
"Pak Bagas ternyata di sini. Saya sudah mencari dari tadi" ucap lelaki yang baru datang tersebut. Miana menoleh saat mendengar suara tersebut.
"Kamu Miana... Murid paling terpopuler di masa SMK dulu? " lelaki yang belum Miana kenal tersebut sudah terlebih dahulu menyapanya. Dan Miana semakin bingung ketika lelaki itu menyebut namanya.
"Maaf anda siapa ya? " Miana bertanya karena takut salah mengenali seseorang.
"Dia Rendy, Teman sekelas kita dulu" sebelum lelaki itu menjawab, Bagas sudah terlebih dahulu berkata. Saking tidak percayanya, Miana menutup mulutnya sebagai ekspresi terkejut.
" Rendy Setiawan? " Kali ini Miana bisa mengingat siapa lelaki yang disebutkan Bagas bernama Rendy tersebut. Dan Rendy pun mengangguk tersenyum ke arah Miana.
"aku nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini dalam keadaan seperti ini. Kalian berdua sudah lama saling bertemu. Kamu itu Gas. Kenapa nggak kasih tahu aku kalau kamu ketemu sama Miana, gadis tercantik yang berada di kelas kita dulu" Ekspresi bahagia tampak dari wajah Rendy. Iya seperti menemukan saudara yang telah lama hilang.
"baru aja aku ketemu sama Miana" Bagas dengan santai mengatakan yang sebenarnya.
"Tapi miana, Kamu terlihat benar-benar berbeda banget. Saat ini kamu terlihat lebih cantik dan aku lihat Wajah kamu tidak ada perubahan sama sekali. masih tetap imut-imut seperti dulu" Rendy yang berkata tersebut menarik kursi dan duduk bergabung dengan Bagas dan Miana.
"Nggak usah gombal Ren, kamu tahu kan miana ini sudah punya suami dan juga sudah punya anak. Dipikir kamu sampai sekarang juga belum menikah" ucapan Bagas membuat miana menoleh ke arah Rendi.
"ya daripada nikah muda, tapi ujung-ujungnya ditinggal hahaha" Rendy tertawa terbahak-bahak, terlihat sekali jika ia sedang memprovokasi Bagas.
"Jangan mulai ya... Aku bisa saja membuat dirimu menjadi gelandangan saat ini juga" Bagas mengucapkan kata-kata tersebut hanya untuk mengancam Rendy.
__ADS_1
" Weh santai pak Bos... Kan kita cuma bercanda, ya nggak miana" Rendy yang berbicara sambil mengedipkan matanya ke arah Miana.
" Jadi sekarang Bagas menjadi bos? " pertanyaan Miana membuat Rendi menoleh ke arahnya.
" Jangan salah Mi, Rendy ini dari dulu Memang anak seorang bos. Dia nggak terlalu memperlihatkan semua kelebihan yang dimiliki oleh keluarganya. Bisnis orang tuanya tersebar di mana-mana. Kesuksesan benar-benar berpihak kepada Bagas. Apalagi berkat dukungan orang tuanya. Kamu tahu, Bagas adalah seorang dokter ahli bedah saraf lulusan Harvard University. Kamu tahu kan kampus ternama itu? " Rendy terus mengoceh menceritakan Bagaimana keadaan Bagas yang sebenarnya.
" Tapi sayang... Rumah tangganya nggak bertahan lama" dengan melirik ke arah Bagas, Rendy dengan rasa sedikit takut mengucapkan hal tersebut. Begitu melihat Bagas yang berada di sampingnya, Iya tahu bahwa lelaki tersebut menatap tajam ke arahnya. Rendy pun hanya tersenyum kaku mendapati ekspresi sahabat sekaligus bosnya tersebut.
" kamu mau pilih rumah masa depan di daerah mana. Aku akan memilihkan kamu rumah masa depan dengan fasilitas khusus" Kali ini Bagas berkata dengan dingin sekaligus menatap tajam ke arah Rendi.
"Ah kamu Gas, bisa nggak sih nggak terlalu serius. Aku kan cuma bercanda" kali ini keringat dingin bercucuran dari dahi Rendy. Mengingat bagaimana jika Bagas sudah bersikap dingin seperti ini. itu adalah hal yang membuat Rendy paling takut.
" Wah baik banget kamu Bagas jadi bos... pakai segala mau membelikan rumah masa depan buat Rendy, lengkap dengan fasilitas khusus" Miana yang tidak mengerti rumah masa depan seperti apa yang dimaksud oleh Bagas malah memuji teman smk-nya itu.
" Kamu tidak sekejam itu kan? " miana menatap ke arah Bagas seolah menginginkan jawaban.
" Oh tidak... Bagas tidak sekejam yang kamu kira. Dan satu lagi... Saya akan duduk disana sambil menikmati lezatnya hidangan Cafe ini" Tidak menunggu lama, Rendi langsung bangkit dari duduknya dan langsung menjauh, iya menuju salah satu meja yang berada di ruangan tersebut. Miana terlihat heran dengan sikap Rendy. Iya memandang ke arah Bagas yang terdiam. Karena sesungguhnya Rendy paham jika Bagas tidak ingin di ganggu. Namun Miana tak mengerti itu.
"Rendi kok aneh sih. Sudah lama tidak bertemu, malah milih duduk sendiri" Omel Miana karena kesal dengan sikap Rendy.
"Suruh saja dia kembali ke sini. Supaya kita bisa bernostalgia tentang masa lalu" Kini Bagas mulai berbicara.
__ADS_1
"Oke."
"Rendy, sini napa! " Miana memanggil Rendy dengan melambaikan tangan. Hingga orang-orang yang berada di sana menjadikannya pusat perhatian. Karena Rendy tidak mendengar atau bahkan pura-pura tidak mendengar, Miana merasa malu karena tidak mendapat respon dari Rendy. akhirnya ia pun duduk kembali. Bagas hanya diam memperhatikan.
" Kalau tidak mau ya sudah, Biarkan saja dia di sana" Bagas berkata dengan pelan. dia tidak ingin orang-orang harus memperhatikan miana.
setelah menuruti apa yang dikatakan oleh Bagas, Miana duduk sambil tersenyum kecut.
" Rendy nggak asik banget ihh, nggak kayak dulu" Miana menggerutu. dan di saat yang bersamaan, dua pasang lelaki dan wanita paruh baya masuk ke dalam Cafe tersebut. Dan saat akan melewati meja yang ditempati Miana dan Bagas, mereka berhenti.
" Miana..."
" Apa yang kamu lakukan di sini dengan laki-laki lain, sementara suamimu sedang bekerja keras" Suara seorang wanita paruh baya menggelegar di dalam kafe tersebut. Dan yang lebih membuat malu Miana, saat ini perhatian orang-orang kembali tertuju kepadanya.
" Ayah... Ibu... Ini... Tidak seperti yang kalian lihat, kalian salah paham" Miana mencoba untuk menjelaskan kepada ibu dan ayah mertuanya serta rekan bisnis yang tadi bersamanya.
" Apa begini caramu menghargai suamimu yang sedang bekerja keras untuk kamu dan anak-anak. Kamu ini sudah dikasih enak, bukannya berterima kasih malah menghianati Prasetyo. Di mana otak dan hati kamu" suara Ibu mertuanya terdengar sangat marah. Miana merasa malu karena Dituduh yang bukan-bukan.
" Mohon maaf nyonya... sepertinya Anda salah paham dengan keberadaan kita disini. Kita di sini tidak ada hubungan apa-apa. Tapi..." ucapan Bagas terhenti seketika begitu ibu mertua miana memotong pembicaraannya.
"Diam kamu! Aku tidak berbicara dengan orang serendah kamu. Aku sedang memberitahu anak menantuku yang tidak tahu diri ini. Dan kamu, berani-beraninya kamu berselingkuh dengan Miana padahal kamu tahu bahwa dia mempunyai suami dan anak" ibu mertua Miana malah memarahi dan mengatai Bagas yang bukan-bukan. Namun Bagas hanya diam tak membalas.
__ADS_1
"Ada apa ini? " tiba-tiba lelaki yang bernama Rendy tadi datang menghampiri keributan yang disebabkan oleh mertua Miana tersebut.
"Tuan Rendy..." seketika mulut mertua miana dan rekan bisnisnya terdiam dan menganga melihat kedatangan Rendy.