Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Acara dadakan


__ADS_3

Makanan di piring Miana dan Bagas tinggal 2 atau 3 suap lagi, namun tiba-tiba lampu padam. Membuat Miana tak bisa melihat apa-apa kecuali kegelapan. Dalam kegelapan, tiba-tiba terdengar suara gitar di petik serta sebuah lagu di nyanyikan.


Setelah lagu selesai di nyanyikan, lampu kembalin menyala. Namun Miana tidak melihat Bagas di tempat duduknya lagi. Iya menoleh menyapu seluruh ruangan restoran tersebut. Miana melihat Bagas yang saat ini tengah berdiri di atas panggung.


" Itu Bagas, berarti yang menyanyi tadi Bagas? " gumam Miana ketika melihat Bagas yang masih berada di atas panggung sambil memegang gitar di tangannya. Belum hilang keterkejutan miana. Kini dirinya harus dikejutkan dengan kehadiran Dara, Parlan dan juga Devan. Miana merasa bingung dengan semua kejadian ini.


" Ada apa ini. Dara Kenapa kamu di sini nak? " Miana bertanya ketika Dara sudah berada di dekatnya.


"Mama... Aku nyusul mama sama Devan dan Om Parlan" Jawab Dara dengan senyum.


" Memangnya kenapa kok Dara sampai menyusul mama. Kan lebih baik di rumah dulu nggak capek" miana bertanya kepada putrinya yang saat ini sudah duduk di sampingnya.


" Dan kamu Parlan, Kenapa tadi bilangnya Devan sakit. Terus kenapa sekarang malah kamu aja ke sini? " Miana berkata dengan sedikit Ketus kepada Parlan. Iya tahu Parlan bukan seorang pembohong. tapi kenapa dia malah berada di sini dengan anaknya yang katanya sedang sakit.


" Lagu ini aku persembahkan untuk seorang wanita yang saat ini duduk di depanku." Miana yang mendengar suara Bagas dari atas panggung pun merasa terkejut. Bagaimana mungkin Bagas bisa berbuat seperti itu di hadapan banyak orang. Miana melihat Bagas yang saat ini berjalan turun dari panggung dan menuju ke tempat di mana ia duduk.


" Will you marry me? " Bagas berjongkok di hadapan Miana yang saat ini sedang menatapnya sambil mengarahkan kedua tangannya ke hadapan Miana. Yang di mana kedua tangan tersebut memegang satu buah kotak cincin. Membuat Miana semakin terkejut dan bingung dengan apa yang telah dilakukan oleh Bagas. Belum sempat menjawab, Miana melihat beberapa orang yang datang. Dan orang-orang tersebut sangat dikenal oleh Miana.


"Miana, aku ingin kamu menjawab cintaku malam ini" Bagas berkata dengan begitu lembut di depan wanita pujaan nya. Miana masih belum bisa menjawab. Iya syok dengan semua yang terjadi malam ini.

__ADS_1


" Apa ini berarti saat ini kamu sedang melamarku? " Miana menunduk lalu berkata di dekat telinga Bagas.


" Kamu benar sekali. Miana Damayanti, Apakah kamu mau menjadi kekasih halalku. Apakah kamu mau hidup bersamaku? " ucapan Bagas terdengar jelas dalam ruangan restoran tersebut. Iya mengenakan sebuah mic kecil untuk memperkeras suaranya.


"Berikanlah aku jawaban. Karena aku sudah lama menunggumu. Dan aku baru kali ini memiliki keberanian untuk mengungkapkannya kepadamu" Bagas mengatakan sebuah kejujuran yang telah lama ia pendam. membuat Miana menutup mulutnya dan membulatkan matanya karena kaget mendengar pernyataan tersebut.


" Aku... Aku tidak bisa menjawab ataupun menerima lamaran kamu saat ini Bagas. aku masih memprioritaskan anak-anakku. Dan aku masih dalam pencarian Jelita yang hilang" Miana mengatakan hal tersebut dengan terbata-bata.


" Apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau menerima cintaku yang telah usang ini? " Bagas kembali bertanya.


" Atau ada persyaratan khusus sehingga bisa merubah hatimu dan membuka pintu hatimu untukku? " Bagas tidak menyerah dengan apa yang ia inginkan.


" Baiklah Bagas, Aku akan memberimu waktu. dan beri aku juga aku waktu untuk bisa menerimamu. Aku ingin Jelita ditemukan terlebih dahulu" Hanya itu yang diucapkan oleh Miana.


"Tapi om belum tanya sama aku" Kali ini Dara berkata. Membuat Bagas langsung menghampirinya.


"Dara... Apakah kamu mau menjadi anak om Bagas? " Tanya Bagas. Dan saking polosnya gadia kecil itu, Dara langsung mengangguk.


"Selamat Bagas" beberapa orang datang mendekat ke arah Bagas dan Miana.

__ADS_1


" Akhirnya kamu sudah tidak jomblo lagi" ucap Rendy di dekat telinga Bagas.


" Apa Aku sedang tidak salah dengar. Bukan nya selama ini yang jomblo itu kamu? " Bagas kembali bertanya sambil mencibir mengatakan dirinya jomblo.


" Jangan salah Bagas, justru kedatanganku ke sini selain untuk menyaksikan kamu melamar Miana. Aku hanya ingin memberikan ini" Rendy mengeluarkan sebuah kertas yang sedikit tebal lalu meletakkannya di atas meja. Bagas dan yang lain langsung menoleh ke arah kertas tersebut. Namun Parlan dengan cepat mengambil satu lembar, dan membacanya dengan perlahan.


" Ini undangan asli atau hanya editan saja? " pertanyaan Parlan membuat semua orang yang berada di sana tertawa terbahak-bahak.


" Jangan macam-macam ya kamu Parlan. Kami serius mau menikah" Rendy pun mengatakan hal tersebut dengan pelan dan serius. Membuat semua orang yang berada di sana terkejut bukan main dengan keputusan yang dibuat oleh Rendy dan Desita.


"Benar-benar Hebat kamu Rendy. Bergerak cepat karena takut diambil oleh Yang Lain" Bagas memuji ketangkasan sahabat sekaligus asistennya tersebut dalam mengambil keputusan untuk masalah hidupnya.


" Desita, Apa kamu tidak menyesal menerima Rendy sebagai suamimu. dia itu perjaka tua loh" Bagas kali ini beritanya kepada Desita namun iya niatkan hanya untuk memprovokasi Rendy.


" Dan Miana, kamu mau dengan duda tua seperti dia" kali ini Rendy membalas ucapan yang dikatakan oleh Bagas. membuat semua orang di sana merasa terhibur dengan dua orang itu.


"Duda tua dari mana. Aku dan Miana umurnya sama" Ucap Bagas tak mau kalah. Iya melotot menatap Rendy yang mengatakannya duda tua.


"Lagian aku juga masih sangat tampan. Tidak kalah tampan dari Parlan yang kata Dara dan Jelita tampan" Bagaa melengos tak mau menatap Rendy. Membuat Miana tak habis fikir jika lelaki itu akan sangat sensitif di katakan tua.

__ADS_1


"Hahaha... Aku memang tampan. Bahkan bos muda ini saja mengakuinya" Sahut Parlan. Membuat Miana kembali melengos mendengar apa yang di katakan oleh Parlan.


"Ayo kita makan dulu. Keburu makanannya dingin" Ajak Bagas untuk merayakan hari pentingnya.


__ADS_2