juga mendapatkan serangan?"


Jenderal Tian menggelengkan kepala, lalu menjelaskan jika Ibu Kota baik-baik saja.


Hal itu sendiri terjadi karena terputusnya komunikasi antara para Penghianat dan beberapa Jendral, yang di tugaskan untuk menggerakkan para Penghianat dari sekte maupun Keluarga besar di Benua Tengah.


Setelah berbincang selama beberapa saat, akhirnya Qin Zhuyao memutuskan untuk kembali bersama Han Rou dan Zhe Lan.


Setelah kepergian mereka, Kaisar Qin Shan kemudian kembali menuju barak utama untuk beristirahat. Sedangkan untuk para prajurit, mereka akan secara bergantian memulihkan diri.


Di Tempat Lain.


Benua Timur.


Kabar mengenai berakhirnya perang antara kedua Kekaisaran sudah di dengar oleh Yuan Shou dan Ling Ling. Mereka mendapatkan informasi tersebut dari tetua Lu Wei.


"Kita harus mulai memperketat penjagaan. Aku khawatir hal ini bisa saja membuat musuh bertindak semakin liar, dan bisa saja membuat mereka bergerak mundur. Tapi bagaimana juga kita harus selalu siap dengan situasi yang akan terjadi."


"Baik Ketua!"


*


*

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2