Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Di temukannya Jelita


__ADS_3

" Bagaimana Mama tahu kalau Jelita ada di sini? " tanya Jelita Ketika sang Mama masih mengusap air matanya.


" Ada Om Bagas yang memberi tahu Mama kalau di sini ada sebuah rumah. Om Bagas yang selalu bekerja keras mencari kamu. Akhirnya perjuangan kita tidak sia-sia" Miana memberitahu kepada jelita.


" Awal kedatangan Mama kamu dan rombongannya membuat Mbok kaget Jelita. Mbok kira ada apa karena mereka datang bersamaan. Sedangkan di sini jarang sekali ada orang-orang yang datang seperti mamamu ini" Mbok Darmi memberitahu awal kedatangannya membuatnya benar-benar ketakutan.


Flashback On.


" kok sepertinya ada suara banyak orang ya di sini. Ada apa ini? " Mbok Darmi yang sudah memegang telur bebek di tangannya ketakutan ketika ia mendengar ada suara Deru mobil yang tidak ada habisnya. Mbok Darmi pun ingin berlari meninggalkan tempatnya dan segera masuk ke dalam rumah. namun panggilan seorang laki-laki membuatnya terpaksa harus berhenti.


" Permisi selamat siang" ucap seorang laki-laki berpakaian hitam dan mengenakan kacamata hitam pula membuat Mbok Darmi benar-benar shock dan ketakutan. Tanpa sadar Mbok Darmi menjatuhkan telurnya ke tanah hingga telur tersebut pecah tak beraturan.


" Kalian siapa dan kenapa kalian ada di sini? " Mbok Darmi yang menganggap mereka semua adalah orang-orang jahat yang ingin menyakitinya, mundur beberapa langkah untuk menjauh dari rombongan yang baru datang tersebut.


" Jangan takut Bu. Kami datang ke sini bukan untuk menyakiti siapapun. Tapi ada satu hal yang ingin kami tanyakan kepada anda" lelaki berkacamata hitam itu pun maju mendekati Mbok Darmi yang sedang ketakutan.


" Coba lepas kacamata kamu, sepertinya wanita ini ketakutan melihat kita" bisik teman lelaki yang menyapa Mbok Darmi tadi.


" Maafkan kami karena kedatangan kami membuat anda takut. Kami bukan orang jahat Seperti yang anda pikirkan. Perkenalkan, saya adalah orang yang disuruh untuk mencari seorang anak kecil bernama Jelita." ucap lelaki tersebut sambil melepas kacamata hitamnya.


" Tunggu dulu" suara Deru ATV datang kembali tepat di dekat Mbok Darmi. Karena yang datang adalah seorang perempuan, Mbok Darmi pun perlahan menatap wanita yang baru datang itu.


" Mohon maaf karena kedatangan kami mengganggu kenyamanan Anda di sini. Bisa kita berbicara sebentar saja. Saya hanya ingin mencari anak saya yang hilang Beberapa bulan yang lalu" ucapan miana begitu lembut, sehingga membuat Mbok Darmi merasa tidak takut lagi.


" Apakah Anda nyonya Miana? " tanya Mbok Darmi memastikan bahwa perempuan yang berada di depannya tersebut adalah Miana yang selama ini sering diceritakan oleh Jelita.


" Anda mengenal saya? " tanya Miana kembali ketika perempuan itu menyebut namanya.


" Iya saya sering mendengar cerita dari Jelita yang terus menceritakan anda." Mbok Darmi menceritakan dari mana ia bisa mengetahui nama Miana.


" Iya saya miana. Saya adalah ibu dari Jelita. sekarang di mana Jelita berada. Saya ingin bertemu dengannya" Miana yang mendengar nama Jelita langsung saja merasakan kelegaan yang luar biasa di dalam hatinya. Dia meminta kepada Mbok Darmi untuk memberitahu di mana Jelita berada.


" Anda tunggu di sini terlebih dahulu, biar saya memanggilkan Jelita untuk keluar" Mbok Darmi langsung berjalan menuju ke pintu untuk masuk ke dalam rumahnya. Namun karena ia sudah tak sabar, Mbok Darmi pun memanggil Jelita dari luar.


" Jelita" panggil Mbak Darmi dari luar.


" Iya mbok Jelita ke sana" dari dalam rumah Jelita langsung menyahut. Suara yang teramat sangat dirindukan oleh niana itu kembali terdengar. Miana langsung tertunduk lemas mendengar suara sang anak dari dalam rumah. Ia bersujud mengucapkan syukur kehadirat Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan putrinya. Dan disaat Jelita berada di depan pintu karena memenuhi panggilan Mbok Darmi, seakan-akan kekuatan Miana terisi 100% untuk bisa berdiri lagi.

__ADS_1


Flashback off.


"Awal-awal kedatangan mereka ke sini membuat mbok benar-benar ketakutan nak. Namun akhirnya Mama kamu datang dan membuat rasa takut di hati Mbok benar-benar hilang." Mbok Darmi menceritakan kepada Jelita yang masih mendengarkan dengan Setia ceritanya.


" Maafkan kami, karena kedatangan kamu membuat anda merasa takut dan tidak nyaman berada di tempat ini" Bagas pun meminta maaf kepada Mbok Darmi karena sudah membuatnya takut.


" Jadi selama ini Om Bagas sudah berusaha mencari Jelita? " Jelita bertanya dengan rasa penasaran. Dan Bagas pun mengangguk.


" Bukan hanya itu jelita. Om Parlan pun tidak ada habisnya mencari keberadaan kamu. Mereka berdua benar-benar menghabiskan waktu dan uangnya untuk membantu mama" Jelita mengerti apa yang dimaksudkan oleh sang mama.


" Terima kasih Om Bagas Om Parlan. Jelita akan selalu mengingat kebaikan om berdua" Jelita pun tersenyum mengatakan hal tersebut walaupun air matanya belum kering. Dan di saat yang bersamaan, Mbok Darmi datang dengan membawa gelas yang terbuat dari tanah liat serta satu buah teko yang terbuat dari tanah liat juga.


" Maafkan saya nyonya. Saya hanya bisa merawat Jelita seadanya seperti ini. Saya tidak bisa memberikan kemewahan Seperti yang anda miliki kepada Jelita. Ini ada air putih Silakan diminum terlebih dahulu" Mbok Darmi menurunkan sebuah kendi berwarna coklat yang berisi air putih.


" Sebenarnya saya ingin sekali mengantarkan Jelita kembali ke kota ke tempat Anda seperti yang ia inginkan. Saya benar-benar merasa kasihan di awal-awal Jelita datang ke rumah ini."


Flashback on.


Saat itu saya sedang pergi ke sebuah pedesaan di dekat Jalan Raya sana. Dan disaat itu Saya melihat seorang anak kecil tertidur. Saya kira anak ini sudah tidak bernyawa karena ia berlumuran darah. Saya memberanikan diri untuk mengecek keadaannya. Setelah saya mengecek, ternyata denyut nadi Jelita masih ada.


" Ya ampun nak... kamu ini siapa. Bangunlah" Mbok Darmi benar-benar merasa bingung dan takut karena Jelita berlumuran darah dan pingsan. Serta di sana tidak ada siapapun yang bisa ia mintai pertolongan. Ingin membawanya je rumah sakit tidak memiliki uang, dan juga perjanan yang jauh membuat mbok Darmi tidak bisa.


" Ya Allah lindungilah anak kecil ini." di dalam perjalanan, Mbok Darmi tidak ada habisnya untuk berdoa memohon kepada Tuhan untuk melindungi jelita yang tengah sekarat menurutnya.


" Yang sabar ya cah ayu. Mbok akan membawamu pulang ke rumah dan mengobati luka-lukamu ini" perjalanan jauh membuat buat Mbok Darmi sedikit kesulitan karena keranjangnya terasa begitu berat. Dengan langkah berat, karena beban di pundaknya yang tidak ringan. Mbok Darmi melanjutkan perjalanan untuk pulang.


Setelah sampai di rumahnya yang tidak ada tetangga sama sekali, Mbok Darmi menurunkan Jelita tepat di atas tempat tidur yang terbuat dari kayu jati.


" Yang sabar ya cah ayu. Mbok Darmi akan mencarikan kamu obat terlebih dahulu" dengan langkah yang tergesa-gesa, Mbok Darmi keluar dari rumah dan menuju ke pekarangan di belakang rumahnya. Dia segera mencari tanaman yang bisa digunakan untuk obat-obatan. karena telah lama hidup di dalam hutan, Mbok Darmi tahu tanaman mana yang bisa digunakan untuk obat, untuk makanan dan tanaman yang mengandung racun. Tidak ada setengah jam Mbok Darmi kembali dengan beberapa tumbuhan di tangannya.


Selesai mencuci dan menumbuk tanaman yang ia pegang, Mbok Darmi segera membersihkan luka yang berada di tubuh anak kecil yang baru ditemukannya itu. setelah tubuh anak kecil itu benar-benar bersih, Mbok Darmi segera membalutkan ramuan yang telah dibuatnya tadi.


" Ya ampun kakinya patah lagi" Mbok Darmi memegang kaki kiri Jelita yang begitu terlihat begitu lemas. Dengan segera ia mencari beberapa kain yang akan digunakannya untuk membalut kaki kecil itu.


" Beristirahatlah terlebih dahulu. Mbok akan memasak makanan untuk nanti ketika kamu sudah bangun" Mbok Darmi berbicara sendiri di depan Jelita yang masih tak sadarkan diri. Dengan segera, Mbok Darmi menuju ke dapur dan mencari bahan makanan yang bisa dimasaknya.


Hampir 2 jam Mbok Darmi menunggu Jelita yang tidak sadarkan diri. Dan di saat Mbok Darmi sedang melaksanakan kewajibannya terhadap Tuhan, Mbok Darmi mendengar suara bahwa anak yang baru ditemukannya itu terbangun. Dengan segera Mbok Darmi berdiri dan menghampiri jelita yang baru tersadar.

__ADS_1


" Kamu sudah sadar nak." Mbok Darmi bertanya ketika jelita sudah membuka matanya dengan sempurna.


" Anda siapa? Dan aku ada di mana sekarang? " pertanyaan dari Jelita membuat Mbok Darmi bingung harus menjawab dari mana.


" saya Mbok Darmi pemilik rumah ini. Kamu sekarang ada di rumah Mbok karena tadi kamu jatuh dan pingsan" Mbok Darmi menjawab pertanyaan jelita. Jelita mengangguk mendengar apa yang dikatakan oleh Mbok Darmi.


"Aduuh..." ketika cerita akan bangun dari tidurnya, Iya mengadu karena merasakan sakit di seluruh badannya.


" Jangan bangun dulu cah ayu. Badan kamu pasti merasakan sakit yang luar biasa. Istirahatlah, Mbok sudah membuatkan obat untuk mengobati lukamu serta kakimu yang patah itu." Mbok cermin dengan kabar menyuruh Jelita untuk tidur kembali. Mau tidak mau Jelita pun menurut dengan apa yang dikatakan oleh Mbok Darmi.


" kaki Jelita patah ya? Apa masih bisa untuk berjalan Mbok Darmi?" Jelita dengan kepolosannya pun bertanya.


" Bisa cah ayu asal diobati dengan rajin. kamu pasti belum makan, Mbok ambilkan makanan dulu ya untuk kamu" Mbok Darmi berdiri meninggalkan Jelita di atas tempat tidur kayu tersebut.


Tak ada 5 menit Mbok Darmi meninggalkan jelita. Iya telah kembali dengan beberapa piring makanan yang berada di tangannya.


" Makanlah dulu supaya kamu tidak kelaparan" Mbok Darmi menyuapkan nasi singkong ke mulut jelita.


" Ini apa Mbok? " tanya Jelita sebelum makanan tersebut masuk ke dalam mulutnya.


" Ini adalah nasi singkong. Mbok Darmi cuma punya ini cah ayu " Mbok Darmi menjelaskan kepada Jelita Makanan apa yang sedang dipegangnya saat ini.


" Untuk sekedar mengisi perut supaya kamu tidak lemas, makanlah barang sesuap atau dua suap supaya kamu tidak lemas" Jelita hanya mengangguk menurut kepada Apa yang diucapkan oleh Mbok Darmi. Selain perutnya yang terasa begitu lapar, Jelita masih merasa takut berada di dekat orang asing.


" Nama kamu siapa cah ayu? " setelah selesai menyuapi Jelita yang menurutnya takut. Mbok Darmi pelan-pelan bertanya Siapa nama gadis kecil itu.


" Nama saya Jelita Mbok Darmi" dengan pelan Jelita menyebutkan namanya di depan Mbok Darmi.


" Nama yang cantik seperti orangnya" Mbok Darmin memuji kecantikan Jelita.


" Mbok Darmi Saya mau pulang" setelah mengatakan siapa namanya, Jelita merengek pada Mbok Darmi untuk diantarkan.


" Rumah kamu di mana? " tanya Mbok Darmi tidak tega melihat anak kecil itu menangis.


" Rumah aku ada di kota" jawab Jelita dalam tangisnya.


" Begini jelita, Kamu tahu kan keadaan kamu sedang tidak baik-baik saja. Kaki kamu patah dan tubuh kamu banyak lukanya. Ini ada di dalam hutan, kalau kamu belum sembuh Mbok Darmi belum bisa mengantarkan kamu pulang "

__ADS_1


" Kita tunggu sampai kaki kamu bisa diajak untuk Berjalan jauh ya. Nanti setelah kamu bisa berjalan, untuk berjanji akan mengantarkan kamu pulang ke rumah kamu" Mbok Darmi dengan sabar memberikan penjelasan kepada Jelita yang saat ini menangis. Dan tidak ada jawaban dari jelita kecuali suara isak tangis yang didengar oleh Mbok Darmi. Wanita itu Memeluk Jelita karena merasa kasihan.


Flashback Off.


__ADS_2