Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Lahir Prematur


__ADS_3

"Atika..." Panggil Prasetyo yang merasa panik. Hingga membuat semua orang menoleh kepada nya.


"Tiyo, anak kita" Atika yang melihat darah mengalir dari kedua kakinya ikut panik. Prasetyo dengan kepanikannya langsung mengangkat Atika dalam gendongannya. Iya segera membopong sang istri untuk membawanya pergi. Semua orang memperhatikan kejadian ini. Miana yang melihat langsung merasa ngeri dengan adanya darah. Di saat itu, Miana merasa akan mual.


Dengan sigap, Bagas langsung memeluknya.


"Sayang... Kenapa? " Bagas bertanya sambil menggunakan tubuhnya untuk menutup pemandangan mengerikan di depannya.


"Aku mual lihat darah" Jawab Miana sambil menutup mulutnya.


"Kalian, cepat bersihkan" Bagas tak mau mengambil resiko acara pernikahannya menjadi kacau. Iya segera menyuruh pengawal untuk membersihkan ceceran darah yang tidak seberapa banyak itu dari hadapan Miana.


"Sudah bersih sayang" Bagas melepaskan pelukan Miana. Miana melirik sedikit ke arah di mana Atika jatuh lagi. Dan benar saja. Bahwa sudah tidak ada setitik pun darah di sana.


"Maaf" Miana menunduk sembari mengucapkan kata maaf dari mulutnya.


"Tidak apa-apa Miana, saya tahu dari dulu kamu sangat takut dengan darah" Bagas Mengerti bagaimana keadaan Miana sejak dulu. Iya memakluminya saja.


"Jangan Murung seperti itu. Pesta pernikahan kita ini akan berjalan dengan lancar. Aku sudah memastikan semua keamanan di setiap sudut rumah ini" Bagas menenangkan Miana. Hal yang di rasakan Miana adalah ke anehan. Dia merasa tidak pernah mengundang Prasetyo dalam acara pernikahan ini. Namun, tidak tahu mengapa Prasetyo malah datang ke acara pernikahannya. Membuat Miana merasa tidak nyaman dengan kehadiran mantan suaminya itu. Miana mengangguk mendengarkan apa yang diucapkan oleh suaminya saat ini. Ia pun kembali tersenyum. Menikmati pesta yang dibuat secara mewah tersebut. Pesta pun berjalan dengan seiringnya waktu.


"Hadirin sekalian yang terhormat. di acara yang penuh dengan keberkahan ini, kami selaku panitia ingin mengumumkan suatu hal penting" suara MC terdengar begitu nyaring di setiap sudut halaman rumah Miana. banyak wartawan datang sekedar untuk Meliput Hari Istimewa sang konglomerat di kota itu.


"Hari ini kami ingin mengumumkan, seorang pewaris pertama dari perusahaan AIA Corporation yang telah menikahi seorang putri bernama Miana Damayanti. Dialah Bagas Nurdiansyah" Semua orang terkejut melihat apa yang di saksisan saat ini. Mereka semua merasa tidak percaya atas apa yang di dengarnta.


"Bagas Nurdiansyah bukannya assistand tuan Rendy ya. Kenapa bisa jadi pemilik AIA Corporation? " suara desas desus terdengar. Ada yang merasa tidak percaya, ada pula yang merasa kagum atas apa yang di lakukan oleh keluarga AIA untuk menutupi identitas Bagas namun tetap dapat memimpin perusahaan tanpa di ketahui oleh siapa pun.

__ADS_1


Pov Atika dan Prasetyo.


"Jadi yang di maksud orang-orang adalah Bagas? " gumam Prasetyo di saat melihat tayangan di televisi sambil menunggu Atika di luar ruang oprasi.


"Berarti alasan saat itu mereka memutuskan kerja sama adalah karena ayah dan ibu telah menyinggung Bagas"


"Pantas saja mereka melakukan itu. Ternyata Bagas adalah pewaris utama AIA corporation. Aku telah salah menilai mereka selama ini" Bagas yang telah mengetahui kenyataan yang sebenarnya merasa menyesal telah menuduh Miana dan Bagas yang bukan-bukan.


"Aku memang bodoh" Gumam Prasetyo kepada dirinya sendiri sambil menjambak pelan rambut di kepalanya.


"Keluarga nyonya Atika Marcella" Mendengar nama Atika di sebut, Prasetyo langsung berdiri dan berjalan menuju ke depan pintu tempat Atika di oprasi SC.


"Saya suami dari Atika sus" Prasetyo yang sudah berada di dekat perawat tersebut menyebut dirinya adalah suami dari Atika.


"Silahkan ikut kami pak. Ada yang akan di sampaikan oleh dokter kepada anda" perawat tersebut mengajak Prasetyo untuk segera masuk ke dalam ruangan. Dengan perasaan yang tidak karu-karuan, Prasetyo berjalan mengikuti perawat tersebut masuk ke dalam ruangan oprasi.


"Tuan Prasetyo' Panggil seseorang yang berada tidak jauh dari tempat Prasetyo berdiri.


"Iya dok' Prasetyo langsung berjalan mendekati dokter yang memanggilnya tersebut.


"Mari kita bicara sebentar" Dokter tersebut berjalan menuju ke meja dan kursi yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Prasetyo pun mengikuti dengan perasaan ragu dan was-was.


"Tuan Prasetyo, dengan berat hati kami ingin menyampaikan, bahwa anak yang telah di kandung oleh nyonya Atika sudah berhasil kita lahirkan dengan cara oprasi SC. Namun keadaan anak tuan begitu memperihatinkan. Anak tuan terlahir sebelum waktu HPL. Jadi, anak tuan terlahir dengan keadaan prematur. Lahir di bulan ke tujuh kehamilan serta memiliki berat hana 9 ons, tidak sampai 1 kg" Penjelasan panjang lebar sang dokter membuat Prasetyo benar-benar terpukul. Iya merasa bersalah karena tidak bisa melindungi istri dan calon anaknya itu.


"Apa yang harus saya lakukan untuk bisa membuat anak saya bertahan hidup dok? " pertanyaan dari Prasetyo langsung di jawab oleh sang dokter.

__ADS_1


"Anak anda harus di rawat di sini hingga keadaannya memungkinkan untuk di bawa pulang" ucap dokter yang menangani Atika itu.


"Lakukan semua yang terbaik untuk anak saya dok" Prasetyo tak ingin mengambil resiko kehilangan anak laki-laki yang baru saja di lahirkan oleh Atika itu. Sehingga iya memilih untuk mempertahankannya.


"Lalu, bagaimana keadaan istri saya dok? " tanya Prasetyo.


"Sejauh ini, kondisi istri anda baik-baik saja. Untung tadi anda tepat waktu membawa nyonya Miana kesini. Jadi kami bisa langsung mengambil tindakan' Jawab sangn dokter, Membuat prasetyo sedikit bernafas dengan lega mendengar berita ini.


Setelah acara pesta pernikahan Bagas dan miana selesai, Mereka pun masuk ke dalam rumah. namun tidak lama kemudian, Rendy datang dengan menggandeng Desita.


"Aku kira kamu tidak akan datang ke pesta pernikahanku ini" Bagas langsung berbicara dengan Rendy yang baru saja datang.


"Bagaimana mungkin aku tidak datang. Aku hanya terlambat saja karena istriku mabuk berat hari ini" Jawab Rendy dengan santainya.


"Kamu harus segera menyusul aku" tiba-tiba Rendy berbisik sangat pelan di telinga Bagas.


"Jangan khawatir Rendy, aku pasti akan segera menyusulmu" Bagas berkata dengan lantang di depan keluarga besar yang sedan berkumpul itu, membuat Miana langsung mencubit pinggangnya karena merasa malu.


"Yang di dalan perut tante Desita itu adik kecil kan? " Pertanyaan Jelita membuat semua orang menoleh ke arahnya. Selanjutnya, kini Desita menjadi pusat perhatian semua keluarga besar Bagas dan Miana.


"Iya Jelita, ini adalah hasil kerja keras om Rendy dan tante Desita. Jelita mau punya adik yang lucu dan menggemaskan seperti kamu? " Apa yang di katakan oleh Rendy membuat semua orang yang di sana menjadi kaget.


"Aku mau ma punya adek kecil" Jelita kini berekata kepada mamanya. Miana hanya tersenyum kecut mendengar permintaan dari anaknya.


"Sembarangan kamu kalau bicara. Tahu ngga itu anak bayi" Bagas mendekat ke arah Rendy lalu memukur pundaknya dengan keras menggunakan telapak tangan, selanjutnya, Miana juga mendekat dan mencubit lengan Rendy keras-keras hingga Rendy mengaduh kesakitan. Bukannya di lepaskan setelah mendengar Rendy yang berteriak seakan tersiksa, Miana malah semakin kencang mencubit sahabat masa SMK nya itu.

__ADS_1


"Makanya, jangan macam-mamcam kalau bicara. Hajar terus saja pak, bu" Bukannya menolong, Desita malah menyuruh Miana dan Bagas untuk terus menghajar suaminya. Dan kejadian itu membuat semua orang tertawa.


__ADS_2