
Tiba-tiba suara gemuruh petir memenuhi langit. Bahkan kali ini terjadi di seluruh Alam Rendah.
Meski gemuruh petir muncul di keempat Benua, namun hanya di sekitar Gunung Senjie yang terlihat paling menakutkan.
Di dalam Keluarga Zhang sendiri, terlihat ratusan benang petir menghantam tanah dan membuat tempat di sekitarnya hancur.
Hal itu membuat semua penghuni dunia Spirit bergerak ke arah bangunan Utama, untuk melindungi bangunan tersebut dari hantaman kilatan petir.
Di Dalam Goa.
Long Zhou Yang yang baru saja masuk ke dalam formasi terlihat sangat kesal, saat mendengar suara gemuruh petir.
"Sialan! Kenapa beberapa hari ini banyak sekali kejadian aneh yang terjadi di dunia ini? Apa langit sedang menantang Tuanku!" Ucap pelan Long Zhou Yang, ia merasa pertemuan dia dan Yun Yunyue beberapa hari yang lalu telah membuat langit murka.
Yun Yunyue yang mendengar suara Long Zhou Yang hanya tersenyum dengan terus fokus menopang formasi.
Sedangkan Leluhur Zhang Mo dan Leluhur Juan, segera pergi meninggalkan goa menuju bangunan utama. Mereka khawatir semua orang akan kesulitan menahan amukan petir.
Meski pun Yun Yunyue dan kelompoknya kuat, namun Long Zhou Yang sangat membenci suara gemuruh petir seperti yang saat ini sedang terjadi.
Hal itu di karenakan Long Zhou Yang pernah mendapat hukuman dari salah satu Ras Naga Petir.
Dimana dia harus memasuki dunia rahasia ras klan Naga Petir untuk mendapatkan ribuan cambukan petir.
Meski Yun Yunyue tidak mengetahui trauma Long Zhou Yang, namun dia dapat melihat dari bagaimana reaksi wajah Long Zhou Yang.
"Sekarang!" Teriak Yun Yunyue memberi perintah.
Long Zhou Yang yang sejak tadi mulai kehilangan fokus, mulai mencoba menenangkan diri. Perlahan ia menutup kedua mata, hingga perlahan penampilan wujud manusianya berubah.
Rambut panjang hitam, pupil hitam keemasan, dan armor Naga.
"Whuss..." Lambang sisik naga dan kobaran api merah, muncul di kening Long Zhou Yang dengan ukuran sangat kecil.
Perubahan wujud manusia memang menjadi ciri khas Ras Naga dan Hewan Suci lainnya. Dimana penampilan manusia mereka mampu bertransformasi layaknya seorang Dewa.
Darah Emas yang sebelumnya di lepaskan oleh Yun Yunyue, perlahan menyatu pada bola api di belakang punggung Zhang Chin.
__ADS_1
Long Zhou Yang menggerakkan tangan membentuk tulisan kuno di udara. Dengan sapuan tangan Long Zhou Yang melemparkan tulisan kuno tersebut ke arah bola api.
"Menyatu!" Ucap Long Zhou Yang dengan mengalirkan energi ke dalam bola tersebut.
"Whuss..." Bola itu berputar dengan kecepatan tinggi, membuat dinding pada gua bergetar dengan sangat hebat.
Tanah yang mereka pijak perlahan retak, namun dengan cepat Yun Yunyue melepaskan formasi bintang.
Bola api yang kini telah tercampur dengan darah Emas, yang tidak lain Darah Suci Keabadian milik Yun Yunyue, perlahan mulai menyelimuti tulisan kuno.
"Sedikit lagi." Yun Yunyue dengan sekuat tenaga, menahan kekuatan besar yang terus mencoba menghancurkan formasi.
Long Zhou Yang yang melihat bagaimana keadaan Yun Yunyue merasa sangat khawatir.
Perlahan bola api kembali tenang, dengan mengeluarkan aura yang sangat kuat.
"Whuss..." Bola api itu masuk ke dalam tubuh Patrick Zhang Chin.
"Bugh." Yun Yunyue terjatuh ke tanah setelah kehabisan banyak energi serta tenaga.
Long Zhou Yang sendiri melesat ke arah Yun Yunyue.
Beberapa saat kemudian, wajah Long Zhou Yang membeku, dia menatap Yun Yunyue dengan penuh haru.
"Tuanku memiliki hati yang bersih, bahkan ia rela memberikan sedikit kekuatan energi kehidupan pada Patrick Zhang Chin." Batin Long Zhou Yang menatap ke arah Yun Yunyue.
Tidak lama kemudian, keempat Leluhur mendekati Long Zhou Yang. Pandangan mereka tidak lepas dari sosok Yun Yunyue.
Sedangkan tetua Zhang Luxe, tetua Zhang Hu, dan tetua Zhang Loeng membantu Patrick Zhang Chin.
Di Tempat Lain.
Kini di hutan perbatasan antara Benua Tengah dan Benua Timur, telah berkumpul ratusan ribu pasukan yang terdiri dari Pendekar Pertapa Suci hingga Kaisar.
Pasukan tersebut adalah Penginapan Lotus yang di pimpin langsung oleh tetua Lu Wei di bantu oleh tetua Han.
Sementara Pasukan Fraksi Naga dan Bunga telah lebih dulu pergi untuk menyelamatkan Putri Xue Naen.
__ADS_1
Mereka semua sedang melakukan persiapan untuk memulai rencana penyerangan terhadap Sekte Lebah kegelapan, yang di kabarkan oleh Fraksi Naga dan Bunga Sekte tersebut yang telah menculik putri Xue Naen.
Kecurigaan mereka terhadap Sekte Lebah kegelapan bukan tanpa alasan, dimana Yun Yunyue sempat memberikan kabar kembali pada mereka tentang racun yang bersarang di tubuh Patrick Zhang Chin.
Saat mereka semua sedang bersiap, tiba-tiba Putra Mahkota dan Jendral Tian datang ke tempat itu, entah Keluarga Kekaisaran mendapatkan informasi penyerangan kali ini dari siapa, yang jelas mereka datang tepat saat mereka akan pergi menuju sekte Lebah kegelapan.
Ketampanan Putra Mahkota sendiri menarik perhatian anggota Penginapan Lotus, tapi tidak seratus persen karena bawahan Nona mereka lebih tampan darinya.
Dikabarkan kedekatan Putra Mahkota Qin Zhuyao dengan Yun Yunyue sendiri sudah di ketahui oleh mereka semua. Entah darimana asal mereka mendengar gosip itu, ternyata dunia nyata dan dunia fantasi memiliki kemiripan tentang hal seperti ini.
Putra Mahkota Qin Zhuyao dan Jendral Tian memberikan hormat pada tetua Lu Wei dan tetua Han. Meski kedudukan Keduanya cukup tinggi sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Benua Tengah dan Jendral Tian, namun bagaimana juga mereka tetap menghormati orang-orang Yun Yunyue.
"Tetua Lu Wei, izin aku dan Jendralku untuk ikut dalam penyerangan kali ini." Ucap Putra Mahkota Qin Zhuyao menatap penuh harap ke arah tetua Lu Wei.
Semua orang terlihat terkejut mendengar ucapan itu. Tetua Lu Wei menggelengkan kepala, menolak permintaan Putra Mahkota Qin Zhuyao.
"Putra Mahkota, penyerangan kali ini sangat berbahaya. Jadi sebaiknya Putra Mahkota tetap berada di Kekaisaran untuk berlatih." Ucap Lu Wei lalu menatap tetua Han.
Tetua Han sendiri pura-pura tidak mengetahui, ia dengan cuek menatap ke arah lain.
"Dasar orang tua bau tanah." Batin tetua Lu Wei.
Putra Mahkota Qin Zhuyao yang mendengar penolakan itu tidak tinggal diam, dia terus mencoba meyakinkan tetua Lu Wei agar mengizinkan dia dan Jenderalnya ikut.
"Tetua Lu Wei, dengan ikut dalam penyerangan kali ini, aku yakin perkembanganku akan meningkat lebih cepat."
"Benar, aku rasa tidak ada salahnya Putra Mahkota dan aku untuk ikut. Bukan begitu tetua Han?" Ucap Jenderal Tian, yang langsung membuat wajah tetua Han salah tingkah.
Sedangkan tetua Lu Wei sendiri hampir saja tertawa, melihat bagaimana reaksi terkejut tetua Han.
"Hmmm... Baiklah, biarkan aku dan Jendral Tian yang akan menjaganya nanti." Ucap tetua Han tidak berdaya.
Putra Mahkota Qin Zhuyao tersenyum senang, mendengar ucapan tetua Han.
"Whuss..." Tetua Lu Wei terbang ke langit, lalu berhanti menatap semua pasukan di bawahnya.
"Dengarkan aku.."
__ADS_1
********
Bersambung.....