
Pernikahan Miana dan Bagas telah selesai sore tadi sekitar pukul 16.30. Semua orang telah kembali ke rumahnya masing-masing. termasuk Bagas dan miana. Mereka pun masuk ke rumah miana yang digunakan sebagai tempat pesta.
"Kita harus pindah dari rumah ini sayang" Saat berada di dalam kamar, Bagas berkata kepada Miana.
"Apa harus secepat itu? " Tanya Miana sambil melepas gaun pesta yang melekat di tubuhnya.
"Aku tidak ingin kamu masih memikirkan mantan suamimu itu. Kalau kamu tetap tinggal di sini, tidak menutup kemungkinan kamu akan terus memikirkan lelaki itu" Bagas merasa tidak rela jika dalam pikiran Miana masih ada Prasetyo, sang mantan suami.
" Iya aku tahu maksud kamu. Tapi masa malam ini juga kita harus pindah. Ini sudah malam banget loh, ditambah kita juga sangat lelah karena seharian tidak istirahat sama sekali" Miana mencoba menjelaskan kepada suaminya.
"Kita tinggal duduk manis dan kita akan sampai di rumahku. Aku sudah tidak menempati rumah yang dulu aku tempati bersama mantan istriku. Tapi aku telah kembali ke rumah utama. Di mana Aku dilahirkan dan besar di sana" Bagas tidak mau dibantah sama sekali.
" Baiklah kita berangkat sekarang juga" Miana kembali bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke pintu dengan digandeng oleh Bagas.
" I love you" kembali kata-kata itu yang diucapkan oleh Bagas kepada Miana. Membuat Miana tersipu malu mendengarnya.
Terlihat keluarga besar yang masih ada beberapa duduk di sofa di rumah Miana. Mereka memandang kedatangan Bagas dan Miana yang baru turun dari tangga.
" Kalian mau ke mana? " tanya Awan yang melihat Miana masih mengenakan gaun pesta sebesar itu.
" Aku hanya ingin mengajak Miana untuk berbulan madu kakak iparku" jawaban Bagas membuat Miana merasa malu karena suaminya kini berani terang-terangan berkata di depan keluarga besarnya.
" Apa kamu tidak kasihan kepada Miana. lihat dia begitu kesusahan berjalan dengan gaun yang begitu besar dan berat di tubuhnya" Awan yang melihat Miana berjalan secara kesusahan pun memprotes Bagas yang menurutnya tidak pengertian kepada sang istri.
" Jangan khawatir kakak iparku yang paling tampan. Aku akan membawa Miana dengan cara seperti ini" tiba-tiba saja Bagas menaruh kedua tangannya di tubuh bagian belakang Miana. Iya segera menggendong Miana ala bridal style di depan keluarga besarnya. Sedangkan miana meronta-ronta ingin dilepaskan karena merasa malu dan tidak enak dengan keluarga besarnya.
" Bagas lepasin... Kamu ini kenapa sih kayak gitu banget sama Kak Awan. Dia itu kakak aku tahu nggak, kenapa harus cemburu" saat Miana dan Bagas sudah berada di teras dan tidak ada yang mendengarkan Miana berbicara, Miana memprotes sikap Bagas yang begitu Pencemburu.
__ADS_1
"Bagaimanapun juga dia adalah kakak tiri kamu. Dan aku tidak suka yang bukan mahrammu sampai bersentuhan denganmu." Miana menghela nafas panjang ketika mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya tersebut.
" Ayo kita berangkat" ajak Bagas kepada miana ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu.
" Masuklah! " Bagas membukakan pintu mobil untuk Miana. sedangkan Miana hanya menurut saja. Tanpa bertanya atau pun mengatakan sesuatu kepada istrinya, Bagas berlari masuk ke dalam rumah lagi.
" Dara, Jelita, Papa Mau mengajak Mama untuk ke rumah Papa terlebih dahulu. Kalian mau ikut sekarang atau besok menyusul" Bagas memegang pundak kedua anak tirinya.
" Aku di rumah saja terlebih dahulu. Besok saja kita menyusul Mama dan Papa ke sana" Dara menjawab Bagas.
" Baiklah kalau begitu Papa sama Mama pulang terlebih dahulu ya. Jaga diri kalian baik-baik. Mbok Darmi akan menemani kalian" Bagas pun berdiri dan meninggalkan kedua anaknya.
" Mbok Darmi, tolong jaga anak-anak untuk saya dan Miana. Besok pagi saya akan menjemput mereka " ucap Bagas ketika mencari Mbok Darmi dan sudah menemukannya.
" Baiklah nak Bagas. Saya akan menjaga Dara dan Jelita. Jaga Miana dengan baik ya" balas Mbok Darmi kepada Bagas. Akhirnya, Bagas pun meninggalkan rumah Miana bersama dengan sang istri.
Pov Atika dan Prasetyo.
Sudah 1 bulan anak Prasetyo dan Atika dirawat di rumah sakit. Namun hanya sedikit perkembangan yang terjadi pada bayi tersebut. Seorang anak laki-laki yang diberi nama Wafa Aidil Prasetyo tersebut masih bisa bertahan hidup dengan bantuan alat-alat medis. Atika sendiri pun sudah diperbolehkan pulang 2 hari pasca operasi caesarnya. Dan saat ini Atika pun telah sehat kembali.
" Atika Kamu mau ke mana lagi? " Prasetyo beritanya kepada Atika yang telah rapi Prasetyo bertanya kepada Atika yang telah rapi hendak keluar rumah entah mau ke mana.
" Aku suntuk banget nih di rumah. Kamu aja hari ini yang ke rumah sakit untuk menemui Wafa. Aku mau nge-refresh pikiran aku yang udah sebulan lebih nggak jalan-jalan ke manapun" Atika dengan santainya Menjelaskan ke mana ia akan pergi.
" Boleh ya Mas Tio. Aku janji aku tidak akan lama keluarnya. Nanti setelah aku pulang dari jalan-jalan, aku akan langsung ke rumah sakit" Atika merayu Prasetyo.
" Baiklah tapi jangan lama-lama. Ingatlah kamu ada anak kecil yang harus kamu rawat" Prasetyo mengatakan kepada Atika. Iya juga memaklumi bagaimana Atika.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" Atika langsung memeluk sang suami. Prasetyo pun merasa senang melihat Atika yang bahagia tersebut.
"Akhirnya aku bisa keluar juga" Gumam Atika ketika iya sudah berada di dalam mobil. Rasanya senang bukan main ketika Iya bisa bebas berkeliaran keluar bersama teman-temannya.
" Aku harus menghubungi teman-temanku lagi" Atika mengeluarkan ponsel yang berada di dalam tas yang ia letakkan di kursi di sampingnya. setelah ketemu Ia pun menyalakan ponsel tersebut.
"Halo... Kamu ada di mana? " Panggil Miana kepada seorang teman yang baru saja di hubunginya melalui ponnsel itu.
"Aku ada di rumah. Apa kamu sudah sembuh?" Tanya teman Atika tersebut.
" Kalau belum sembuh tidak mungkin aku menghubungimu" Atika menjawab dengan nada yang riang gembira.
" Kalau kamu sudah sembuh, Mari kita keluar untuk bersenang-senang" teman Atika tersebut sangat bersemangat ketika mendengar ajakan dari sahabatnya.
" Baiklah aku menunggumu di tempat biasa" Atika pun bersemangat kembali ketika temannya tersebut merespon dengan baik.
" Oke aku akan berangkat sekarang juga. tunggu aku di sana" terdengar kata-kata yang begitu manis keluar dari mulut sahabatnya di seberang telepon. membuat Atika meletakkan ponselnya dan memacu kecepatan mobil yang dikendarainya.
"Atikaaa" Panggil seorang wanita yang baru datang. Hingga membuat Atika bangkit dari duduknya dan berteriak histeris menyambut kedatangan sang sahabat. Mereka pun berpelukan dengan erat melepas rindu yang telah lama tidak bertemu.
"Apa kabar kamu Santi? " Tanya Atika ketika pelukan mereka sudah terlepaskan.
" aku baik-baik saja. melahirkan sesar membuat aku tak bisa bergerak sama sekali. karena aku sudah sembuh, aku meminta izin kepada suamiku untuk keluar merefresh pikiranku" ketika mengatakan dengan jujur apa yang ia rasakan kepada sahabatnya itu.
" Baiklah kalau begitu, Mari kita bersenang-senang malam ini" Santi pun menarik lengan Atika dan masuk ke dalam klub malam.
" Aku mau pesan minuman seperti biasa." setelah duduk di meja yang ia pilih, Atika langsung memesan sebuah minuman yang menurutnya enak tersebut. akhirnya mereka berdua pun Menghabiskan malam dengan minum-minuman yang tidak ada gunanya itu.
__ADS_1
waktu sudah menunjuk pada jam 2 lebih 7 menit dini hari. Dalam keadaan mabuk, Atika mengendarai mobilnya sendirian. Sedangkan Santi yang tidak terlalu mabuk berat telah selamat kembali ke rumahnya. Di saat Atika melewati sebuah jalan yang tidak terlalu ramai, tiba-tiba sebuah motor melintas dengan kecepatan tinggi. Karena Atika sedang mabuk berat, Iya tak sadar jika motor itu sedang melawan arus. Iya terus menambah kecepatan mobil yang dikendarainya. Hingga sebuah tabrakan tak dapat dielakkan lagi.
"Brruuuaaakkk" Mobil yang ditumpangi Atika menabrak sebuah tiang listrik yang membuatnya langsung Ringsek di tempat.