Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Rencana Miana


__ADS_3

" Mama... Papa kok nggak ikut jemput mah? " Jelita menanyakan keberadaan Prasetyo.


" Papa sedang ada tamu Sayang di rumah. ada Tante Tika sama Uti aya. Kalau ditinggal jemput kamu semua, nanti tamu kita nggak ada temennya dong" Dara dan Jelita paham apa yang dimaksudkan oleh mamanya.


" Boleh nggak Ma kita jalan-jalan. Kan Tante sama Uti di rumah udah ada temennya papa. Jadi kalau kita tinggal tidak apa-apa kan? " cerita mengajak Miana untuk jalan-jalan.


" Bagaimana kalau jalan-jalannya kita tunda sampai besok. Besok kalau papa tidak kerja kita bisa ngajak" Miana memegang kedua bahu Jelita.


" Iya dek, kalau sama Papa pasti seru" Dara pun menyanggupi untuk menunda jalan-jalannya esok hari.


" Ya udah sekarang kita pulang dulu ya" Miana mengajak anak-anaknya untuk segera masuk ke dalam mobil. Di sana sudah ada Parlan yang siap sedia untuk mengantar ke manapun mereka mau. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah.


Pov Atika


"Tiyo? " Panggil Atika kepada Prasetyo yang kini duduk di sofa kamarnya. Tanpa menunggu persetujuan ataupun jawaban dari Prasetyo, Atika melenggang masuk walaupun belum mendapat izin dari yang punya kamar. Prasetyo pun dengan cepat menghampiri Atika.


" Tika Kok kamu ke sini. Nanti kalau ada yang melihat bisa bahaya. Lebih baik kamu keluar dulu. Nanti di luar saja kita bertemu" Prasetyo merasa takut ketika ketika memasuki kamarnya.


" Kamu tenang saja. nggak akan ada yang tahu kalau kita bertemu di sini. Miana sedang menjemput anak-anak. Aku menyuruh Bi Wanti untuk keluar membeli sesuatu" senyum bangga Terukir di bibir Atika.


" Tapi ada tante aya di sini Tika" Prasetyo masih merasa was-was juga.


" Kamu tenang aja nggak usah khawatir, Tante Aya itu berada di pihak kita. Jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan" Atika dengan santai duduk di sofa.


" Jangan di sini ayo kita keluar. Kamu tahu kan di sini ada beberapa art. Belum lagi nanti jika Miana kembali dan kita masih berada dalam kamar berdua. Miana bakal curiga" Prasetyo menarik lengan Atika dengan pelan. Dan Atika menurut apa yang dikatakan oleh Prasetyo. Mereka pun berjalan keluar dari kamar.


" Duh pengantin baru mesra banget" ucapkan tante Aya tanpa memikirkan akan ada yang mendengar.

__ADS_1


" Tante tolong jangan berkata seperti itu di sini. Anda tahu kan di sini ada beberapa orang art. Nanti kalau mereka mengadu ke Miana, bisa tamat riwayatku" Prasetyo langsung duduk di samping tante aya dan mengatakan hal tersebut dengan Lirih.


" Kamu tenang saja Prasetyo. Aku sudah mengurus mereka dan saat ini mereka sedang tidak ada di rumah semua" tante Aya yang memang merencanakan sesuatu sengaja menyuruh seorang art di rumah Miana untuk keluar membeli sesuatu.


" Kalian bebas melakukan apapun sampai istrimu datang" kali ini Tante Aya menunjukkan kepeduliannya terhadap hubungan gelap Prasetyo dan Atika.


" Oke oke terima kasih tante telah membantu kita. Aku bersyukur tante memihak kepada kami. Tapi jangan di kamar. Biarkan kami di sini saja. Jadi sewaktu-waktu jika ada yang datang kita tidak akan ketahuan" Prasetyo mengatakan hal tersebut dengan tenang pula. Sedangkan Atika yang berada di sampingnya, tersenyum puas mendengar jawaban itu.


" Ini lho Prasetyo, Tante sudah berjanji kepada Atika untuk membantu dia melancarkan semua rencananya. Bukan Rencananya sih tapi rencana kalian berdua. Tante bakal bantu kalian semaksimal mungkin. Supaya kalian berdua cepat bersatu secara hukum" tante Aya mengutarakan maksudnya.


" Tante Aya ini bisa diandalkan. Jadi kita menurut saja dengan semua rencananya. Aku pastiin semuanya pasti akan berjalan dengan lancar" kali ini Atika menyanjung dan membanggakan tantenya.


" Baiklah kalau begitu. Aku percaya kepada tante Aya" Prasetyo pun menjadi lebih percaya kepada tante dari istrinya itu.


" Serahkan apa yang ingin kalian lakukan kepada tante. Semoga saja apa yang menjadi mimpi Kalian bisa terwujud." kali ini tante Aya lebih percaya diri.


" Papa di mana Ma..." Terdengar suara anakcanak yang baru datang. Dara dan Jelita langsung lari begitu mobil berhenti di halaman rumah. Mereka berdua langsung masuk tanpa mengucapkan salam karena saking senangnya bisa bertemu dengan papanya.


Hal yang disaksikan oleh Atika di depan matanya itu membuat rasa tidak suka timbul di hatinya. Ia membuang pandangan dan menoleh ke arah lain.


"Berarti penghalangku bukan hanya Miana. Tapi juga kedua anaknya" Atika berkata dalam hati dengan jengkel.


" Papa kata Mama besok kalau papa nggak kerja kita bisa jalan-jalan bareng" Jelita mengatakan apa yang dikatakan oleh Miana sebelum pulang sekolah tadi.


" Memangnya Dara sama jelita mau jalan-jalan ke mana? " Prasetya kembali bertanya kepada kedua putrinya.


" Wah kalau jalan-jalan Tante Tika diajak nggak nih? " Tiba-tiba saja Atika ikut nimbrung dengan pembicaraan antara Prasetyo dan kedua putrinya. Namun belum sempat menjawab pertanyaan Prasetyo ataupun Atika, terdengar Miana mengucapkan salam dari luar.

__ADS_1


" Assalamualaikum" Miana masuk ke rumah dan disambut oleh jawaban salam dari dalam.


" Waalaikumsalam" Miana masih bersikap biasa saja menghadapi suaminya.


" Dara... Jelita tadi sudah salin apa belum? " begitu melihat kedua putrinya duduk di pangkuan Prasetyo, Miana bertanya.


" Oh iya kita lupa Ma. Maaf ya Tante Tika, Uti Aya" kedua yang terlihat begitu menurut tersebut segera mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Tika dan tante Aya.


" Anak pintar" ucapan tersebut keluar dari bibir tante ayah sambil mengusap kepala Dara dan Jelita.


" Anak-anak ganti baju dulu ya sama Bibi. Mama tunggu di sini. Ingat, letakkan semua barang-barang di tempatnya" Miana mengatakan jika anak-anak harus mengganti pakaiannya sepulang sekolah, serta harus meletakkan semua barang pada tempatnya. Miana ingin anak-anaknya tumbuh dalam kedisiplinan.


" Baik ma" Dara dan Jelita pun menurut apa yang dikatakan oleh Miana. Mereka segera turun dari pangkuan Prasetyo dan berjalan menuju ke kamar. Terlihat seorang art mengikuti mereka masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.


Bersamaan dengan perginya anak-anak, Parlan masuk ke dalam rumah dengan membawa satu buah kantong kresek.


" Oh ya farlan Letakkan saja di sini" Miana Berkata sambil menunjuk meja di depannya.


" Baik nyonya." Parlan pun segera meletakkan barang bawaannya.


"Nyonya, saya izin mau ke belakang untuk meminta minum" Parlan dengan sopan meminta Izin.


"Iya, Bibi sedang tidak ada. Kamu ambil sendiri ya" Jawab Miana sambil mendaratkan pantatnya di sofa di samping Prasetyo. Iya sengaja melakukan itu untuk membuat Atika cemburu.


" Mas Tio anak-anak besok ingin mengajak jalan-jalan sama kamu. Kalau kamu tidak sibuk tolong bisa ya temani mereka. Mereka sudah lama tidak jalan-jalan dengan Papanya. Mungkin mereka ingin menghabiskan waktu yang berkualitas bersamamu. yang bahasa gaulnya quality time" Miana mengatakan itu sambil meletakkan tangannya di atas paha Prasetyo. Dia melakukan ini hanya untuk membuat Atika terbakar cemburu. dan sebenarnya yang dilakukan Parlan di belakang bukan hanya untuk meminta air minum. Tapi ia juga ingin mengecek bagaimana keadaan kamera tersembunyi yang ia pasang saat itu.


Hayoo readerku tercintaah, jangan lupa tinggalkan jejak ya.

__ADS_1


Like dan coment dari reader begitu berarti untuk mengetahui kualitas dari novel ini. Jangan lupa yaa, tinggalkan jejak.


Terimakasih.


__ADS_2