
7 bulan hampir berlalu bersama dengan sikap miana yang sangat aneh. setelah memeriksakan diri ke dokter, ternyata miana sedang mengandung anak Bagas. dan saat ini kandungan itu sudah menginjak usia 9 bulan. hanya menunggu hari untuk melahirkan anak ketiganya.
" sayang Papa berangkat kerja dulu ya. kamu jaga mama baik-baik" Bagas mencium piano yang terlihat sudah Bagas mencium perut miana yang terlihat sudah sangat besar.
" papa nanti siang jemput kita nggak?" pertanyaan dari jelita membuat Bagas mengangguk. walaupun Jelita dan Dara bukanlah anak kandungnya, kedua anak itu tak pernah kekurangan kasih sayang dari sang ayah. tidak seperti Prasetyo yang meskipun Ia adalah Ayah kandungnya. Prasetyo hanya memperhatikan firman dan Wafa yang saat ini bersamanya. Iya tidak pernah memperhatikan kedua putrinya yang cantik. jangankan memberikan nafkah. menanyakan kabar pun Prasetya tidak pernah semenjak Atika sakit dan Wafa telah lahir.
" Insya Allah kalau tidak ada meeting, Papa bakal jemput kalian. Kalau weekend kayak gini biasanya kita ngapain?"ucap Bagas dengan senyum sumringah di depan kedua putrinya.
" kita jalan-jalan sama dedek yang masih ada di perut Mama" jawab jelita dengan begitu antusias.
" kalau begitu ayo kita berangkat sekarang" Karena perut miana sudah semakin besar dan mendekati HPL, Bagas selalu mengantar dan menjemput anak-anaknya untuk berangkat dan pulang sekolah. namun yang menjadi kebiasaan mereka setiap weekend adalah mereka menghabiskan waktu bersama dengan jalan-jalan ke suatu tempat. dari sinilah kedekatan mereka semakin terpupuk. Bagas pun tidak pernah membedakan kedua anak itu adalah anak tirinya.
" Mama kita berangkat dulu ya. Dedek kecil dedek Jaga mama dulu ya. nanti sepulang sekolah kita bakal jalan-jalan bersama" kecap Jelita dan Dara setelah ia mencium punggung tangan mamanya untuk pamit berangkat sekolah. kedua anak tersebut bergantian mencium perut sang mama.
" aku berangkat dulu ya Kamu hati-hati di rumah kalau ada apa-apa langsung hubungi aku" setelah mencium kening sang istri, Bagas pun berangkat bersama kedua anaknya.
" hati-hati ya di sekolah belajar yang rajin. Papa juga jangan lupa nanti makan siangnya dimakan" miana mengikuti suami dan anak-anaknya hingga ke teras. Setelah ketika orang yang berarti dalam hidupnya tersebut naik mobil dan berangkat, barulah miana masuk ke dalam rumah lagi.
Pov Prasetyo.
" Tuan Prasetyo, kedatangan saya kemarin adalah ingin memberitahukan sesuatu kepada anda." Rendy datang ke rumah Atika untuk menemui Prasetyo. yang sejak Atika sakit, Prasetyo tidak pernah datang ke perusahaan karena harus merawat anak dan istrinya.
" tumben sekali kamu ke sini Ren, apa Ada hal penting yang memang harus disampaikan secara langsung bukan melalui telepon? " tanya Prasetyo ketika ia membukakan pintu dan mengajak Rendy masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.
" Iya Tuan Prasetyo. ada laporan yang harus saya jelaskan kepada anda dan akan sangat sulit jika saya menjelaskan melalui telepon" jawab Rendy yang saat ini menatap ke arah Prasetyo.
" Apa itu? " tanya Prasetyo yang merasa heran. karena tidak biasanya Rendy bersikap seperti ini.
__ADS_1
" ini tuan, saya terpaksa harus menjelaskan kepada anda tentang laporan-laporan yang selama ini anda abaikan. saya sudah berkali-kali memberitahu anda melalui pesan singkat maupun email. namun anda tidak pernah merespon sama sekali Mungkin karena anda terlalu sibuk sehingga tidak menyempatkan diri untuk membaca pesan yang telah saya berikan." ucap Rendy panjang lebar.
" Bisa kamu ke intinya saja, soalnya saya tidak mungkin meninggalkan waffle sendirian. Istri saya sedang istirahat dan saya tidak tega untuk membangunkannya untuk menjaga anak"
" Baiklah Tuhan untuk mempersingkat waktu, saya akan menjelaskan secara rinci. jadi seperti ini..." Rendy seakan tidak mampu untuk menjelaskan kepada Prasetyo apa yang sedang ada dalam pikirannya saat ini. siap menghentikan kalimatnya dan menarik nafas dalam-dalam.
" Maaf saya harus menyampaikan ini kepada Anda. paham yang anda miliki di perusahaan semakin hari semakin menurun. karena anda sama sekali tidak pernah mengurus perusahaan sehingga perusahaan itu saat ini dipegang oleh Tuan Bagas. karena nyonya miana saat ini sedang hamil besar dan tidak bisa menangani perusahaan sendiri. Tuan Bagas memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan perusahaan yang menjadi hak nyonya miana serta membiarkan yang menjadi hak Anda benar-benar tidak terurus. jadi saat ini hak Anda di perusahaan tidak berkembang dan malah mengalami penyusutan. setiap bulan saya harus mengirimkan anda uang dalam jumlah yang tidak sedikit. sehingga hal itu sangat berpengaruh akan perkembangan perusahaan." Rendy mencoba menjelaskan kepada Prasetyo.
" Jadi maksud kamu sahamku di perusahaan sudah tidak ada.? " tanya Prasetyo dengan wajah yang terkejut.
" benar sekali Tuan Prasetyo. dan uang yang saya kirimkan kepada anda bulan kemarin adalah uang terakhir dari sisa yang anda miliki di perusahaan" dengan berat hati Rendy memberitahukan kepada Prasetyo.
" Apa kamu tidak salah. Dan kenapa kamu tidak mempertahankan yang aku punya di perusahaan? " tanya Prasetyo dengan nada yang kesal.
" mohon maaf tuan, saya tidak bisa mengimbangi kinerja Tuan Bagas dan nyonya miana. mereka begitu antusias dengan hak yang mereka miliki sendiri. dan tidak memperdulikan milik anda di perusahaan. saya sudah berkali-kali memberitahu anda dan bahkan anda sama sekali tidak membukanya. mohon maaf atas kegagalan ini" Rendy mengucapkan kata maaf ya kepada Prasetyo.
" Anda masih memiliki perkebunan yang berada di Sumatera. anda bisa mengelolanya dengan baik setelah anda di perusahaan sudah tidak ada" jelas Rendy dan membuat Prasetyo menoleh kepadanya. Prasetyo benar-benar syok dengan berita yang ia terima saat ini. hingga akhirnya ia menyuruh Rendy untuk pergi dari rumahnya. beruntung pengobatan Atika telah selesai dan terakhir adalah bulan kemarin. dan saat ini hanya tinggal kontrol saja. Atika sudah bisa berjalan walaupun tidak dengan normal.
" kalau begitu saya pamit undur diri. selamat siang" Rendy pun perlahan keluar dari rumah Prasetyo dan Atika.
" Aku sudah mendengar semuanya. Maafkan Aku karena tidak menurut semua kata-katamu. sehingga membuat kamu harus sibuk mengurusku dan tidak bisa mengurus perusahaan. sekarang kamu tidak punya apa-apa. kita jual saja rumah ini lalu kita pergi ke Sumatera untuk mengurus perkebunan yang ada di sana" Atika yang mendengar semuanya pun mendekat ke arah Prasetyo dan menyatakan penyesalannya. dia mengajak suaminya untuk menjual rumah yang ditempatinya saat ini dan pergi ke Sumatera untuk mengurus perkebunan. karena yang ada di dalam pikiran Atika adalah bahwa perkebunan itu adalah salah satu sumber penghasilannya.
" Apa kamu yakin akan hidup di sana. di sana tempatnya tidak seperti di sini. di sana kita harus hidup mandiri dan memulai semuanya dari nol. hidup dekat dengan hutan yang membuat kita jauh dari perkotaan" Prasetyo menjelaskan keadaan tempat perkebunan yang ingin dituju oleh Atika.
" kalau kita tidak ke sana terus kamu mau bekerja apa. perusahaan sudah diambil oleh Bagas dan miana. tidak mungkin kamu mengemis ke sana untuk memohon kepada mereka" Atika berkata dengan nada kesal karena ia tidak dituruti keinginannya oleh suaminya.
" baiklah kalau itu memang keinginan kamu. mulai hari ini kita akan mengurus semuanya" Prasetyo pun menurut dan akan mengurus semua mulai hari ini.
__ADS_1
10 tahun kemudian.
Bagas dan miana benar-benar hidup dalam kebahagiaan. mereka dikaruniai dua orang anak laki-laki dan perempuan. yang membuat Bagas semakin bangga bisa berumah tangga dengan miana. Dara dan Jelita telah tumbuh menjadi sosok gadis dewasa yang benar-benar cantik. mereka hidup bahagia bersama dengan keluarga yang saat ini di dekatnya. namun berita duka yang mereka dapatkan di tahun ke-6 mereka menjalani rumah tangga. Tuan Heri meninggal dengan mendadak karena serangan jantung. kesedihan tak bisa terungkapkan oleh kata-kata dari keluarga itu. namun perlahan mereka bisa membiarkan kesedihan itu pergi. hidup bahagia bersama keluarga.
sedangkan Atika dan Prasetyo. mereka benar-benar menjalani kehidupan di perkebunan yang dimaksud oleh Rendy 10 tahun yang lalu. hidup dalam kesederhanaan membuat Atika sadar untuk tidak membanggakan dan tidak berbuat jahat. Namun karena memang watak atau bawaan lahir yang tidak bisa dihilangkan. Atika hidup dalam kecurangan saat ia menjalani kehidupan di Sumatera. dan akhirnya Prasetyo pun ikut-ikutan menjalani apa yang direncanakan oleh istrinya. Firman dan juga Wafa telah tumbuh dewasa. Bahkan mereka berdua telah memiliki seorang adik yang bernama Arfian. mereka berlima hidup di sebuah desa terpencil di pinggir hutan. dekat dengan perkebunan yang mereka miliki seluas 5 hektar. sudah hampir 10 tahun mereka meninggalkan tempat kelahiran untuk bertransmigrasi menuju ke tempat terpencil itu. hingga suatu saat, saat kembali ke tanah kelahirannya, Prasetyo menuju rumah kecil yang ia tinggalkan dahulu kala.
" akhirnya kita sampai juga di tempat ini setelah sekian lama ya" ketika bergumam setelah ia masuk ke dalam rumah yang telah ditinggalkannya selama bertahun-tahun itu. rumah itu tidak ditempati namun hanya dirawat dengan baik oleh orang suruhan dari Ibu Yanti. merawat rumah itu agar tidak rusak supaya ketika Atika dan Prasetyo kembali mereka mempunyai tempat untuk berteduh.
" rumah ini terlihat begitu usang. tapi masih lebih baik daripada rumah kita yang ada di Sumatera ya mah" Prasetyo bergumam setelah merilekskan tubuhnya dan melepaskannya dari rasa lelah. tanpa terasa Mereka pun tertidur karena kelelahan. sedangkan ketiga anaknya tidur di kamar mereka masing-masing. dan disaat terlelap dalam buayan mimpi, etika dan Prasetyo mendengar guntur menggelegar di luar sana. dan di saat yang bersamaan hujan pun turun dengan begitu deras. karena rumah tersebut telah lama tidak ditempati, ada salah satu atap yang bocor dekat dengan saluran air hujan yang turun dari genteng. sebuah atap rumah yang terbuat dari asbes pecah sehingga menimbulkan air masuk ke teras rumah hingga ke ruang tamu.
" bocor ternyata... biar aku benarkan terlebih dahulu" gumam Prasetyo sembari berjalan menuju ke belakang rumah untuk mencari tangga. telah mendapatkannya Ia pun kembali ke depan dan memasangkan tanda tersebut.
" Masih hujan Loh kenapa nggak nanti saja. nanti kalau Hujannya sudah reda baru perbaiki" ucap Atika ketika melihat suaminya membawa tangga untuk memperbaiki atap yang bocor.
" hanya sedikit saja, tidak apa-apa kan tidak kehujanan" jawab Prasetyo sembari naik ke atas tangga.
" Ya sudah kalau begitu... aku buatkan kopi terlebih dahulu" Atika pun berjalan ke dapur untuk membuat secangkir kopi untuk suaminya. tidak ada 10 menit berada di dapur, ketika mendengar sebuah suara.
"Bruaaakkk" suara terdengar dari teras. tanpa memperdulikan air yang telah mendidih di atas kompor, Atika langsung berlari mengencari sumber suara. dan saat ia berada di, ia melihat Darah segar mengalir di lantai. Setelah melihat lebih jelas lagi, ternyata yang jatuh dan bersuara tadi adalah Prasetyo. kepalanya membentur tiang cor tepat di sudutnya. sehingga secara langsung kepalanya langsung pecah dan darah segar pun mengalir.
"Papaaaaaa" teriak Atika histeris. Iya langsung berjalan mendekati Prasetyo yang sudah tak sadarkan diri. darah dari kepala Prasetyo terus mengalir hingga mengenai paha Atika. ketika anaknya pun segera keluar saat mendengar teriakan dari ibunya. dengan cepat mereka membawa Prasetyo ke Dinas Kesehatan terdekat.
dalam perjalanan yang tidak terlalu jauh, Atika membangunkan Prasetya yang sudah tidak mampu membuka mata. Atika semakin histeris ketika ia memegang denyut nadi sang suami. jantungnya sudah tidak berdetak lagi.
" papah papah bangun Pah. bertahanlah sebentar lagi" ucap Atika dalam tangisnya. hingga akhirnya sekali lagi ia memeriksa denyut nadi tersebut. benar-benar sudah tidak ada.
" Papa kalian sudah tidak ada. kita bawa pulang saja ya" ucap Atika kepada anak-anaknya. anak-anaknya pun ikut menangis dan sambil membawa mayat sang Papa kembali ke rumah. hingga akhirnya Prasetyo dinyatakan meninggal dunia dengan keadaan yang sangat tragis. ada beberapa pihak kepolisian datang untuk melakukan resume. Hasilnya, mereka menyatakan bahwa kematian Prasetyo disebabkan karena kecelakaan. dan kini, Atika telah menjadi janda lagi sebanyak dua kali.
__ADS_1