
" Lalu apa salah kita sehingga ada orang yang tega melakukan hal sekejam itu" tanya Tuan Adi kepada Prasetyo.
" Aku juga tidak tahu yah." jawab Prasetyo seakan ia putus asa.
" Apa mungkin ini semua ada hubungannya dengan Tuan Rendy? " tiba-tiba saja Tuan Adi berkata seperti itu.
" Entahlah... Malah aku tidak bisa berpikir dengan keadaan yang seperti ini" sepertinya Prasetyo begitu berat kehilangan satu perusahaan cabang miliknya.
" Aku harus pergi dulu ayah ibu. Aku harus mencari tahu sesuatu" Prasetyo menyambar jas yang ia gantungkan di atas kursinya. Dan berlari keluar dari ruangan tersebut. Tuan Adi dan nyonya Asti memandang kepergian putranya yang terlihat begitu tergesa-gesa.
" Kemungkinan besar semua ini ada hubungannya dengan Tuan Rendy" kali ini bu Asti berprasangka buruk kepada perusahaan AIA Corporation. Seakan rasa benci dan rasa dendamnya mengguncah hingga ke ubun-ubun.
" Aku juga merasa seperti itu. Tapi kenapa mereka harus mengganggu Perusahaan kita. Apa semua ini ada hubungannya dengan Miana? " kali ini Tuan Adi ganti berprasangka buruk kepada Miana kembali.
" Anak itu memang selalu membuat ulah. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal sekejam ini kepada keluarganya sendiri" Bu Asti mengepalkan tangannya, ia merasa geram kepada Miana. Padahal itu hanya sebuah angan-angan yang muncul dalam pikirannya, dan belum tentu apa yang ia inginkan itu benar-benar dilakukan seperti bayangannya. Namun rasa benci sudah tak dapat dihindarkan. Seperti kita membayangkan asamnya makan jeruk nipis atau lemon. Tidak sampai makan pun kita sudah merasa jika rasa asamnya itu mampu membuat kita nyengir.
" Bagaimana kalau kita buat Miana untuk mengakui semuanya? "Tuan Adi mulai merencanakan sesuatu.
" Untuk membuat perusahaan ini kembali seperti dulu lagi, memang kita harus melakukan sesuatu. Aku merasa bocah tengil itu memang ada hubungannya dengan semua ini" bu Asti pun mendukung apa yang akan dilakukan oleh suaminya.
" Oke kita lakukan sesuatu, walaupun harus kehilangan miana, tidak masalah untuk kita. Yang pasti perusahaan ini harus kembali seperti dulu" Apa yang diucapkan oleh Tuan Adi seolah-olah adalah kenyataan bahwa Miana benar-benar bersalah. Bahwa Miana adalah dalang dari semua ini. Dan pada kenyataanya Miana pun tidak mengetahui apa yang terjadi dan apa penyebab dari terjadinya hal seperti ini. Miana adalah korban dari dari angan-angan atau prasangka buruk mertuanya.
"Kalau begitu, ayo kita pergi" Ajak Bu Asti kepada Suaminya. Akhirnya mereka pun berjalan keluar dari perusahaan yang terlihat sepi itu.
__ADS_1
Pov Prasetyo.
Prasetyo mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi di siang itu. Dia sengaja tidak mengajak sopirnya untuk mengemudikan. Prasetyo ingin berkunjung ke kantor pusat yang dipimpinnya sendiri itu. Di saat telah sampai pada perusahaannya, Prasetyo membuka kaca jendela mobilnya. Berhenti tepat di depan lobby masuk, Prasetya meninggalkan Mobilnya di sana dan langsung berlari masuk ke dalam kantor.
"Dimana direktur staf IT berada saat ini? " dengan tergesa-gesa, Prasetyo masuk ke ruangan staff ID dan menanyakan keberadaan direktur tersebut. Setelah orang yang dicarinya datang, Prasetyo segera mengajaknya datang ke ruangan.
" Selamat pagi Tuan Prasetyo. Ada yang bisa saya bantu? " tanya lelaki tersebut.
" Di kantor cabang sedang ada masalah besar. Seluruh aplikasi terkunci secara permanen dan jaringan internet down dari kemarin dan tidak ada yang bisa untuk memperbaiki. Kamu harus melakukan sesuatu untuk membuat semua sistem kembali normal seperti semula" tanpa basa-basi Prasetyo pun mengatakan apa tujuannya mencari orang tersebut.
" Seluruh aplikasi terkunci secara permanen? Awal mula dari kejadiannya seperti apa Tuan? " tanya orang yang berada di depan Prasetyo tersebut.
" kalau aku tahu aku tidak akan mencarimu" jawab Prasetyo Ketut.
" Sekarang pergilah ke kantor cabang dan melakukan sesuatu sebisamu dan semaksimal mungkin" Prasetyo pun menyuruh orang tersebut untuk ke kantor cabang.
" Iya Tika ada apa? " tanya Prasetyo ketika sudah menjawab panggilan tersebut.
" Kamu ke mana saja sih? aku telepon loh dari semalam kamu nggak bisa terus" Tiba-tiba Prasetyo menjauhkan ponselnya dari dekat telinga ketika mendengar Atika yang ngomel-ngomel tidak jelas.
" Tika maaf, aku sedang ada urusan mendesak dan ini lebih penting dari apa pun. Makanya aku tidak melihat ponsel dari semalam. Kamu tahu perusahaan cabang yang dipegang oleh ayah saat ini sedang diambang kehancuran. Seluruh sistem terkunci permanen dan jaringan pun ikut Down. Aku sedang mengusahakan yang terbaik. Jadi tolong untuk saat ini kamu jangan mengganggu terlebih dahulu. Aku tidak ingin kehilangan anak cabang dari perusahaanku" setelah Prasetyo menjelaskan apa yang terjadi ia terdiam.
" Aduh Sayang... Maafkan aku karena aku tidak tahu dengan apa yang telah terjadi. Aku kira kamu melupakan aku karena kemarin kamu jalan-jalan sama anak-anak dan istri kamu itu" Tiba-tiba suara Atika merendah.
__ADS_1
" Oh iya, tidak apa-apa... Yang aku mau kamu bisa mengerti. Aku masih berusaha keras untuk menyelesaikan seluruh masalah ini. Jadi Bersabarlah! " menghadapi wanita menurut Prasetyo memang harus dengan sikap yang baik. Dan ini perlu digarisbawahi. Maksudnya wanita yang di sayangi saat ini oleh dirinya.
" Ya sudah kalau begitu, Aku mau melanjutkan pekerjaanku kembali. Jaga dirimu baik-baik" Ternyata apa yang dikatakan oleh ibu Prasetyo benar adanya. Bahkan saat ini Prasetyo dibutakan oleh cinta hingga dirinya tidak bisa melihat bahwa ada anak dan istrinya di rumah.
" Oke selamat bekerja... Semoga apa yang kamu usahakan berhasil" kalimat terakhir yang diucapkan oleh Atika. setelah mendengar kata Iya dari Prasetyo, Ia pun mematikan panggilan tersebut.
" Aku tidak boleh menyerah, perusahaan itu aku bangun dengan kerja keras. Kalau sampai perusahaan itu bangkrut, aku akan kehilangan salah satu sumber penghasilanku" gumam Prasetyo setelah meletakkan ponselnya di atas meja.
Siang hari, di saat Prasetyo sedang memikirkan sebuah jalan keluar, pintu terdengar diketuk dari luar.
"Masuk! " suara Prasetyo terdengar jelas dari luar. Hingga akhirnya si pengetuk pintu itu masuk setelah membuka pintunya.
" Kamu...? Apa ada peningkatan? " tanya Prasetyo begitu melihat Siapa yang datang.
" Mohon maaf tuan, terkuncinya seluruh sistem dalam perusahaan cabang disebabkan karena perbuatan seseorang. Dia dengan sengaja melakukan itu untuk membuat seluruh aktivitas perusahaan terhenti. Dan saya belum bisa melakukan apa-apa. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengembalikan seluruh sistem kembali berjalan normal" Prasetyo dengan detail mendengarkan penjelasan dari direktur staff it.
" Lakukan semua hal asal bisa mengembalikan perusahaanku seperti sedia kala" perintah Prasetyo tidak bisa ditawar kembali.
" Sebelumnya saya ingin tahu, Apakah Tuhan memiliki seorang musuh atau pesaing dalam bisnis yang tidak suka terhadap anda. Karena tidak mungkin orang biasa akan melakukan hal seperti ini. ini semua bisa dilakukan oleh seorang hacker profesional" penjelasan dari direktur tersebut membuat Prasetyo berpikir kembali.
" Apa yang harus dilakukan untuk bisa membuat semuanya kembali seperti dulu? " tanya prasetyo karena ia pun tidak bisa melakukan apa-apa yang berurusan dengan dunia hacker.
" Mohon maaf Tuan sebelumnya, kalau bisa Saya akan meminta bantuan kepada teman saya untuk mengatasi masalah ini. Karena jujur saya sendiri belum pernah menemukan masalah serumit ini selama bekerja di sini" lelaki di depan Prasetyo tersebut meminta izin untuk meminta bantuan kepada temannya.
__ADS_1
" Lakukan Apapun yang bisa kamu lakukan, asal hal itu bisa mengembalikan semuanya seperti dulu" Prasetya telah pasrah.
" Baik Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik. Kalau begitu saya permisi dulu" lelaki itu pun keluar dari ruangan Prasetyo.