
"Lalu bagaimana dengan pihak keamanan, terutama Walikota Wanyan?"
"Mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini, hanya saja karena keterbatasan yang mereka miliki membuat mereka dalam situasi kesulitan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Bahkan, Walikota juga telah meminta bantuan pada Keluarga-keluarga besar di kota Wanyan, mengenai pesan dari pihak musuh yang meminta mereka, untuk tunduk di bawah perintah Sekte aliran hitam tersebut." Ucap Jia Li.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, kemudian mulai berpikir mencari jalan keluar dari masalah ini, tidak mungkin ia memberikan Air Suci kepada orang yang tidak di kenal.
"Sepertinya aku harus memiliki kelompok yang mendalami ilmu pengobatan, sehingga saat terjadi masalah seperti ini mereka dapat memecahkan masalah saat itu juga." Yun Yunyue membatin. Kemudian menatap ke arah Jia Li.
"Bawah aku ke sana!"
"Baik, Nona Muda." Kemudian mereka semua segera menuju tempat di mana kekacauan terjadi akibat para pendekar yang mendalami teknik racun.
"Whuss..." Rombongan itu melesat menuju ke arah timur, untuk memasuki kota Wanyan.
Di Tempat Lain.
Di halaman Istana kota Wanyan.
Terlihat banyak penduduk yang saat ini tengah terkulai lemas tidak berdaya, bahkan sebagian dari mereka sudah tidak mampu untuk membuka mata.
Nafas mereka sangat lemah, membuat orang-orang yang di sekitar menatap dengan mata memerah, terutama para kerabat dan keluarga.
"Tuan Walikota, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu tetua Keluarga besar.
Walikota menggelengkan kepala lemah, dia juga tidak tahu harus melakukan apa.
"Kita hanya dapat berharap keajaiban datang." Jawabnya pelan, dengan mata nanar menatap orang-orang di hadapannya.
"Siapapun tolong bantu kami, aku akan merasa sangat berdosa jika mereka harus tewas akibat kecerobohan kepemimpinanku ini." Tuan Walikota membatin dengan hati yang begitu sakit, seperti tertusuk ribuan pedang.
Tuan Walikota Wanyan terkenal bijaksana dan sangat peduli dengan kesejahteraan masyarakat.
Saat semua orang sedang terdiam, tiba-tiba datang seorang prajurit.
"Tuan Walikota." Ucap prajurit dengan raut wajah khawatir.
"Prajurit, tenangkan dirimu terlebih dulu."
Prajurit kemudian mencoba menenangkan diri, sebelum melaporkan hal yang sedang terjadi.
"Tuan Walikota, di depan gerbang ada sekelompok dengan jumlah besar yang memaksa masuk ke dalam." Prajurit menjelaskan saat dia mulai tenang.
Mendengar hal itu, semua orang yang ada di halaman Istana pun segera menatap ke arah prajurit.
"Apa kamu mengenali mereka?"
"Tidak, hanya saja mereka mengatakan ingin menghancurkan kota ini."
__ADS_1
Tuan Walikota mengerutkan kening bingung. "Jelaskan lebih rinci."
"Salah satu dari mereka mengatakan jika mereka berasal dari sekte kelabang beracun." Kemudian prajurit menjelaskan jika kelompok itu memiliki tanaman dan beberapa hewan yang terbang di atas langit herbal.
Bahkan bau tanaman yang kelompok itu bawah, sangat menyengat dan mengganggu pernapasan.
"Apa mereka kelompok yang sama?" Walikota bertanya-tanya, kemudian segera meminta orang-orangnya untuk ikut bersama dirinya menuju gerbang.
"Tetua, aku titipkan mereka kepada anda." Ucapnya dengan menatap tetua yang menjadi orang kepercayaannya.
"Baik!"
Walikota serta para petinggi berasal dari Istana kota dan Keluarga besar segera mengikuti prajurit menuju gerbang.
Di Depan Gerbang.
Terlihat sekitar seratus orang kultivaltor berdiri dengan kemarahan yang menyala.
"Bajingan! Tunggu apa lagi, sebaiknya kita hancurkan saja kota ini sekarang!" Ucap salah satu dari mereka dengan marah berkata dengan arogan.
"Tenanglah, kita tunggu mereka terlebih dulu." Ucap pemimpin pasukan itu dengan menggosok kedua telapak tangan.
"Cih! Apa kamu masih dapat bersikap tenang saat anggota kita terbunuh?"
"Jika kamu tidak bisa tenang, silahkan saja lakukan apa yang ingin kamu lakukan."
"Jika begitu, aku akan melakukan dengan senang hati." Ucapnya dengan bersemangat, kemudian maju mendekati gerbang.
"Berhenti!" Teriak prajurit memberanikan diri, meminta orang itu untuk menghentikan langkahnya.
Sedangkan orang yang sedang berjalan mendekat ke arah gerbang hanya bersikap cuek dan tertawa.
"Cobalah hentikan aku, jika kalian semua mampu." Kemudian segera mengeluarkan sebuah kelabang dari balik lengan bajunya.
"Whuss..." Kelabang itu kemudian mengeluarkan cairan hitam pekat.
"Hahaha... Akhirnya aku dapat mencoba racun racikan terbaruku.." Ucapnya dengan tertawa.
Para prajurit yang melihat apa yang terjadi di hadapan mereka begitu ketakutan. Hingga tiba-tiba dari dalam kota muncul puluhan orang, Salah satu dari mereka adalah Tuan Walikota.
Tuan Walikota yang datang bersama para petinggi dan Jendral menatap ke arah pemuda itu dengan penasaran.
"Siapa kalian? Mengapa datang ke kota dengan begitu arogan?"
"Cih! Jangan berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi. Aku sangat jijik melihat wajahmu itu!" Teriak pemuda yang berusia sekitar dua puluh tahunan itu.
"Whuss..." Tiba-tiba di tangannya muncul beberapa tanaman hitam.
"Hidangan pembuka!" Ucapnya dengan bersemangat.
__ADS_1
Tuan Walikota dan yang lainnya segera membuat perisai pertahanan.
"Aktifkan formasi kota!" Perintah salah satu petinggi, kemudian Beberapa orang segera menuju pusat formasi.
"Hahaha.... Kalian begitu naif! Hanya formasi rendah tidak akan mampu menahan ganasnya kelabang beracun baruku ini!"
"Kelabang Racun peledak!" Dengan menggerakkan tangannya, kelabang itu memakan tanaman, lalu membelah diri menjadi ratusan kecil berwarna biru melesat dengan tajam ke Tuan Walikota di yang lainnya.
"Whuss..." Tiba-tiba energi berwarna emas muncul dari kehampaan melindungi orang-orang kota Wanyan.
"Sepertinya, aku datang sedikit terlambat!" Ucap sebuah suara terdengar menggema ke seluruh tempat.
Semua orang segera memfokuskan diri pada suara yang baru saja terdengar. Bukan hanya itu saja, bahkan kini sebuah energi berwarna emas yang tiba-tiba muncul dari kehampaan seperti sebuah perisai, yang begitu kuat karena dengan begitu mudahnya, dapat menahan serangan kelabang beracun.
Anggota Sekte kelabang beracun sendiri mulai meningkatkan kewaspadaan, sedangkan pihak Walikota dapat bernafas dengan lega saat ada yang membantunya.
"Whuss... Whuss..." Sepuluh gadis muncul di tengah antara kedua pihak.
kemudian di susul kembali oleh kedatangan Yun Jung yang di dampingi Yuan Shou dan Ling Ling, Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng. Mereka kemudian berdiri di depan perisai pertahanan berwarna emas.
Yun Yunyue yang sebelumnya menahan serangan itu, tersenyum tipis di dalam perisai emas.
Dengan tenang dia mengibaskan tangannya, kemudian energi berwarna emas itu menghilang bersamaan dengan sosok Yun Yunyue yang begitu anggun berdiri di tengah-tengah dengan tenang, namun tatapan matanya tajam mengarah pada anggota Sekte kelabang beracun.
"Aku tidak mengetahui apa rencana kalian sebenarnya, tetapi karena kalian telah membuat kekacauan dan mengganggu ketenangan Kota, maka kalian semua tidak meninggalkan tempat ini!" Ucap Yun Yunyue dengan suara yang mendominasi.
Dari Jauh.
Pemimpin pasukan anggota Sekte Kelabang beracun, menatap Yun Yunyue dengan penasaran.
"Siapa dia?" Batinnya dengan terus menatap ke arah Yun Yunyue.
"Tetua Mong, bagaimana?" Tanya salah satu tetua yang juga berada di dalam pasukan itu.
"Sebaiknya kita awasi terlebih dahulu, dengan kemunculannya yang tiba-tiba menghalaukan serangan dari Zhu Lon, aku yakin mereka bukan gadis dan pemuda yang bisa di pandang remeh." Jelas tetua Mong, dengan memasang sikap waspada.
"Apa kita akan meminta bantuan kepada yang lain?"
"Itu akan membuang banyak waktu, belum lagi persiapan yang harus di lakukan." Ucap tetua Mong dengan menggelengkan kepala.
Jia Li dan anggota pasukan Phoenix Emas saling menatap satu sama lain, kemudian melihat ke arah Yun Yunyue yang menganggukkan kepala.
"Bersiaplah!" Perintah Jia Li memimpin pasukan Phoenix Emas, pasukan elit Penginapan Lotus.
Mendengar apa yang di katakan oleh Jia Li, kesembilan anggota pasukan Phoenix Emas tersenyum kemudian segera melesat ke depan.
"Formasi cincin Phoenix!" Perintah Jia Li yang bertindak sebagai pemimpin. Kemudian dia melesat ke atas langit, di ikuti oleh beberapa anggota.
"Whuss... Whuss..." Kilatan cahaya melesat ke berbagai arah, dengan pergerakan yang cukup rapih namun terlihat sangat rumit.
__ADS_1
****
Bersambung.....