Di Paksa Terluka Oleh Cinta

Di Paksa Terluka Oleh Cinta
Lewat Tangga


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Kak beneran yang terjadi pada miana tidak langsung berhenti. masih ada lagi hal yang membuat Bagas benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang terjadi pada wanitanya tersebut.


" ingat, kamu tidak boleh melepas masker mu. kalau kamu sambil melepas maskermu, itu akan kembali mual-mual karena mencium bau Nafasmu yang tidak enak itu" ucap niana sebelum ia turun dari mobil kepada Bagas.


" tapi sayang tanda tambang Mana mungkin aku ke kantor dengan menggunakan masker seperti ini. Kamu tahu kan kalau ini sudah bukan musim Corona lagi." Bagas merasa keanehan miana benar-benar di luar nalarnya.


" Bagas bisa nggak nggak usah ngejawab apa yang aku katakan. Nggak usah ngebantah sekali aja" mendengar jawaban Bagas, miana malah merajuk kembali. Bagas merasa bingung dan apa yang harus ia lakukan.


" Baiklah. Aku tidak akan melepas masker ini" daripada membuat miana marah lagi, akhirnya Bagas menuruti apa yang miana inginkan. mereka berdua pun akhirnya turun dari mobil dan berjalan memasuki lobi perusahaan milik Bagas. hingga yang membuat Bagas malu, semua orang yang menjadi karyawannya menatap dirinya dengan penuh keanehan. namun miana merasa cuek dengan semua karyawan yang menatap ke arah dirinya dan Bagas.


"hueek huek huekk" Saat memasuki lift dan bersama dengan orang-orang yang ingin naik ke lantai atas, miana kembali mual-mual dan merasa ingin muntah.


"Sayang, kamu kenapa lagi? " Tanya Bagas. Iya memegang pundak sang istri dengan rasa khawatir.


" Aduh di sini bau banget" miana menjawab pertanyaan Bagas sembari menutup mulutnya.


" tahan dulu sebentar ya. biar kita berhenti di sini saja" Bagas pun menunggu hingga pintu lift terbuka. setelah hampir 2 menit menunggu, pintu lift terbuka karena seseorang akan keluar.

__ADS_1


" ayo kita keluar dulu" Bagas menarik tangan miana dan dengan perlahan ia keluar dari dalam lift.


"Huh huh huuuh" Miana terlihat ngos ngos an saat sudah berada di luar lift.


" aku nggak mau naik ke atas menggunakan lift. kita lewat tangga saja ya" pernyataan miana membuat Bagas membulatkan matanya karena terkejut. tanpa menunggu jawaban dari sang suami, miana pun berjalan menuju ke tangga. dan terpaksa Bagas mengikuti istrinya.


" Sayang kalau kita naik lewat tangga kita akan kecapean. ruangan yang akan kita tuju masih jauh" ucap Bagas memprotes miana yang tidak mendengarkan dirinya.


" Kamu naik lift aja deh, aku mau lewat tangga aja daripada harus mencium bau-bau yang membuat aku kembali mual." miana mau naik lift karena di sana banyak orang-orang yang menggunakan parfum. dan mau tidak mau Bagas pun mengikuti istrinya karena tidak mungkin ia membiarkan sang istri berjalan sendirian. Bagas mengalah kepada sang istri.


"Istirahat saja ya. Tadi aku sudah bilang kita naik lift aja. tapi kamu nggak mau Malah milih lewat tangga" Bagas memijit kaki miana yang terlihat kelelahan itu. miana yang merasa begitu lelah pun segera masuk ke dalam sebuah kamar yang berada di ruangan tersebut.


" Ya sudah aku istirahat saja dulu" tak menghiraukan Bagas yang melepaskan kakinya secara terpaksa. miana berjalan masuk ke dalam ruangan. batas yang mengikuti dari belakang, melihat sang istri sudah berbaring di atas tempat tidur.


" aku ada meeting hari ini. kamu di sini terlebih dahulu ya. kalau ada apa-apa kamu hubungi aku" Bagas dengan pelan berkata kepada sang istri. setelah miana mengangguk, Bagas pun meninggalkan ruangan tersebut setelah menutup pintu.


Pov Atika.

__ADS_1


Setelah hampir satu bulan berada di rumah sakit, Atika telah diizinkan pulang oleh dokter. dan hari ini, Atika dapat menghirup udara segar di luar rumah sakit. Iya yang berjalan dibantu dengan kursi roda yang didorong oleh sang suami.


" Wafa belum diizinkan pulang ya? " tanya Atika ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


" belum, Nanti kalau sudah memenuhi standar kesehatan maka Wafa baru boleh diizinkan pulang oleh dokter. Kamu jangan terlalu mencemaskan keadaan Wafa. dia akan baik-baik saja. yang terpenting sekarang kamu fokus pada kesembuhan dirimu sendiri terlebih dahulu" Prasetyo dengan sabar menjawab apa yang ditanyakan oleh Atika.


" Ini semua salahku, Aku tidak mendengarkan sedikitpun Apa yang kamu katakan. coba waktu itu aku mendengarkan kamu berbicara. pasti semua ini tidak akan pernah terjadi" Atika menyesali sikap keras kepalanya tersebut.


" jangan menyesali yang sudah terjadi. tidak akan ada gunanya" sambil menyetir, Prasetyo mengatakan kepada Atika.


" Maafkan aku atas semua kesalahan ini" Atika menunduk, tiba-tiba air matanya pun ikut menetes. Mereka pun pulang ke rumah Atika yang lama.


Sambil menunggu update dari author, baca karya yang lain dulu ya readers. Author sudah mulai rilis karya baru,


Pewaris tak Terlihat


Tirakat Cinta (Luka di ujung Rindu)

__ADS_1


__ADS_2