
" saya terima nikah dan kawinnya Atika Marcella binti Munadi dengan mas kawin perhiasan emas seberat 100 gram dibayar tunai." Hari ini berlaku menjadi hari bahagia Atika Marcella dan Prasetyo Nugroho, keduanya resmi menjadi suami istri secara agama.
" Bagaimana saksi sah? " tanya penghulu kepada dua saksi yang berada di sana.
"Saaah"
"Alhamdulillah... sekarang kalian telah resmi menjadi suami istri. Dan Saran saya secepatnya urus pernikahan kalian menuju ke KUA supaya pernikahan kalian diakui oleh negara. Atika dan Prasetyo pun tersenyum,
Dua Hari kemudian.
Hari berganti dan waktu berlalu. Hari ini Prasetyo mendapatkan kabar buruk. bahwa saham yang ia beli ditolak oleh AIA grup.
"Sial... Kenapa harus di tolak sih. Apa mereka menyadari bahwa aku diam-diam ingin menjebak mereka" Kesal Prasetyo kepada diri sendiri.
" Kenapa sayang" Tanya Atika.
"Permintaan kita di tolak oleh AIA grub. Aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan" Prasetyo berkata.
" Tapi hari ini kita jadi pulang kan? " Atika kembali bertanya.
" Iya dong... Kita harus pulang hari ini dan menyelesaikan semuanya." Prasetyo menekankan kata menyelesaikan semuanya.
" Apa aku boleh tinggal bersamamu? " Atika semakin ngelunjak setelah dua hari yang lalu Prasetyo menikahinya.
" Lebih baik kamu di rumahmu sendiri terlebih dahulu. Aku takut anak-anak akan terluka dengan kedatanganmu di rumah" rasanya masih belum bisa mengizinkan Atika untuk tinggal bersama.
" Baiklah... Tapi kamu harus cepat menyelesaikan semuanya. Tante Aya sudah banyak membantu kita, akan aku pastikan semuanya berjalan dengan baik. Tenang saja, tante bisa diandalkan" Atika pun bersemangat untuk menghancurkan kehidupan adik kandungnya.
" Boleh aku tanya sekali lagi? " Prasetyo ingin mengetahui sesuatu dari Atika.
" Apapun itu Sayang. Aku akan memberitahumu" tanpa merasa sungkan kepada suami sirinya itu.
__ADS_1
" Kenapa kamu begitu membenci Miana, padahal Miana tidak pernah berbuat salah kepada kita" kali ini pertanyaan Prasetyo membuat Atika ketar-ketir.
" Kalau aku jujur apa kamu tidak akan meninggalkan aku? " Atika berpaling menatap ke arah lain.
" Untuk apa aku meninggalkan kamu, sedangkan saat ini hatiku benar-benar terisi olehmu" Prasetyo merasa yakin bahwa menikahi Atika adalah sebuah keputusan yang tepat.
" sebenarnya dari dulu aku begitu membenci miana. Kamu tahu kan, Atika itu lebih cantik dan lebih cerdas dari aku. jadi aku iri kepadanya" Atika mengatakan Yang Sejujurnya.
" Tapi kamu tidak kalah cantik dengan Miana. Dan aku sudah mrnjadi milikmu saat ini. Tidak ada yang perlu kamu takutkan dan iri kan lagi darinya" Prasetyo memeluk Atika dengan mesra dari belakang.
"Berjanjilah untuk menemaniku selamanya" Atika berbalik badan dan menyambut pelukan Prasetyo. Prasetyo tersenyum dan mengangguk.
"Ayo bersiap, aku sudah menelpon sopir untuk menjemput kita" Setelah itu mereka berkemas dan siap kembali ke rumah.
Pov Bagas.
"Bagas, ini laporan yang kamu minta. Dan ini laporan pembatalan kerjasama dengan perusahaan orang tua Prasetyo Nugroho. Dan ini kabar terbaru tentang Miana" Rendy mejelaskan dengan detail tentang apa saja laporan tersebut.
" Laki-laki yang bernama Parlan adalah sopirnya sejak kecil. Dan mereka seperti kakak adik karena sudah lama bersama. sejak dulu kalau ada apa-apa, Miana selalu bercerita kepada Parlan" Bagas membaca apa yang tertulis di dalam lembaran kertas tersebut.
" Itu adalah kenyataan Bagas. Miana memang mengajak Parlan untuk bekerja dengannya setelah ia menikah." Rendy mengatakan sebuah kenyataan.
" Kamu cari tahu tentang Parlan. Aku ingin bertemu dia" tanpa membuang waktu, Bagas mengutarakan keinginannya ingin bertemu dengan Parlan.
" Itu hal gampang, aku sudah mendapatkan nomornya. Nanti aku akan menghubunginya" sebelum Bagas meminta informasi tentang Parlan, Rendy sudah mencarinya terlebih dahulu.
Beberapa menit membaca informasi tentang Miana, kini Bagas beralih menuju ke laporan yang satunya. Yaitu tentang Prasetyo Nugroho dan Atika Marcella. Dia membacanya dengan seksama.
" Ini tidak salah? dua hari yang lalu mereka menikah secara siri di Villa? " Bagas bertanya karena merasa tak percaya dengan Informasi apa yang telah didapatkan oleh Rendy.
" Bukalah lembaran berikutnya! " tanpa menunggu lama Bagas pun membukanya. Di lihatnya beberapa lembar foto. Di dalam foto tersebut terlihat Prasetyo sedang berjabat tangan dengan seorang penghulu. Di sampingnya duduk wanita yang bernama Atika Marcella.
__ADS_1
"Benar-benar lelaki b*******. Aku tidak akan tinggal diam melihat semua ini. Aku tidak ingin Miana terluka terlalu dalam" Bagas mengumpat. Iya tidak terima orang yang dulu ia sukai disakiti oleh suaminya sendiri.
" Bersabarlah... Semua akan ada waktunya" Rendy kembali mengingatkan kepada Bagas.
" Saat ini Bagaimana keadaan Miana? " Bagas yang merasa hatinya geram, bertanya dengan suara dingin.
" Miana baik-baik saja dengan kedua anaknya. Tapi dia belum tahu kalau suaminya sudah menikahi penggoda itu" Rendy pun memanggil Atika dengan sebutan penggoda.
"Aku akan membantu Miana untuk membalaskan semua rasa sakit hatinya" Bagas pun berjanji. Selanjutnya Ia membuka dokumen pembatalan perjanjian kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan ayah mertua Miana. Bagas tersenyum puas memandang laporan terakhir yang ia baca.
"Kerja bagus. Tidak sia-sia aku menjadikanmu pemimpin di perusahaan ini" Bagas memujin Rendy dengan bangga.
Pov Prasetyo.
Ponsel Prasetyo kembali berdering dengan keras tepat di saat ia berada di mobil. Iya segera merogoh saku jasnya untuk mengambil ponsel tersebut. Dilihatnya nama sang Ibu kembali menelpon.
" Halo Bu" setelah layarnya tergeser Prasetyo pun menjawab panggilan tersebut.
"Tiyo... Apa yang sudah kamu lakukan. Perusahaan AIA group membatalkan semua kerjasama dengan kita. Semua investor telah mengundurkan diri. Kamu itu bodoh atau bagaimana. Ibu nggak mau ya jatuh miskin, kamu harus bertanggung jawab" bukan kata yang menyenangkan yang didengar oleh Prasetyo. Namun ungkapan emosi yang didapatkannya di saat mengangkat telepon tersebut.
" Ibu Jangan menyalahkan aku terus. Salah ibu sendiri kenapa ibu harus memarahi Bagas seperti itu di depan umum. Padahal ibu tahu bahwa Bagas adalah orang kepercayaan Tuan Rendy. Aku ingin melakukan hal yang terbaik. Namun semuanya tidak sesuai Rencanaku. Jadi biarkan aku berpikir terlebih dahulu untuk mengatasi semua kekacauan ini" Prasetyo dengan geram menjawab lalu mematikan ponselnya.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu marah-marah? " Atika yang berada di samping Prasetyo yang sedang memegang telepon bertanya karena suaminya berkata dengan suara yang keras.
" AIA group membatalkan kerjasama dengan perusahaan ayah. Dan ibu menyalahkan aku" Prasetyo memberitahu.
"Apa hal tersebut menyebabkan kerugian yang fatal? " Atika yang belum mengerti tentang dunia bisnis bertanya dengan kepolosannya.
"Jelas, hampir separo dari kekayaan milik perusahaan ayah" Prasetyo memberitahu.
"Waaah... Apa sehebat itu AIA grub" Atika membungkam mulutnya karena tak percaya.
__ADS_1
"AIA groub itu perusahaan besar. Dan perusahaan ayah tidak ada apa-apanya.Tinggal menjentikkan jari saja perusahaan kecil akan hancur. Kita tidak bisa macam-macam dengan mereka. Mereka begitu kuat" Prasetyo mengungkapkan kekesalannya. Dan di saat itu juga Atika kembali memeluk Prasetyo untuk menenangkannya.