Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Miana Salah Lagi


__ADS_3

Pov Tuan Adi Nugroho.


"Percuma kemarin kita memalukan diri dan meminta maaf kepada Rendy. Kalau nyatanya dia menghancurkan semuanya. ini semua juga salah kamu, kenapa kamu harus marah-marah" Adi Nugroho yang merupakan ayah dari Prasetyo merasa kesal dengan sikap istrinya itu.


"Bagaimana Aku tidak marah, di saat aku melihat anakku bekerja keras sedangkan wanita itu bersama laki-laki lain. Kamu jangan terlalu menyalahkan aku dalam hal ini. Ini semua salah Miana. dia harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan" bu Asti semakin merasakan kebencian yang memuncak terhadap menantunya itu.


" Kamu benar... Miana harus bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Berani-beraninya dia membuat bisnis kita hancur seperti ini. Bisnis ini aku bangun dari 0. Dan sekarang harus jatuh karena menantu tidak tahu diri itu. Sekarang juga kita harus ke sana" Tuan Adi Nugroho juga ikut membenci Miana.


" Baiklah kita temui menantu bodoh itu" bu Asti terang-terangan menyebut Miana bodoh. Dan akhirnya mereka berdua pun berangkat menuju ke rumah Miana dengan kondisi emosi yang sedang memuncak.


Di dalam perjalanan, Tuan Adi Nugroho tidak berbicara sepatah kata pun. iya jelas sedang tergulung ombak amarah kepada Miana. Padahal Miana tidak melakukan apapun.


" Tok tok tok tok tok... Miana keluar kamu" begitu sampai di depan rumah miana, tanpa rasa sabar, Tuan Adi mengetuk pintu rumah miana dengan keras dan sambil berteriak memanggil menantunya. Bukan mengetuk lagi, namun ia menggedor-gedor pintu rumah Miana.


" Miana jangan sembunyi kamu cepat buka pintunya! " kali ini bu Asti ikut berteriak memanggil menantunya. Tak lama setelah itu, Miana pun keluar dari rumah dan membuka pintu.


" Ayah ibu... Silakan masuk" Miana yang tak mengerti apa tujuan kedua mertuanya datang pun mempersilahkan masuk.


" Kamu tidak perlu basa-basi kepada kami. Kamu kan yang menyuruh Tuan Rendy Untuk membatalkan semua kerjasama Kita" tiba-tiba saja Tuan Adi mengatakan hal yang tidak Miana ketahui.


" Ayah... Sebenarnya ada apa Miana tidak tahu. Apa maksud Ayah menuduh Miana menyuruh Tuan Rendy Untuk membatalkan kerjasama dengan perusahaannya? " kali ini Miana mencoba menjelaskan. namun hasilnya nihil.


" Dasar menantu tidak tahu diuntung. Sudah baik kami menampung dirimu di sini. Kenapa tidak ada balas budimu sedikitpun kepada kami" bu Asti juga ikut-ikutan memarahi Miana.

__ADS_1


" ayah... ibu... bisa kita bicara di dalam baik-baik. tanpa harus ada yang berteriak. tidak enak kalau didengarkan orang lain" miana mencoba bersabar menghadapi perlakuan buruk mertuanya. tanpa diulang disuruh untuk masuk, bu Asti dan Tuan Adi masuk ke rumah miana tanpa permisi. dan dengan Sombongnya mereka mendongakkan kepala. menganggap bahwa miana adalah menantu terkutuk yang tidak pantas berada di rumah itu.


" Kakek... Oma..." Dara dan Jelita yang mendengar suara keributan dari luar langsung berlari dengan sudah mengenakan seragam siap berangkat ke sekolah. Setelah mendekat ia melihat kakek dan neneknya sedang marah-marah kepada Miana, sang mama.


" Lebih baik kalian berdua masuk ke kamar dan mengambil tas lalu berangkat. Ini urusan kakek sama oma. Anak kecil Tidak boleh mendengarkan" Dengan sedikit berteriak bu Asti mengatakan hal tersebut kepada kedua cucunya.


" Mama tidak apa-apa? " Dara mendekati Miana lalu bertanya.


" Mama tidak apa-apa nak, kamu ajak Jelita masuk ke kamar dulu ya. Nanti kalau sudah siap berangkat sama om Parlan, biar mama bicara sama kakek dan Oma" Saat ini Miana sudah kehabisan kesabaran karena kedua mertuanya itu membentak anak-anaknya. Hal yang tidak pernah Miana lakukan terhadap kedua putrinya. Dengan cepat Dara menarik tangan Jelita lalu mengajaknya untuk pergi dari ruang tamu.


" Kak Dara Kita harus mencari Om Parlan" Seketika Jelita mengatakan hal tersebut.


"Iya, kamu benar dek" akhirnya mereka berbelok ke arah belakang. Berusaha mencari Parlan.


"Om Parlan, Om... Om Parlan" Panggil ke dua gadis kecil itu.


"Om Parlan, tolong bantuin mama. Kakek sama oma kesini lalu memarahi mama. Kasihan pasti mama sedih" Jelita dengan cepat mengucapkan apa yang di lihatnya.


"Apa... Kakek sama Oma kesini untuk memarahi mama? " Tanya Parlan kembali. Dan kedua bocah itu mengangguk. Terlihat air mata mulai membasahi pipi kedua putri Miana. Akhirnya Parlan berlari menuju ruang tamu. Namun sebelumnya iya membisikkan sesuatu ke Dara dan Jelita.


"Kalau sampai kamu tidak bisa membujuk tuan Rendy untuk mengembalikan kerjasama itu lagi, aku pastikan kamu akan menderita" Terdengar bu Asti sedang mengintimidasi Miana. Parlan yang mendengar itu pun segera mendekat.


"Nyonya Miana" Parlan yang sudah berada di dekat Miana dan mertuanya memanggil Miana.

__ADS_1


"Ada apa Parlan? " Miana segera bangkit dan bertanya kepadabParlan.


"Kamu jangan ikut campur Parlan. Ini urusanku dengan nyonyamu yang tidak tahu diri ini" Ucap bu Asti.


"Nyonya, anak-anak tidak mau berangkat, mereka ingin di antarkan oleh anda" Jawab Parlan kepada Miana tanpa memperdulikan bu Asti dan tuan Adi.


"Sekarang mereka dimana? " Tanya Miana.


"Sudah menunggu di mobil nyonya" Parlan dengan sopan mengatakan krpada Miana. Dan hal itu membuat bu Asti dan Tuan Adi kesal bukan main. Parlan sengaja memanggil Miana agar bisa menolongnya. Karena tidak mungkin iya akan membela Miana. Takut di sangka yang bukan-bukan. Apalagi saat ini bu Asti dan tuan Adi sedang dalam emosi yang meletup-letup.


"Ayah, Ibu. Miana mau mengantarkan anak-anak ke sekolah terlebih dahulu. Ayah dan ibu Miana tinggal ya" Miana tetap bersikap sopan kepada orang tua suaminya. Iya menghormati mereka sebagai orang tua.


"Kami tidak perlu menunggu kamu. Saya ingatkan sekali lagi. Kalau sampai kamu tidak bisa membuat tuan Rendy mengembalikan kerjasama itu lagi, aku akan membuatmu menderita. Bukan hanya kamu, tapi juga anak-anak mu." Bu Asti yang lebih banyak berbicara di bandingkan dengan suaminya.


"Parlan, kamu tunggu di mobil saja dulu. Sebentar lagi aku akan kesana. Tolong sampaikan kepada Dara dan Jelita. Biarkan aku bicara sama ayah dan ibu" Ucap Miana, dan Parlan yang merasa Miana bisa mengatasi ini segera mengundurkan diri.


"Baik nyonya" Parlan pun keluar dari ruang tamu. Iya berjalan menuju kemana Dara dan Jelita berada.


Setelah Parlan sudah tak terlihat lagi, Miana kembali duduk. Dan dari arah belakang. Parlan merekam semua kejadian di ruanh tamu tanpa sepengetahuan tiga orang yang duduk disana.


"Ayah... Ibu... Apa hubungannya denganku ketika kalian memintaku untuk memohon kepada Rendy tentang kerjasama itu" Miana mencoba berkata dengan setenang mungkin.


"Kamu fikir kami bodoh? Kamu kan yang meminta tuan Rendy untuk membatalkan kerjasama itu. Karena kamu sakit hati sudah ketahuan aelingkuh di drpan kami, dan kami mempermalukanmu" Kali ini tuan Adi yang berkata.

__ADS_1


"Ayah..." Ucapan Miana terhenti.


"Jangan memanggilku ayah sebelum kamu bisa melakukan yang kami minta" ucap tuan Adi dengan ketus.


__ADS_2