Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Kemurahan Hati


__ADS_3

"Maaf mbak..." Ucapan Rendy terhenti ketika wanita itu tiba-tiba membalikkan badan. pandangan mereka bertemu beberapa saat. hingga akhirnya Rendy tersadar karena ada suara yang menurutnya terdengar jelas di telinganya.


" Rendy Kamu ngapain Di Sini? " pertanyaan dari wanita yang membuyarkan Lamunan Rendy di hadapan wanita yang membersihkan meja yang dari tadi ditempati bersama Bagas.


"Miana? " ucap Rendy terkejut di saat melihat miana Parlan dan kedua anaknya berada di tempat tersebut. bahkan melihat dengan jelas Rendy dan wanita yang tadi Saling pandang dengan waktu yang cukup lama.


" pantas saja dari tadi aku tungguin nggak balik-balik. tahu-tahunya sih jomblo sejati sedang bersama seorang wanita cantik" tiba-tiba saja Bagas yang berada di belakang miana dan parlon berkata seolah mengejek kepada Rendy.


"Maaf... Mungkin anda semua salah paham. Saya hanya karyawan biasa di sini yang sedang membersihkan meja ini. Kalau tuan ingin mencari ponsel dan dompet yang tadi berada di sini, silakan datang ke bagian kasir untuk mengambilnya. Dengan catatan anda menunjukkan KTP yang berada di dalam dompet tersebut. Saya mohon maaf, dan tolong jangan salah paham dengan hal yang tadi. Saya rasa Tuan ini tidak sengaja. Saya permisi dulu" dengan menunduk penuh rasa malu, wanita yang mengaku sebagai pelayan di restoran tersebut ingin berlalu dari hadapan orang-orang yang berada di depannya. Namun nasib berkata lain. Di saat akan melewati Rendy, Kakinya tidak sengaja menyandung sepatu Rendy yang berukuran panjang tersebut. Hingga akhirnya wanita tersebut terjatuh. Nasib baik Rendy mampu menangkap wanita tersebut dan menopang dengan tubuhnya. Sehingga wanita tersebut tidak sampai terjatuh.


" Astaghfirullahaladzim..." ucap pelayan wanita tersebut yang merasa terkejut karena tersandung kaki Rendy. Dan Rendy langsung menangkapnya dengan sigap. Membuat mereka berdua kembali berpandangan. Sepersekian detik mereka tidak membuang pandangan satu sama lain. Dan kedua netra tersebut kembali bertemu.


Bagas, Miana dan Parlan merasa terkejut dengan situasi yang membuat wanita yang tak dikenalnya dengan Rendy itu merasa malu. Hingga akhirnya suara dehaman dari Bagas membuat mereka berdua tersadar kembali.


"Hmm hmmm" Bagas sengaja berdehem meskipun ia tidak batuk hanya untuk menyadarkan Rendy dan wanita tersebut.


" Maaf tuan... Maaf... Saya mohon maaf saya benar-benar tidak sengaja. Baju anda jadi basah karena ketumpahan air. Saya akan membersihkannya terlebih dahulu." wanita itu dengan cepat berbalik ke arah meja untuk mengambil tisu. Dia kembali lagi dan dengan cepat mengelap baju trendy yang basah akibat tertumpahan air untuk mengelap meja tadi. Karena saking gugupnya, wanita itu tidak menyadari ia menjadi pusat perhatian banyak orang di restoran tersebut.


" Mbak, Mbak sudah... Tidak apa-apa hanya Basah nanti juga akan kering sendiri" Rendy pun menghentikan aktivitas wanita itu yang mengelap bajunya dengan memegang tangannya. Wanita tersebut mulai tersadar. akhirnya ia mundur beberapa langkah untuk menjauhi Rendy.


" Maaf tuan. Saya akan bertanggung jawab untuk membersihkan baju tuan yang mahal ini. Tapi saya tidak sanggup kalau disuruh untuk mengganti. Saya tidak memiliki uang yang banyak untuk membeli baju semahal ini. Tunggu sebentar di sini" wanita itu merasa tidak enak kepada Rendy. Namun Ia juga tidak sadar jika apa yang dilakukannya menjadi perhatian banyak orang. Bagas dan yang lain hanya diam mematung menyaksikan Kejadian ini.

__ADS_1


Tak ada 2 menit telah berlalu. Wanita yang tadi menumpahkan air ke baju Rendy telah kembali dengan membawa sebuah jaket di tangannya.


" Tuan anda bisa melepas baju anda di sini dan memakai jaket saya terlebih dahulu. Saya akan mencucinya dengan bersih dan wangi. Saya berjanji akan segera mengembalikannya kepada anda" ucap wanita tersebut dengan begitu polosnya. Sehingga membuat Bagas memiliki sebuah rencana untuk mengerjai Rendy.


" Mbak saya selaku teman dari Rendy, Saya mewakili dia untuk berbicara. Karena mungkin teman saya ini gugup berada di depan wanita cantik seperti anda" ucap Bagas tanpa basa-basi setelah ia mendekat ke arah Rendi dan wanita tersebut. Dan apa yang diucapkan oleh Bagas berhasil membuat wanita tersebut bersemu merah di pipinya. Entah karena percaya diri atau merasa malu karena ucapan lelaki di depannya tersebut.


" Serahkan jaketmu kepadaku. Dan berikan nomor ponselmu. Aku akan menghubungimu agar kamu bisa mengembalikan baju yang kamu bersihkan itu" Bagas mengambil jaket yang berada di tangan wanita tersebut lalu menyerahkan ponselnya ke wanita yang tidak dikenalnya itu. Dengan gugup wanita itu mengambil ponsel yang disodorkan oleh Bagas lalu mengetikkan nomornya sendiri.


" Siapa nama kamu? " tanya Bagas setelah ia menerima ponselnya kembali.


" Saya Desita" jawab wanita tersebut sangat pelan. Dan apa yang dilakukan Bagas tidak luput dari tatapan tajam Rendy yang tidak mengerti apa maksud dan tujuan sahabatnya itu.


" Baik tunggulah di sini, biarkan Rendy melepas bajunya ke toilet terlebih dahulu." Bagas menyerahkan jaket yang dipegangnya ke Rendy.


" Apa sih maunya Bagas itu. Bisa-bisanya dia merencanakan sesuatu" sembari melepas bajunya di toilet, Bagas bergumam kesal sendirian.


" Tapi lumayan juga sih daripada masuk angin. Ini juga bukan jaket cewek-cewek banget. it's oke" selesai mengganti bajunya dan keluar dari toilet, Rendy keluar untuk menemui gadis tersebut.


" Nah dia sudah keluar" ucap Bagas ketika melihat Rendi berjalan ke arahnya. Dilihatnya Rendy yang menggunakan jaket berwarna abu-abu tua milik gadis di depannya. Membuat Bagas seakan ingin tertawa. Namun iya hanya mampu untuk menahannya.


" Tuan Rendy yang terhormat, saya mohon maaf atas kecerobohan karyawan saya yang sudah menumpahkan air kotor itu ke badan tuan. Sehingga membuat anda harus menanggung malu di tempat saya ini" Rendy hanya memandang sekilas ke arah lelaki yang meminta maaf tersebut. Dan ternyata lelaki tersebut penanggung jawab restoran yang ditempatinya ini. Rendy beralih menatap ke gadis yang sedari tadi menunduk, mungkin merasa malu dan bersalah.

__ADS_1


" Tidak masalah, saya tahu tidak semua orang bisa bekerja dengan sempurna. Tidak ada masalah banyak terjadi antara saya dan gadis itu. Semua hanyalah ketidaksengajaan yang terjadi. Anda boleh kembali bekerja. Dan Biarkan saya berbicara terlebih dahulu kepada gadis ini. Dan saya minta, sudahi semuanya sampai di sini. Jangan sampai Anda memarahi gadis ini apalagi memecatnya" kali ini Rendy berkata dengan begitu berwibawa. Hingga mampu membuat gadis yang menunduk itu mendongok dan menatapnya kembali.


" Baik Tuan Rendy. Karena anda sudah memaafkan Desita, maka saya tidak akan memperpanjang masalah ini." ucap lelaki tersebut dengan menunduk.


" Kalau begitu saya permisi" setelah kepergian lelaki yang bertanggung jawab atas restoran tersebut. Rendy kembali menatap Bagas dengan tatapan tajamnya.


" Mbak jangan takut dengan kita ini. Kita tidak akan makan kamu kok" kali ini Miana berkata untuk mencairkan suasana.


" Ini baju yang harus kamu bersihkan. setelah selesai, sesuai dengan apa yang kamu katakan tadi, kamu harus segera menghubungi nomor yang tadi sudah saya berikan." Bagas menyerahkan baju kotor yang dijual oleh Rendy ke Desita. dan Desita pun dengan cepat menerima baju kotor yang sudah diletakkan di dalam sebuah paper bag pemberian lelaki penanggung jawab restoran tersebut.


" Terima kasih banyak atas kemurahan hati tuan dan Nyonya kepada saya. Kalau begitu saya izin untuk kembali bekerja lagi" Dengan penuh rasa sopan, Desita membungkuk lalu pergi meninggalkan meja yang diduduki oleh orang-orang yang menurutnya baik itu. Rendy tak menyia-nyiakan pemandangan yang teramat indah di depannya. Dan itu semua di sadari oleh Bagas dan yang lainnya.


"Sadar... Ayo pulang" Bagas menepuk bahu kiri Rendy agar tersadar. Dan akhirnya rendy mengerjap terkejut.


"Bau-baunya, bakal segera sebar undangan ini" Sindir Miana.


"Semoga saja, tulang rusuknya segera di temukan, jadi sudah bukan jomblo lagi" Sahut Bagas. Membuat Rendy menghela nafas panjang karena tidak ingin berdebat denhan Bagas. Karena jika sudah berdebat, tidak akan ada habisnya.


"Miana... Lain kali, aku berharap kita bisa makan bersama. Bertemu dengan sengaja. Karena pertemuan kita selalu tidak sengaja" Bagas mengatakan hal tersebut.


"Anak om kok ngga ikut? " Tanya Dara yang masih ingat jika Bagas memiliki keponakan.

__ADS_1


"Dia sudah kembali ke Singapura" jawab Bagas dengan penuh kelemah lembutan. Membuat Dara membalasnya dengan senyuman.


__ADS_2