
"Xi Qiameng! Kau sekarang bukan lagi bagian dari kami!" Teriak salah satu tetua, yang kemudian langsung bergerak ke arah Xi Qiameng.
Xi Qiameng terkekeh pelan, lalu ikut melesat menyambut serangan itu.
"Dhuarr..." Ledakan dahsyat bergema, melemparkan tetua tersebut hingga belasan meter.
Xi Qiameng terpukul mundur beberapa meter, dengan tangan kanan mengeluarkan sedikit darah.
"Sekarang!" Teriak tetua yang sebelumnya terlempar.
Ketiga tetua segera melesat menuju Xi Qiameng.
Yun Yunyue menatap serius, memperhatikan tangan kanan Xi Qiameng yang semakin membusuk.
"Teknik sampah." Yun Yunyue bergumam pelan.
"Mati kau sialan!"
Xi Qiameng mencoba membuat formasi pertahanan, untuk menghalau serangan kombinasi dari ketiga tetua tersebut.
"Whuss..." Energi hijau transparan muncul menyelimuti tubuh Xi Qiameng.
"Dhuarr... Dhuarr..." Ledakan pertama berhasil menggetarkan formasi pertahanan, hingga pada serangan kedua berhasil menghancurkan pertahanan Xi Qiameng.
"Booms..." Ledakan keras bergema bersamaan dengan robohnya tubuh Xi Qiameng.
Ketiga tetua tersebut berdiri dengan wajah tersenyum puas, napas mereka tersengal-sengal menatap sang tetua agung yang kini sudah berhasil mereka kalahkan.
Dari jauh Yun Yunyue masih terlihat sangat tenang. Tatapan kedua matanya tidak lepas dari sosok Xi Qiameng yang terbaring di atas tanah.
"Sudah cukup!" Ucap pelan Yun Yunyue, kemudian menghilang dari tempatnya.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di hadapan para tetua Sekte racun Neraka.
Keempatnya nampak sangat terkejut, dengan kedatangan Yun Yunyue yang secara tiba-tiba.
Yun Yunyue mengeluarkan pedang usang, lalu melemparkan ke atas langit.
"Krak... Dhuarr..." Formasi Racun Neraka di hancurkan dengan sangat mudah, bahkan energi yang ketiga tetua ciptakan untuk membentuk formasi terhisap masuk ke dalam pedang usang.
Tubuh keempat tetua bergetar dengan hebat menatap kejadian tersebut, mereka menatap Yun Yunyue dengan ketakutan.
"Siapa kau?" Tanya salah satu dari mereka.
Yun Yunyue hanya diam, lalu menggerakkan tangan memasukkan Xi Qiameng ke dalam kalung dimensi.
"Bersiaplah! Karena kalian telah melukai orangku!" Yun Yunyue kemudian kembali menghilang.
"Dhuarr..." Salah satu tetua terlempar hingga menabrak dinding formasi Sangkar Keabadian.
"Ini!" Mereka sekali lagi di buat terkejut, melihat formasi yang terpasang di wilayah tersebut.
Yun Yunyue kembali bergerak tanpa memberikan kesempatan kepada mereka.
__ADS_1
"Whuss... Whuss... Dhuarr..." Ketiga tetua itu terlempar, hingga memuntahkan setuguk darah segar dari mulut mereka.
"Dia sangat kuat!" Teriak tetua tersebut berusaha untuk bangkit berdiri.
"Whung..." Keempat bilah pedang energi bintang muncul mengambang di belakang punggung Yun Yunyue.
"Mati!"
"Whuss..." Keempat energi pedang bintang melesat dengan tajam ke arah mereka berempat.
"Booms... Dhuarr..." Tanpa dapat menghindar, keempat energi pedang bintang itu langsung menembus bagian dada keempat tetua Sekte racun Neraka, lalu meledakkan tubuh mereka tanpa menyisakan apapun.
Setelah membunuh keempat tetua Sekte racun Neraka, Yun Yunyue segera membersihkan aura bekas pertarungan, lalu melesat menuju Istana Kekaisaran untuk menemui Long Zhou Yang.
Di Dalam Kalung Dimensi.
Tubuh Xi Qiameng perlahan semakin menghitam, setelah efek samping dari penggunaan teknik tapak racun Neraka mulai memasuki organ-organ penting di dalam tubuh.
"Whuss..." Kelima bawahan Yun Yunyue muncul di tempat Xi Qiameng berada, lalu membawa tubuhnya menuju Istana Bintang untuk di berikan pertolongan.
Mereka berlima telah mendapatkan perintah dari Yun Yunyue, untuk membantu Xi Qiameng.
Awalnya mereka cukup bingung dengan perintah Yun Yunyue, namun mereka tidak ingin memikirkan terlalu jauh dan mengabaikan perintah sang Tuan begitu saja.
Di Dunia Luar.
Yun Yunyue terus bergerak dengan kecepatan puncak, hingga beberapa saat kemudian ia mulai memasuki kawasan Ibu Kota kembali.
Yun Yunyue berhenti di atas langit, mencoba memeriksa keadaan sekitarnya.
Di Tempat Lain.
Long Zhou Yang dengan tenang duduk menatap ke arah Istana Kekaisaran Qin.
"Aku sangat penasaran dengan rencana Tuanku selanjutnya." Batin Long Zhou Yang yang sudah tidak sabar menantikan kejutan yang akan terjadi.
Saat sedang mengawasi situasi tempat itu, Long Zhou Yang merasakan aura yang bergerak ke arahnya.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul tidak jauh dari Long Zhou Yang.
Long Zhou Yang segera bangkit berdiri, lalu menghampiri Sang Tuan.
"Tuan." Long Zhou Yang memberikan hormat.
"Long Zhou Yang, bagaimana keadaan di tempat ini?"
"Tuan, selama aku berada di tempat ini aku tidak menemukan pergerakan yang mencurigakan."
Yun Yunyue menganggukkan kepala. "Lalu bagaimana dengan pertemuanmu dengan tetua Lu Wei?"
Long Zhou Yang dengan tenang menjelaskan tentang apa saja yang merasa bicarakan. Di mulai dari keadaan Benua Tengah, pergerakan musuh, dan keadaan Putra Mahkota Qin Zhuyao bersama yang lainnya.
"Tuan, Mereka merasa bersalah setelah tidak dapat menemukan Tuan pada saat itu. Bahkan mereka berpikir Tuan telah tewas di dalam reruntuhan kuno. Aku harap Tuan dapat menemui mereka." Long Zhou Yang berbicara dengan hati-hati.
__ADS_1
"Aku memang berniat menemui mereka, sebelum nantinya aku pergi menuju wilayah perbatasan antara Benua Tengah dan Benua Utara."
Long Zhou Yang menganggukkan kepala, kemudian menatap Tuannya dengan serius.
"Tenanglah, hanya ada sedikit gangguan. Aku akan menjelaskan nanti." Yun Yunyue lalu membuka kalung dimensi agar Long Zhou Yang dapat beristirahat.
"Baik Tuan."
"Whuss..." Long Zhou Yang lenyap memasuki kalung dimensi.
Yun Yunyue kemudian menatap ke arah Istana. "Aku tidak menyangka mereka akan mengalami hal seperti itu." Ucapnya tersenyum.
Hati Yun Yunyue merasa hangat, saat mengetahui ada orang yang menghawatirkan keadaan dia, bahkan mereka baru saja mengenal dalam pertemuan yang singkat.
Yun Yunyue bergerak menuju gerbang Istana Kekaisaran.
"Beberapa saat kemudian. "Whuss..." Yun Yunyue muncul di depan gerbang, yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari para prajurit yang sedang berjaga.
"Jangan bergerak!" Ucap salah satu prajurit, turun dari atas gerbang.
Yun Yunyue berdiri menatap mereka dengan tenang.
"Nak! Istana Kekaisaran saat ini tidak menerima tamu dari luar." Jelas prajurit saat tiba di hadapan Yun Yunyue.
"Prajurit, aku ingin bertemu dengan Putra Mahkota Qin Zhuyao dan Putri Qin Zhui Ying, mohon bantuannya." Ucap Yun Yunyue dengan menangkupkan kedua tangannya.
Prajurit menatap Yun Yunyue dengan penuh selidik. Tidak ingin mengambil resiko, prajurit segera memberikan perintah kepada rakannya untuk memberitahukan kedatangan Yun Yunyue yang berniat menemui Putra Mahkota Qin Zhuyao dan Putri Qin Zhui Ying.
"Aku akan melaporkan kedatanganmu terlebih dahulu pada Jenderal besar."
"Terima kasih."
Yun Yunyue dengan tenang berdiri menunggu prajurit yang sedang melapor.
Sedangkan prajurit yang ada di tempat itu sangat penasaran dengan identitas Yun Yunyue.
"Masih sangat muda dan tenang. Aku merasa sedang berdiri di hadapan seorang Dewi." Ucap prajurit melalui telepati.
"Benar, aku kira hanya perasaanku saja."
Yun Yunyue memang sengaja mengeluarkan sedikit aura Dewi Keabadian ke arah mereka.
Aura Dewi Keabadian memang memiliki kemampuan khusus, dimana saat digunakan bisa membuat orang lain akan menghormati dia melebihi seorang Kaisar sekalipun.
Setelah menunggu selama beberapa saat, terlihat beberapa prajurit datang bersama komandan dan Jendral.
Sang Jenderal yang melihat seorang gadis yang sedang berdiri di depan gerbang, menatap dengan kaget.
"Nona.." Sang Jenderal mempercepat langkahnya.
*
*
__ADS_1
Bersambung......