Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Melanjutkan Pencarian


__ADS_3

Sebuah mobil melintas di jalanan raya. Berhenti tepat di depan gerbang rumah miana. Setelah dibukakan pintu gerbang oleh Pak satpam, mobil tersebut perlahan memasuki halaman rumah Miana dan berhenti tepat di depan pintu. Tak lama setelah kedatangan mobil itu, mobil yang dikemudikan oleh Parlan pun juga datang. Akhirnya kedua mobil tersebut parkir berjajar di halaman rumah Miana.


" Nyonya Miana, kedatangan saya ke sini karena disuruh oleh Tuan Bagas untuk menjemput anda." ucap lelaki yang menjadi suruhan Bagas tersebut. Lelaki berperawakan tegap tinggi memakai seragam dan mengenakan kacamata hitam di wajahnya tersebut terlihat begitu sangar.


" Baiklah... Tunggu sebentar di sini" Miana menjawab kepada orang suruhan Miana.


" Parlan kamu ikut masuk denganku sebentar ya" Miana memanggil Parlan yang masih berdiri di samping mobilnya. Parlan yang merasa dipanggil pun segera mendekat dan mengikuti miana di belakangnya.


"Dara merengek mau ikut sejak subuh tadi. Kamu juga harus ikut ya" setelah Parlan berada di dalam rumah, Miana mengatakan bahwa dirinya harus ikut. Parlan tanpa berpikir panjang pun segera mengangguk.


" Apa kamu sudah memeriksa semua keadaan di sana? " Parlan yang mau naik ke atas helikopter bertanya terlebih dahulu kepada Bagas.


" Jangan khawatir, aku sudah memeriksa semua keadaan di sana. orang-orang suruhan ku sudah memeriksa dengan detail Bagaimana Medan di sana. Ada sekitar 25 ATV yang dipersiapkan untuk semua orang yang akan ikut. Tiga helikopter yang kita naiki langsung dari sini. Mereka memberitahu bahwa di tempat dekat rumah itu ada tempat yang luas untuk mendaratkan 3 helikopter ini" Bagas menjelaskan secara rinci kepada Parlan yang duduk di sampingnya.


" Apa sudah bisa kita mulai penerbangan? " pilot helikopter yang berada di depan itu bertanya kepada Bagas dan Parlan


" Ayo kita berangkat sekarang" Bagas meminta kepada pilot untuk segera menerbangkan helikopter.


" Jangan mengkhawatirkan Miana dan Dara. Mereka berada di tengah" Bagas yang melihat Parlan menatap ke arah salah satu helikopter yang berjajar itu.


" Yang satunya lagi siapa yang naik di sana? " tanya Parlan kepada Bagas.


" yang satunya itu kosong. Nanti kalau misalnya Jelita benar-benar ada di sana, maka yang akan menaiki adalah Jelita" jawab Bagas menerangkan kepada Parlan. Parlan yang mendengar itu pun manggut-manggut.

__ADS_1


"Arlando..." ucap Bagas di samping telinga Parlan. Dan apa yang diucapkan oleh Bagas membuat Parlan seketika langsung menoleh ke arahnya.


" Jadi benar kamu adalah Arlando Davian? " Bagas mengatakan hal tersebut ketika Parlan merasa terkejut dengan nama yang baru saja disebut oleh Bagas.


" Apa yang Anda katakan Tuan Bagas? Siapa itu Arlando Davian" Parlan tidak mengerti apa yang baru saja diucapkan oleh Bagas.


" Jangan berbohong kepadaku Tuan Arlando Davian. Saya sudah memeriksa semua tentang anda. Ini buktinya" Bagas mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan sesuatu kepada Parlan yang duduk di sampingnya. Melihat apa yang diberitahukan oleh Bagas, membuat Parlan benar-benar terkejut Setengah Mati.


" Siapa itu? " Parlan masih dalam mode tidak mengerti apa-apa. Entah itu benar-benar tidak diketahuinya atau hanya sikap Parlan untuk mengelabuhi Bagas.


"Apa perlu saya tunjukkan Salah satu bukti lagi? " Bagas berbisik di telinga Parlan.


" Jangan macam-macam tuan Bagas. Aku bisa berbuat semauku untuk membalas dirimu yang telah memeriksa identitasku tanpa meminta izin terlebih dahulu" Parlan berkata dengan begitu pelan seolah ia berbisik di telinga Bagas agar tidak ada yang mendengarnya.


" Saya harap anda bisa menyimpan informasi ini untuk diri Anda sendiri. Saya tidak ingin ada orang lain tahu tentang identitas saya yang sebenarnya. terutama miana dan keluarganya" Parlan menjawab dengan pelan.


" Aku tidak akan membuat informasi ini menyebar ke siapapun. Aku bisa dipercaya untuk menjaga Sebuah Rahasia. Terutama rahasia besar seperti ini" Bagas menepuk pundak Parlan dan begitu bangga.


"Awal-awal aku menerima informasi ini seakan tak percaya bahwa kamu adalah Arlando Davian. Apa kamu juga yang merencanakan merusak seluruh sistem di perusahaan cabang milik Prasetyo? " tanya Bagas membuat Parlan tersenyum.


" Semua aku lakukan untuk memberikan pelajaran kepada Prasetyo. Dan separuh dari saham perusahaan itu aku alihkan atas nama Miana Damayanti" Parlan berkata jujur kepada Bagas tentang apa yang ia lakukan.


" Aku ingin belajar tentang semua ini dari kamu. Mari kita saling belajar" Bagas meminta Parlan untuk mengajarinya.

__ADS_1


" Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk melakukan hal seperti itu. Tergantung kemauan kita yang tidak ada habisnya. Aku dulu selama kuliah tidak banyak menghabiskan waktu di luar untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Orang tua Miana memberi kan aku kesempatan untuk menuntut ilmu setinggi yang aku mau. Hingga akhirnya aku memilih menyelesaikan studiku hingga S2. Aku bukannya tidak ingin melakukan pekerjaan lain. Tapi menjaga Miana adalah kewajibanku. Ayah kandungnya dulu sebelum meninggal mengatakan bahwa ia menitipkan Miana kepadaku. Karena kamu sudah melamar Miana, tanggung jawab itu aku serahkan kepadamu" Bagas mendengarkan apa yang Parlan ucapkan. Parlan tersenyum bahagia karena Miana bertemu dengan orang yang sangat menyayanginya. Yaitu adalah Bagas.


" Kamu jangan khawatir. Aku sejak dulu sangat mencintai Miana. aku tidak bisa berjanji untuk selalu membahagiakannya. Tapi aku akan berusaha sekuat jiwa dan ragaku untuk tetap membuat dia bahagia. Aku menerima tanggung jawab yang telah kamu serahkan kepadaku" Bagas memeluk Parlan yang duduk di sampingnya.


" Aku juga akan menganggapmu sebagai Kakakku sendiri. Aku berjanji kepadamu, aku tidak akan menyakiti Miana" Bagas benar-benar merasa bahagia atas apa yang ia dapatkan hari ini.


"Tapi kalau kamu berani mneyakiti Miana, aku akan membuatmu bertekuk lutut kepadaku" Ucap Parlan.


"Terima kasih, aku akan selalu mengingat apa yang kamu katakan. Terima kasih" Bagas mengucapkan terima kasih kepda Parlan. Parlan pun terlihat begitu berwibawa di depan Bagas.


"Kita akan mendarat tuan" Ucap sang pilot ketika tujuan mereka sudah di depan mata.


"Baik, lakukan dengan baik" Bagas mengatakan dengan begitu tegas. ia memandang ke arah luar jendela. pemandangan yang begitu indah terlihat dari atas.


15 menit telah berlalu setelah pilot mengatakan akan mendarat. Akhirnya helikopter berhasil mendarat dengan selamat di sebuah tanah lapang yang begitu luas di tengah hutan tersebut. Bagas memperhatikan helikopter lain yang mendarat setelah helikopter yang dinaikinya.


" Miana... Dara..." Panggil Bagas dan Parlan secara bersamaan ketika mereka melihat dua wanita beda generasi itu turun.


" Kamu yakin ini tempatnya? " tanya Miana ketika ia sudah berada di dekat Bagas dan Parlan.


" orang-orang suruhan ku tidak mungkin salah memberikan informasi. Selama ini mereka selalu memberikan informasi yang akurat." Jawab Bagas.


" baiklah... sekarang di mana letak rumah itu dan bagaimana caranya kita ke sana" miana bertanya kepada Bagas. Dan belum sempat Bagas menjawab pertanyaan dari wanita pujaannya itu, beberapa kendaraan ATV datang secara bersamaan. Miana terkejut karena jumlah kendaraan itu begitu banyak.

__ADS_1


" Mereka yang tahu Di mana letak rumah itu." Bagas menunjuk ke arah ATV yang baru datang sembari menjawab pertanyaan Miana.


__ADS_2